
Setelah Luke menceritakan semua rahasia yang dulu sempat diceritakan blandina.
Austin terlihat sedikit kesal, karena merasa seperti orang bodoh yang tidak tahu apa-apa tentang wanitanya.
Tiba-tiba, lampu di ruangan operasi padam. Tanda bahwa operasi telah selesai. Austin terlihat gelisa saat Edward keluar dari ruangan tersebut masih memakai baju khususnya.
" Bagaimana keadaanya, Edward ?" Tanya Austin terlihat cemas.
" Kondisinya sudah stabil. Untung peluru tersebut tidak mengenai organ vital. Jelas Edward, dokter khusus bedah di Stewards Grace Hospital.
" Thanks Ed, aku sangat menghargai usahamu !! " Timpal Austin
" Itu sudah menjadi tugasku, Austin " balas Edward, yang ada penanggung jawab di Rumah sakit milik Austin sekaligus sahabatnya.
" Bolehkah aku menemuinya ?" Tanya Austin
" Tentu saja, tapi kondisinya masih dibawah pengaruh obat bius. Jadi mungkin beberapa menit lagi dia akan sadar " timpal Edward menjelaskan.
Austin mengangguk paham.
Luke merasa tertampar dengan kejadian tersebut. Dia benar-benar tidak menyangka, obsesi Jasmine bisa membuatnya hampir membunuh sahabatnya sendiri.
" Hey...,Luke !! Panggil Austin membuyarkan lamunannya.
" Ada apa ?? " Tanya Luke terhadapnya.
" Aku akan menemani Ave didalam. Pulanglah dan lihat kondisi wanita itu. Aku tidak ingin melihatnya lagi " timpal Austin sembari meninggalkan Luke sendirian.
Luke memutuskan untuk kembali ke villa Robertson
Villa Robertson pukul 02.00 siang waktu Skotlandia
" Bagaimana keadaan jasmine bibi Eliz ? " Tanya Luke saat berpapasan dengan bibi Eliz di tangga villa.
" Dia sudah sadar, dan dari tadi menangis terus Luke. Kalian ada masalah apa ?" Tanya bibi Eliz penasaran.
" Ceritanya panjang,bi. Nanti aku ceritakan " jawab Luke sembari naik ke atas
Kreeekk !!!
Pintu kamar Jasmine terbuka. Jasmine mendongak dan melihat wajah Luke yang muncul dihadapan nya .
Matanya terlihat bengkak. Wajahnya terlihat sangat berantakan.
" Bagaimana keadaan mu, jas ? " Tanya Luke sembari duduk di tepi ranjangnya.
" Apakah aku terlihat baik-baik saja, Luke " tanya Jasmine sendu.
Luke menarik napas kasar. Bingung harus berbicara seperti apa kepadanya.
" Jangan menatapku seperti itu, seakan-akan aku sudah membunuhnya " ucapnya tanpa bersalah.
" Hampir membunuhnya, jas. Ucap Luke sambil menggeleng kepalanya tak percaya mendengar ucapan Jasmine barusan.
" Kalau saja,Ave bisa menepati janjinya aku tidak akan menembaknya, Luke !! " Ucapnya terdengar emosional.
" Itu bukan janjinya, tapi kau yang memaksanya Jas !!!! " Timpal Luke geram
" Huh..., Jadi sekarang kau juga ikut-ikutan akan memusuhiku karena Ave, Luke ??? " Tanyanya sambil tersenyum sinis terhadapnya.
Suasana hening sejenak... Jasmine menatap Luke dengan tatapan yang nyaris tidak bisa diterka.
" Aku senang karena sudah menghancurkan hidupnya " timpal Jasmine
__ADS_1
" Menghancurkannya ??? Tanya Luke bingung.
Jasmine berdirih dari ranjangnya dan berdirih dekat jendela sambil menatap pohon didekat jendela kamarnya.
" Nyonya Celine adalah bibiku " pengakuannya membuat Luke tersentak dari ranjang.
Luke lalu mendekati Jasmine dan menatapnya sedikit kesal.
" Jangan bilang kedekatan Celine dan ayah Ave bukan kebetulan,Jas..." Tukasnya terlihat kesal
Jasmine tertawa pelan seakan-akan tengah menertawakan kebodohan Luke.
" Kamu pintar dalam mengambil sebuah kesimpulan, Luke. Ucapnya sambil memperlihatkan tawa kemenangan nya.
" Astaga jas....!!! Apa yang telah kamu lakukan " umpatnya emosional mendengar pengakuan Jasmine.
" Itu belum seberapa,Luke..!!" Timpal Jasmine sambil tersenyum sarkas kearahnya.
" Belum seberapa kamu bilang ?!! Jas,,,lebih baik kamu tidak usah membuat sesuatu yang nanti malah membuatmu dalam kesulitan " ucap Luke memperingatkan.
" Kamu mengancamku,Luke ??" Sindir Jasmine sambik menaikan sebelah alisnya.
" Aku tidak mengancam-mu, aku hanya memperingatkan mu saja !! Austin bukan orang yang akan mengulang kalimatnya dua kali. Dan aku rasa kamu juga tahu itu, jas. Jangan membuat ulah dengan nya !! Ucap Luke sembari meninggalkan kamar Jasmine.
