PART OF MY HEART in EDINBURGH

PART OF MY HEART in EDINBURGH
50. Kerapuhan Hati Austin


__ADS_3

Blandina tampak tertegun memandangi bangunan megah di hadapannya.


Hingga sebuah tangan kekar melingkar di pinggang mungil miliknya.


" tidak ingin masuk ?? Mommy sudah merindukan mu !!" Bisik Austin penuh cinta.


Blandina mengangguk pelan dengan mata berkaca-kaca.


Mereka pun masuk diikuti stiff dan Elma .


Blandina disambut hangat oleh mommy Alice.


" Wellcome home, sayang !!" Peluknya penuh kerinduan.


Terlihat mommy Alice mengerling seakan memberi isyarat terhadap blandina. Blandina mengangguk paham.


Terlihat Merry mendekati blandina dan ikut memeluk nyonya muda yang sangat dia rindukan.


Beberapa saat setelah mengobrol panjang lebar, blandina pun mengantarkan Elma ke kamarnya.


" beristirahat lah,el. Jika perlu apa-apa kamu tinggal meminta bantuan Merry. Dia perempuan yang sangat baik !!" Jelas blandina lembut


" just a minute, Ave !!" Pinta blandina sambil berharap.


Blandina tersenyum dan duduk disampingnya.


Elma membuka sebuah foto dari dalam tasnya. Lalu memberikan foto tersebut kepada blandina.


Blandina melongo melihat wajah dalam fot tersebut.


" stiff ?" Ucap blandina masih dengan mode terkejut


Elma menggeleng pelan.


" dia sosok yang membuatku tidak ingin bertemu dengan tuan stiff" ucap Elma lirih


Elma menceritakan seluruhnya tentang Harry dan sosok yang membuatnya hingga berada di Swiss dan bertemu dengan Elma.


Blandina memeluk dan menenangkan Elma.


" aku sudah menganggap dirimu seperti adik aku sendiri. Mulai sekarang hiduplah dengan baik dan berbahagia!!" Timpal blandina layaknya seperti seorang kakak yang tengah menghibur adik kecilnya.


Pada saat yang bersamaan, Austin masuk dengan wajah ditekuk.


Blandina tidak merespon lalu menatap Elma sejenak.


" istirahatlah, kalau perlu apa-apa kamu bisa memanggil aku ataupun Merry !!. Anak kucing sepertinya kehilangan induknya, aku akan keluar !!" Ucap blandina sambil memutar bola matanya malas saat bersisian dengan Austin.


" setelah ini, bawa aku bertemu dengan prince !! Kamu sudah membuatku menunggu lama bertemu dengan prince !!" Ucap Austin berdecak kesal.


Blandina menatap Austin sejenak lalu melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.


Austin mengejar blandina ke kamarnya.


" ngapain kesini ??" Tanya blandina ketus.


" salah ya kalau aku masuk ke kamar aku ??" Celoteh Austin dengan sorot mata menggoda nya.

__ADS_1


Blandina mendengus kesal.


" yah sudah kalau begitu,aku tidur di kamar momi aja " timpal blandina lalu bergegas keluar.


" wait, aku akan keluar!! " cegah Austin cepat


" kamu tidur disini aja !!" Sambungnya


" anggap saja dia sedang memelukku saat tidur diatas ranjang milikku " Austin membatin dengan senyum sumringahnya.


Blandina merinding melihat senyum aneh dari wajah Austin.


Austin pun keluar dari kamarnya dan meninggalkan blandina yang akan beristirahat.


Austin menuju ruang pribadinya dan menyentuh beberapa barang milik blandina yang telah disimpan selama beberapa tahun yang lalu.


Salah satunya cincin pernikahan yang sempat dibelinya saat berada di Milan pada waktu blandina menikmati reuni yang berujung pertengkaran mereka.


Padahal sekembalinya dari Milan, stiff dan beberapa orang kepercayaan nya , telah menyiapkan tempat bahkan gereja tempat mereka menikah di Edinburgh. Namun kekacauan yang dilakukan Jeffrey membuat semua yang telah direncanakan hancur berantakan bahkan berakhir perpisahan yang sangat menyakitkan.


Dan kehadiran Edinburgh yang diluar pengetahuan seorang Austin stewards karena ego yang tinggi.


Matanya memanas, setetes air mata keluar dari mata elang miliknya.


Austin menangis !!!


