Pak Boss!! I Love You.

Pak Boss!! I Love You.
Agatha kesal.


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang sangat sial menurut Agatha dan juga Al. Bagaimana tidak, baru saja mereka selesai membersih kan toilet, ada sekelomopok karwayan datang dengan sepatu mereka yang bawah nya banyak tanah yang menempel di sepatu mereka. Dan akhir nya dengan terpaksa Agatha dan Al harus membersih kan kembali jejak kotor yang ada di lantai itu.


"Hari ini aku benar benar sial sekali." Gerutu Agatha sambil mendudukan diri nya di kursi kantin kantor, Al pun melakukan hal sama seperti Agatha.


"Ya, kita seperti nya berjodoh." Balas Al membuat Agatha menyerit tak mengerti apa yang di maksud boss nya itu.


"Apa hubungan nya dengan jodoh Pak?" Tanya Agatha tak mengerti.


"Hari ini adalah hari tersial bagi kita berdua." Balas Al dengan menyeruput air es di hadapan nya.


"Lalu apa hubungan nya dengan kita berjodoh? Saya sama sekali tidak mengerti." Ucap Agatha dengan frustasi.


Belum sempat Al menjawab pertanyaan Agatha, Ayah nya Bara terlebih dulu menghampiri meja mereka dan duduk di kursi tengah tengah anatara Al dan Agatha.


"Apa kalian sudah selesai menjalan kan hukuman kalian?" Tanya Ayah nya Bara.


"Apa Om tidak lihat kalau kami sudah menyelesai kan hukuman nya?" Ketus Agatha berbalik tanya pada Om nya itu.


"Hahaha, iya Om lihat kok." Balas Ayah nya Bara dengan mengacak acak rambut keponakan nya dengan gemas.


"Om." Petik Agatha dengan kesal karena Om nya selalu saja mengacak acak rambut nya yang rapih itu.


"Maaf maaf." Ucap Ayah nya Bara dengan sedikit kekehan di ujung kalimat nya.


"Apa kau mau langsung ke apartement nya Agatha? Atau mau menunggu Agatha di sini?" Tanya Ayah nya Bara pada Al yang sejak tadi diam.


"Saya akan pulang dulu ke apartement saya untuk menganti pakaian, dan setelah itu saya akan kembali ke sini dan menemani Agatha kerja." Jawab Al panjang lebar.


"Kau membeli apartement di mana?" Tanya Ayah nya Bara.

__ADS_1


"Saya beli apartement itu di unit yang sama dengan Agatha."


"Bukan nya di sana sudah terisi semua?" Tanya Ayah nya Bara dengan bingung.


Karena saat dia membeli apartement untuk Agatha, itu hanya tinggal satu kamar saja yang tersisa dan yang lain nya sudah terisi semua. Lalu yang membuat nya bingung adalah di mana posisi kamar Al? Bukan nya apartement itu semua nya sudah terisi?.


"Dia bisa melakukan apa saja Om, kalau masalah apartement itu adalah masalah yang sangat kecil menurut nya." Ujar Agatha menjawab pertanyaan Om nya.


Sedang kan Ayah nya Bara hanya mengangguk anggukan kepala nya saja.


"Kalau sudah selesai, kamu pulang lah." Ucap Ayah nya Bara pada Agatha.


"Tapi Om kerjaan aku masih banyak."


"Biar Om dan Will aja yang ngerjain semua nya."


"Kau ini kalau di ringanin kerjaan langsung muji muji Om." Gerutu Ayah nya Bara.


"Hahahaha" Agatha hanya tertawa menjawab gerutuan Om nya itu.


"Kau ini." Dengan tega nya Ayah nya Bara menyentil kening Agatha sampai kening nya memerah.


"Om." Petik Agatha dengan kesal.


"Baru aja di puji langsung noyor kening, jadi nyesel karena udah muji Om." Lanjut nya lagi sambil mengusap usap bekas sentilan Om nya.


"Hahahaha." Bukan hanya Ayah nya Bara yang tertawa, kini Al pun ikut tertawa dengan ucapan Agatha yang menurut mereka sangat lucu itu.


"Terus aja tertawa sampai puas." Ketus Agatha, dia merasa hari ini adalah hari tersial bagi nya.

__ADS_1


Karena kesal melihat Om nya dan Boss nya masih tertawa, Agatha pun memutus kan untuk pergi menuju ruangan nya untuk mengambil tas milik nya, dia merasa tubuh nya sangat lelah, jadi dia pun memutus kan untuk pulang.


"Kau mau kemana?" Tanya Will dengan bingung saat melihat Agatha sudah membawa tas milik nya.


"Pulang." Jawab Agatha dengan singkat.


"Loh kok pulang, ini kan masih jam kerja Tha?" Ucap Will dengan bingung.


Tadi dia tidak tau kalau Agatha dan Al di hukum oleh Ayah nya Bara.


"Gue capek, jadi mau pulang duluan."


"Capek kenapa?" Tanya Will tak mengerti.


"Gue udah bersihin toilet karyawan di lantai bawah."


"Bersihin toilet? Loh gak ada kerjaan banget bersihin toilet karyawan." Ucap Will


"Gue di hukum sama Boss loh itu." Ketus Agatha.


"Di hukum? Memang nya loh ngelakuin apa sampai di hukum?" Tanya Will.


"Gara gara berantem di kantor."


Will yang mendengar jawaban Agatha langsung tergelak. Sedang kan Agatha langsung pergi meninggal kan Will yang masih tertawa di atas penderitaannya.


"Mereka semua saja ternyata." Gumam Agatha sambil terus melangkah meninggal kan kantor.


Jangan lupa Vote, Like, Komen dan jangan lupa juga Gift nya agar author tambah semangat lagi nulisnya🔥

__ADS_1


__ADS_2