
Matahari tampak sudah mulai menampak kan diri nya di ufuk timur. Sinar nya yang keemasan menerangi setiap jalan yang tadi nya gelap kini menjadi terang, sinar nya juga membuat embun embun yang ada di atas dedaunan hilang.
Di sebuah kamar bernuansa putih bercampur biru kelautan, seorang wanita muda sedang merias diri nya di depan cermin yang ada di hadapan nya. Sudah satu jam lama nya wanita muda itu merias wajah nya, tapi tidak selesai selesai juga. Sampai sampai orang tua nya yang sejak tadi menunggu di ruang makan berdecak kesal.
"Tha buruan dong, ini udah mau jam delapan loh." Teriak Mama nya dari luar pintu kamar Agatha.
Ya wanita yang sejak tadi merias wajah nya sampai satu jam itu adalah Agatha Aurora.
"Sebentar Ma, lima menit lagi." Jawab Agatha dengan teriakan juga.
"Dari tadi lima menit terus." Gerutu Mama nya sambil menuruni tangga.
Sedang kan di dalam kamar Agatha segera menyambar tas kerja nya dan langsung pergi menuju lantai satu untuk sarapan pagi bersama orang tua nya.
"Pagi Ma, Pagi Yah." Sapa Agatha sambil mencium kedua pipi orang tua nya.
"Pagi sayang." Jawab ayah nya sambil mengelus surai milik anak semata wayang nya itu.
Sedang kan Mama nya hanya mengangguk saja menjawab sapaan yang di lontar kan anak nya itu. Bukan nya tidak mau membalas, dia terlajur kesal pada anak nya yang selalu membuat dia naik turun tangga hanya untuk membangun kan nya.
"Mama jawab dong." Tegur Ayah nya yang tak suka melihat istri nya hanya mengangguk saja.
"Pagi juga sayang." Jawab Mama nya sambil melakukan apa yang seperti suami nya lakukan.
"Ouh iya Ma, tadi ada kak Bara gak ke sini?" Tanya Agatha
"Gak ada. Mungkin ke sini nya agak siangan kali." Jawab Mama nya.
"Mungkin aja." Baru saja keadaan di sana hening, tiba tiba dari arah pintu orang yang baru saja di bicara kan datang dengan gaya sombong nya.
"Siapa yang tadi nyariin aku? Nih aku udah dateng." Jawab Bara dengan gaya sombong nya membuat Agatha dan Mama nya mendengus kesal.
__ADS_1
"Aku tadi yang nyariin. Aku enggak butuh orang nya, tapi tenaga nya buat nganterin aku ke kantor." Ucap Agatha membuat Bara kesal dengan jawaban itu.
"Ck dasar." Bara berdecak kesal sambil menduduk kan diri nya di kursi dekat Agatha yang sedang makan.
"Kamu udah sarapan belum Bar?" Tanya Ayah nya yang sejak tadi diam mendengar kan perdebatan kecil antara istri nya, anak nya dan juga keponakan nya.
"Belum Om." Jawab Bara dengan santai nya dia mengambil lauk pauk yang ada di hadapan nya.
"Ck, gak sopan banget." Cibir Agatha, sedang kan yang di bicarakan nya hanya mengangkat bahu nya acuh.
"Loh tau gak Tha, gue bela belain datang ke sini pagi pagi dan gak makan dulu." Curhat Bara pada Agatha.
"Suruh siapa gak makan dulu, kan gue gak nyuruh loh buat gak makan di rumah." Jawab Agatha dengan santai.
"Loh mah gak punya perasaan banget jadi orang." Sungut Bara dengan kesal. Tadi nya dia curhat untuk mendapat simpati dari Agatha, tapi nyata nya Agatha sama sekali tidak peduli pada nya.
"Udah udah jangan debat terus, nanti kalian terlambat datang ke kantor." Ucap Mama nya menangani perdebatan anak dan keponakan nha.
Mereka pun kembali makan dengan keadaan hening. Setelah selesai makan, Agatha dan Bara berangkat ke kantor dengan menggunakan mobil milik Bara.
"Kemarin Papa bawa gue ke kantor pusat yang ada di palembang." Jawab Bara dengan fokus pada kemudi nya.
"Ada masalah?" Tanya Agatha dengan serius.
"Ya, tapi itu udah di tangani sama gue." Ucap Bara dengan bangga.
"Sombong." Cibir Agatha dan di hadiahi kekehan dari Bara.
"Loh baru tau kalau gue itu sombong?" Tanya Bara masih dengan gaya sombong nya.
"Ck, gue udah tau kalau loh itu sombong dari lahir." Jawab Agatha dan di hadiahi kekehan kembali oleh Bara.
__ADS_1
Tak terasa mobil yang di tumpangi Agatha dan Bara sampai di kantor. Agatha terlebih dulu keluar dari mobil dan menunggu Bara memarkir kan mobil nya.
"Kemarin lembur gak?" Tanya Bara dengan santai tapi terdengar sangat menyebal kan di telinga Agatha.
"Enggak." Jawab Agatha dengan jujur, karena memang kemarin dia tidak jadi lembur.
"Kok bisa?" Tanya Bara tak percaya.
"Ya bisa lah." Jawab Agatha dengan santai.
"Gue gak percaya." Ucap Bara.
"Gue gak nyuruh loh buat percaya." Jawab Agatha dengan santai nya lagi.
Lalu mereka pun terpisah, Agatha masuk ke dalam ruangan nya sedang kan Bara masuk ke dalam ruangan Al karena tadi dia sempat di panggil oleh Al.
Sesampai di ruangan milik nya, Agatha di buat kesal lagi dengan ada nya berkas berkas sialan itu tapi bisa membuat dia mempunyai banyak pundi pundi uang.
Dengan wajah yang di tekuk Agatha mulai mengerjakan berkas berkas yang menumpuk di hadapan nya. Tak lama kemudian pintu ruangan di buka oleh seseorang, tapi Agatha sama sekali tidak ingin menoleh karena dia tau kalau itu kakak sepupu nya.
Lima menit kemudian, tidak ada suara dari orang tersebut membuat Agatha memanggil nya tanpa menoleh sama sekali karena dia sedang fokus pada pekerjaan nya.
"Kak Bara." Panggil Agatha, namun tidak dapat jawaban sama sekali dari orang yang masuk ke ruangan nya.
Karena merasa kesal Agatha pun menoleh ke kanan dan ternyata di sana ada Boss nya yang sedang dengan santai nya memain kan ponsel nya sambil merebah kan diri nya di sofa yang ada di ruangan Agatha.
"Pak Al tidak sopan sekali sih, masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dulu." Gerutu Agatha dan sama sekali tidak membuat Al menoleh ke arah nya.
Karena kesal di abai kan Agatha pun dengan segala kekesalan nya melempar pulpen yang dia pegang ke arah Al. Dan benar saja, pulpen tersebut tepat mengenai wajah tampan milik Al.
Al yang tadi nya sedang santai, kini menoleh ke arah Agatha dan menatap nya dengan tajam karena sudah membuat kesenangan nya terganggu oleh wanita itu.
__ADS_1
Sedang kan Agatha yang di tatap dengan tajam oleh Boss nya membuat dia salah tingkah sendiri dengan tatapan Boss nya itu.
Jangan lupa vote, like, komen dan jangan lupa juga gift nya.