
Langit mulai terang, waktu menunjukan pukul 06.15 pagi waktu Edinburgh.
Blandina mengerjap matanya beberapa kali. lalu mengingat malam panas yang dilewati olehnya.
Austin masih tertidur pulas disampingnya sambil melilit tangan kekarnya di perut blandina.
Blandina melepaskan tangan Austin dari perutnya dan berdirih pelan-pelan dari ranjang.
Ada rasa perih yang dirasakannya, namun dia berusaha untuk bangun dan bergegas ke kamar mandi.
Setelah mencampurkan air panas dan dingin di dalam bathtub, blandina segera menuangkan sabun cair didalamnya dan langsung berendam. Cara tersebut baik untuk mengatasi rasa perih saat baru pertama kali melakukannya.
Entah sudah berapa lama dia berendam, tiba-tiba pintu dibuka.
" Sayang, apa yang kamu lakukan. Ini udaranya lagi dingin. Kamu nanti bisa masuk angin " timpal Austin kaget melihat blandina yang lagi berendam
" Ck...,ini tuh membantu menghilangkan rasa perih saat pertama kali melakukannya" jawab blandina dengan ekspresi kesalnya.
" Hmmpp, begitukah ??!" Tanya Austin yang ternyata baru pertama kali melakukannya dengan Blandina.
" Austin, jangan bilang semalam adalah hal pertama buat kamu yah. Karena aku nggak percaya !!!" Ucap blandina dengan sorot mata tengah mencari kebohongan Dimata kekasihnya.
" Like you see,darling. Kamu adalah wanita pertama yang menghabiskan malam panas denganku " ucapnya penuh keyakinan.
Setelah mandi bersama dan Austin menggempur blandina yang kesekian kalinya, blandina memutuskan untuk kembali tidur.
Saat keluar dari kamar mandi, Austin mendapati blandina telah tertidur pulas.
" Maafkan aku membuatmu selelah ini " bisiknya sambil mencium kening blandina lama.
Austin bergegas keluar dan mencari bibi Eliz.
" Apakah makanan nya mau saya siapkan sekarang ??" Tanya bibi Eliz.
" Nanti saja, Ave masih tidur. Panaskan saja ketika dia bangun " jawab Austin sopan
__ADS_1
" Baiklah. Kalau begitu bibi siapkan sarapan anda " ucapnya dan berlalu ke meja makan diikuti Austin.
" Setelah ini saya akan ke kantor cabang. Tolong beritahu dia saat dia bangun " pinta Austin sembari mengunyah sandwich kesukaannya.
" Baik tuan Austin, bibi akan sampaikan !!" Ucapnya dan berlalu ke dapur
Tepat pukul dua siang, blandina baru tersadar dari tidur panjangnya.
" Bibi Eliz, dimana Austin ??" Tanya blandina saat tidak melihat sosok tersebut.
" Tuan Austin sedang ke kantor cabang. " Jawa bibi Eliz
" Saya siapkan makan siangnya yah !!!" Lanjut bibi Eliz.
" Terimah kasih bibi Eliz " ucap blandina
" Itu sudah menjadi tugas saya,nona. No need of thank you!!" Balas bibi Eliz sembari menyiapkan makanan spesial
Blandina makan dengan tenang.
Makanan yang dihidangkan bibi Eliz habis tak tersisa.
" Maafkan aku,Jes " Rintihnya sedih sambil memandangi pemandangan diluar ruangan.
Matanya mulai ber-embun. Jasmine adalah sahabat masa kecilnya.
Walaupun Jasmine hampir membuatnya terbunuh, namun blandina tidak tega membencinya.
Biar bagaimanapun Jasmine adalah sahabat perempuan masa kecilnya. Jasmine pernah menyayangi dirinya yang sudah dianggap sebagai saudari kandungnya.
Jasmine pernah menyelamatkan dirinya saat hampir tenggelam, saat mereka menikmati weekend di inchcolm Abbey saat memasuki tahun ajaran pertama di sekolah menengah pertama.
Saat dirinya hampir terbawa arus ombak yang kencang, Jasmine tiba-tiba datang dan menolongnya.
Memory bersama Jasmine terngiang dalam ingatan nya .
__ADS_1
Tanpa dia sadari, sebuah tangan kekar masuk memeluknya dari belakang.
Saat menyadari kehadiran austin dengan wangi Citrus, seuntai senyum mengembang dari bibi merekah miliknya.
Blandina berbalik dan menatap Austin penuh cinta.
Berbeda dengan Austin. Dirinya terkejut melihat mata sembab blandina.
" Are u crying??" Tanya Austin penuh selidik.
" I Miss her " jawab blandina seadanya
" Her???" Tanya Austin bingung
" Jasmine,sayang. Bagaimana dengan keadaannya???" Tanya blandina sedih .
" Dasar bodoh "ucap Austin sambil menyentil pelan dahi blandina.
" Kenapa masih memikirkan jasmine ?? Dia hampir membuatmu kehilangan nyawamu, tapi kamu dengan gampangnya masih memikirkan iblis itu ?? Ucap Austin dongkol.
" Hati kamu terbuat dari apa siy,sayang !!" Sambil memeluk blandina.
" Sejahat-jahatnya Jasmine, dia masih sahabat aku Austin !!" Jawab blandina sambil mencium tengkuk Austin.
" Aku bisa saja memafkaan Jasmine. Tapi bukan berarti aku menerima dia kembali sebagai sahabat aku !! Keukeh Austin
Blandina melepaskan pelukannya dan menatap Austin.
" Aku tahu kamu tidak ingin aku tersakiti, tapi tolong berbaikan lah dengan jasmine , hm!!! Pinta blandina penuh harap.
" Kita lihat kedepannya aja. Kalau dia betul -betuk berubah, aku mungkin akan menerima dia kembali sebagai sahabat aku !! Jawab Austin
Blandina menarik napas panjang,
Keputusan Austin tidak dapat dibantah.
__ADS_1
" Baiklah, terserah kamu saja " jawab blandina mengalah
Merekapun bergegas keluar dari ruangan tersebut .