
Pagi-pagi sekali blandina telah selesai mandi dan menikmati sarapan yang telah dibuatkan oleh aunty kesayangannya.
" Dimana Celine dan putrinya " tanya blandina saat menyadari belum ada tanda-tanda dari kedua orang tersebut.
" Mereka masih dikamarnya" jawab aunty Rachel.
" Ck.., dasar menyebalkan!!" Gerutu blandina dalam hati, namun terbaca oleh bibi kesayangan nya.
" Biarkan saja mereka,sayang. Sekarang cepat habiskan makanan mu dan bersiaplah ke kampus" ucap aunty Rachel lembut seperti biasanya.
Blandina merasakan sosok ibu hadir kembali. Diapun memeluk bibinya dengan perasaan damai.
" Peluklah aku kapan pun kamu mau, nak !!" Ucap aunty Rachel seakan mengerti kegundaan yang menghampiri ponakannya.
Uncle Thomas tersenyum haru melihat pemandangan dihadapannya.
Rachel kembali menyiapkan sarapan untuk suaminya saat menyadari kehadiran suaminya di ruang makan.
" Selamat pagi paman " sapa blandina sambil memakan sarapan yang telah disiapkan aunty Rachel.
" Selamat pagi, Ave. Senang melihat wajahmu yang mulai kembali ceria " jawab uncle Thomas.
" Bagaimana pertemuan semalam dengan pak arka,uncle ??" Tanya blandina disela-sela makannya.
" Everything its okay , Ave. Kita tinggal menunggu hari H-nya. But anyway, kata pak arka akhir-akhir ini banyak pengeluaran dari rekening Celine. Sepertinya mereka terlalu banyak menghabiskan uang daddymu ..!! Ucap uncle Thomas.
" Besok aku akan ke kantor Daddy dan menyuruh clowy membekukan kartu milik perempuan itu " ucapnya sedikit emosi.
Paman Thomas bernafas lega mendengar ucapan ponakan kecilnya.
" Lakukan yang menurut kamu baik ,nak !!" Ucap paman Thomas memberikan semangat.
Diangguki bibi Rachel.
Ngurah Rai university
12.00 siang, waktu bali
" Ini sudah keputusan terbaikmu, blan .? " Tanya Sarah sedih
Blandina mengangguk pelan.
" Terlalu banyak kenangan pahit yang terjadi disini,Sar !! Jawab blandina datar.
" Aku akan kembali ke Edinburgh. Setidaknya disana masih ada kenangan manis yang masih bisa aku peluk" sambungnya.
Sarah memeluk blandina di bangku taman.
" Aku pasti akan selalu merindukanmu, bland !!" Ucapnya sedih
" Aku juga " sahut blandina berusaha setenang mungkin di hadapan sahabatnya.
Sarah melihat berkas kepindahan milik blandina ditangan perempuan berwajah teduh itu. Hatinya terasa pedih..., Bagaimana tidak, pertemanan yang terjalin selama hampir dua belas tahun harus terhalangi ,ruang dan waktu.
" Jangan sedih terus dong, gimana kalau kamu pindah kesana aja " usul blandina .
Sarah mengangkat dahinya mendengar ucapan blandina.
" No way...,kamu kan tahu nyokap kayak apa orangnya" ucapnya dengan memanyunkan bibirnya.
" Ya kan dicoba dulu ,Sar. Kali aja di ijinkan kuliah bareng aku " tandasnya sambil tersenyum miring kearah Sarah.
Sarah menghempaskan nafasnya kasar.
" Iya deh...,nanti coba aku tanyain nyokap dulu " ucap Sarah
" Nah gitu dong !!" Timpal blandina sembari tersenyum kearah Sarah.
Mereka melanjutkan obrolan mereka, sambil sesekali mengunyah cemilan yang dibeli di kantin kampus.
Ketika lagi asyik-asyiknya ngobrol, tiba-tiba sosok jangkung dengan wangi maskulin datang menemui mereka.
Sontak kehadiran pria tersebut membuat keduanya tersentak.
" Jeffrey???!!!"
Ucap keduanya kaget.
" Hai, sarah.hai blan !!" Sapa Jeffrey dengan jass berwarna abu-abu yang semakin memperlihatkan ketampanan seorang pria diatas rata-rata.
Kehadiran Jeffrey membuat blandina teringat dengan Samantha.
" Boleh aku bergabung??" Tanya Jeffrey
__ADS_1
Sementara Sarah, terlihat kurang senang dengan kedatangan Jeffrey, yang menurut dia terlalu anak mami
Tidak ada respon dari Sarah, akhirnya blandina mengangguk pelan.
" Sarah, bolehkah aku ngobrol berdua dengan blandina??" Tanya Jeffrey.
