
Pagi pagi sekali di apartement Agatha sudah ada orang yang mengetuk pintu apartement nya. Agatha yang memang sudah bangun dari subuh, menyerit kan dahi nya saat mendenga ketukan pintu tersebut tidak berhenti sama sekali.
Karena merasa penasaran Agatha pun membuka pintu nya dan orang yang pertama dia lihat adalah Will yang sudah berdiri di hadapan nya.
"Ada kau kemari pagi pagi begini?" Tanya Agatha sambil membuka lebar pintu apartement nya agar Will bisa masuk.
"Aku di suruh Om mu untuk menjemput mu." Jawab Will.
"Aku bukan anak kecil lagi Will, yang harus dia antar oleh mu." Ucap Agatha dengan kesal.
"Aku hanya menjalan kan petintah dari Om mu." Jawab Will.
Sedang kan Agatha hanya bisa menghembus kan nafas nya dengan kasar saat menghadapi Will dan Om nya.
"Baik lah. Tapi ini masih pagi untuk berangakat ke kantor." Ucap Agatha saat melihat jam ding ding menunjuk angka enam pagi.
"Kita akan berangkat jam tujuh."
"Lalu kenapa kau sudah ke sini sekarang?" Tanya Agatha dengan kesal.
"Saya di suruh Om mu untuk segera ke sini, dan itu akan terus berlanjut sampai satu minggu." Ucap Will membuat Agatha melotot.
"Satu minggu?" Tanya Agatha memastikan lagi.
"Iya satu minggu." Ucap Will dengan mengangguk kan kepala nya.
"Yang benar saja." Umpat Agatha.
"Itu lah kenyataan nya."
Agatha lagi lagi menghembus kan nafas nya dengan kasar.
"Apa kau sudah makan?" Tanya Agatha
"Belum." Jawab Will dengan singkat.
"Baik lah kau tunggu di sini, aku akan membuat kan dulu makanan untuk mu." Ucap Agatha sambil berjalan menuju dapur nya
"Itu tidak perlu Agatha." Tolak Will dengan halus.
Bukan nya dia tidak mau, tapi dia takut kehadiaran nya merepot kan Agatha.
"Kenapa?" Tanya Agatha masih fokus dengan mengiris bumbum nya.
"Aku tidak ingin merepot kan mu." Jawab Will.
"Ini sama sekali tidak merepot kan ku."
"Hah, terserah kau saja." Balas Will dengan pasrah.
Agatha pun kembali fokus pada acara memasak nya, dan Will hanya memperhati kan Agatha dari meja makan.
__ADS_1
Drt...Drt...Drt...
Ponsel Agatha berdering dan menampil kan nama Boss nya di layar ponsel nya.
Agatha pun mengangkat nya dengan meninggi kan suara nya agar terdengar oleh nya nanti.
"Ada apa Al?" Tanya Agatha saat panggilan sudah tersambung.
"Aku sangat merindukan mu." Sahut Al di sebrang sana membuat Will yang mendengar nya tersedak dengan Saliva nya sendiri.
Uhuk...Uhuk...Uhuk...
"Will kau baik baik saja?" Tanya Agatha dengan memberi minum pada Will tanpa memperdulikan panggilan nya.
"Agatha siapa laki laki yang sedang bersama mu?" Tanya Al di sebrang sana membuat Agatha tersadar kembali.
"Dia Will asisten Ayah nya Bara." Jawab Agatha sambil kembali fokus pada acara memasak nya.
"Sedang apa dia di sana?" Tanya Al dengan nada tak suka.
"Dia ingin menjemput ku." Jawab Agatha.
"Jam segini?" Tanya Al tak percaya.
"Iya, dia di utus untuk menjemput ku oleh Om Rian." Jawab Agatha.
"Tapi tidak jam segini juga Tha." Nada Al terdengar sangat tak suka.
