
Sore berganti malam. Kini Agatha, kedua orang tua nya dan Bara ada di bandara untuk mengantarkan diri nya.
Sejak tadi Mama nya Agatha sama sekali tidak melepas kan genggaman tangan nya dari anak nya. Dia begitu keberatan dengan keberangkatan anak nya, ini adalah pertama kali nya Agatha pergi tanpa di dampingi oleh orang di sekitar nya. Biasa nya Agatha akan berpergian selalu di temani oleh Kakak sepupu nya atau Adik sepupu laki laki nya.
"Ma, udah dong. Nanti Agatha gak bisa tenang sampai di sana kalau Mama gak ikhlas gini." Ucap Agatha dengan raut wajah sedih nya, dia juga sedih karena harus berpisah dengan keluarga nya. Tapi mau bagaimana lagi, perusahaan keluarga nya membutuhkan diri nya sekarang.
"Iya sayang, kamu jangan gini dong. Nanti di sana Agatha gak tenang." Ucap Suami nya yang juga membujuk istri nya agar membiar kan anak nya pergi.
"Baik lah." Dengan wajah sendu nya, Mama Agatha mulai melepas kan tangan anak nya dari genggaman nya.
"Aku berangkat dulu ya. Mama baik baik ya di rumah, I Love You Ma." Ucap Agatha sambil mencium kedua pipi Mama nya. Begitu pun Mama nya melakukan hal sama kepada anak nya.
"Kamu juga baik baik di sana, jangan lupa jaga kesehatan dan jangan telat makan. Mama sayang kamu." Mama nya memeluk tubuh anak nya sebelum pergi untuk beberapa minggu.
Setelah melepas kan pelukan Mama nya, Agatha beralih memeluk tubuh ayah nya yang selalu memanja kan nya.
"Agatha berangkat dulu yah, Agatha sayang ayah." Ucap Agatha sambil memeluk tubuh ayah nya.
"Ayah juga sayang kamu, kamu baik baik di sana yah." Ucap Ayah nya sambil mengecup sekilas kening anak semata wayang nya.
"Pasti yah." Jawab Agatha dengan melepas kan pelukan nya.
"Kak aku berangkat dulu." Pamit Agatha pada Bara dan memeluk sekilas tubuh kakak sepupu nya itu.
"Iya, jaga kesehatan di sana." Pesan Bara sebelum Agatha pergi.
__ADS_1
"Pasti Kak." Setelah itu Agatha pun melangkah menuju jet pribadi milik kakek nya, dan masuk ke dalam nya.
Setelah melihat pesawat nya lepas landas, tubuh Mama Agatha langsung lemas sampai sampai dia tidak dapat menampung berat tubuh nya, untung saja suami nya dengan sigap menahan nya dan membawa ke dalam pelukan nya.
"Sudah jangan bersedih, anak kita hanya pergi ke luar kota sebentar bukan mau pergi ke luar negri." Ucap Suami nya sambil menggendong tubuh istri nya dan membawa nya ke dalam mobil nya. Sedang kan Bara hanya mengikuti nya di belakang.
"Bara, Om akan duduk di kursi belakang saja bersama Tante mu." Ucap Ayah nya Agatha pada Bara. Sedang kan Bara hanya mengangguk dan membuka kan pintu belakang mobil nya untuk membantu Om nya mempermudah masuk ke dalam nya.
Saat semua nya sudah masuk ke dalam mobil, Bara pun segera mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang.
"Bara." Panggil Ayah nya Agatha membuat Bara yang tadi nya sedang fokus menyetir kini menatap Om nya dari kaca spion.
"Ada apa Om?" Tanya Bara menatap sekilas ke arah Om nya, dan kembali fokus pada jalan nya.
"Apa kah Agatha masih mengejar Boss nya itu?" Tanya Ayah nya Agatha membuat Bara yang sedang menyetir terkejut bukan main. Dia tidak menyangka kalau Om nya tanu kalau Anak nya mencintai Boss nya.
"Agatha sudah tidak mengejar nya Om, tapi sekarang kelihatan nya Al yang mulai mengejar Agatha." Jawab Bara dengan seadanya. Karena memang kini Agatha sudah tidak lagi mengejar Al. Tapi sekarang sebaliknya, Al lah yang mulai mengejar Agatha.
"Ouh." Jawab Ayah nya Agatha dengan singkat.
Sebenar nya Ayah Agatha sudah menempat kan beberapa orang nya untuk menjaga Agatha dari jauh, saat Agatha mulai bekerja di perusahaan nya Al. Dan Ayah Agatha juga selalu mencari informasi apa saja yang di lakukan oleh Anak nya di perusahaan orang lain. Dan dia juga tau kalau anak nya itu mencintai Boss nya.
Tak terasa mobil yang di kendarai oleh Bara sampai di kediaman Agatha.
"Makasih ya, sudah mengantar Om dan Tante sampai rumah." Ucap Ayah nya Agatha sambil menggendong tubuh istri nya yang sedang tidur pulas di gendongan nya.
__ADS_1
"Iya sama sama Om. Kalau gitu Bara pulang dulu ya Om."Pamit Bara pada Ayah nya Agatha.
"Iya hati hati di jalan " Pesan Ayah nya Bara sebelum masuk ke dalam rumah nya.
"Iya Om." Mobil yang di kendarai Bara pun keluar dari pekarangan rumah Agatha.
Sedang kan Ayah nya Agatha langsung masuk ke dalam rumah nya. Dan membawa istri nya ke dalam kamar, lalu meletak kan nya dengan hati hati. Setelah itu dia pun menyelimuti tubuh istri nya dan mengecup kening istri nya sebelum pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang sangat lengket.
Setelah selesai Ayah nya Agatha langsung membaring kan tubuh nya di samping istri nya dan Membawa istri ke dalam pelukan nya. Setelah itu dia pun menyusul istri nya ke dalam alam mimpi.
Sedang kan Agatha sudah sampai di hotel. Agatha memutus kan untuk bersantai terlebih dulu di balkon kamar hotel nya sambil memain kan ponsel milik nya.
Tiba tiba ponsel nya berdering dan tertera nama Boss nya di layar ponsel nya, Agatha pun mengangkat nya.
"Ada apa Pak?" Tanya Agatha saat sudah tersambung dengan panggilan nya.
"Kau sudah sampai di sana?" Tanya Al dengan suara berat nya.
"Sudah, Kenapa?"Tanya Agatha lagi.
"Tidak apa apa. Saya hanya ingin mengetahui apa kau sudah sampai atau belum." Jawab Al dengan santai.
" Kau sangat aneh Pak." Ujar Agatha membuat Al tersenyum kesil di sebrang sana.
"Ya aku memang aneh." Kekeh Al membuat Agatha mendengus kesal, tapi hanya sebentar. Setelah itu dia pun ikut berkekeh pelan dengan Boss nya yang selalu dia katakan menyebal kan itu.
__ADS_1
Lalu mereka pun saling mengobrol sampai pukul sebelas malam, Setelah selesai Agatha memutus kan untuk membersih kan terlebih dahulu tubuh nya. Setelah itu dia pun membaring kan tubuh nya yang lelah itu di atas kasur king size. Tak lama Agatha pun langsung terlelap menuju alam mimpi nya.
Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara vote, like, komen dan jangan lupa juga gift nya. Supaya Author tambah semangat lagi menulis nya.🔥