" Buat apa ??! Buat deketin dia lagi, lalu ngancurin lagi,gitu ???! " Cerocos Sarah tanpa ampun.
Sementara Jeffrey terlihat menelan salivanya kasar.
Blandina hanya menunduk tanpa melihat kearah Jeffrey.
Sementara dari kejauhan,nampak arabele yang tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
Diapun segera mengambil beberapa gambar untuk dijadikan tameng disaat tertentu.
Sambil mengulas senyum penuh penekanan, arabele pun berlalu dari tempat itu.
" Aku baru kemarin tahu soal Daddy kamu dan langsung berangkat kesini.aku turut berdukacita,blan !!" Ucap Jeffrey tulus.
" Terimah kasih Jeff " balas blandina
Sementara Sarah malah tidak menghiraukan perkataan Jeffrey.
" Nggak usah sok peduli, kemana aja anda selama ini ??" Ucapnya mendumbel.
" Sar...," Tegur blandina pelan
" Yah sudah, aku tungguin kamu di parkiran. Jangan lama-lama, ingat kamu tuh tunangannya tuan Austin " timpal Sarah sembari sambil melirik dengan tatapan menjengkelkan kearah Jeffrey.
Kini tinggal Jeffrey dan Blandina di bangku taman.
" Apa kamu benar-benar mencintai Austin Stewards??" Tanya Jeffrey dengan pandangan penuh arti.
" Aku sudah mencintai austin semenjak kecil,Jeff" ucapnya sambil menatap ke depan.
" Perasaan aku terhadapnya sangat kuat, begitu juga sebaliknya" sambungnya
" Lalu aku ?? Bagaimana perasaanmu terhadapku? Masih samakah ??" Cicitnya penuh harap
Blandina menarik napas pelan dan menghempasnya kuat.
" Jujur, semenjak kamu memutuskan untuk mengikuti kehendak ibumu untuk memilih Aline. Semenjak itu aku belajar untuk melupakan hal yang tidak mungkin aku gapai. Dan Austin tiba-tiba hadir kembali dalam kehidupanku" ucapnya sambil tersenyum kecil.
" Entah lah,Jeff...," Sembari menatap Jeffry. Sekarang ini aku hanya ingin menjaga apa yang perlu aku jaga. Maafkan aku !!" Timpal blandina.
Terdengar desaan napas berat dari Jeffrey.
" Bolehkah aku memelukmu untuk yang terakhir kali ??" Tanya Jeffrey
Lama tanpa ada jawaban, Jeffrey bertanya kembali.
Blandina mengangguk pelan .
Jeffry pun segera memeluk blandina erat.
" Maafkan aku ,blan. Tapi aku tidak akan membiarkan kamu bersama dengan Austin " Rintihnya dalam hati.
" Blandina melepaskan pelukan Jeffrey, saat terdengar dering handphone miliknya.
Ternyata Austin yang menelpon.
" Masih di kampus ?? Tanya suara dari seberang sana
" Iya, ini juga mau balik tapi aku mau mampir ke perusahaan Daddy sebentar " jawab blandina
" Alihkan ke panggilan video,darl " titah Austin
Blandina pun mengikuti perintah sang kekasih.
Nampak sebuah wajah muncul dengan tatapan yang terlihat aneh.
" Manusia sialan itu,masih bersama mu ??" Tanya Austin cepat
Blandina terkejut mendengar ucapan Austin.
" Bodoh sekali, bukankah austin telah menaruh orang-orang suruhannya untuk berada di sekitar aku " rutuknya dalam hati
" Aku mendengarnya dengan baik,tuan Austin " timpal Jeffrey disampingnya.
Austin tersulut emosi saat mendengar ucapan Jeffrey yang seakan meledeknya.
" Ave, kamu pergi sekarang juga dari situ, atau saat ini juga aku akan meninggalkan rapat disini dan pergi menemui??!! Ucap Austin yang terdengar kurang masuk akal..hehehe
__ADS_1
" Ada-ada aja,kamu. Memangnya kamu punya pintu Doraemon kah ??! Ucap Jeffrey memancing amarah Austin yang suka cemburuan dan gelap mata.
" Jeffry, bolehkah jangan mengganggu aku ??" Timpal blandina buka suara karena sudah tidak tahan mendengar lemparan kata dari mereka berdua.
" Pergi dari tempat itu, Ave. Jangan memancing kemarahan ku !!" Ucapnya menahan amarah.
" Iya...ini juga mau pergi kok. Jeffry aku duluan yaa..bye !!" Pamit blandina sopan.
Jeffry mengangguk pelan dengan tersenyum tipis kearah blandina.
Blandina pun mendatangi sarah di tempat parkir dan merekapun meninggalkan kampus, sementara panggilan video tetap berlangsung.
