
Agatha dan Al masih berada di ruangan nya.
"Maaf kan aku." Lirih Al.
"Bapak tidak perlu minta maaf." Ucap Agatha sambil menjaga jarak dari Al.
"Kenzo ingin bertemu dengan mu."Ucap Al tiba tiba.
"Bawa saja ke rumah saya pak, karena mulai besok saya sudah tidak bekerja lagi di sini."Ucap Agatha.
"Kamu serius mau keluar dari perusahan saya?" Tanya Al yang masih tidak percaya akan keputusan yang di ambil oleh Agatha.
"Ya saya serius." Ucap Agatha dengan tegas.
"Tapi kantor membutuh kan mu nanti."Ucap Al.
"Bapak kan bisa cari lagi sekertaris yang lebih pintar dari saya." Ucap Agatha.
"Tapi perusahan saya masih butuh kamu Tha." Ucap Al yang kukuh dengan pendirian nya.
Agatha pun hanya bisa menghembus kan nafas nya dengan kasar, Sebenar nya dia juga tidak ingin keluar dari perusahaan Al, tapi sikap Al yang begitu membuat nya ingin keluar dari situ.
"Baik lah beri saya waktu satu malam untuk memikir kan keputusan saya." Ucap Agatha.
"Baik lah saya tunggu kabar baik nya." Ucap Al dengan mengelus rambut Agatha. Setelah itu dia pun pergi kembali menuju ruangan milik nya.
Sedang kan Agatha masih mematung dengan sikap Al kepada nya.
"Kenapa gak dari dulu aja kayak gini Al?".Batin Agatha.
Agatha pun keluar dari ruangan nya dan menuju ruangan Bara, untuk bilang kalau dia akan pulang lebih dulu.
Tok..Tok..Tok..
"Masuk."Perintah Bara dari dalam.
Agatha pun masuk ke dalam ruangan Bara.
"Kenapa Tha?" Tanya Bara menghampiri adik sepupu nya itu.
"Aku mau pulang sekarang."Ucap Agatha.
"Loh sakit?" Tanya Bara dengan raut wajah cemas.
"Enggak."Jawab Agatha dengan menggeleng kan kepala nya.
"Terus kenapa?" Tanya Bara menatap lekat sepupu nya itu.
__ADS_1
"Aku pengen pulang aja."Ucap Agatha dengan santai.
"Apa ini ada hubungan nya sama pak Al?" Tebak Bara membuat Agatha diam seribu bahasa.
"Cerita aja."Ucap Bara.
"Aku gak apa apa sama pak Al."Elak Agatha.
"Jangan bohong."Sergah Bara.
"Beneran."Ucap Agatha dengan mengulas senyum supaya kakak sepupu nya itu percaya.
"Ya udah kalau tidak ada apa apa, Mau di anterin gak pulang nya?" Ucap Bara sekaligus bertanya.
,
"Enggak usah aku udah pesen taksi."Ucap Agatha.
"Ya udah hati hati ya di jalan." Pesan Bara dengan mengelus rambut Agatha.
"Iya." Agatha pun keluar dari ruangan nya Bara dan langsung menuju lantai bawah.
Sesampai nya di lantai bawah, Agatha langsung masuk ke dalam mobil yang tadi dia pesan.
"Jalan pak." Ucap Agatha pada supir tersebut.
Mobil pun jalan meninggal kan perusahaan Al.
Mereka berdua menatap Agatha dengan tatapan berbeda, Al menatap Agatha dengan tatapan sendu nya karena dia takut Agatha keluar dari perusahan nya. Sedang kan Bara menantap nya dengan tatapan penuh cinta, Andai kan dia dan Agatha bukan saudara, dia pasti akan membuat Agatha bahagia dengan nya. Tapi takdir berkata lain, mungkin Agatha bukan jodoh nya yang di kirim oleh tuhan.
Di sisi lain, Agatha sudah sampai di depan rumah nya di sambut oleh Mama nya yang sengaja menunggu anak nya.
