
Siang berganti malam. Kini Agatha sedang bersantai di balkon kamar apartement nya dengan di tamani secangkir teh hangat yang baru saja dia buat. Angin malam dan teh hangat menemani nya di waktu dia sendiri. Agatha merasa sangat nyaman dengan kesendirian nya itu, dia selalu ingin menyendiri untuk menenang kan pikiran dan juga fisik nya.
Agatha menatap langit malam yang di hiasi dengan bintang bintang dan bulan. Dia menerawang kan pandangan nya ke atas langit yang gelap, tanpa dia sadari air mata nya jatuh di kedua pipi mulus nya. Dia menangis saat mengingat kembali kekasih yang yang sudah meninggal dunia beberapa tahun yang lalu.
Kecelakaan maut merenggut nyawa kekasih nya, saat itu kekasih sedang mengendarai mobil yang rem nya sudah di potong oleh Rival dunia bisnis nya. Agatha yang saat malam itu belum tidur dan menunggu telpon dari sang kekasih, sampai larut malam tidak ada tanda tanda kekasih nya menelepon diri nya. Dan di sana lah Agatha mulai merasa sangat gelisah karena tidak bisa menghubungi nomor kekasih nya, sampai pagi hari nya saat dia baru bangun tidur, dia di kejut kan dengan kabar yang hampir membuat diri nya pingsan mendengar nya.
'Kau pasti sudah tenang di atas sana.' Gumam Agatha sambil terus menatap langit malam dengan air mata yang masih berjatuhan.
Di saat Agatha fokus dengan langit malam, Al yang memang berada di unit yang sama dengan Agatha, menerobos masuk ke dalam apartement Agatha yang memang kunci nya dia tahu.
Setelah mencari kemana mana, Al pun menemu kan Agatha yang sedang duduk dengan keadaan menangis. Karena dia merasa sangat penasaran, Al pun memilih untuk mendengar kan apa saja yang di kata kan oleh Agatha.
"Kau tahu, aku sangat merinduh kan mu. Aku sangat merinduh kan suara manja mu itu, aku merinduh kan sikap mu yang manja pada ku. Rasa nya aku ingin egois saja saat ini, aku ingin kau ada di sini kembali, menemani ku di saat aku suka dan duka. Kau tahu sayang, aku bahkan belum bisa membuka hati ku kembali untuk menerima laki laki di luar sana. Maaf kan aku karena aku sempat tertarik pada Boss ku, tapi kamu tenang saja, aku hanya tertarik bukan mencintai nya." Ucap Agatha dengan air mata yang menetes terus menerus.
Sedang kan Al yang mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulut Agatha, menyerit kan dahi nya karena tidak mengerti apa yang di ucap kan oleh Agatha.
'Apa yang dia maksud? Siapa laki laki yang dia bicara kan?' Batin Al.
Karena tidak ingin mengganggu waktu Agatha, Al pun memutus kan untuk pergi ke kamar nya lagi. Niat awal nya hanya ingin mengajak Agatha ngobrol di luar, tapi dia malah di suguh kan pemandangan yang sangat tidak mengenakan bagi nya.
__ADS_1
Di balkon kamar Agatha, kini Agatha sudah menghentikan tangisan nya dan pergi menuju kamar untuk mengistirahat kan tubuh nya. Dia merasa hari ini adalah hari yang menurut nya sangat melelah kan.
"Good nigth sayang." Gumam Agatha dengan mata yang mulai menutup.
Matahari mulai menampak kan diri nya di ufuk timur. Semburat keemasan mampu membuat Agatha membuka kan mata nya.
Dengan setengah mengantuk Agatha mulai turun dari kasur nya dan pergi menuju kamar mandi untuk membersih kan tubuh nya.
Setelah selesai mandi Agatha pun bersiap siap dan berdanda sebentar, saat dia akan membuka pintu apartement nya. Agatha di buat menyerit karena mendengar suara keributan di luar, dan yang membuat dia bingung kembali saat mendengar suara yang sangat familiar di telinga nya.
Dengan segera Agatha pun membuka pintu apartement nya dan mendapati Will dan Al yang sedang berdebat di depan pintu apartement nya.
"Dia yang memulai nya terlebih dulu Tha." Ucap Will sambil menunjuk ke arah Al
"Apaan, kenapa jadi aku yang di salah kan? Bukan nya kamu yang memulai nya tadi?" Ucap Al tak terima.
"Udah jangan perpanjang lagi. Sekarang aku tanya ngapain kalian di depan pintu apartement aku?" Tanya Agatha.
"Ya buat jemput kamu lah." Ucap Will dan Al dengan barengan.
__ADS_1
"Aku gak perlu di jemput sama kalian. Udah ada yang jemput aku." Ucap Agatha.
"Siapa?" Tanya Al mendahului Will.
"Om Rian." Balas Agatha dengan menunjuk laki laki paruh baya yang berdiri di belakang Al dan Will.
"Ya, Agatha akan berangkat dengan saya." Ucap Ayah nya Bara sambil menarik Agatha dan membawa nya pergi meninggal kan dua pria yang masih bengong dengan aksi nya.
"Mereka seperti nya tertarik pada mu nak." Ucap Ayah nya Bara sambil melangkah beriringan dengan keponakan nya.
Sedang kan Agatha hanya tersenyum kaku saja saat mendengar ucapan Om nya barusan. Dia sama sekali tidak tertarik pada kedua pria itu.
"Apa kamu belum bisa melupakan dia nak?" Tanya Ayah nya Bara, membuat Agatha menatap ke arah nya dan menggeleng kan kepala nya pelan.
"Kamu harus melupakan nya nak, Om takut dia tidak tenang di atas sana." Nasehat Ayah nya Bara dengan mengelus surai indah keponakan nya.
"Aku akan berusaha Om." Jawab Agatha dengan setengah tidak rela.
"Bagus." Tak terasa mereka pun sampai di lobby apartement. Agatha dan Ayah nya Bara pun menaiki mobil yang sudah menjemput mereka.
__ADS_1
Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara Vote, Like, Komen dan jangan lupa juga Giftnya agar author tambah semangat lagi🔥