
Apa yang sedang kalian berdua pikirkan ??" Tanya blandina sambil menyuguhkan dua gelas coffea green tea.
" Siapa yang membawa prince, Ave ??" Tanya Austin sambil menatapnya
" Kan tadi aku sudah katakan, kalau prince sedang mengunjungi keluarganya setelah hampir setahun ini tidak bertemu " jawab Ave sembari tersenyum
" Keluarga lain, maksudnya bibi dan paman kamu ??" Tanya Austin sambil menatap tajam kearahnya.
" Bukan, yang pasti keluarga yang sangat mencintai prince. Kalau bukan karena mereka, aku mungkin belum bisa memaafkan kamu " ucapnya seraya mendengkus kesal.
" Diminum stiff, kuenya segera menyusul " tutur blandina mengalihkan pembicaraan
Tiba-tiba seorang perempuan dengan wajah khas Melayu yang cantik dengan rambut bergelombang batas pinggulnya memasuki ruangan tersebut dengan membawa cake strawberry kesukaan Austin.
Stiff menatap penuh arti kearah gadis mudah tersebut.
Sungguh, dirinya sama sekali tidak berkedip.
Sementara Elma,terbujur kaku melihat sosok pria yang duduk tepat disamping pria lainnya yang mirip dengan prince.
" El, duduk dulu yuk. Kita ngobrol sebentar,kebetulan selama ini kamu menanyakan daddynya prince. Jadi sekalian, aku akan mengenalkan Daddy prince kepadamu" jelas blandina terlihat bahagia.
" Elma.." panggil blandina kembali
" Ehk..,maaf Ave. Aku tidak mendengarnya" ucapnya sambil menatap tak percaya sosok pria yang sedang menatapnya
" Harry " Rintihnya menahan sesak didada
" No..,Harry sudah meninggal " Rintihnya tertahan.
Karena tidak ingin ada yang menaruh curiga, Elma akhirnya duduk disamping blandina dengan sejuta perasaan yang tidak dapat dibendung.
Dia berusah semaksimal mungkin agar tidak terlihat aneh didepan blandina dan kedua pria tersebut.
Gadis yang bernama Elma tersebut, atau biasa dipanggil El menoleh sejenak kearah Austin sambil tersenyum hangat. Dari wajahnya Austin, Elma sudah bisa menebak kalau pria bermata hijau dihadapannya adalah daddynya prince. Wajah mereka berdua memang bagai pinang dibelah dua.
Elma mengambil tempat duduk disampingnya blandina.
" Ini Elma , gadis yang hampir setahun ini menemani aku dan prince. Dia berasal dari Indonesia timur. Dia sekarang bekerja di butik aku sebagai desainer!!" Tutur blandina.
Stiff semakin takjub setelah mengetahui sedikit tentang gadis berparas ayu tersebut. Dirinya bahkan tidak berkedip menatap Elma, sosok ayu disamping blandina.
Setelah lama bercakap-cakap, Elma pamit kembali ke kamarnya karena ada desain yang belum diselesai dikerjakan.
Mereka bertigapun kembali melanjutkan obrolannya.
" Besok kita akan berangkat ke inggris. Dua hari lagi, Arthur akan merayakan ulang tahunnya yang ke empat tahun, kita harus berada disana " ucap blandina sambil menatap Austin
" Ck..,kamu kembali ke inggris karena hal itu ?? Bukan karena merindukanku dan kenangan kita ??" Tanya Austin sambil menggodanya
Blandina terlihat kesal,namun berusaha ditahannya karena stiff masih bersama dengan mereka .
Stiff yang merasa menjadi pengganggu untuk dua sejoli yang baru saja berbaikan, akhirnya pamit untuk mencari udara segar.maklum, Bern adalah salah satu kota terindah yang berada di Swiss. Tempat yang dikelilingi oleh pegunungan yang indah dan sejuta pemandangan alam yang luar biasa indahnya membuat kota Bern menarik banyak wisatawan ditempat ini.