"Sayang kamu sudah datang? Kamu gak apa apa kan? Apa ada yang sakit?" Pertanyaan bertubi tubi dari Mama nya.
"Ma, Agatha tidak apa apa." Ucap Agatha menenangkan Mama nya yang tampak cemas.
"Lalu kenapa kamu pulang siang siang begini?" Tanya Mama nya lagi.
"Aku udah izin sama pak Al, kalau aku mau pulang siang karena udah kangen banget sama Mama."Ucap Agatha dengan berbohong.
"Beneran ?" Tanya Mama nya yang tampak tak percaya dengan alasan anak nya.
"Iya, Mana mungkin Agatha berbohong sama Mama." Ucap Agatha dengan mengulas senyum.
"Ya udah yuk kita masuk." Ajak Mama nya sambil menuntun anak semata wayang nya itu.
Sesampai nya di dalam rumah, lebih tepat nya di ruang keluarga. Agatha dan Mama nya duduk di sofa panjang yang ada di sana.
__ADS_1
"Ayah kemana Ma?" Tanya Agatha yang tak menemu kan Ayah nya.
"Ayah kamu pergi dari satu jam yang lalu, Kata nya ada pekerjaan mendadak di kantor nya."Ucap Mama nya menjelas kan.
"Tumben?" Lirih Agatha yang masih bisa di dengar oleh Mama nya.
"Kayak nya pekerjaan di kantor benar benar penting." Ucap Mama nya lagi, Sedang kan Agatha hanya mengangguk kan kepala saja.
"Aku ke kamar dulu ya Ma."Pamit Agatha berdiri dari duduk nya.
"Iya." Mama nya pun ikut berdiri dari duduk nya.
"Bye Ma."Ucap Agatha sambil mengecup pipi kanan dan kiri Mama nya, Setelah itu Agatha pun naik ke lantai atas di mana kamar nya terletak.
Sesampai nya di kamar Agatha langsung membersihkan terlebih duli tubuh nya, setelah selesai dia pun langsung tidur dan melupakan sejenak kejadian tadi di kantor.
Di kantor.
Al dan Bara kini sedang berhadapan dengan tatapan tajam mereka.
"Apa yang sudah kau lakukan pada Agatha?" Tanya Bara tanpa menggunakan bahasa formal lagi.
"Gue gak melakukan apa pun pada Agatha."Ucap Al.
"Kalau loh gak melakukan apa apa, Lalu kenapa Agatha sampai pulang gitu?" Tanya Bara sinis.
"Tadi hanya ke salah paham aja."Ucap Al yang juga manatap kakak sepupu nya Agatha.
"Ke salah pahaman sampai membuat Agatha nangis?" Tanya Bara dengan sinis.
"Iya tadi hanya ke salah pahaman saja." Ucap Al.
"Kalau gue liat Agatha nangis lagi, Gue gak janji kalau loh bisa liat dunia lagi."Ancam Bara, Setelah itu dia pun melangkah pergi. Tapi saat berada di ambang pintu, Pertanyaan Al membuat langkah nya berhenti.
"Apa loh mencintai nya ?" Tanya Al dengan tampang sombong nya.
"Kalau iya, kenapa?"Tanya Bara tanpa membalik kan badan nya.
"Loh dan dia itu saudara, Jadi gak mungkin kalian bisa bersatu."Ucap Al dengan nada mengejek.
"Gue dan Agatha cuma saudara sepupu, Bukan saudara adik dan kakak. So gak ada yang gak mungkin." Ucap Bara dengan nada mengejek juga.
Setelah mengatakan itu Bara keluar dari ruangan Al dan meninggal kan Al dengan emosi yang meluap.
"Agatha hanya milik gue, jadi gak ada yang bisa milikin Agatha selain gue dan kenzo." Batin Al dengan menatap tajam pintu yang baru saja tertutup.Setelah mengatur emosi nya, Al pun kembali lagi bekerja.
***Vote.
__ADS_1
Like.
Komen dan giftnya***.