Para Penjelajah Semesta

Para Penjelajah Semesta
Menghilangnya Sang Raja


__ADS_3

Kerajaan Ferrata dipimpin oleh Raja Luid Cornius. Ia adalah putra raja sebelumnya, bernama Raja Arthadus. Raja Luid menggantikan ayahnya setelah ayahnya jatuh sakit dan mewariskan takhta kerajaan atas keinginannya.


Ferrata sendiri merupakan sebuah negara dengan sisitem pemerintahan kerajaan yang dipimpin oleh Seroang Raja. Kerajaan Ferrata menjadi Kerajaan Pelindung dalam sistem bernegara di Planet Sankz.


Pada jaman daulu, terjadi perang panjang antar negara kerajaan. Perdaiamaian negara-negara kerajaan didapatkan setelah Perjanjian Raja-Raja disepakati nyaris seluruh negara. Hanya satu negara yang tidak bersepakat, yakni Negara Gybon.


Kerajaan Gybon berambisi ingin menjadi Kerajaan Pengendali. Namun hasil voting para Raja dari setiap kerajaan hanya 24 dari 113 kerajaan yang memilih Gybon sebagai Kerajaan Pengendali. Voting tertinggi dimenangkan Negara Deltatu dengan jumlah vote 63.


Kemudian Gybon tak mau ikut dalam Perserikatan Kerajaan. Sang Raja tak mau menandatangani Perjanjian Raja-Raja. Gybon memutuskan menjadi negara sekaligus kerajaan tanpa persekutan dan tertutup setelah perjanjian itu diresmikan.


Tak ada hubungan lagi antara Kerajaan Gybon dengan kerajaan-kerajaan lain. Semua kerjasama dihentikan. Hubungan antar kerajaan dan wilayah ditutup. Sebagai Negara Penyembuh, Gybon harus menyelesaikan seluruh urusan negara tanpa bantuan dari negara lain atas sikapnya.


Setelah itu, tak ada yang mengetahui nasib rakyatnya, kerajaan, dan tentaranya. Seluruh informasi dari Gybon terhenti. Bahkan tak ada yang mengetahui nasibnya setelah serangan itu, termasuk Kerjaan Ferrata.


Raja Luid menemui istrinya di puri. Sang Ratu dan Putri Singgala yang berusia 14 tahun tengah merawat tanaman-tanaman obat yang berhasil dibudidayakan.


“Ayah, selamat datang.” Sang Putri mendekati ayahnya yang baru datang. Disusul Ratu sambil tersenyum dan menciumnya.


“Kalian tampaknya betah di puri. Baru dua hari kastil tanpa kalian, rasanya sudah sepi sekali,” kata Raja.


“Menanam tanaman itu sangat menyenangkan Ayah. Rasanya aku ingin tetap tinggal di puri ini dengan tanaman-tanaman ini. Di halaman belakang baru kutanami bibit-bibit bunga. Puri ini akan indah dan menjadi tempat yang dapat menyembuhkan banyak rakyat yang sakit,” tutur Putri Singgala dengan rona bahagia.


“Sepertinya kalian senang dengan kegiatan baru ini. Melihat kalian senang, Ayah ikut senang. Justru kedatangan Ayah ke sini untuk menyampaikan bahwa Ayah akan banyak menghabiskan waktu dengan Dewan-Dewan Kerajaan dan Penasihat Kerajaan,” kata Raja.

__ADS_1


“Tapi tidak apa-apa, Ayah. Negara kita harus kita prioritaskan,” kata Putri dengan lembut.


Raja tersenyum. “Betul. Kehidupan rakyat dan masa depan negara ini ada di tangan kita. Maka dari itu, Ayah tidak keberatan jika kalian banyak menghabiskan waktu di puri ini. Ayah akan mengunjungi kalian dua atau tiga hari sekali.”


Sang Raja kembali ke kastil dengan perasaan lega. Berminggu-minggu ke depan ia akan banyak menghabiskan waktu untuk pertemuan-pertemuan dengan para Penasihat dan Dewan Kerajaan.


Tujuh pertemuan dilakukan selama tujuh hari berturut-turut. Hasilnya, Rumah Sehat akan dibangun di dekat puri. Kerajaan meminta sukarelawan dari kalangan penduduk untuk mendirikan bangunan Rumah Sehat Rakyat.


Pembangunan Rumah Sehat akan membutuhkan kurun waktu delapan bulan. Sambil menunggu Rumah Sehat selesai, kerajaan tak tinggal diam. Pasar Rakyat yang sempat sepi karena harga-harga makanan melonjak dan pasokan makanan kosong akan dihidupkan.


Setelah pertanian berjalan lebih stabil, kerajaan membuat kebijakan agar rakyat membuat kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok menanam satu jenis tanaman. Umbi-umbi, gandum, sayur-mayur, kacang-kacangan, rempah, dan buah-buahan.


Hasil pertanian tersebut dibawa ke pasar untuk saling dijual atau ditukar dengan rakyat atau kelompok tani lain. Tidak ada aturan harus membeli dengan golden atau barter. Keduanya boleh dilakukan asal sama-sama sepakat.