Setelah stiff menghilang dibalik pintu , blandina segera mendekat kearah Austin dan mencubit lengan kokoh Austin dengan sekuat tenaga.
" Auuuooooo.,hey...what wrong baby ??" Tanya Austin kaget saat mendapatkan rasa perih dilengannya.
" Bikin malu aja!!" Sungut blandina protes atas tingkah Austin barusan.
" Kok bikin malu siy sayang ??" Tanya Austin sembari mengusap lengannya yang sakit
__ADS_1
" Ah ..., Sudah mending kuenya dihabiskan sebelum aku memberikan semuanya kepada stiff " timpal blandina jengkel
" Mhhp, no...no...!! Ucap Austin cepat sambil mengambil sebuah piring yang berisi kue strawberry kesukaannya.
" Oh iya sayang. Aku tuh masih penasaran sama gadis yang bernama Elma tadi. Kok bisa kenal sama kamu ?? Tanya Austin penasaran.
" Mata kamu ya,,gak bisa lihat yang bening bening aja langsung silau " protes blandina dengan bibir cemberutnya.
Austin tertawa terbahak-bahak melihat wajah imut blandina.
" Kamu mikirnya terlalu berlebihan sayang, aku tidak akan pernah menduakan kamu. Cukup satu kali saja aku kehilangan kamu, Ave. Aku tidak ingin kehilangan kamu lagi !!" Ucap Austin jujur dengan sorot mata meyakinkan.
Blandina gugup melihat tatapan mata Austin yang sangat mendominasi. Mata indah miliknya benar-benar sama dengan prince, putranya.
Blandina segera mendekat lalu mengecup pelan bibir Austin.
" I believe u " bisik blandina lalu kembali ke tempatnya semula.
" Duduk disini aja, love " ucap Austin sambil menarik blandina duduk disampingnya.
" Ceritakan lah tentang gadis itu, aku akan menjodohkan dengan stiff si jomblo abadi !!" Tukasnya sambil tersenyum kecil.
" Plakkk " terdengar tepukan di dahi Austin
" Auooo, sakit sayang !!" Ucapnya meringis
Tatapan wajahnya blandina seakan memprotes ucapan Austin barusan.
" Kamu tidak kasihan melihat dia dari dulu kesepian??" Protes Austin sambil memegang jidatnya yang ditepuk blandina
" Kamu yang membuatnya kesepian,Austin !!" Ucap blandina terlihat kesal
" Kenapa ya jadi aku yang disalahkan??" Tanya Austin sambil menunjuk dirinya sendiri.
, Dasar !!!" Timpal blandina ketus
Austin tertawa geli melihat wajah kesal wanitanya.
" Baiklah, kalau begitu bantu aku mencarikan seorang perempuan untuk stiff, okey ??!!!" Ucapnya jayus
Blandina menarik napas pelan.
" Whatever " jawab blandina singkat sambil memutar bola matanya malas.
" Ternyata selain memimpin perusahaan, kamu bisa juga ya jadi seorang Miss cupid " ucap blandina mengejek Austin.
Austin berubah masam.
" Ck..,ini hanya berlaku untuk stiff karena dia sudah bekerja keras membantuku mengurus perusahaan aku" ucapnya mantap.
" Sekarang, ceritakan all about thats girl, okay !!" Sambungnya
" Apa yang harus aku ceritakan, Austin. Elma sedikit tertutup. Tapi yang aku tahu, dia kesini karena ingin mencari pekerjaan baru setelah dipecat dari perusahaan lamanya di USA !!" Ucapnya sambil menatap Austin.
" Hmmp, terus gimana dong kalau kita sama sekali tidak tahu apa-apa tentang gadis itu " tanya Austin
" Elma, Austin. Gadis itu punya nama, namanya Elma !!" Protes blandina kembali.
" Dia sudah aku anggap seperti adik sendiri !!" Sambungnya dengan mata melotot.
