Pak Boss!! I Love You.

Pak Boss!! I Love You.
Makan malam bersama.


__ADS_3

Siang bergati malam, matahari yang sejak tadi menyinari bumi kini terganti kan oleh sinar bulan yang menerangi malam nya bumi.


Di sebuah kamar bernuansa biru laut, Agatha baru saja bangun dari tidur panjang nya. Dia mereka tubuh nya kembali segar saat sudah mengistirahat kan seluruh tubuh nya dengan tidur berjam jam.


Dengan semangat Agatha turun dari kasur nya dan pergi melangkah menuju kamar mandi untuk membasuh muka nya terlebih dulu, setelah selesai Agatha pun keluar kamar nya dan melangkah menuju lantai satu.


"Selamat malam Ayah."Sapa Agatha dengan memeluk tubuh Ayah nya yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya hingga tidak menyadari kehadiran anak nya.


"Eh." Dengan refleks Ayah nya Agatha memutar kan tubuh nya agar menghadap Agatha.


"Sayang, kamu sudah pulang?" Ada raut bahagia di wajah sang Ayah ketika melihat anak kesayangan nya sekaligus kebanggaan nya itu kini ada di hapadan nya.


"Sudah." Balas Agatha dengan memamer kan senyum manis nya.


"Kenapa tidak mengabari Ayah kalau kamu udah pulang hm?" Tanya Ayah nya kembali memeluk tubuh anak nya dengan erat, bahkan dia tak malu sama sekali pada ART di rumah nya saat menciumi pucuk rambut anak nya.


"Kan Agatha mau kasih kejutan buat Mama sama Ayah. Dan ternyata berhasil, Mama sama Ayah terkejut lihat Agatha ada di sini." Ucap Agatha.


"Iya, kamu berhasil bikin Ayah sama Mama jantungan karna ulah kamu." Ucap Ayah nya di hadiahi kekehan oleh Agatha.


"Memang nya Mama gak ngasih tau Ayah kalau Agatha udah ada di rumah?" Tanya Agatha sambil melepas kan pelukan nya.


"Enggak, mungkin Mama juga ingin ngasih kejutan." Ucap Ayah nya.


"Ya, Mama sengaja gak ngasih tau Ayah kamu biar dia juga kaget kayak Mama." Ucap Mama yang tiba tiba datang dari arah tangan dan menuju mereka.


"Kamu ini yank, anak udah pulang kenapa gak kasih tau aku." Rajuk Ayah nya membuat Agatha dan Mama nya berkekeh.


"Kan nama nya juga kejutan ya gak sayang?" Ucap Mama nya sekaligus meminta dukungan dari anak nya.


"Iya." Balas Agatha dengan mengangguk kan kepala nya.

__ADS_1


"Udah ah jangan ngambek, sekarang waktu nya makan malam. Mama udah bikin makanan kesukaan kamu sayang." Ucap Mama nya sambil melangkah menuju ruang makan dan di ikuti oleh Agatha dan ayah nya di belakang.


"Mama memang yang terbaik pokok nya." Ucap Agatha dengan mencium pipi kanan Mama nya.


"Ouh jadi Ayah bukan yang terbaik gitu?" Rajuk Ayah nya lagi.


"Tentu saja Ayah juga yang terbaik, pokok nya kalian berdua yang terbaik." Ucap Agatha dengan memeluk kedua orang tua nya.


"Sudah jangan ngomong terus. Mama mau denger dong, apa aja yang kamu lakukan di sana?" Tanya Mama nya dengan duduk di kursi meja makan.


"Banyak banget Ma." Ucap Agatha dengan antusias.


"Ouh ya? Pasti di sana Om kamu selalu manjain kamu?" Kali ini Ayah nya yang bertanya.


"Tentu saja, Om Rian selalu memanja kan aku di sana. Bahkan aku di kasih uang saku banyak." Ucap Agatha dengan wajah berbinar mengingat kembali Om nya yang memberi uang saku pada nya dengan nominal yang cukup besar menurut Agatha.


"Berapa?" Tanya Mama dan Ayah Agatha dengan berengan.


"Dua puluh juta buat dua minggu?" Tanya Ayah nya memastikan kembali pendengaran nya.


"Iya, ouh iya Om Rian juga kasih aku satu juta lagi saat mau pulang."


"Kamu tidak salah ngitung uang nya kan?" Tanya Mama nya.


"Enggak Ma, kan itu ngambil nya juga langsung di bank nya." Ucap Agatha.


