Para Penjelajah Semesta

Para Penjelajah Semesta
Tantangan Besar


__ADS_3

Bu Surah mulai bercerita pada Asteria dan Viana:


Memang betul telah terjadi serangan dari Pasukan Langit yang datang dengan membelah langit.  Mereka menghancurkan seluruh permukaan Planet Sankz yang dilihatnya. Saat itu kejadiannya sangat cepat. Kerajaan kita tak sempat mendapat berita dari kerajaan lain. Keputusan untuk menutup negara kerajaan ini dibuat dengan mendesak.


Peristiwa itu sudah ratusan tahun lamanya. Dua tahun setelah serangan kerajaan dapat memulihkan kondisi negara dan rakyat. Banyak hal baru dibuat demi mengembalikan semangat dan keselamatan rakyat. Kita sekarang mengenal pertanian, Festival Panen Raya, sekolah, Turnamen Memanah, dan banyak kegiatan baru berkat terobosan-terobosan di masa itu.


Tahun ketiga paska serangan, negara kita mengalami panen raya sehingga diadakan Festival Panen Raya. Pada puncak malam festival itu Raja Luid yang saat itu memerintah tak menghadiri acara doa dan makan bersama. Sejak malam itu juga sampai seterusnya Raja tak pernah kelihatan.


Berita yang sampai pada rakyat mengatakan bahwa Raja jatuh sakit sampai dikabarkan meninggal setahun berikutnya. Namun tak ada acara pemakaman yang disaksikan rakyat. Semua dilakukan secara tertutup. Hal itu membuat rakyat kebingungan namun tetap mengikuti masa berkabung selama 10 hari. Rakyat menduga pemakaman tanpa keramaian itu adalah wasiat Raja sebelum meninggal.


Namun yang sebetulnya terjadi adalah Raja menghilang tanpa jejak. Tak ada yang mengetahuinya. Kehilangan itu disembunyikan keluarga Raja, para Dewan, Penasihat dan beberpa orang yang sempat mencari keberadaan Raja.


Kepemimpinan kerajaan digantikan oleh suami Putri Singgala bernama Malaba. Ratu meninggal beberapa tahun setelah banyak mengurung diri dan jatuh sakit. Setelah itu Kerajaan Ferrata menjadi tertutup.


Raja Malaba dan Ratu Singgala membuat larangan bagi masyarakat untuk menceritakan peristiwa serangan Pasukan Langit kepada anak-anak dan generasi berikutnya. Pengetahuan cara membuka dinding bersegel mantra pun dilarang untuk diturunkan kepada generasi berikutnya. Semua dibatasi. Jika ada yang tertangkap melanggar, keluarga tersebut harus membayar denda yang sangat tinggi.


Dokumen-dokumen tentang sejarah dan pengetahuan tersebut diambil dan disembunyikan. Semua dokumen itu disimpan dan hanya satu kelurga yang berhak menjaganya. Mereka adalah nenek moyangku. Dari generasi ke generasi kami menjaga semua dokumen berharga ini. Dan setelah kami mendapat warisan itu, kami disumpah untuk menjaganya dari orang lain terkecuali keluarga kerajaan.


Bukan tanpa alasan kerajaan membuat keputusan ini. Raja dan Ratu yang baru tak mau generasi berikutnya hidup dalam ketakutan akan serangan kembali dan tak dapat menjalankan kehidupan dengan baik. Apalagi sejak Raja menghilang secara misterius. Menghilangnya Raja diduga telah diambil oleh pihak langit yang mengetahui kemampuan Raja dalam menstabilkan kondisi negara. Itu dugaan para Penasihat Kerajaan.


Beberpa puluh tahun kemudian, atau mungkin seratus tahun kemudian, Raja yang baru membuat sistem perhitungan tahun baru. Tahun dimulai dari nol. Perhitungan tersebut yang sampai sekarang dipakai. Negara kita mengganti nama menjadi New Ferrata, namun tetap dengan sistem pemerintahan kerajaan.


Negeri ini selama ratusan tahun kemudian hidup damai dan makmur. Namun berita mengejutkan kembali datang sekitar seratus tahun yang lalu. Calon Raja baru bernama Pangeran Saga menghilang tanpa jejak.


Sejak saat itu, kerajaan kembali diliputi kecemasan akan ancaman Pasukan Langit. Entah bagaimana mereka bisa menembus dinding pelindung dan menghilangkan Pangeran Saga. Namun tak ada yang mengetahui juga siapa yang membawa Pangeran Saga, atau menghilang ke mana.


Penerus kerajaan diberikan kepada adik Pangeran Saga.


Pangeran Sagi, yang kini berusia 18 tahun, mendapat nama Sagi karena kemiripannya dengan Pangeran Saga yang menghilang seratus tahun lalu. Pangeran Sagi sendiri keturunan dari adik Pangeran Saga.


Dari semua peristiwa panjang dan misterius ini, ada dua hal penting yang menurutku harus diketahui semua rakyat dan Pasukan Kerajaan.

__ADS_1


Pertama, Pasukan Langit akan kembali menyerang saat bulan biru, seperti serangan saat itu. Bulan biru sendiri datang setiap 1000 tahun.


Kedua, untuk membuka dinding bersegel itu, dibutuhkan para Pewaris Mantra yang dapat membukanya. Saat ini para Pewaris Mantra hidup berdampingan dengan rakyat. Mereka tak menyadari bahwa mereka memiliki kekuatan untuk mengaktifkan mantra-mantra. Bila mantra dibaca oleh mereka maka mantra apapun akan memberi kekuatan. Namun bila dibaca oleh rakyat biasa maka mantra apapun tidak akan berguna.