" Okay, IM sorry !! Ucapnya minta maaaf. "Jadi bagaimana caranya kita bisa mendekatkan Elma, adikmu dan stiff !!" Sergah Austin mulai kesal di protes terus sama blandina.
__ADS_1
" Kalian laki-laki,pasti tau dong cara membuat seorang wanita jatuh hati "
Ucapnya sambil meninggalkan Austin yang masih bengong sendiri.
" Dasar Austin,bego !!! Pekiknya dalam hati. "Bukannya dia kesini mau membujukku untuk kembali ke inggris, malah ngurusin urusan orang lain " ucapnya kesal,sambil menggesekan kakiknya karena kesal.
" Ada apa Ave ?? Are u okay ??" Tanya Elma yang ternyata sedang berdirih di dekat kulkas sambil memegang sebuah gelas berisi air putih.
" Ah...,itu tadi ..aku...-!!" Ucapnya gelagapan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Besok, ikut aku ke inggris yaa. Dua hari lagi sahabat aku akan merayakan ulang tahun putranya " timpal blandina mengalihkan pembicaraan.
" Aku ?? Ke inggris ?? Tanya Elma kaget.
" Iya, kenapa ?? Kan kita belum ada pesanan yang masuk daftar list kan ?? Tanya blandina kembali.
Elma menggeleng pelan.
" Aku harus menyelesaikan desainer musim dingin, Ave !!" Timpal Elma tak enak hati karena selalu menolak ajakan Ave beberapa waktu belakangan.
" Musim dinginnya masih beberapa bulan,El. Kamu tuh butuh healing, gak baik disini terus !!" Timpal blandina menimpali.
" Tapi, Ave..- "
" No...,besok pagi kita akan berangkat . Aku tidak ingin ada alasan lain lagi. Aku tahu, kalau desain baju musim dingin kamu sudah selesai dirancang !!" Ucapnya tegas, dan berlalu dari hadapan Elma dan kembali menemui Austin.
Pada saat bersamaan, stiff masuk.
Elma terkejut melihat sosok tersebut.
Matanya memanas, ingin rasanya dia menangis namun dia berusaha untuk menahannya.
" Haii... " Sapa stiff gugup
Elma tidak membalasnya malah, air matanya tumpah.
Diapun berlari masuk kedalam kamarnya.
Sementara stiff dibuat bingung dengan tingkah gadis ayu tersebut.
" Apa ada yang salah dengan diriku ??" Rintihnya dalam hati.
Diapun segera membuka freezer tersebut, dan mengambil beberapa buah yang berada dalam kulkas tersebut.
Setelah itu dia kembali keluar, dan menikmati buah-buah tersebut.
Masih dengan rasa penasaran, stiff mengunyah apel yang berada di tangannya, dia memikirkan gelagat aneh perempuan yang bernama Elma tersebut.
" Apa gadis itu merasa takut denganku ??" Ucap stiff bermonolog sendiri.
" Wajahku...-" sambil melihat kearah kamera ponsel miliknya.
" Everything is good..., Tidak kalah tampan dengan Austin...!!!" Ucapnya bermonolog kembali.
Tanpa disadari, sepasang mata indah dengan bulu mata lentiknya tengah memandangi stiff yang masih asyik memandangi dari balik jendela kamarnya.
Yupp...,Elma adalah sosok tersebut.
Tanpa disadari, dua buah buliran bening mengalir dari wajah ayunya.
" Harry,...i Miss u so bad " Rintihnya sambil terisak di balik gorden putih jendela kamarnya.
__ADS_1
" Ini sudah lima tahun kepergian mu, namun sekarang ada orang lain yang memiliki wajah sepertimu muncul dihadapanku...,apa yang harus aku lakukan ..,hiks ...hiks !!" Isaknya pelan.
Elma tenggelam dalam sedihnya. Setelah hampir tujuh tahun tidak pernah lagi dirinya menangisi kepergian sang kekasih, namun sekarang takdir membawanya menemukan sosok yang telah lama pergi.