Pak Boss!! I Love You.

Pak Boss!! I Love You.
Menggelikan.


__ADS_3

Matahari tampak semakin naik ke tengah tengah langit, sinar nya membuat orang orang yang sedang berjalan di bawah nya kepanasan. Begitu pun dengan Agatha, Will dan Al yang sedang berjalan menuju cafe di sebrang kantor.


Mereka bertiga memutuskan untuk pergi ke cafe dari pada ke kantin kantor.


"Duh panas banget sih siang ini." Keluh Agatha dengan mengibas kan tangan nya di depan wajah nya.


"Iya, pastas aja pas pagi dingin banget." Ucap Will yang juga ikut menyahut.


"Iya bener, gue rencana nya tadi pagi gak mau mandi karna dingin." Curhat Agatha pada kedua laki laki yang ada di hadapan nya saat ini.


"Emang kamu mah jarang mandi pagi." Ledek Al. Sedang kan Agatha hanya mendengus kesal saat boss nya membocor kan rahasia terbesar nya itu.


"Boss loh kayak nya gak tau deh prinsip nyimpan rahasia." Cibir Agatha.


"Kenapa? Bukan nya itu kenyataan nya?" Bukan nya merasa bersalah Al malah semakin gencar meledek Agatha.


"Cewek mah wajar jarang mandi." Ucap Will dengan kalem.


"Tuh denger kata Will, cewek itu wajar kalau gak mandi. Ya kan Will?" Ucap Agatha meminta pembelaan dari Will. Sedangan kan Will hanya mengangguk saja menanggapi ucapan Agatha.


"Iyain aja." Gumam Al tapi masih terdengar oleh Will yang duduk di samping nya.


"Kalian mau pesen apa?" Tanya Agatha mengalih kan topik pembicaraan.


"Kayak biasa aja." Balas Al mendahului Will. Sedang kan Agatha hanya mengangguk saja, karena dia mengerti apa yang di maksud boss nya.


"Kalau Will?" Tanya Agatha pada Will.


"Samain aja kayak Al." Jawab Will. Sedang kan Agatha lagi lagi hanya mengangguk saja , lalu pergi untuk memesan makanan.

__ADS_1


"Sudah berapa lama Agatha kerja di perusahaan loh?" Tanya Will dengan serius.


"Ya bisa di bilang hampir tiga tahun dia kerja di perusahaan gue." Balas Al.


"Lumayan juga."Gumam Will dengan mengangguk anggukan kepala nya sendiri.


"Loh gak ada niatan buat nikah gitu?" Tanya Will lagi.


"Gue belum mikirin ke sana, sekarang gue cuma mau fokus sama anak gue aja dan gak mau mikirin apa apa lagi selain anak gue." Jelas Al.


"Loh udah punya anak?" Tanya Will dengan raut wajah terkejut nya.


Will tidak tau kalau Al ternyata sudah memiliki anak, dia kira selama ini Al masih lajang dan belum mempunyai kekasih. Tapi kenyataan nya Al adalah seorang ayah beranak satu.


"Ya, anak gue umur lima tahun."


"Kok loh gak bilang sama sekali sama gue kalau loh udah punya anak." Ucap Will dengan kesal.


"Sialan loh." Umpat Will dan di balas kekehan oleh Al.


"Ouh iya, istri loh pasti cantik dong."Canda Will.


"Istri gue udah meninggal lima tahun yang lalu Will." Jawab Al dengan santai.


"Ouh Maaf bro." Ucap Will dengan raut wajah menyesal karena telah menyinggung perasaan Al.


"It's okey, gue gak apa apa kok, santai aja." Ucap Al masih dengan nada santai, karena memang dia sama sekali tidak tersinggung dengan pertanyaan Will.


"Kalian lagi ngomongin apa sih kok serius banget." Sela Agatha bara datang dengan membawa pesanan mereka.

__ADS_1


"Biasa urusan laki laki." Balas Will dengan membantu Agatha, Al pun melakukan apa yang di lakukan oleh Will.


"Ouh iya Boss, kopi yang biasa Boss minum di sini gak ada lagi kosong. Jadi gimana?" Tanya Agatha saat sudah meletak kan semua pesanan nya.


"Gak apa apa, aku minum di minuman kamu aja." Ucap Al tanpa dosa nya.


"Kebiasaan banget." Gerutu Agatha sambil mendudukan diri nya di kursi yang posisi nya berhadapan dengan Will dan Boss nya.


"Enakan minuman dari gelas kamu dari pada kopi kesuakan aku." Ucap Al membuat Agatha memutar mata nya dengan jengah.


Sudah jadi kebiasaan Al minum di gelas sama dengan Agatha di saat kopi kesukaan nya tidak ada. Atau bisa saja Al beralasan kopi nya tidak enak hanya untuk bisa minum di gelas sama dengan Agatha.


Sedang kan Agatha yang pertama nya selalu menolak pun menjadi terbiasa dengan kelakuan Boss nya itu.


"Alasan aja, bilang aja kalau mau minum di gelas sama dengan ku." Gerutu Agatha membuat Al tertawa renyah karena nya.


"Kau ini sangat mengerti aku, kayak nya kamu udah pantas jadi istri aku dan ibu untuk anak anak ku nanti." Ucapan Al mampu membuat Will yang sedang makan tersedak.


Uhukk...Uhukk...Uhukk...


"Will hati hati kalau makan." Tegur Agatha dengan memberi minum pada Will, sedang kan Al menepuk nepuk punggung Will.


"Ah Maaf kan aku." Ucap Will dengan canggung.


"Kau ini makan lah dengan hati hati, jangan berburu buru. Tidak akan ada yang merebut makanan kau." Gerutu Al.


"Ya, maaf kan aku karena tidak berhati hati." Ucap Will.


Tapi dalam hati nya dia mengumpat pada Al karena sudah membuat nya tersedak dengan ucapan nya itu.

__ADS_1


'Sialan, bukan karna gue buru buru makan nya, tapi karena ucapan dia yang menggeli kan.' Batin Will sambil menerus kan acara makan nya yang sempat tertunda.


Jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara Vote, Like, Komen dan jangan lupa juga Gift nya agar author tambah semangat lagi nulis nya.


__ADS_2