Pak Boss!! I Love You.

Pak Boss!! I Love You.
Di hukum.


__ADS_3

Setelah usai perdebatan yang cukup panjang dan menguras emosi sekaligus tenaga. Kini Agatha dan Al ada di ruangan kerja nya Ayah nya Bara, mereka sedang di sidang oleh Ayah nya Bara karena telah membuat keributan di dalam kantor milik nya.


"Silahkan jelas kan." Ucap Ayah nya Bara pada orang yang kini ada di hadapan nya dengan wajah menunduk.


"Dia yang mulai duluan Om." Tuduh Agatha dengan menunjuk Al yang sedang duduk di samping nya.


"Enak saja kau menyalah kan ku. Bukan nya kau yang duluan memulai nya." Ucap Al yang tak mau di salah kan.


"Saya hanya menyuruh kalian untuk menjelas kan bukan untuk saling menyalah kan." Ujar Ayah nya Bara membuat Agatha dan Al diam.


"Tadi aku dan Will baru pulang dari kantin, tiba tiba Al datang dan Will nanya dia siapa Agatha? Dan Al malah jawab, aku calon istri dia. Padahal kenyataan nya aku hanya sekertaris nya bukan calon istri nya Om." Ucap Agatha panjang lebar.


"Benar apa yang di katakan keponakan saya?" Tanya Ayah nya Bara pada Al. Sedang kan Al hanya mengangguk saja menjawab pertanyaan laki laki paruh baya di hadapan nya itu.


"Lalu kenapa kalian bertengkar tadi?" Lanjut nya lagi.


"Itu karena Agatha menuduh saya tuan." Jawab Al dengan cepat.


"Tuh kan, kau menyalah kan ku lagi." Ucap Agatha tak terima.


"Sudah sudah kalian ini sama saja. Sekarang kalian saya hukum." Ucap Ayah nya Bara.


"Om jangan hukum Agatha Om, Agatha sama sekali gak salah di sini." Ucap Agatha dengan wajah memelas nya.


"Mau salah tau enggak kalian tetap salah karena sudah membuat keributan di dalam kantor." Ucap Ayah nya Bara dengan tegas.


"Baik lah Agatha bakal lakuin hukuman nya, tapi jangan yang berat berat ya." Ucap Agatha dengan memohon pada Om nya agar hukuman nya tidak terlalu berat.


"Ini gak bakal berat kok." Jawab Ayah nya Bara dengan santai.


"Apa?" Tanya Al dengan hati yang tidak tenang karena dia merasa hawa yang tidak enak di sekitar nya.

__ADS_1


"Kalian bersih kan toilet karyawan." Ujar Ayah nya Bara dengan santai, tapi tidak dengan Al dan Agatha yang terkejut dengan hukuman nya.


"Apa?!" Teriak Al dan Agatha dengan kompak.


"Enggak Om, aku gak mau." Agatha menolak mentah mentah apa yang tadi di ucap kan Om nya.


"Kamu harus mau nak." Balas Ayah nya Bara.


"Tapi Om-" Ucapan Agatha langsung di potong oleh Ayah nya Bara.


"Tidak ada tapi tapian. Kalau kamu tidak mau, maka Om bakal laporin kamu pada kakek sekaligus ayah kamu." Ucap Ayah nya Bara sekaligus mengancam.


"Jangan!" Jawab Agatha dengan cepat.


Dia tidak ingin Om nya melapor kan diri nya pada ayah nya, apalagi pada kakek nya. Bisa bisa dia kena omel saat sudah pulang nanti.


Bukan nya dia takut pada kakek nya dan juga ayah nya, tapi dia malas karena harus mendengar ceramahan berjam jam dari ayah dan kakek nya. Belum lagi nanti Mama nya juga akan menasehati nya sampai satu jam lama nya.


"Nah gitu dong, ini baru keponakan Om." Ucap Ayah nya Bara dengan menepuk pucuk kepala keponakan nya.


"Aku dari dulu keponakan Om." Gerutu Agatha dengan melepas kan tangan Om nya dari kepala nya.


"Hahahaha, iya iya."


"Ya sudah sana, kalian lakukan lah hukuman kalian." Perintah nya.


"Baik lah." Dengan pasrah, akhir nya Agatha dan Al pun keluar dari ruangan Ayah nya Bara dan pergi menuju lantai bawah di mana tempat toilet para karyawan berada di sana.


Sedang kan di ruangan nya Ayah nya Bara, setelah kepergian Agatha dan Al. Ayah nya Bara tersenyum tipis saat mengetahui kalau keponakan nya dulu mencintai pria yang tadi ada di hadapan nya.


"Selera mu bagus juga nak." Gumam nya sambil tersenyum.

__ADS_1


Setelah itu dia pun kembali lagi bekerja sambil menunggu keponakan nya menyelesaikan hukuman nya.


Drt...Drt...


Ponsel milik nya berdering dan menunjuk kan nama Ayah nya Agatha di layar ponsel nya. Dengan segera Ayah nya Bara pun mengangkat telpon nya.


"Hallo Kak" Sapa nya memulai pembicaraan.


"Hallo Rian, apa anak ku itu membuat ulah di kantor?" Tanya Ayah nya Agatha.


"Ya, anak mu yang nakal itu membuat ulah di kantor tadi." Jawab Ayah nya Bara dengan di akhiri kekehan di ujung kalimat nya.


"Dia membuat ulah apa? Apa dia menyusah kan mu?" Tanya ayah nya Agatha dengan cemas karena dia takut anak nya membuat kesalahan yang menyusahkan adik nya.


"Dia hanya bertengkar dengan laki laki yang kau bicarakan tempo hari itu." Ucap Ayah nya Bara.


"Apa Boss nya datang ke kantor mu?" Tanya Ayah nya Agatha tak percaya.


"Iya dia datang tadi, dan membuat keributan di kantor."


"Sekarang di mana anak itu dan Boss nya?"


"Mereka sekarang sedang ku hukum." Ucap Ayah nya Bara dengan santai.


"Bagus. Didik lah dia dengan baik di sana." Perintah ayah nya Agatha.


"Aku akan mendidik nya dengan baik kak, jadi kau tidak perlu khawatir." Balas Ayah nya Bara.


"Baik lah aku tutup dulu telpon nya."


Setelah itu sambungan telpon pun terputus dengan sepihak.

__ADS_1


Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara Vote, Like, Komen dan jangan lupa juga Gift nya agar author tambah semangat lagi nulisnya🔥


__ADS_2