Jasmine menghentakkan kakinya kesal. Dia benar-benar frustasi karena ucapan Luke barusan.
Diapun cepat-cepat mengambil telpon genggamnya dan menelpon seseorang.
Sementara itu di Stewards Grace Hospital, Austin masih setia menjaga blandina dengan harap-harap cemas.
Dia membelai wajah blandina yang mulus.
" Gadis ini benar-benar membuatku terhipnotis. Dia seperti titisan peri !! Gumannya tak terdengar.
" Cantik " ucapnya pelan
" Ave ??!!! " Timpalnya senang
" Kamu sudah sadar, sayang !! Lanjutnya bahagia melihat blandina telah sadar.
Diapun bergegas menuju interkom yang terkoneksi langsung keruangan Edward.
" Ada apa Austin ??" Tanya suara disebarang sana.
" Ave telah sadar. Cepat kemarilah !! " Perintah Austin saking bahagianya.
Diapun kembali ke bibir ranjang dan memegang tangan pucat milik blandina.
" Hey...,apa yang kamu rasakan, sayang ??" Tanya Austin cepat
Blandina menatap sayu kearahnya.
Nampak sebuah senyum tersungging diwajah cantiknya.
" Am okay, Austin..thanks !! Ucapnya pelan
" Syukurlah " jawab Austin lega
Pada saat bersamaan, Edward datang ditemani satu perawat lainnya.
" Biarkan aku memeriksanya terlebih dahulu " pinta Edward kepada Austin.
Austinpun memberikan ruangan untuk Edward dan asisten nya.
Beberapa saat setelah pemeriksaan.., Edward mendekati Austin yang masih setia menunggu dibelakangnya.
" Kondisinya sangat baik, aku akan memberikan beberapa resep agar luka jahitannya cepat kering " jelas Edward
__ADS_1
" Thanks, bro !!" Ucapnya sembari mendekat kearah blandina
Edward dan asisten nya meninggalkan ruangan tersebut.
" Aku benar-benar mengkhawatirkan dirimu Blandina avelia " ucap Austin tulus.
Blandina tersenyum bahagia mendengar ungkapan Austin kepadanya.
" Terimah kasih Austin " jawabnya dengan mata berkaca-kaca.
" No...no..don't cry..u are my mine. I Will doing anything for u.., anything !! Don't say thank you, okay !!! Ucapnya sambil setengah membungkuk dan memeluk hangat gadisnya.
Blandina balas memeluk kekasihnya dengan sejuta kebahagiaan.
Tiba-tiba terdengar ketukan di luar.
Austin melepaskan pelukannya dan segera membuka pintu tersebut.
" Bolehkah aku melihatnya ?" Tanya seseorang yang ternyata Luke.
" Masuklah !! " Austin mempersilahkan Luke masuk.
" Hai..., Bagaiman keadaanmu ?" Tanya Luke
" Sudah lebih baik, Luke ... Thanks !! " Jawab blandina sambil tersenyum
" Syukurlah, Ave !! Ucapnya sambil menatap iba kepada sahabatnya yang sempat membuatnya jatuh cinta.
" Dimana Jasmine, Luke ?? " Tanya blandina tiba-tiba
Luke menatap Austin sebelum menjawab pertanyaan blandina. setelah mendapatkan persetujuan dari Austin Luke pun menjawab pertanyaan Blandina.
" Dia masih di villa..., Bibi Eliz dan paman Teddy yang menjaganya " jawab Luke.
" Aku kesini sekaligus pamit akan kembali ke Inggris.., aku tidak bisa berangkat bersama dengan kalian karena besok pagi aku ada pemotretan dengan salah satu agensi , maaf !!! Ucapnya panjang lebar.
" Its okay, Luke. Aku ngerti kok!!! Sambil tersenyum ramah kearahnya.
Austin masih memasang wajah dinginnya melihat keakraban kedua orang didepannya.
" Tahan Austin, itu hanya senyuman biasa !!! Rintihnya sedikit jengkel.
" Maafkan aku, karena membuat liburan kita agak sediki berantakan " timpal blandina dengan wajah menyesal.
" Itu bukan salahmu, darl !!! Jangan mengklaim diri sendiri !!! " Potong Austin cepat dengan sorot matanya yang tajam
" Kita akan bertemu besok malam, Luke" timpal Austin sambil duduk di sisi blandina.
" Kita akan ke Inggris besok , Austin ?? Tanya blandina
Austin mengangguk sambil merapikan anak rambut blandina.
" Tepatnya besok pagi, darl " ucapnya posesif
Setelah cukup lama mengobrol, Luke akhirnya pamit pulang.karena sebentar lagi dia akan kembali ke Inggris terlebih dulu.
Austin ijin pamit mengantarkan Luke sampai depan.
" Besok, temui aku di kantor. Ada hal yang harus aku tanyakan Luke " timpal Austin
" Aku juga austin !! Ada hal yang harus aku ceritakan " jawab Luke
Austin menatap Luke sejenak.
" Baiklah, see u there dude !! " Ucap Austin dan kembali masuk menemui blandina.
Luke pun bergegas meninggalkan rumah sakit dan bersiap untuk kembali ke Inggris.
__ADS_1