Pangeran Duyung

Pangeran Duyung
Jesslyn Hamil


__ADS_3

Kepanikan terjadi saat Jesslyn tiba-tiba pingsan tanpa sebab dan alasan pasti. Wajahnya juga berubah pucat seketika.


Andri yang notabene anak orang kaya langsung melarikan Jesslyn ke rumah sakit saat itu juga. Tak lupa pria itu membawa Rumi sahabat Jesslyn untuk ikut serta menjaga Jesslyn selama di perjalanan menuju rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, Jesslyn langsung ditangani dengan sigap. Karena gadis itu memiliki riwayat ISK (Infeksi saluran kemih), dokter pun memeriksa bagian perut Jesslyn. Pria berbaju putih itu langsung memasang wajah lega saat mengetahui ada ganjalan plasenta di perut Jesslyn. Ia kemudian keluar dari ruang IGD setelah menitipkan Jesslyn yang masih pingsan kepada dua suster penjaga.


"Bagaimana keadaan Jesslyn, Dok!" Rumi maju terlebih dahulu begitu melihat dokter keluar dari ruang pemeriksaan. Sementara Andri ikut berdiri di belakang gadis itu.


"Menurut keterangan Tuan Andri tentang kronologi pasien sebelum pingsan, serta menurut dugaan saya, sepertinya Nona Jesslyn sedang hamil."


"Hamil?" Andri yang ada di belakang Rumi langsung berseru. Wajah memerah marah dalam sekejap waktu.


"Dokter serius?" sergah Andri untuk kedua kali.


"Tenang dulu! Ini baru dugaan sementara. Setelah Nona Jesslyn sadar kami akan memeriksanya lebih lanjut di ruang USG!" jelas si Dokter.


"Jesslyn tidak mungkin hamil, Dok! Dia bukan wanita yang seperti itu. Sepertinya dugaan dokter yang salah, mana mungkin Jesslyn hamil!" Rumi terlihat ngotot. Pasalnya ia tahu persis watak Jesslyn seperti apa.


"Nanti akan ada pemeriksaan lanjut, ini hanya sekedar dugaan," sanggah si Dokter. Sebisa mungkin beliau berusaha santai menghadapi keterkejutan dua manusia itu.


"Kalau begitu kita periksa sekarang saja, Dok! Bawa Jesslyn ke ruang USG!" kata Andri ngotot.

__ADS_1


Mendengar itu Rumi langsung membantah tidak setuju. "Kamu jangan sembarangan memutuskan ya, Ndri! Bagaimana pun juga kita harus menghargai Jesslyn. alangkah baiknya kita menunggu Jesslyn sadar, baru meminta dia buat USG."


"Benar Tuan Andri, sepertinya lebih baik seperti itu," ucap si Dokter ikut membenarkan.


"Tidak bisa! Biar semuanya jelas, Jesslyn harus di USG sekarang juga! Aku tahu kamu juga penasaran 'kan, Rum!" tandas Andri.


"Tapi Ndri—" sela Rumi.


"Ya udah kalau kamu gak mau ikutin saran aku, biaya rumah sakit ini kamu yang bayar!" ketus Andri tiba-tiba.


Rumi yang hanya memiliki uang dua puluh empat ribu lima ratus langsung panik. Mana mungkin ia membayar biaya rumah sakit di tanggal tua begini. Dengan terpaksa, akhirnya ia urungkan niatnya untuk membela sang sahabat.


Karena dokter sudah memperkirakan Jesslyn hamil, ia mau menuruti permintaan Andri untuk USG dadakan sebelum Jesslyn terbangun. Dari wajahnya yang mesum dokter pikir Andri adalah ayah dari bayi yang dikandung Jesslyn, jadi tak masalah jika Andri mengetahui terlebih dahulu bahwa Jesslyn hamil.


Tak lama kemudian dokter keluar dan memberitahu hasil pemeriksaannya.


"Apa, hamil?" Andri menggeleng tak percaya saat Dokter mengklarifikasi bahwa Jesslyn hamil. Pun sama halnya dengan Andri, wajah Rumi langsung pucat pasi begitu mendengar perkataan dokter.


"Benar, Nona Jesslyn hamil!" Pria berbaju putih itu kemudian menyerahkan foto hitam putih hasil USG Jesslyn kepada Andri.


"I ... ini apa, Dok?" Bibir Andri masih terasa kelu untuk diajak bicara. Ia menatap foto tidak jelas itu dengan tangan gemetar, dan rasa rasanya ia tak percaya mendengar semua kenyataan ini.

__ADS_1


Jesslyn hamil?


Andri langsung terbengong tanpa. Bagaimana mungkin gadis yang selama ini tidak pernah disentuhnya bisa hamil? Bahkan selama tiga tahun berpacaran, mereka tidak pernah berciuman.


"Ini hasil USG—nya. Selamat, akhirnya Anda menjadi Ayah!" Dokter itu memberikan hasil USG Jesslyn kepada Andri. Kata selimat itu terdengar amat sangat bancat. Pria itu hanya diam karena masih terlalu syok dengan semua ucapan Dokter.


Hatinya terus bertanya-tanya. Bagaimana bisa Jesslyn hamil, sementara lahan yang ia siram milik Melinda.


Rumi mendekat, ikut melihat foto hitam putih itu juga. "Hasil USG ini tidak salah, 'kan, Dok?" tanya Rumi lirih sekali. Ia bahkan menepuk pipinya sendiri karena mengira ini adalah mimpi.


"Hasil USG sembilan puluh sembilan persen benar, Nona! Usia kehamilan pasien Jesslyn sudah menginjak Minggu ke tiga belas. Anda bisa melihat ada gambar dua bulatan transparan di bagian tengah, itu adalah gambar janin kembar di perut Nona Jesslyn."


"Kembar?" Rumi dan Andri kompak berseru. Mereka berdua terpaku kelu dengan mempertahankan ekspresi wajah tercengang.


Jesslyn hamil saja mereka masih tidak percaya. Dan sekarang mereka harus dikejutkan oleh fakta kembarnya bayi Jesslyn.


Artinya ada dua mahluk hidup tengah bersarang di perut gadis itu.


***


Jangan Lupa Like, dan komen yang banyak.

__ADS_1


__ADS_2