Pak Boss!! I Love You.

Pak Boss!! I Love You.
Beradu Argumen.


__ADS_3

Mobil yang di kendarai oleh Will pun sampai di lobby apartemen Will, kedua nya turun dari mobil dan melangkah masuk menuju lift.


"Apa sebaik nya aku pulang saja Will?" Tanya Agatha dengan cemas.


Dia takut Jessica terganggu dengan kehadiran nya. Di lihat dari kejadian sore, Agatha bisa menyimpulkan kalau Jessica tidak menyukai nya, dan itu terlihat jelas di mata nya.


"Kenapa?" Tanya Will dengan menatap wajah cemas Agatha.


"Aku takut nanti Jessica tidak nyaman dengan kehadiran ku di sana." Ungkap Agatha tanpa di tutup tutupi lagi apa yang dia rasakan.


"Kan kita belum melihat reaksi nya. Sebaik nya kita ke sana dulu, kalau memang Jessica tidak nyaman dengan kehadiran mu, aku akan mengantar mu pulang, bagaimana? " Tanya Will meminta persetujuan.


"Baiklah." Walaupun masih dengan perasaan cemas, Agatha pun menuruti apa yang di katakan oleh Will.


Tak terasa mereka sampai di pintu apartemen milik Will, Will pun mengetik pasword nya dan terbuka lah pintu apartemen nya.


"Jessica." Teriak Will mencari sosok sepupu nya itu.


Dari arah kamar Jessica langsung berlari saat mendengar teriakan laki laki yang sejak tadi dia tunggu tunggu. Tapi saat sudah sampai di sana, wajah nya berubah datar saat melihat kehadiran Agatha yang berada di samping Will.


"Hai." Sapa Agatha dengan canggung.


Sedangkan Jessica hanya mengangguk saja tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, dia lebih memilih memeluk Will daripada membalas sapaan Agatha.


"Kenapa kau lama sekali?" Tanya Jessica dengan nada lembut.


"Aku tadi pergi dulu ke taman bersama Agatha untuk mencari angin malam." Jawab Will sambil menduduk kan diri nya di sofa yang ada di sana.


"Tha, sini duduk." Ujar Will pada Agatha yang masih berdiri dengan canggung nya karena ada Jessica di antara mereka.


Agatha pun menurut dan duduk di samping Will.


"Kau mau minum apa?" Tanya Will lagi.


"Seperti biasa." Jawab Agatha, sedangkan Will hanya mengangguk saja.


"Baik lah, aku akan membuat kan mu minuman dulu. Kalian di sini saja, aku pergi dulu." Will pun pergi meninggalkan Agatha dan Jessica di ruang tamu, dan pergi menuju dapur untuk membuat minuman untuk Agatha.


Di ruang tamu.


"Sudah berapa lama kalian kenal?" Tanya Jessica tiba tiba, membuat Agatha yang tadi nya sedang menatap sekeliling apartemen Will langsung menoleh ke arah Jessica.

__ADS_1


"Kurang lebih satu bulan." Jawab Agatha.


"Satu bulan? Tapi sudah sedekat ini?" Tanya Jessica tak percaya.


"Ya, kami baru kenal satu bulan. Itu pun karena aku harus datang ke sini, kalau aku tidak datang ke sini, aku tidak akan kenal dengan Will." Ucap Agatha.


"Untuk apa kau datang ke sini?" Tanya Jessica dengan angkuh nya.


"Aku datang ke sini untuk menyelamatkan perusahaan kakek ku yang hampir bangkrut. " Jawab Agatha tak kalah angkuh dari Jessica.


Dia sudah menebak kalau Jessica merasa cemburu pada nya karena kedekatan nya dengan Will.


"Berapa usia mu?" Tanya Jessica dengan tatapan remeh nya. Jessica pikir Agatha lebih tua dari nya, tapi ternyata salah.


"Aku baru saja menginjak dua puluh tahun." Jawab Agatha dengan entengnya. Tapi tidak dengan Jessica yang terkejut saat mendengar jawaban Agatha.


Dia kira Agatha berusia dua puluh enam tahun, karena dia melihat penampilan Agatha yang sangat dewasa, dan berbeda dengan wanita dua puluh tahun lain nya.


