
Agatha dan Will masih fokus pada pekerjaan mereka. Sampai sampai mereka tidak menyadari kalau hari sudah menunjuk angka satu siang.
Tok...Tok...Tok....
Suara ketukan pintu membuat fokus Agatha maupun Will teralih kan.
"Masuk." Sahut Will dari dalam.
"Apa kalian tidak lapar?" Tanya Ayah Bara setelah masuk ke dalam ruangan Will.
"Memang nya ini jam berapa Om Eh tuan?" Tanya Agatha pada Om nya.
"Sekarang sudah jam satu siang." Jawab Ayah nya Bara.
"Benarkah?" Tanya Agatha tak percaya.
Dia sama sekali tidak menyadari kalau hari sudah sangat siang.
"Iya. Maka nya Om ke sini untuk memberi tahu kalian." Ucap Ayah Bara.
"Ya sudah kalau kamu ingin makan siang, makan lah. Aku akan menunggu mu di sini." Ucap Will
"Kau tidak ingin makan siang?" Tanya Agatha pada Will.
"Tidak." Jawab Will dengan singkat.
"Biarkan saja nak, Will memang sudah biasa tidak makan siang." Ucap Ayah Bara.
"Baik lah, kalau begitu aku permisi dulu untuk makan siang." Pamit Agatha sedang kan Will hanya mengangguk saja menjawab ucapan nya Agatha.
Agatha dan Ayah nya Bara pun keluar menuju kantin.
"Om, apa Will sudah biasa jarang makan siang?" Tanya Agatha sambil berjalan beriringan bersama Om nya.
"Iya, dia sudah terbiasa." Jawab Ayah Bara sambil menoleh sekilas ke arah Agatha.
Agatha pun hanya mengangguk saja mendengar jawaban dari Ayah nya Bara.
Dia jadi ingat kembali saat dia awal awal bekerja di perusahaan nya Al. Dan dia juga kembali ingat saat Al selalu melewat kan makan siang nya dan selalu bekerja sampai larut malam.
Agatha yang memang nya tidak pernah tegaan pada orang, selalu menawar kan makanan pada Al. Tapi Al selalu menolak nya, Agatha yang saat itu tidak pernah pantang menyerah untuk selalu menawar kan makanan nya pada Al. Sampai akhir nya Al pun menerima tawaran makan siang yang di berikan oleh Agatha.
__ADS_1
"Hai kenapa melamun?" Tegur Ayah nya Bara saat melihat Agatha yang tampak melamun sambil tersenyum sendiri seperti orang gila.
"Ah aku tidak melamun kok Om." Ucap Agatha dengan kikuk, karena di pergoki sedang melamun oleh Om nya sendiri.
Tak terasa mereka sampai di meja makan yang paling ujung. Mereka pun duduk berhadapan dan langsung memesan makanan yang mereka ingin kan.
Sambil menunggu pesanan datang, Agatha dan Ayah nya Bara pun mengobrol tentang apa saja yang pernah mereka lewat kan dalam hidup mereka.
"Apa kau sudah mempunyai kekasih nak?" Tanya Ayah nya Bara tiba tiba, membuat Agatha yang tadi nya sedang minum langsung tersedak oleh pertanyaan Om nya itu.
Uhukk...Uhukk...Uhukkk
"Hai hati hati dong minum nya." Tegur Ayah nya Agtha sambil menupuk punggung keponakan nya.
Setelah mereda Agatha pun minum kembali dengan hati hati karena takut tersedak kembali.
"Aku belum punya kekasih Om." Jawab Agatha.
"Masa sih?" Tanya Ayah nya Bara tak percaya dengan jawaban keponakan nya.
Dia kira keponakan nya sudah memiliki kekasih, karena keponakan nya itu memiliki paras yang cantik dan juga cerdas.
"Iya." Jawab Agatha.
"Aku tidak menyuruh Om untuk percaya." Jawab Agatha dan di hadiahi kekehan dari Ayah nya Bara.
