Pangeran Duyung

Pangeran Duyung
Mual Melihat Wajahmu


__ADS_3

"Yaudahlah, kalau intinya kayak gitu, mungkin emang aku yang bego! Engga bisa bedain mana yang dijebak sama mana yang mau karena sukarela!" Dua bahu gadis itu terangkat setengahnya.


Setelah mengatakan itu, Jesslyn langsung berdiri seraya membenarkan tas selempangnya. Kali ini ia benar-benar merasa mual. Ia muak mendengar ucapan Andri yang terkesan playing victim dan ingin terlihat baik di mata Jesslyn. Padahal, bukti sudah terlihat jelas di tangan, Melinda sudah meminta maaf sambil nangis-nangis beberapa Minggu lalu. Ia juga menjelaskan kalau mereka berdua melakukan atas dasar suka sama suka.


Jadi apa yang harus dijelaskan lagi?


Bagi Jesslyn semua itu sudah tidak perlu dijelaskan karena bagaimana pun manusia yang selingkuh tidak patut dipertahankan.


Jesslyn memutuskan angkat tangan, agar terbebas dari kasus perselingkuhan keparat ini.


"Kamu mau ke mana, Jess?" tanya pria itu langsung menahan kepergian Jesslyn.


"Aku mau ke kelas, Ndri. Kamu udah, 'kan bicaranya? Ya udah aku percaya kalau kamu emang dijebak," ucap Jesslyn pasrah. Lebih baik ia mengalah dari pada memaksakan hati yang sudah terlanjur lelah.


"Kok gitu si, Jess? Urusan kita belum kelar. Ngapain main pergi pergi aja?" Pria itu memandang Jesslyn tidak terima. Pegangan tangannya pada Jesslyn sengaja diperkuat hingga gadis itu sedikit meringis merasakan sakit.


"Terus aku harus bagaimana, Ndri? Lagi pula kamu sudah terlanjur dijebak sama Melinda. Ya udah, tinggal kamu nikmatin aja jebakan itu. Enak 'kan?" ungkap Jessly sambil memiringkan kepalanya sedikit.


"Nggak gitu maksud aku Jess! Setelah ketahuan sama kamu, aku dan Melinda udah gak pernah berhubungan lagi. Saat itu juga aku langsung mutusin Melinda karena aku sadar bahwa cewek yang aku cinta cuma kamu," ucap pria itu.

__ADS_1


Kata-kata Andri barusan membuat Jesslyn kembali meradang. Ia menyentak lengan Andri sekuat tenaga lalu menginjak sepatu kulit pria itu dengan hak tinggi miliknya.


"Arghhh!" Pria itu meringis. Mungkin sengaja agar terkesan tragis. "Sakit Jess! Kamu tega banget sama aku!"


"Biarin aja sakit! Emangnya kenapa kalau sakit? Semua itu gak sebanding sama sakitnya hati aku pas liat kamu telanjang di atas kasur sama Melinda ya, Ndri! Coba bayangin gimana perasaan aku saat itu?" Nada suara Jesslyn meninggi.


"Ya ampun, Jess! Aku 'kan udah minta maaf, aku khilaf! Lagi pula aku kaya gitu karena kamu juga!"


"Karena aku?" Jesslyn sontak membulatkan matanya lebar-lebar. Ia tercengang dengan ucapan Andri barusan.


"Iya, andai kamu enggak sok menjaga keperawanmu dengan embel embel sah dulu baru mendesah, aku juga gak bakalan mau tidur sama Melinda, Jess! Terus terang aku pengin kita kayak pasangan lain yang gaya pacarannya bebas. Tiap malam Minggu jalan, terus pulangnya mampir ibadah ke hotel OYONG!"


"Kok kamu jadi itung-itungan materi? Jesslyn yang aku kenal nggak kaya gini, ya! Dia nggak matre," ujar Andri ikutan marah juga.


"Terserahlah! Lama-lama aku bisa gila kalau terus-terusan diganggu kamu, Ndri! Untung kamu selingkuh sama Melinda, kalau nggak kayak gini mungkin aku gak pernah tau sifat jelek kamu yang sebenarnya!" Jesslyn segera berlari meninggalkan pria itu.


Namun nahas, tiba-tiba ia terpeleset kulit mangga busuk yang baru jatuh semalam di pinggiran aspal.


"Arghhhh!"

__ADS_1


Andri langsung berlari menolong gadis itu. "Kamu nggak papa Jess? Makanya jangan main kabur-kabur aja, kewalat kamu sama aku!" Andri membawa gadis itu ke tempat duduk yang tadi. Saat baru saja hendak mendudukkan Jesslyn, tiba-tiba Jesslyn muntah tepat di baju pria itu.


"Hueekkkk!" Kebetulan sekali Jesslyn habis makan ikan bandeng dan telor setengah matang.


"Ya ampun, Jess! Baju aku!" Andri sontak menutup hidungnya dengan jempol dan telunjuk. Bau amis pada bajunya benar-benar tidak terelakkan lagi.


"Pergi Ndri! Tiba-tiba aku mual liat muka kamu," usir Jesslyn dengan nada memohon.


Andri yang mengira itu hanya sekadar candaan malah semakin mendekati gadis itu. "Tanggung jawab dulu, Jess. Baju aku yang kena muntahan kamu gimana?"


"Pergi, Ndri! Per—hueeek ... huekkk!" Gadis itu muntah lagi. Jesslyn sungguh tidak bohong kalau ia langsung mual saat Andri mendekat ke arahnya.


Ia tak tahu kenapa muak yang selama ini hanya sekedar ada di lisan bisa berubah menjadi kenyataan.


Saat Andri mendekat lagi, kepala Jesslyn tiba-tiba pusing. Dada gadis itu sesak seolah pasokan oksigen tak dapat lagi masuk dan mengisi paru-parunya.


Tak lama kemudian Jesslyn terjatuh di tempat duduk, setelah ini ia benar-benar tak ingat apa apa lagi.


***

__ADS_1


Jangan lupa kasih komen sebanyak banyaknya, like, sama kasih hadiah bila ikhlas. 🥰


__ADS_2