Will yang ada di meja makan hanya diam sambil mendengar kan percakapan antara Agatha dan laki laki itu. Dalam hati nya dia bertanya tanya apa laki laki itu kekasih nya Agatha? Atau bukan? Tapi kalau di ingat ingat Agatha sama sekali tidak mempunyai kekasih. Lalu siapa laki laki itu?.
"Ya sudah aku tutup dulu telpon nya, nanti siang aku akan menelpon mu kembali." Ucap Al sebelum mematikan panggilan nya.
"Iya." Setelah itu panggilan pun terputus dengan sepihak.
"Will kau baik baik saja?" Tanya Agatha saat melihat Will yang tampak melamun.
"Ah iya aku baik baik saja." Ucap Will tersadar kembali.
"Kenapa melamun? Apa kau sedang memikir kan kekasih mu?" Tanya Agatha dengan jahil.
"Aku tidak mempunyai kekasih."Jawab Will.
"Ouh ya?" Tanya Agatha tak percaya.
"Iya."
"Kenapa?" Tanya Agatha lagi.
"Kenapa apa nya?" Will berbalik tanya.
"Kenapa kau tidak mempunyai kekasih?"
__ADS_1
"Karena menurut ku itu tidak penting." Jawab Will.
"Waw pemikiran kita sama juga." Ucap Agatha membuat Will bingung.
"Maksud nya?" Tanya Will tak mengerti.
"Aku juga tidak punya kekasih dan pemikiran kita sama kalau itu tidak lah penting." Ucap Agatha
"Kau tidak memiliki kekasih?" Tanya Will memastikan lagi. Sedang kan Agatha hanya mengangguk saja sambil menyaji kan makanan nya ke atas piring.
Will yang melihat anggukan Agatha menjadi bingung sendiri. Tadi ada laki laki yang menelpon nya dan mengatakan merindukan nya. Tapi, kata Agatha dia tidak memiliki kekasih seperti nya.
"Lalu siapa tadi yang menelpon mu?" Tanya Will dengan kepo.
"Dia Boss di tempat kerja ku." Jawab Agatha membuat Will melotot.
Di sini lah dia bisa menyimpul kan kalau Boss di tempat kerja nya mencintai Agatha.
"Nih buruan makan nanti keburu siang." Perintah Agatha dengan menyondor kan piring ke hadapan Will.
"Terima kasih dan maaf karena sudah merepotkan mu." Ucap Will dengan sungkan.
"Kau sama sekali tidak merepotkan ku." Jawab Agatha.
"Buruan makan, aku akan berganti dulu pakaian." Lanjut nya lagi sambil melangkah pergi menuju kamar nya untuk berganti pakaian.
Sedang kan Wil hanya mengangguk saja dan mulai menyantap makanan hasil masakan Agatha. Setelah selesai Will pun kembali fokus pada ponsel nya sambil menunggu Agatha berganti baju.
"Ayo Will."Ujar Agatha yang sudah tampak cantik dengan setelan kantor nya.
"Sudah?" Tanya Will dengan bodoh nya. Membuat Agatha memutar mata nya dengan jengah.
"Ya udah lah, kalau aku belum berarti aku gak bakal ada di sini." Ketus Agatha, Sedang kan Will hanya meringis saja mendengar nya.
"Ayo buruan malah bengong lagi." Ucap Agatha sambil berjalan pergi meninggal kan Will yang tengah terdiam seperti orang bodoh.
"Apa kita langsung pergi ke kantor?" Tanya Will lagi lagi dengan bodoh nya.
"Ya iya lah memang nya kau mau ke mana dulu?" Tanya Agatha dengan malas.
"Ya setidak nya kita main dulu ke mana kek, mumpung masih pagi." Ucap Will.
"Kau mau main ke mana?" Tanya Agatha lagi.
"Ya ke mana aja." Jawab Will.
"Gak ah, kita langsung ke kantor aja." Ucap Agatha tak bisa di bantah oleh Will.
"Baiklah."
Mereka berdua pun pergi ke kantor dengan menggunakan mobil nya Will.
__ADS_1
Jangan lupa vote, like, komen dan jangan lupa juga gift nya.