
Hari ini Austin dan Blandina akan berangkat ke Edinburgh.
Austin akan mengunjungi salah satu cabang perusahaannya, sedangkan blandina akan mengurus kepindahannya di Edinburgh. Dia telah memilih Heriot-watt university, salah satu universitas terbaik selain University of Edinburgh.
Musim dingin di Edinburgh biasanya lebih banyak turun hujan dibandingkan salju.
Sedangkan musim panas, biasanya dipenuhi sinar matahari namun tetap sejuk.
" Hallo darling ??" Sapa aunty Rachel sambil memeluknya.
" Hai aunty " balas blandina sambil memeluk aunty Rachel.
" Dimana Austin ??" Tanya aunty Rachel saat tidak melihat kehadiran pria tampan tersebut.
" Baru saja pergi, lagipula ada urusan yang harus cepat-cepat dia selesaikan. Nanti malam dia akan kesini " jawab blandina diikuti senyum simpulnya.
Aunty Rachel mengajak blandina masuk.
" Dimana Tamara ??" Tanya blandina saat tidak melihat keberadaan adik sepupunya.
" Tamara kemarin baru berangkat ke Swiss , sayang " jawab aunty Rachel.
Blandin membalasnya dengan ber-O ria.
" Makan dulu yuk, bibi sudah siapin makan siang kesukaan kamu " ucap aunty Rachel lembut seperti biasanya.
Tanpa menunggu lama blandina segera mengikuti aunty Rachel menuju meja makan.
" Hari ini paman sedang meeting dengan beberapa pemegang saham. Sepertinya perusahaan kali mulai mulai mendapatkan kemajuan semenjak Stewards Corp menjadi salah satu investor disana " jelas aunty Rachel memuji sang pewaris Stewards Corp tersebut.
" Austin Memang punya aura pebisnis yang kuat, setiap perusahaan yang bekerja sama dengannya pasti akan mengalami perubahan yang baik " ucap blandina sembari menikmati makan siang yang disiapkan oleh aunty kesayangannya.
Setelah makan siang, blandina membersihkan dirinya dan beristirahat sejenak.
Besok dia akan mengunjungi Heriot-watt university untuk melakukan registrasi pendaftaran kuliah.
Dirinya terlelap cepat dalam alam mimpinya.
Tubuh serta otaknya benar-benar lelah setelah melewati fase yang cukup menyedihkan dalam hidupnya.
Pukul 7malam waktu Edinburgh, blandina baru keluar dari kamarnya.
Nampak di meja makan , paman serta bibinya tengah menunggu kedatangannya.
" Bagaimana tidurnya " tanya aunty Rachel sembari memberikan piring dan sendok buat blandina.
" Well , its good " jawab blandina sembari mengambil makanannya.
Sementara lagi menikmati makan malam, terdengar deru mesin mobil memasuki pekarangan rumah.
" Itu pasti Austin" timpal blandina seraya meninggalkan meja makan.
Klek
Suara pintu dibuka
__ADS_1
" Au..st-" ucapan blandina menggantung saat melihat sosok pria di hadapannya.
" Selamat malam, bland " sapa pria tersebut yang ternyata Jeffrey Nugraha.
Wajah sumringah blandina berubah aneh saat melihat sosok yang berdirih dihadapannya.
" Hai..., Jeffrey" sapa blandina sambil tersenyum kikuk kearahnya.
" Boleh aku masuk??" Tanya Jeffrey diikuti senyum khasnya.
" S-sure " jawab blandina gelagapan.
Sembari melihat kedepan. Dia benar-benar risau dengan kehadiran Jeffrey. Austin akan salah paham jika melihat kedatangan Jeffrey di sini.
" Suruh Austin masuk,Ave " panggil aunty Rachel dari arah meja makan.
" Jadi kalian sedang menunggu Austin? Maaf jika mengganggu acara kalian" timpal Jeffrey saat mendengar teriakan kecil dari belakang.
" Mmp, cuma makan malam keluarga aja,Jeff" jawab blandina kikuk.
" Kalau kamu mau,boleh kok ikut gabung di meja makan Jeff" ucapnya sambil tersenyum memaksa.
Jeffry tersenyum kemenangan,dan mengekori blandina dari belakang menuju meja makan. Dia hafal betul sosok blandina yang mempunyai hati selembut kain sutera, tidak mungkin mengusirnya.
Saat melihat kedatangan Jeffrey, aunty mengulas senyum kecil menyambut tamu yang ternyata bukan Austin.
Sedangkan uncle Thomas tetap menikmati makan malamnya tanpa merespon kedatangan Jeffrey yang dianggap sebagai pengganggu.
Jeffrey menikmati makan malam keluarga Anderson.
Tak lama kemudian, terdengar sebuah mobil memasuki pekarangan aunty Rachel.
