
Matahari semakin naik ke tengah tengah langit, pertanda kalau hari sudah semakin siang. Kini waktu nya para karyawan yang bekerja di perusahaan Pratama makan siang, sama seperti Agatha yang juga akan makan siang dengan teman nya yang bernama Bella.
"Bel, kita duduk di pojok itu saja." Ucap Agatha pada sahabat nya itu sambil menunjuk bangku yang dia maksud.
"Oke." Hanya satu kata itu saja yang keluar dari mulut sahabat nya Agatha.
Ya teman Agatha yang bernama Bella ini mempunyai sifat yang sangat dingin pada siapa pun termasuk Agatha sendiri yang jadi teman nya dari dulu.
Mereka pun melangkah menuju meja yang tadi Agatha tunjuk. Sesampai di sana Agatha langsung memesan menu makan siang nya.
Setelah selesai mereka pun mengobrol sambil menunggu makanan sampai.
"Kamu jadi nikah nya Bel?" Tanya Agatha memulai pembicaraan. Sedang kan Bella hanya mengangguk kan kelapa nya saja tanpa repot repot mengeluarkan suara nya.
"Sama dia?" Tanya Agatha sekali lagi, tapi di jawab dengan anggukan lagi dari sahabat nya.
"Kenapa kamu gak nolak?" Tanya Agatha yang mulai kepo dengan urusan sahabat nya itu.
"Gak bisa." Jawab Bella dengan singkat pada dan jelas. Dan itu membuat Agatha mendengus kesal pada sahabat nya itu.
"Loh itu ya kaku banget sih." Ucap Agatha dengan kesal, tapi lagi lagi tidak mendapat jawaban dari sahabat nya itu.
Tak lama kemudian makanan yang Agatha pesan pun sampai. Mereka pun menyantap makanan dengan keadaan hening, baik Agatha mau pun Bella tidak ada yang mengeluarkan suara.
Selesai dengan makan siang nya, Agatha dan Bella memutus kan untuk pergi ke taman karena waktu istirahat mereka masih ada banyak.
"Gimana hubungan loh sama Pak Al?" Tanya Bella yang kini mengeluarkan suara nya terlebih dulu.
"Maksud loh?" Agatha malah berbalik tanya pada sahabat nya itu dan membuat Bella memutar mata nya dengan kesal.
"Gak jadi." Jawab Bella kembali bersikap dingin dan irit bicara.
__ADS_1
"Gue sama Pak Al gak ada hubungan apa apa Bel." Akhir nya Agatha menjawab dengan benar pertanyaan sahabat nya itu.
"Gak ada hubungan apa apa kok kemarin malam kayak pasangan yang lagi kencan." Cibir sahabat nya membuat Agatha melotot ke arah sahabat nya.
"Kok loh tau?" Tanya Agatha dengan raut wajah terkejut nya karena melihat sahabat nya mengetahui kalau dia dan Al sudah berjalan kemarin malam.
"Ya tau lah." Jawab Bella dengan cuek.
"Bel loh mata matain gue dan Pak Al ya?" Tuduh Agatha membuat Bella menatap tajam ke arah sahabat nya itu.
"Sembarangan." Jawab Bella dengan singkat tapi membuat Agatha tambah kepo.
"Terus loh tau dari mana kalau gue sama Pak Al kencan?" Tanya Agatha mendesak sahabat nya agar menjawab pertanyaan nya.
"Jadi bener loh sama Pak Al kemarin malam lagi kencan?" Bella berbalik tanya pada sahabat nya itu yang kini sedang gelelapan mendengar pertanyaan.
"Eh itu kemarin gue sama Pak Al gak sengaja ketemu, nah kebetulan gue gak bawa mobil jadi gue terpaksa numpang sama si boss."Ucap Agatha dengan menyengir.
"Bener gue gak bohong sumpah." Ucap Agatha dengan serius.
Karena memang kemarin malam mereka bukan pergi kencan melain kan tak sengaja bertemu dan Agatha ikut numpang pada mobil boss nya di karna kan dia tidak membawa mobil saat pergi ke Mall untuk membeli keperluan nya.
Agatha terpaksa mengikuti kemana pun Boss nya pergi, dan mungkin saja mereka yang melihat Agatha dan Al itu berfikir kalau mereka adalah sepasang kekasih yang sedang berkencan.
"Terus kemarin malam itu apa kalau bukan pasangan yang lagi kencan."Ketus Bella membuat Agatha serba salah
"Kemarin malam itu gue gak bawa mobil, di tengah jalan gue ketemu Pak Al dan gue di tawarin buat naik mobil nya. Ya gue gak bisa nolak dong, gue juga saat itu capek banget karna udah jalan kaki sama keliling Mall." Ucap Agatha panjang lebar. Sedang kan Bella hanya mengangguk saja mendengar penjelasan sahabat nya itu.
"Ya udah yuk kita masuk." Ajak Agatha sambil berdiri dari duduk nya.
"Loh duluan aja, gue nunggu dia dulu di sini." Ucap Bella menyuruh Agatha agar segera masuk dan meninggal kan diri nya yang tengah menunggu seseorang.
__ADS_1
"Dia mau ke sini?" Tanya Agatha dengan kepo.
Sedang kan sahabat nya hanya mengangguk kan kepala saja menjawab pertanyaan Agatha.
"Ya udah kalau gitu gue masuk dulu ya." Pamit Agatha sebelum pergi meninggal kan sahabat nya di taman kantor
"Iya" Jawab Bella dengan singkat.
Agatha pun melangkah pergi menuju ruangan nya dan meninggal kan sahabat nya yang tengah menunggu calon suami yang di jodoh kan oleh orang tua nya.
Sesampai di ruangan nya, Agatha sudah di buat kesal dengan ada nya berkas berkas yang menumpuk di meja kerja nya. Dia tau siapa yang melakukan itu semua.
"Dasar Boss gila, ngasih kerjaan gak berperasaan banget sih." Gerutu Agatha dengan wajah kesal nya karena selalu saja di buat lembur oleh Boss gila sekaligus menyebalkan itu.
"Ouh udah berani melawan saya ya?" Suara yang tiba tiba muncul dari arah ruangan Agatha yang paling ujung dan membuat Agatha mematung di tempat nya karena tidak berani menatap orang itu.
"Eh Pak Al, Sejak kapan bapak ada di sini?" Tanya Agatha mengalihkan pembicaraan nya.
"Saya di sini dari tadi dan sebelum kamu datang pun saya sudah ada di sini." Ucap Al dengan santai tapi membuat Agatha terkejut setengah mati karena sudah memaki boss nya itu.
"Bapak di sini dari tadi?" Tanya Agatha memastikan telinga nya yang tidak rusak.
"Iya." Jawab Al dengan singkat padat dan juga jelas.
Agatha kembali mematung di tempat karena terkejut sekaligus malu karena telah memaki boss nya itu, pada hal apa yang di lontar kan oleh Agatha tadi itu semua ada benar nya. Al memang boss yang kejam sekaligus menyebalkan menurut nya dan juga menurut Bara.
'Ck. Dasar gak nyadar kalau memang diri nya itu menyebalkan dan juga kejam." Maki Agatha dalam hati nya.
" Jangan mengumpat ku, atau aku akan mengeluarkan kamu dari kantor saya." Ucap Al yang seolah olah tau apa isi hati Agatha. Sedang kan Agatha kembali mematung mendengar ucapan Boss nya yang tau kalau diri nya sedang mengumpat nya.
Jangan lupa vote,like, komen dan gift nya.
__ADS_1