
Ayah nya Bara dan Agatha kini sudah sampai di depan kantor. Mereka berdua turun dari mobil dan berjalan beriringan menuju lift ke lantai paling atas tempat Agatha dan Ayah nya Bara bekerja.
"Berapa hari lagi kamu di sini nak?" Tanya Ayah nya Bara.
"Mungkin lima hari lagi Om."
"Kamu gak ada niatan untuk mengendur kan diri di perusahaan nya Al?" Tanya Ayah nya Bara dengan serius.
"Aku masih ingin di sana Om, lagi pula Ayah juga mengizin kan aku buat belajar dunia bisnis di sana." Ucap Agatha menjelas kan pada Ayah nya Bara itu.
"Tapi seandai nya Bara akan keluar dari perusahaan itu, apa kamu juga akan ikut keluar?" Tanya Ayah nya Bara lagi.
"Aku belum memikir kan nya Om, tapi memang nya Bara akan keluar dari perusahaan nya Al?" Ucap Agatha sekaligus bertanya.
"Nak, umur Om sudah tidak muda lagi. Om juga butuh Bara untuk terus memajukan perusahaan kakek kamu, suami nya Intan tidak mau terjun ke dunia bisnis, jadi terpaksa Bara harus mengganti kan posisi Om." Ucap Ayah nya Bara panjang lebar.
"Kenapa kakak ipar gak mau terjun ke dunia bisnis Om?" Tanya Agatha dengan penasaran.
"Dia sangat menyukai desainer, dari dulu kemampuan dia hanya di dunia desainer nak. Jadi kalau di paksa untuk terjun ke dunia bisnis dan memimpin perusahaan ini, bisa ancur dong ini perusahaan yang susah payah kakek bangun dari dulu. Karena kemampuan dia bukan di dunia bisnis tapi di dunia desainer." Jelas Ayah nya Bara.
"Memang nya Om Zein gak mau terjun juga ke dunia bisnis?" Tanya Agatha lagi.
__ADS_1
Om Zein adik nya Ayah nya Bara dan Ayah nya Agatha.
"Istri nya tidak mau tinggal di indonesia, jadi mau bagaimana lagi. Om tidak bisa memaksa nya."
Sedang kan Agatha hanya mengangguk anggukan kepala saja mendengar penjelasan Om nya.
Tak terasa mereka sampai di lantai paling atas ruangan mereka.
"Om ke ruangan dulu." Pamit Ayah nya Bara sambil mengelus surai indah Agatha.
"Iya Om."
Baru saja Om nya masuk ke dalam ruangan nya, Will dan Al menerobos keluar dari lift dengan raut wajah yang di penuhi peluh keringat. Agatha yang melihat nya pun di buat bingung dengan kedua mahluk di hadapan nya itu.
"Satu satu dulu kalau mau nanya." Ucap Al dengan mendengus kesal mendengar setiap pertanyaan yang di lontar kan oleh Agatha.
Sedang kan Agatha dengan acuh nya hanya mengangkat bahu nya saja.
"Aku tanya sekali lagi kalian kenapa?" Ucap Agatha mengulang pertanyaan nya lagi.
"Kita ngejar loh sama Pak Boss." Ketus Will.
__ADS_1
"Ngapain pake ngejar gue sama Om gue? Gak ada kerjaan banget hidup kalian ini." Dengan tega nya Agatha menjawab ucapan Will
"Astaga, gue sama Al bela belain ngejar loh sama Om Pak Boss. Eh, tau nya udah ke kejar malah jawab nya gini." Gerutu Will.
"Lagian gue kan gak nyuruh kalian buat kejar gue sampai sini." Jawab Agatha dengan santai, tapi membuat Will dan Al sama sama mendengus kesal mendengar nya.
"Ya memang gak ada yang nyuruh kita, tapi kita yang ngejar loh cuma buat ngasih ini aja." Ucap Will sambil menyerah kan beberapa berkas yang sejak tadi dia bawa dari apartement Agatha.
"Lah bukan nya ini di serahin nya sama Om gue? Kenapa loh ngasih nya ke gue?" Tanya Agatha dengan bingung sambil mengambil berkas yang ada di tangan Will.
"Kan Pak Boss udah bilang sama loh, kalau ini berkas kasih aja sama Agatha. Nanti dia yang bakal urus nya." Ucap Will.
"Kok Om gak bilang sih sama gue kemarin? Atau emang gue yang udah pulang duluan ya?" Tanya Agatha dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Ya, kayak nya loh udah pulang duluan. Jadi Pak Boss gak sempat ngasih tau nya."
"Ouh gitu ya, makasih udah di ingetin. Gue ke ruangan dulu, bye" Pamit Agatha sambil melambai kan tangan nya pada kedua laki laki itu. Setelah itu dia pun pergi menuju ruangan nya milik nya.
"Gue mau ke ruangan Agatha juga, bye." Pamit Al meninggal kan Will yang tengah bengong dengan tingkah kedua nya itu.
"Sialan mereka ninggalin gue sendirian di sini." Umpat Will sambil berjalan menuju ruangan nya juga yang tak jauh dari tempat dia dan Al berdiri tadi.
__ADS_1
Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara Vote, Like, Komen dan jangan lupa juga Gift nya agar author tambah semangat lagi nulis nya.