Jika seluruh penduduk mengetahui dua hal itu, aku yakin kita dapat mempersiapkan serangan Pasukan Langit. Ini adalah sebuah ancaman besar. Seharusnya kerajaan tak menutupi ini.


Bu Surah menutup ceritanya.


“Jadi sebetulnya Bu Surah menganggap sikap kerajaan menutupi sejarah ini adalah kesalahan?” tanya Viana.


“Sejujurnya, iya. Aku mengetahui semuanya. Dan itu juga yang membuatku merasa tertekan dengan beban pengetahuan ini. Aku meraasa menjadi bagian dari tanggungjawab berat ini,” jawab Bu Surah.


Asteria dan Viana berpandangan. Ternyata orang yang mereka anggap kaku dan tegas ini punya beban yang dipendamnya sendiri. Benar-benar sendiri karena tak mungkin diceritakan pada siapapun.


Bu Surah menyodorkan buku usang di tangannya pada Asteria.


“Apa maksudnya ini?” tanya Asteria.


“Selain kami, adakah yang pernah membacanya?” tanya Asteria.


Bu Surah menggeleng. Hanya aku dan leluhurku secara turun-temurun yang mempelajarinya dan merahasiakannya. Sayangnya, kami bukanlah Pewaris Mantra, sehingga tak ada satu pun dari keluarga kami yang dapat mengenggunakan setiap mantra tersebut. Mungkin itu juga salah satu alasan dahulu kerajaan menunjuk keluargaku untuk menjaganya.”


“Semua ini sangat rumit,” kata Viana. “Entah harus memulai dari mana untuk menyelesaikannya.”


“Kita sudah berjanji untuk bersedia mengambil misi dan menyelesaikan apapun tantangannya jika Bu Surah menceritakan semuanya. Kita harus memulainya, Viana. Aku tahu ini berat dan aneh, remaja seusia kita harus menjalankan misi sebesar dan serahasia ini. Tapi inilah kondisi negeri kita,” jelas Asteria.


“Kapan bulan biru akan muncul kembali” tanya Asteria pada Bu Surah.


“Aku sudah mempelajari buku-buku sejarah pra New Ferrata. Sejak serangan itu muncul sampai pada sistem penanggalan baru, ada 27 raja yang memerintah secara turun-temurun. Dari catatan yang ada 27 Raja itu telah berlangsung selama 259 tahun. Jika kita gabungkan dengan tahun New Ferrata 734 tahun, artinya sudah 993 tahun sejak serangan Pasukan Langit menyerang sampai tahun ini,” ujar Bu Surah dengan tenang.


“993 tahun?” kata Asteria dan Viana berbarengan.

__ADS_1


“Iya,” jawab Bu Surah dengan tenang. Ia sudah menghitung ini sejak lama. Angka itu bukan sesuatu yang mengejutkan baginya, namun tetap mencemaskannya.


“Jika tidak meleset, bulan biru akan muncul 7 tahun mendatang. Laporan dari para peneliti astronomi kita juga mengatakan bulan biru akan muncul dalam waktu kira-kira 6-10 tahun mendatang,” kata Bu Surah.


“Tujuh tahun lagi. Dan kerajaan kita masih santai?” Asteria bertanya entah pada siapa.


“Selama dinding itu masih tertutup kita akan aman. Itu juga yang menjadi pertimbangan kerajaan, sehingga tak akan mengkhawatirkan jika pun Pasukan Langit kembali menyerang,” kata Bu Surah.


“Ini juga salah satu alasan kerajaan menutup info dari rakyat. Mereka berpikir kita akan aman dengan dinding itu,” sambung Viana.


“Tidak. Kita tidak aman! Jika Pasukan Langit itu akan kembali seperti yang tertulis dalam buku peninggalan ini, artinya mereka mengetahui masih ada kehiudupan di Planet Sankz. Mereka mengetahui keberadaan kita,” kata Asteria. “Mereka bisa melakukan serangan dengan lebih besar. Kita harus melakukan sesuatu,” lanjutnya.


“Sebaiknya sekarang kalian kembali ke kelas dulu. Kalian sudah melewatkan satu jam pelajaran sejak tadi. Kalau guru kalian tahu bahwa kalian ada di perpustakaan, bukan hanya kalian yang dimarahi, tetapi aku juga,” kata Bu Surah.


“Kalau begitu kami ke kelas dulu. Besok jam istirahat kami akan kembali lagi ke sini,” ujar Viana.


“Tidak. Setelah jam sekolah selesai, aku akan kembali ke sini dan mempelajari buku-buku yang ada di sini,” kata Asteria, berbeda dari Viana.


“Terserah kalian mau kembali besok atau sepulang sekolah. Datangi aku di meja penjaga perpustakaan, dan aku akan mengantar kalian ke ruangan ini. Jika aku tidak ada di ruang perpustakaan, temui aku di rumahku tak jauh dari Rumah Sehat Rakyat.”


Asteria dan Viana meninggalkan ruangan. Menyisakan Bu Surah di ruang itu.


Bu Surah merasa menyesal telah melanggar janjinya. Tapi ia sadar bahwa tak baik jika semua ini terus disembunyikan. Setidaknya bagi orang-orang yang memiliki tujuan baik, semua informasi ini akan sangat berguna.


Semoga aku tak salah langkah, gumam Bu Surah.


[Next Part 14]


 


 

__ADS_1


__ADS_2