" Maaf, ave kedepan sebentar. Mungkin itu Austin " ucap blandina lalu berdirih meninggalkan meja makan yang ke-dua kalinya.
Jeffry merasa kesal melihat wajah blandina yang ceria saat menyadari kedatangan Austin.
" Hai, darl " sapa Austin sembari mengecup bibir blandina.
" Kamu pasti capeh yah " ucap blandina saat menyadari wajah lelah milik kekasihnya.
" Ada tamu ya, sayang ?" Tanya Austin saat melihat sebuah mobil sport putih di depan rumah bibi Rachel.
Blandina menelan salivanya pelan.
Austin memicingkan matanya saat melihat kegelisahan diwajah kekasihnya.
" Siapa didalam sayang ??" Tanya Austin curiga.
" Jeffry" jawab blandina dengan rasa menyesal.
Austin sedikit terkejut bercampur rasa kesal namun berusah ditahannya, agar Jeffrey tidak merasa menang saat melihat dirinya dikuasi emosi.
" Ayo masuk " timpal Austin sambil merangkul pinggang blandina posesif .
Sesampainya dimeja makan, Austin masih merangkul blandina,seolah ingin menyampaikan kepada Jeffrey bahwa blandina hanya miliknya seorang.
__ADS_1
Jeffry hanya tersenyum kecil sembari menelan makanannya seolah-olah tidak terpengaruh dengan cara Austin barusan.
Aunty Rachel dan uncle Thomas,lalu meninggalkan meja makan saat melihat situasi yang tidak ada urusannya dengan mereka.
Blandina lalu mempersiapkan makanan untuk Austin layaknya seorang istri dan itu sukses membuat Jeffrey panas dingin.
Austin menyadari hal tersebut lalu menyuruh blandina duduk disampingnya.
" Ternyata manusia seperti mu sama sekali tidak pernah menyerah Mr.Nugraha !!" Ucap Austin sambil mengunyah makanannya.
" What are u talking about,Mr. Stewards??" Seru Jeffrey sambil berhenti mengunyah makanannya.
" Ck, kau bertanya seolah-olah saya adalah parasit dalam hubungan anda Mr.nugraha " timpal Austin tepat sasaran.
Jeffry terlihat kesal namun berusaha ditahannya.
" Actually, saya kesini ingin memberikan undangan untuk blandina soal reuni angkatan kita yang dilaksanakan tepat Minggu depan di sini" timpal Jeffrey penuh semangat sambil menatap blandina.
" Reuni ?? Tanya blandina bingung.
" Sure, dan akan aku pastikan Sarah juga akan datang " jawab Jeffrey
Blandina ingin bersorak kegirangan namun,tidak mungkin. Austin pasti akan kecewa.
" Aku tidak bisa berjanji akan datang, Jeff. Tapi trimah kasih untuk undangannya " timpal blandina
Toh kalau tidak bisa ketemu Sarah di acara reuni, dia masih bisa bertemu dengan Sarah setelah acara reuni.
Fikirnya sambil menatap Austin.
" Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Aku harap kamu bisa datang, bland " timpal Jeffrey lalu meninggalkan Austin dan Blandina di meja makan.
" Kenapa ??" Tanya blandina saat melihat wajah aneh milik Austin.
" Kamu ingin ikut reuni itu ?? Tanya Austin dengan wajah anehnya.
" Aku ingin sekali, tapi kalau kamu tidak ijinkan aku pergi...yaaa aku siy its okay sayang " jawab blandina sembari mencubit gemas hidung mancung milik Austin.
" Bagus ....,tidak usah pergi. Acara seperti itu akan menghabiskan banyak energi !!" Jawab austinsbari menghabiskan makan malamnya yang tertunda karena kehadiran Jeffrey.
Setelah makan, Austin menemani blandina di balkon rumah sambil menikmati udara yang cukup dingin diluar.
Selimut milik blandina pas melingkar di tubuh dua orang manusia yang lagi menikmati malam dingin di Edinburgh.
Austin memeluk blandina dari belakang sambil sesekali mencium kepala milik blandina. Blandina pun bersandar di dada bidang milik kekasihnya.
Saat bersama dengan Austin, dia merasa tenang. Apalagi bau Citrus milik Austin sangat membuatnya tenang.
" Besok pagi aku akan menjemputmu. Kita akan ke Heriot-watt bersama " ucap Austin sembari memeluk erat blandina.
" Makasih sayang " ucap blandina tulus sembari mencium lengan kekar milik Austin.
Mereka kembali menikmati malam yang dingin sambil berpelukan penuh kasih sayang.
Edinburgh selalu membuat blandina merasa tenang.
__ADS_1
Segala sesuatu terasa lebih indah disini.