Ayah dan Mama Agatha pun saling tatap kemudian menghembus kan nafas mereka dengan kasar. Mereka tidak habis pikir dengan adik nya itu yang selalu memanja kan Agatha, bahkan mereka juga orang tua nya tidak pernah memberi uang saku bernominal tinggi seperti adik nya berikan pada anak mereka.


Biasa nya mereka hanya akan memberi uang sepuluh juta untuk satu bulan, dan itu harus cukup satu bulan penuh. Bukan nya mereka tidak mampu memberi uang banyak pada Agatha, tapi mereka takut Agatha terlalu boros menghabis kan uang berjuta juta hanya untuk keperluan yang tidak penting.


Karena itu mereka selalu mengajar kan pada Agatha untuk membeli keperluan yang termasuk penting dan di butuh kan, kalau tidak di butuh atau pun penting kan maka mereka akan melarang Agatha untuk membeli nya. Karena menurut mereka barang yang tidak di butuh kan hanya akan membuat kita boros.

__ADS_1


"Sekarang di mana uang nya?" Tanya Ayah nya Agatha.


"Ya Agatha simpan di ATM milik Agatha." Balas Agatha dengan santai.


"Kamu gak di beli kan apa apa kan itu uang?" Tanya Mama nya dengan cemas. Dia takut anak nya memiliki banyak uang dan memakai nya hanya untuk kesenangan sementara.


"Gak kok Ma, Mama sama Ayah jangan khawatir. Agatha masih inget kok pesan kalian." Ucap Agatha membuat orang tua nya bernafas lega mendengar nya.


"Baik lah sekarang waktu nya makan." Titah Ayh nya Agatha.


Mereka pun makan dengan khidmat, tidak ada suara satu orang pun, hanya ada suara sendok yang bertubrukan dengan piring.


Setelah makan malam, Agatha di perintah kan Ayah nya untuk langsung tidur, entah lah ada apa dengan Ayah nya itu. Saat sudah membahas tentang yang tadi Ayah langsung berubah dingin, dan Agatha tau alasan apa Ayah nya berubah dingin saat sudah membahas soal uang yang di berikan pada Agatha oleh Ayah nya Bara.


Sedang kan di kamar Mama dan Ayah nya Agatha, tampak Ayah nya Agatha sedang memarahi adik nya di sambungan telpon.


"Kenapa kau memberi kan dia uang begitu banyak? Apa kau lupa bahwa aku selalu berpesan pada mu agar tidak memberi uang banyak pada Agatha?" Ucap Ayah nya Agatha dengan emosi.


"Waktu itu aku lagi mempunyai banyak uang Kak, jadi apa salah nya kalau aku kasih ke Agatha dua puluh juta." Ucap Ayah nya Bara tidak ingin di salah kan. Bagi nya kebahagian Agatha juga kebahagian dia.


"Kau salah, kau terlalu memanja kan dia. Aku sudah mendidik nya sedari kecil untuk menghemat, dan kau dengan gampang nya memberi uang dua puluh juta hanya untuk dua minggu? Bahkan aku pun memberi uang nya hanya sepuluh juta untuk satu bulan penuh." Ucap Ayah nya Agatha.


"Kak ayo lah, dia sudah besar. Dia juga ingin menghabis kan uang nya untuk kebahagian dia sendiri bukan untuk orang lain." Ucap Ayah nya Bara.


"Tanpa uang dari mu, Agatha sudah selalu bahagia." Desis Ayah nya Agatha sambil menahan emosi pada adik nya yang selalu saja ingin menang saat dia menasehati nya.


"Ya aku tahu , tapi apa salah nya juga aku ingin membahagia kan keponakan ky itu." Ucap Ayah nya Bara.


"Keponakan mu bukan hanya Agatha saja, masih ada keponakan mu dari Zein. Kenapa kau selalu tidak adil pada mereka? Aku selalu tidak senang saat kau memanja kan Agatha, sedang kan kau selalu mengacuh kan anak nya Zain. Bahkan kau belum pernah memberi dia uang dengan nominal pantasis seperti kau memberi kan nya pada Agatha." Ucap Ayah nya Agatha dengan panjang lebar. Sedang kan di sebrang sana Ayah nya Bara hanya diam saja mendengar kan setiap kata yang di ucap kan Kakak nya.


"Pikir kan lah itu baik baik, aku tutup dulu." Setelah itu Ayah nya Agatha pun langsung memutuskan kan sambungan nya tanpa mendengar terlebih dulu jawaban dari adik nya itu.

__ADS_1


__ADS_2