Pangeran Duyung

Pangeran Duyung
Basaaaah


__ADS_3

Raven dan Jesslyn berada di sebuah kamar megah nan indah. Malam itu suasana begitu sangat romantis.


Jesslyn mengenakan dress hitam berbahan katun sebatas lutut. Di mana dress itu sangat menyatu dan memancarkan kulit putihnya.


Bibir merah merona dengan rambut panjang yang terurai, semakin menambah aura keseksian gadis itu. Malam itu adalah malah yang sangat indah.


Jesslyn berjalan sensual mendekati Raven yang sedang berdiri di sudut ruangan. Ia melingkarkan tanganya dari belakang. Membenamkan wajahnya dalam dalam di punggung bidang pria itu, deru nafas Jesslyn mulai menggelitik dan membangkitkan hawa panas yang ada di tubuh Raven.


"Ven, aku mencintaimu. Aku ingin menjadi milikmu seutuhnya malam ini." Jesslyn membalik paksa tubuh lelaki itu sampai berbalik menghadapnya. "Ven, jangan sungkan lagi. Malam ini aku milikmu seutuhnya."


Gadis yang malam ini terlihat binal itu meraih satu tangan Raven, meletakan telapak tangan lelaki itu pada salah satu bu*h d*danya. Di mana detik kemudian Raven mulai mengelus lembut gundukan sintal itu penuh irama.


"Hmmmm." Ia mulai mendesah manja ketika Raven meremas kuat benda itu.

__ADS_1


Kedua tangannya langsung melingkari tengkuk Raven. Kakinya sedikit berjinjit untuk mulai menyambar bibir Raven saat itu juga. Menghis*p bibir itu penuh gairah, bahkan lidahnya sudah menyeruak masuk kedalam rongga mulut Raven. Menari-nari lembut di dalam sana, sesekali memagut, mencec*p dan menukarkan salivanya berulang kali.


Perlahan tapi pasti, tangan nakalnya mulai membuka satu persatu kancing baju Raven. Di mana tanpa sadar gadis itu telah berhasil menanggalkan kemeja hitam milik pria tampan itu.


Masih berada pada ritme ciuman panasnya, tangan Jesslyn mulai masuk di antara dua apitan pa*ha bawah bawah Raven, membelai lembut sesuatu yang sudah mengeras di bawah sana.


Raven mengerang, merasakan nikmat yang tiada tara, sentuhan tangan gadis itu telah membangkitkan gejolak birahi Raven dalam sepersekian detik saja.


DUARRRRRRRRRR.


"Oh, sial, kenapa aku bisa mimpi kayak gini?" Raven terperangah dengan kenyataan yang ia alami saat ini. Semenjak ia melakukan hal itu dengan Jesslyn, pikirannya memang sulit sekali dikontrol.


Ia mulai curiga dan segera membuka selimutnya. Tanganya mulai meraba dan mencoba merasakan sesuatu.

__ADS_1


Hell! benar saja, sesuatu yang lengket sudah meleleh di bawah sana.


"Arghhhhhhh sial, kenapa harus datang sekarang ?" Raven mengeram frustasi. Membulatkan matanya jengah, lalu menggusar rambutnya kesal.


Dengan terpaksa Raven menunda bobo ciangnya karena kejadian ini. Ia langsung membuka dan mencuci c*lana d*lam miliknya yang sudah lengket oleh cairanya ajaib milik pria itu.


Mimpi setengah tanggung yang begitu nyata telah berhasil membuat lelaki itu gelisah sepanjang malam. Dan hasilnya, Raven harus bergadang karena tidak bisa tidur. Otaknya terus menuntun Raven berpikir mesum karena mimpinya barusan.


"Bedebah! Kenapa harus di siang bolong seperti ini?" Raven pun bergegas mandi untuk membersihkan diri. Beruntung Naspati tidak ada di rumah, jadi setidaknya Raven aman dari segala macam ejekkan duyung lucknut itu.


Batin Raven terus bermonolog sedari tadi.


Kenapa aku bisa mimpi erotis bersama manusia itu? Apa yang seperti ini termasuk bawaan bayi juga?

__ADS_1


***


__ADS_2