
Matahari tampak mulai muncul dari tempat nya, sinar nya menyinari seluruh bumi dan menghangat kan tubuh manusia dan hewan. Sinar nya juga membuat embun embun dari atas daun perlahan menghilang karena sinar nya.
Di kamar bernuansa putih biru laut, seorang wanita masih menyembunyi kan tubuh nya di dalam selimut tebal nya. Tapi kesenangan nya terganggu oleh ketukan pintu dari luar. Dengan terpaksa wanita itu pun turun dan melangkah dengan gontai menuju arah pintu, sesampai nya di sana dia pun membuka pintu nya dengan mata sedikit terbuka.
"Ada apa?" Tanya wanita itu pada laki laki yang ada di hadapan nya.
"Tha kamu gak kerja?" Tanya Bara bertanya pada Agatha. Ya wanita tadi adalah Agatha.
"Enggak."Jawan nya dengan singkat.
"Kenapa?" Tanya Bara menorobos masuk ke dalam kamar Agatha.
"Aku libur sekarang."Jawab Agatha dengan membaring kan kembali tubuh nya.
"Ini bukan hari libur." Ucap Bara.
"Ya aku tau, tapi aku udah ngomong sama pak Al kalau aku mau libur sekarang."Ucap Agatha kembali menejam kan mata nya.
"Beneran?" Tanya Bara sambil memperhati kan sepupu nya itu yang tertidur kembali.
Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Agatha, karena sekarang Agatha benar benar terlelap.
Sedang kan Bara hanya bisa menggeleng kan kepala nya saja saat melihat kelakuan adik sepupu nya itu.
Dengan hati hati, Bara membenar kan posisi tidur nya Agatha. Setelah selesai dia pun langsung pergi dan meninggal kan Agatha seorang diri di kamar nya.
Sesampai nya di lantai bawah dia berpapasan dengan ayah nya Agatha.
"Eh Bara, gak kerja?" Tanya ayah Agatha.
"Ini baru mau berangkat om. Tadi Bara nanyain dulu ke Agatha, ternyata Agatha ngambil cuti." Jelas Bara.
"Iya, Agatha juga bilang senalam kalau dia ingin keluar dari perusahaan nya Al." Ucap ayah membuat Bara kaget.
__ADS_1
"Agatha pengen keluar dari perusahan Al?" Tanya Bara memastikan apa benar pendengaran nya masih berfungsi baik atau tidak.
"Iya, kata nya dia pengen di rumah aja nemenin Mama nya setiap hari." Ucap ayah nya.
"Tapi tadi Agatha bilang kalau dia cuma ngambil cuti aja om." Ucap Bara.
"Iya sekarang hanya ngambil cuti saja. Tapi nanti dia akan keluar kalau dia udah gak kuat lagi di sana." Ucap ayah nya membuat Bara bernafas lega.
"Ya udah kalau gitu aku berangkat dulu ya om." Pamit Bara sambil menyalami ayah nya Bara.
"Iya, hati hati di jalan. Dan semangat kerja nya." Ucap ayah Agatha. Sedang kan Bara hanya mengacung kan jempol nya saja dan berlalu begitu saja dari sana.
Sedang kan ayah nya Agatha langsung melangkah kan kaki nya menuju ruang makan.
Di sana sudah ada istri nya dan para pembantu lain nya yang sedang menyiap kan makanan.
"Pagi Ma." Sapa ayah nya menduduk kan diri nya di kursi yang biasa dia duduki.
"Pagi juga yah." Jawab Mama nya sambil menoleh sekilas pada suami nya.
"Agatha masih tidur kayak nya Ma." Ucap ayah nya.
"Anak itu gak pernah berubah dari kecil." Gerutu Mama nya sambil menyiap kan makanan untuk suami nya.
"Biar kan saja Ma." Ucap ayah nya membela anak nya. Karena dari kecil ayah nya begitu memanja kan Agatha, dulu dia sangat mengingin kan anak perempuan dan ternyata permintaan nya di kabul kan oleh tuhan. Karena itu lah dia begitu mamanja kan anak tunggal nya itu.
Kalian pasti bertanya apa Agatha mempunyai adik? Maka jawaban nya adalah tidak. Karena
Agatha dulu pernah akan menjadi calon kakak dari adik nya yang masih dalam kandungan mama nya meninggal dunia. Saat itu mama dan ayah nya mengalami kecelakaan saat akan berlibur ke bali. Saat itu juga Agatha kebetulan tidak ikut dengan mama dan ayah nya di karna kan ada ujian sekolah, jadi mereka memutus kan untuk berlibur hanya mereka berdua saja. Setelah terjadi kecelakaan Mama nya di nyatakan koma dan di angkat rahim nya. Sedang kan ayah nya hanya kritis saja.
Balik lagi ke realita.
"Mas jangan terlalu memanja kan Agatha." Ucap Mama nya sambil duduk di samping suami nya.
__ADS_1
"Aku tidak terlalu memanja kan nya Ma." Bantah ayah nya.
"Tapi dengan semua sikap mas kepada Agatha, itu sudah bisa di katakan terlalu memanja kan nya." Ucap Mama nya dengan kesal.
"Wajar saja jika aku memanja kan nya Ma, karena dia adalah anak semata wayang kita." Ucap ayah nya tak mau kalah.
"Terserah ayah saja." Ucap Mama sambil meninggal kan suami nya di meja makan seorang diri.
Ayah nya hanya bisa menghembus kan nafas nya dengan kasar saat melihat istri nya yang tampak marah karena dia terlalu memanja kan anak nya. Pada hal tidak ada yang salah dengan apa yang dia lakukan pada anak nya, Dia hanya tidak ingin Agatha juga meninggal kan nya dengan istri nya seperti anak yang di kandung dulu oleh istri nya.
Lalu di mana letak kesalahan nya?.
Dia hanya ingin membuat putri nya bahagia itu saja !
Lamunan nya buyar saat ada tepukan lembut di bahu nya, dia pun menoleh dan melihat anak semata wayang nya sedang menatap diri nya dengan tatapan lembut dan senyum lembut nya membuat dia juga ikut tersenyum menatap nya.
"Apa ayah banyak pikiran ?" Tanya Agatha dengan suara lembut nya.
"Tidak kok sayang." Jawab ayah nya sambil mengulas senyum.
"Lalu kenapa ayah melamun?" Tanya Agatha yang kini sudah duduk di tempat Mama nya duduk tadi.
"Ayah hanya sedang memikir kan pekerjaan sayang." Ucap ayah nya.
"Ayah jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan ayah, Ayah juga harus menjaga kesehatan ayah." Ucap Agatha.
"Iya ayah tau." Ucap ayah nya dengan mengelus rambut indah milik Agatha.
"Ya udah yuk kita makan, nanti masakan Mama keburu dingin." Ucap Agatha pada ayah nya.
"Iya." Mereka pun makan dengan keadaan hening, karena mereka tidak di perboleh kan bicara saat makan oleh opa nya ayah Agatha. Jadi mereka menerap kan kebiasaan tersebut sampai sekarang.
Setelah selesai makan Agatha kembali lagi ke kamar nya sedang kan ayah nya pergi ke kantor nya. Karena dia tidak memiliki keturunan laki laki, jadi dia harus mengurus perusahaan nya sampai Agatha anak semata wayang nya siap untuk mengganti kan posisi nya nanti.
__ADS_1
Jangan lupa vote, like, komen dan juga giftnya.