Masalah ikan mulai dipikirkan oleh rakyat. Hasil ikan makin menurun karena gerbang transparan menembus air, sehingga ikan di luar tak dapat masuk ke wilayah negara. Sekelompok nelayan mulai menentukan ikan yang dapat dibudidayakan. Hasilnya ikan kerapu dan lobster dapat dibudidayakan dengan kerambah. Hal tersebut diikuti nelayan lain.


Raja menunjuk satu Dewan menjadi Dewan Pendidikan. Tugasnya membangun pusat pendidikan di dekat alun-alun. Pendidikan dibagi menjadi 3, Pendidikan Awal usia 6 sampai 11 tahun, Pendidikan Tengah usia 11 sampai 16 tahun dan Pendidikan Atas usia 16 sampai maksimal 21 tahun.


Setiap tahap pendidikan memiliki sistem berbeda dan kesulitan berbeda yang berbeda pula. Pendidikan Awal berfokus pada pembentukan sikap, aturan, semangat, pembangunan bakat, cinta lingkungan dan cinta manusia. Pendidikan Tengah berfokus pada pengembangan bakat dan seni dan ilmu filsafat remaja. Bekal-bekal kehidupan ditanamkan pada pendidikan ini. Pendidikan Atas berfokus pada spesialisasi dan tujuan. Setiap orang harus punya spesialisasi dan fokus pada tujuan itu. Ia harus memiliki tujuan hidup.


Dari tiga tahapan itu tidak ada ujian tertulis. Hanya ada satu ujian, yakni ujian langsung. Tugas akhir diberikan sesuai minat dan kesanggupan individu.


Dewan Peneliti Kerajaan dibentuk untuk membuat pengembangan, inovasi dan penyelesaian masalah-masalah umum di berbagai aspek kehidupan.

__ADS_1


Saat Rumah Sehat selesai dibangun, kerajaan menunjuk seorang Dewan menjadi Dewan Kesehatan untuk mengatur urusan Rumah Sehat ddan membuat kebijakan atas segala masalah kesehatan.


Beberapa dewan setelahnya ditunjuk sesuai perkembangan kebutuhan kerajaan. Dewan Pertanian, Dewan Kerohanian, Dewan Kesenian, Dewan Kelautan, Dewan Kehutanan, Dewan Peralatan Perang, dan Dewan Pembangunan.


Sejalan dengan itu setiap dewan boleh merekrut anggotanya dari kalangan rakyat untuk memudahkan segala urusan. Dan seluruh dewan dipimpin oleh Kepala Tertinggi Dewan.


Dua tahun paska penutupan gerbang, kehidupan Kerajaan Ferrata mulai membaik.


Pada tahun ketiga, kerajaan mengadakan Turnamen Panah. Pada turnamen ini, setiap remaja laki-laki akan diadu kemahiran memanahnya. Ada beberapa tahap perlombaan yang harus dilewati untuk menjadi pemenang.


Satu pemenang akhir akan mendapatkan hadiah berupa akses kerajaan dan pelatihan gratis selama satu tahun di lingkungan kerajaan. Ia akan dilatih oleh pelatih-pelatih terbaik kerajaan di berbagai bidang. Dan ia berkesempatan bekerja dapat kerja di kerajaan setelahnya.


Rakyat mulai lupa akan serangan yang pernah menyerang planet mereka. Mereka hanya mengenang peristiwa yang tak mereka lihat secara langsung itu sebagai cerita serangan Pasukan Langit. Mereka menyebut penyerang itu sebagai Pasukan Langit.


Sementara itu, Raja Luid fokus mencari jawaban akan rasa penasarannya. Ia membuka kitab-kitab mantra peninggalan leluhurnya. Ia mempelajari itu semua demi mencari jawaban dan petunjuk akan banyak pertanyaan yang tak terjawab.


Raja Luid berhasil menemukan mantra yang dapat membuatnya menjelajahi waktu. Pada suatu malam ia memutuskan pergi ke masa depan dengan mantra itu untuk melihat apa yang akan terjadi. Sekembalinya ia ke kerajaan di masa sekarang, Raja Luid menunjukkan ekspresi yang penuh ketakutan. Bahkan para Dewan dan Penasihat Kerajaan dibuat heran.


Beberapa hari setelah itu, Raja Luid tidak diketahui keberadaannya dan tak pernah ditemukan lagi.


Di sisi lain, pada saat serangan terjadi, beberapa orang dari Kerajaan Gybon yang berhasil menceburkan diri ke muncul ke permukaan air beberapa jam setelah Pasukan Langit kembali. Kemampuan mereka menyembuhkan diri membuat mereka dapat bertahan dalam kondisi sesakit apapun.


Salah satu dari mereka mengajak untuk berenang ke lubang palung laut. Di dalam sana terkubur pusaka-pusaka yang mampu membuat mereka beradaptasi menjadi makhluk laut. Mereka sepakat dan berenang menuju palung yang dimaksud. Salah satu dari mereka memimpin, 11 orang lainnya mengikuti.

__ADS_1


[Next Part 4]


__ADS_2