" Kamu bolehkan nemenin aku ke perusahaan Daddy ?? Tanya blandina
Diangguki oleh sahabatnya,Sarah.
Mobil BMW milik Sarah menuju kantor tuan Robert Anderson.
" Aku harus menyelesaikan masalah disini, sebelum kembali ke Edinburgh" guman blandina dalam hati
" Kok melamun siy,blan ??" Tanya Sarah sambil menyetir
" Gak kok Sar, aku ngerasa capeh aja dikelilingi masalah yang seakan-akan gak pernah habis dalam hidup aku !!" Cicitnya sambil menghempaskan nafasnya kasar.
" Yang sabar yah blan.., aku akan mendoakan yang terbaik untukmu !!" Ucapnya sambil mengusap pelan pundak sahabatnya.
" Sayang, sudah dulu ya nanti Sampai rumah kita telponan lagi " pinta blandina diikuti senyum manisnya.
" One kiss " dengan wajah memohon.
" Ihh...kan ada Sarah, Austin. Jangan yang aneh-aneh deh !!" Ucap blandina dengan memanyunkan bibirnya.
Mendengar itu,Sarah tertawa kecil.
" Yah udah, nih aku merem!!" Ujarnya sembari menutup kedua matanya.
Blandina tersipu malu melihat kedua orang yang berada di hadapannya.
" Ayo cepat, sebelum sahabatmu mengintip" timpal Austin jayus.
Sarah malah tertawa terbahak-bahak mendengar gurauan Austin.
" Muacchhhhhhh 💋" tiba-tiba suara dengan mode mencium terdengar ditelinga Sarah maupun austin
" Thank you love ..!" Ucapnya sembari mengakhiri obrolan mereka berdua.
" Austin orangnya romantis ya. Nggak salah deh kamu milih dia jadi yang terakhir" jujur blandina dengan raut wajah terkesan.
Blandina hanya membalasnya dengan seuntai senyum manisnya.
Akhirnya sampai juga mereka di perusahaan Anderson Corp.
Menyadari sang pemilik Anderson Corp datang, seorang resepsionis langsung menelepon tuan Edwin Wijaya selaku general manager di perusahaan tersebut .
Blandina disambut tuan Edwin dan mengarahkan nya langsung ke ruangan presdir.
" Tuan Edwin, tolong panggilkan clowy ke sini " timpal blandina lalu duduk disofa yang berada diruangan tersebut.
Blandina menatap kursi Presdir yang biasa dipakai ayahnya.
Tiba-tiba matanya berembun mengingat sosok yang sempat membuatnya sedikit kesal bercampur amarah.
Sarah yang menyadari hal tersebut, langsung memeluk sang sahabat.
" Diakhir hembusan nafasnya pun, aku nggak sempat ngobrol sama Daddy Sar !!" Ucapnya terdengar lemah
" Hey..., Jangan bersedih terus. Life must go on. Aku berjanji akan selalu menjadi sahabat dalam suka maupun dukamu. Kamu harus bangkit untuk membalaskan semua perbuatan Celine dan putrinya. Kamu nggak boleh lemah seperti ini terus!! Timpal Sarah panjang lebar.
Tak lama kemudian pintu diketuk. Blandina menghapus air matanya dan menyuruh mereka masuk.
" Selamat siang,nona blandina" sapa clowy lembut.
" Siang juga Mrs clowy.., silahkan duduk !!" Balas blandina sembari mempersilahkan sang manajer keuangan tersebut untuk duduk disampingnya. Sementara Sarah, memilih untuk duduk di sofa lainnya bersebelahan dengan tuan Edwin.
" Maaf mengganggu pekerjaan mu,Mrs clowy. Tapi aku tidak bisa menunggu sampai besok." Sembari menatap sang manajer keuangan tersebut.
" Aku ingin kamu bekukan kartu miliki Celine dan putrinya " timpal blandina tegas.
" Baik nona, ada lagi ??" Tanya clowy dengan wajah lembutnya.
" Untuk sekarang ini, itu saja .., aku akan kembali ke rumah. Tolong, jagalah perusahaan Daddy aku tuan Ed, clowy. Aku mempercayakan perusahaan Daddy aku sama kalian. Ini adalah satu-satunya kenangan yang masih tertinggal disini. Setidaknya , yang pernah momi aku lakukan " jelasnya dengan pandangan berkabut.
" Baik, nona. Kami akan menjaga perusahaan ini dengan jiwa dan raga kami. Kami akan menunggu hari dimana nona akan duduk di kursi pimpinan itu " ucapnya sembari menatap kursi kosong milik presdir anderson.
__ADS_1
" Terimah kasih clowy, aku pamit !!" Ucapnya sambil berdirih dari kursi sofa diikuti Sarah.