"Apa ayah mu melarang mu untuk berhubungan dengan laki laki?" Tanya nya lagi.
"Tidak Om." Jawab Agatha.
"Lalu kenapa kau belum mempunyai kekasih?" Tanya Ayah nya Bara dengan kekepoan nya yang tinggi.
"Aku belum ingin menjalani sebuah hubungan dengan laki laki Om." Ucap Agatha dengan jujur.
Karena memang menurut nya memiliki sebuah hubungan dengan laki laki itu membuat dia pusing saja.
"Kenapa?"
"Karena menurut ku itu tidak lah penting dalam hidup ku ini." Ucap Agatha dengan santai.
"Bilang saja kalau kau tidak laku." Ledek Ayah nya Bara dengan tertawa keras.
__ADS_1
"Om." Petik Agatha dengan kesal karena lagi lagi Om nya meledek diri nya.
"Apa? Memang itu kenyataan nya kan?" Ledek Ayah nya Bara.
"Om menyebal kan." Setelah mengumpat Om nya, Agatha pun pergi meninggal kan Om nua, dan pergi menuju ruangan milik Will sambil membawa makan siang untuk Will.
"Apa kau tidak capek bekerja terus?" Tanya Agatha saat sudah sampai di ruangan milik Will.
"Tidak." Jawab Will dengan singkat tanpa menoleh ke arah Agatha.
"Makan lah dulu." Ucap Agatha dengan memberi kan makanan yang tadi dia bawa dari kantin.
"Aku tidak lapar." Jawab Will tanpa menatap makanan yang di berikan Agatha.
"Kenapa kau sangat keras kepala sekali seperti Boss ku." Gerutu Agatha sambil membuka makanan dan menyuap kan nya pada Will.
"Aaa.."Perintah Agatha pada Will.
"Aku tidak ingin." Tolak Will dengan menghindar dari suapan Agatha.
"Astaga kau ini sangat aneh. Di saat semua laki laki ingin di suapi oleh ku termasuk Boss ku, tapi kau malah tidak mau." Gerutu Agatha dengan menyimpan kembali sendok nya.
"Aku bukan termasuk laki laki yang kau sebut." Ucap Will dengan dingin.
"Ya ya aku tahu. Tapi kau harus makan Will." Ucap Agatha yang terus memaksa Will untuk makan siang.
"Kau ini pemaksa sekali." Gerutu Will, dengan terpaksa dia pun membuka mulut nya dan nenerima suapan dari Agatha dari pada mendengar terus ocehan tak berfaedah dari wanita yang ada di hadapan nya itu.
"Nah dari tadi kek nurut." Gerutu Agatha sambil terus menyuapi makanan.
"Kau ini sangat cerewet sekali."
"Itu lah aku." Ucap Agatha dengan bangga. Sedang kan Will hanya menggeleng kan kepala saja saat melihat betapa aneh nya wanita di hadapan nya itu.
Dalam hati nya yang paling dalam, Will meresa sangat bersyukur karena masih ada yang peduli pada nya setelah Boss nya. Dia juga merasa kagum pada sosok Agatha yang tidak menyerah untuk membujuk diri nya untuk makan siang.
"Astaga kau membawa makanan untuk ku tapi kau tidak membawa minum nya." Petik Will saat dia tidak melihat minuman nya.
"Astaga, aku juga lupa Will." Ucap Agatha dengan menepuk jidat nya sendiri.
"Biar aku ambil dulu, kau di sini saja dan habis kan makanan nya." Ucap Agatha sambil berlari kecil keluar.
__ADS_1
Sedang kan di dalam ruangan Will kembali menggeleng kan kepala nya karena melihat tingkah nya Agatha yang selalu saja membuat orang di sekitar nya merasa kesal karena tingkah nya yang menyebal kan itu.
Jangan lupa vote, like, komen dan jangan lupa juga gift nya.