
Matahari sudah menenggelamkan diri nya di ujung barat, kini tergantikan dengan cahaya bulan yang menerangi malam. Di apartemen yang cukup mewah terdapat laki laki yang kini sudah tidak sadar kan diri karena terlalu banyak nya meminum alkohol. Sedari tadi dia meracau tidak jelas, dan memanggil mangil nama wanita yang selalu ada di pikiran nya setiap saat.
"Agatha kenapa selalu saja berbohong pada ku?" Racau Al.
Ya, dia Alaric Sebastian Pratama. Setelah mengetahui bahwa Agatha pergi ke malang, Al memutus kan untuk kembali ke apartemen nya dan mulai meminum minuman yang sudah dua tahun lama nya tidak dia sentuh sama sekali. Dia tidak meminum karena alasan nya adalah Agatha, dan kini dia meminum kembali pun sama alasan nya karena Agatha.
"Apa kah kau mencintai Will?" Racau nya kembali.
Tak terasa dia pun tertidur dengan keadaan kacau, baju kantor masih melekat di tubuh nya, rambut yang tadi pagi tertata rapih kini sudah berantakan dan jangan lupa kan bekas botol minuman yang sudah dia minum bertebaran di atas meja itu.
Di tempat lain tepat nya di taman, Agatha dan Will kini sedang menikmati waktu berdua mereka. Tidak ada yang menganggu waktu mereka sekarang, karena tidak ada Al di antara mereka berdua.
"Apa aku boleh tahu untuk apa kau datang ke sini lagi?" Tanya Will menatap Agatha dari samping.
"Aku ada urusan penting dengan Om Rian." Jawab Agatha seadanya, karena memang dia kembali ke malang untuk mengembalikan uang yang di berikan Ayah nya Bara kepada nya.
"Apa begitu penting? Sampai kau rela berbohong pada orang tua mu dan juga Al?" Tanya Will kembali.
"Ya ini sangat penting, bahkan saking penting nya aku rela berbohong pada Mama, Ayah, Kak Bara dan juga Al di sana." Ucap Agatha dengan menatap lurus ke depan menatap pemandangan malam hari taman itu.
"Kau beralasan apa pada mereka?" Tanya Will yang juga ikut menatap ke depan.
"Aku bilang pada mereka kalau aku akan pergi mengunjungi sahabat ku yang tinggal di Kalimantan."
"Lalu mereka percaya begitu saja?" Tanya Will dengan kekehan di akhir kalimat nya.
"Ya mereka percaya karena aku tidak mungkin berbohong, tapi ada satu orang yang pasti curiga pada ku. " Ucap Agatha membuat Will menatap kembali pada Agatha.
__ADS_1
"Siapa?"
"Al." Jawab Agatha.
"Al? Bagaimana kau bisa tau kalau Al mencurigai mu?" Tanya Will dengan raut wajah penasaran.
"Karena aku bisa melihat dari mata nya kalau dia tidak percaya kalau aku akan pergi ke kalimantan."
"Ya kau benar, pasti Al tidak akan percaya begitu saja seperti orang tua mu dan juga Bara."
"Dan satu lagi yang membuat ku yakin kalau Al mencurigai ku, dari aku pergi dari rumah dan sampai sini, aku merasa ada yang mengikuti ku dari belakang. Dan sekarang pun aku merasa kalau mereka sedang memerhatikan ku dari jauh." Jelas Agatha panjang lebar.
"Kau juga merasakan nya?" Tanya Will membuat Agatha mengerut kan kening nya karena tak mengerti apa yang di katakan oleh Will.
"Apa maksud mu?"
"Sejak kapan kau merasa kan nya? " Tanya Agatha
"Sejak kau datang ke kantor dan sampai kita ke sini." Balas Will.
"Ya, dan aku yakin kalau itu pasti anak buah nya Al." Ucap Agatha sambil mengedarkan pandangan nya pada sekeliling nya.
"Apa sebaik nya kita pergi saja dari sini?" Tanya Will.
"Kita akan pergi ke mana?" Tanya Agatha dengan menatap Will.
"Ke apartemen ku? Bagaimana?" Tanya Will membuat Agatha menatap tajam ke arah nya.
__ADS_1
"Kenapa?" Tanya Will sekali lagi
"Kau gila ya, kita ini sudah sama sama dewasa. Dan kau mengajak ku ke apartemen mu dan berduaan di sana nanti? Ouh tidak! Aku tidak mau! Karena aku takut kalau kita khilaf nanti. " Tolak Agatha dengan cepat.
"Apa di otak mu hanya ada hal-hal mesum saja? Aku mengajak mu ke apartemen ku karena di sana ada Jessica, dia sendirian di sana dan memintaku untuk menemani nya. Tapi aku menolak nya karena bagaimana pun aku ini pria normal dengan iman yang sangat tipis seperti kulit bawang. Kalau nanti aku berduaan di sana bersama Jessica, bisa saja besok kami akan bangun dengan tubuh kami yang polos."Ucap Will dengan panjang lebar.
"Baik lah kita ke sana sekarang." Ajak Agatha dengan pasrah.
"Kau tidak senang?" Tanya Will membuat Agatha menoleh.
"Bukan nya aku tidak senang, aku hanya tidak nyaman saja jika ada Jessica." Ucap Agatha mengungkapkan apa yang ada di pikiran nya.
"Kau tenang saja, Jessica itu orang nya welcome, so jangan khawatir." Ucap Will menenangkan Agatha.
"Kau yakin?"Tanya Agatha dengan raut wajah cemas karena dia takut Jessica tidak menyukai kehadiran nya.
"Ya, aku yakin seratus persen." Jawab Will dengan mantap.
"Sudah jangan khawatir, kalau dia dingin dengan mu, tolong maklumi saja karena dia tidak terlalu suka dengan orang orang baru. Tapi kalau kau selalu mengajak nya bercerita atau mengobrol, pasti dia tidak akan dingin lagi. "Ucap Will menjelaskan nya pada Agatha.
"Benarkah?"Tanya Agatha dan di angguki oleh Will.
"Baiklah, ayo kita ke sana. " Ajak Agatha lagi, kini wajah nya berubah ceria saat Will sudah menjelaskan nya.
Mereka pun meninggal kan taman itu dan pergi menuju apartemen nya Will dengan menggunakan mobil Ayah nya Bara yang tadi Will dan Agatha pinjam.
Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara Vote, Like, Komen dan jangan lupa juga Gift nya agar author tambah semangat lagi nulis kelanjutan kisah mereka.
__ADS_1