"Kenapa? Apa kau terkejut?" Tanya Agatha dengan angkuh nya. Dia tidak boleh lemah di hadapan orang lain, karena ayah nya mengajar kan kalau ada orang yang ini merendah kan nya, maka balas lah jangan hanya pasrah saja.


Dengan cepat Jessica merubah raut wajah nya menjadi datar.


"Memang nya usia mu berapa?" Tanya Agatha masih dengan angkuh nya.


"Dua puluh dua. Kenapa?" Jawab Jessica dengan menatap sinis pada Agatha.


"Ouh dua puluh dua tahun, tapi penampilan mu sudah seperti tante tante kurang belaian saja. Ups" Ceplos Agatha dengan menutup bibir nya di akhir kalimat nya.


Sedangkan Jessica langsung mengepal kan tangan nya menahan emosi. Ternyata beradu argumen dengan Agatha bukan lah hal mudah seperti yang di pikirkan nya.


"Kalian sedang mengobrol apa? Kok serius banget?" Tanya Will datang dengan membawa sekangkir kopi kesukaan Agatha.


"Bukan apa apa kok." Jawab Agatha dengan tersenyum remeh ke arah Jessica yang sedari tadi menatap tajam ke arah nya.


"Di minum dulu." Ujar Will dengan menyondor kan minuman nya kepada Agatha.


"Terima kasih Will." Ucap Agatha dengan tersenyum manis.


"Sama sama." Balas Will dengan mengusap pucuk rambut Agatha.


Sementara Jessica hanya diam dan memaling kan wajah nya saat melihat pemandangan di depan nya.

__ADS_1


"Apa kau baik baik saja?" Tanya Will pada Jessica yang sedari tadi diam.


"Ya aku baik baik saja. Kalian teruskan saja mengobrol nya, aku pergi dulu." Ucap Jessica dengan berdiri dari duduk nya.


"Kau mau ke mana?"Tanya Will.


"Tempat biasa." Jawab Jessica membuat Will menghembuskan nafas nya dengan kasar.


"Ini Indonesia bukan luar negri Jessica."Geram Will.


Will sudah tau apa yang di maksud tempat biasa oleh Jessica.


"Hanya malam ini saja." Ucap Jessica.


"Kau selalu saja bilang malam ini saja, tapi kenyataan nya kau pergi lagi di malam berikut nya ke tempat terkutuk itu. "Ucap Will dengan nada tinggi, sehingga membuat Agatha terjolak kaget karena nya.


"Ouh ayo lah Will, itu bukan tempat terkutuk. Tapi itu tempat hiburan." Balas Jessica dengan santai nya.


"Baik lah aku mengizin kan mu, tapi kau janji jangan minum terlalu banyak di sana." Ucap Will dengan tegas.


"Baiklah aku berjanji, kau memang yang berbaik Will. " Dengan santai nya Jessica mencium pipi Will dan segera pergi menuju kamar nya untuk bersiap siap pergi.


Setelah melihat Jessica pergi ke kamar nya, Agatha pun memberani kan diri untuk bertanya pada Will. Mau ke mana malam malam begini Jessica pergi, dan seorang diri pula.


"Dia akan pergi ke mana Will?" Tanya Agatha dengan menatap Will yang sedang menyandar kan tubuh nya di sofa sambil memejam kan mata nya


"Apa kau tidak mengerti apa yang di katakan oleh Jessica?"Tanya Will membuka mata nya dan menatap wajah cantik Agatha. Sedang kan Agatha hanya menggeleng saja. dan itu membuat Will gemas karena kepolosan Agatha yang alami itu.


"Bar."Hanya satu kata tapi mampu membuat Agatha terkejut bukan main.


"Bar? Kau serius, tapi bagaimana kalau dia kenapa napa nanti?" Tanya Agatha.


"Biar kan saja, dia sudah berjanji tidak akan minum banyak. " Jawab Will dengan santai.


"Tapi Will-" Ucapan Agatha sudah lebih dulu di potong oleh Will.


"Sudah jangan pikir kan dia, sebaik nya kita pergi ke mana malam ini? tidak mungkin kan kalau kita akan di sini berduaan saja?" Tanya Will.


"Kita pergi ke danau saja." Ucap Agatha dan di angguki oleh Will.


Mereka pun pergi meninggal kan Jessica yang masih berkutat dengan Make Up nya, dan pergi menuju danau yang di inginkan Agatha.

__ADS_1


__ADS_2