
"Raven, apa yang kau lakukan?" Suara Naspati menggila hebat. Ia sungguh emosi melihat kelakukan sang Pangeran kali ini.
"Kau terlalu gegabah Raven! Bagaimana kalau perbuatanmu membuat kekacauan di dunia kita?"
Raven berusaha acuh tak cuh. Ia menarik tubuh tak berdaya Jesslyn perlahan.
"Raven!"
Naspasti berteriak karena merasa terabaikan.
Raven menoleh. Tatapannya yang semula biasa kini berubah garang. Lelaki itu tampak seperti seperti mafia bersirip.
"Hanya dengan cara ini aku bebas dari masalah! Jika kau tidak ingin manusia menemukan jejak kita, sebaiknya kau bantu aku menaruh mayat wanita ini ke perairan dalam!"
"Raven!"
Lagi-lagi Naspati menunjukkan ketidak setujuannya, tapi sayang, Raven tidak peduli sama sekali. Dia terus membawa tubuh Jesslyn semakin jauh dari lokasi kecelakaan tersebut.
"Jangan pergi dulu! Kau juga harus bertanggung jawab karena telah membuat mobilku hancur."
__ADS_1
"Beli lagi saja, lagi pula koleksi mobilmu ada banyak bukan?"
"Sembarang saja kau! Itu mobil terbaruku! Aku baru nyicil tiga kali," kesal Napasti.
"Aku tidak peduli! Lagi pula duyung tidak butuh mobil!" balas Raven enteng. Dia lalu menyegat kumpulan hiu yang tengah berenang ke sana ke mari. Setelah negosiasi, para hiu itu membantu Raven semakin jauh dari lokasi kecelakaan.
Kini tibalah mereka di tepi palung yang sangat dalam, tapi bukan palung Mariana yang sering dibicarakan manusia.
Raven bersiap-siap untuk berenang dan membawa tubuh Jesslyn ke sana. Namun, tiba-tiba tubuh Jesslyn mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan.
Perlahan tapi pasti, tubuh yang seharusnya sudah mati itu bergerak perlahan. Baju-baju Jesslyn mulai terlepas, dan gilanya, kaki Jesslyn berubah menjadi sirip indah berwarna merah muda.
"Di mana aku, apa ini Surga?"
Jesslyn berusaha melihak ke sekeliling. Tempat itu terlihat menyeramkan sehingga Jesslyn meyakini itu bukanlah Surga. Tapi Neraka juga bukan karena tidak ada api di sana.
"Bagaimana ini bisa terjadi?" Raven mulai menatap frustrasi. Ia mengindahi setiap inci tubuh Jesslyn. Wanita itu berubah menjadi putri duyung dengan sirip indah yang biasa dimiliki keturunan raja. Padahal sebelumnya Jesslyn adalah manusia biasa.
"Apa dia berasal dari bangsa kita juga?" tanya Raven. Dia menatap bingung Naspati yang juga masih terbengong-bengong menatapi Jesslyn.
__ADS_1
Jesslyn sendiri belum sadar kalau dia sudah berubah menjadi putri duyung.
"Sepertinya persilangan antara bangsa manusia dan putri duyung membuat dia memiliki kekuatan lain."
"Apa maksudnya?"
"Benih yang kau tanam tidak hanya menghasilkan sepasang generasi baru, tapi membuat manusia itu menjadi putri duyung. Ini adalah kejadian yang sangat langka dan baru pertama kalinya, jadi aku tidak bisa menjelaskan lebih banyak dari ini," ucap Naspati penuh ketegasan.
"Oh Tuhan! Mengapa aku jadi mermaid?" Dia menatap tubuh indahnya. Berputar-putar tanpa beban karena ia pikir ini hanyalah mimpi.
"Ini benar-benar mimpi yang sangat aneh! Kenapa dua orang jahat itu juga punya sirip yang sama?"
Jesslyn menatap Raven dan Naspati secara bergantian.
"Sepertinya dia belum sadar sepenuhnya," ucap Naspati.
Revan mengangguk. "Tapi hebatnya dia bisa langsung menggunakan bahasa kita. Aky bahkan sangat kesulitan mempelajari bahasa manusia," ujar Raven.
"Mungkin semua itu berkat benih ajaib yang kau tanamkan. Tapi menurutku itu tidak penting. Sekarang apa yang harus kita lakukan?"
__ADS_1
***