Kebahagiaan yang dia rasakan membuat dirinya sangat menyesal telah melewatkan segala hal tentang blandina dan putranya.


Air matanya lolos membasahi pipinya. Wajah tegas kini muncul gurat gurat kesedihan karena mengingat kesalahan yang membuatnya menyesal telah menolak blandina dulu karena rasa egois yang dimilikinya.


Austin menatap foto-foto milik blandina dan Edinburgh yang diberikan momi alice.


Tiba-tiba sebuah tangan mulus memeluknya dari belakang.


Austin terkejut lalu cepat-cepat menghapus jejak jejak buliran bening di wajah tegasnya.


Keningnya mengernyit saat melihat sosok manis di hadapannya.


" sayang ?? Apa yang kamu lakukan disini ?? Bukankah kamu seharusnya dikamar aku ?? Beristirahat??? Ucapnya dengan pertanyaan bertubi tubi.


Yeah...sosok Ave mengagetkan Austin dari belakang. Ternyata Ave telah cukup lama menatap punggung Austin yang bergetar.


Ave menatap Austin sejenak.


" ini pertama kalinya aku melihatmu serapuh ini, Austin !! Ada apa ??? " tanya blandina dengan sorot mata yang sulit diartikan.


Matanya menatap sejenak sebuah album ditangan Austin.


" ah...maafkan aku sayang !! Aku hanya terharu dan sedikit merutuki kebodohan aku ,karena telah meninggalkan kamu !!" Ucapnya sambil tersenyum kecut.


" bukankah aku sudah memaafkan mu bahkan menerimamu untuk menjaga Edinburgh??" Tanya Ave dengan wajah teduhnya.


" tapi aku merasa, kamu belum sepenuhnya menerima aku kembali Ave ??" Tandasnya dengan nada pasrah.


" siapa bilang aku belum menerima kamu sepenuhnya, sayang ??" Ucapnya dengan nada yang lembut.


" jika aku belum bisa menerimamu aku tidak akan berada disini dengan Edinburgh,sayang !!! Ucapnya sambil memeluk austin.

__ADS_1


Austin mencoba mencerna ucapan blandina barusan.


Maksud dirinya dan prince Edinburgh disini apa yaa.


Membaca kebingungan sang kekasih, Ave lalu menarik tangan austin dan mengajaknya keluar dari ruangan itu.


Blandina lalu membawa Austin menuju kamar kakek Russel.


Austin dibuat bingung dengan saat langkah kecil milik blandina berhenti didepan pintu yang berukuran besar dengan hiasan bercorak emas di atas pintu tersebut.


" apa yang kita lakukan disini , sayang ?? Tanya Austin bingung.


" bukalah !!" Titah Ave dengan senyum manisnya.


Dengan ragu-ragu Austin membuka gagang pintu milik kakek Russel.


Dirinya terkejut melihat sosok tampan yang tengah bergelayut di pundak sang kakek.


" prince ,my boy ??" Ucapnya tertahan.


" sstttt...." ucap blandina memberi syarat.


" kamu bisa membangunkan kakek dan prince, Austin !!" Timpalnya


Austin lalu menatap blandina seakan meminta penjelasan tentang keberadaan prince dirumahnya.


Blandina menarik austin keluar kamar dan membawanya kembali ke kamar Austin.


" jadi yang dimaksud dengan keluarga di inggris adalah kakek dana momi ??" Tebak Austin


Blandina mengangguk pelan.


Terlihat Austin merutuki kebodohan nya kali ini.


Ternyata kakek Russel lebih cekatan dibanding dirinya.


Kakek Russel sangat peka dengan segala hal.


Blandina menceritakan kedatangan momi dan kakek Rusell sehari sebelum kedatang Austin di Swiss.


" aku sangat mencintaimu, Ave " ucap Austin pada akhirnya.lalu memeluk blandina erat, seakan tidak ingin melepaskan blandina lagi.


Beribu-ribu kata maaf diucapka. Austin di telinga blandina seakan tidak ada habisnya.


Setelah saling memeluk mesra dan berciuman, Austin hendak keluar dari kamarnya namun, langkahnya terhenti saat Ave menahan tangan kekarnya .


" tidurlah bersamaku " ucap Ave memberanikan diri.


Austin menatap penuh cinta kearah calon istri tercintanya.


" hanya tidur ??" Ucapnya dengan kerlingan nakal.


" hanya tidur, Austin !!" Timpal blandina lalu beranjak ke kasur besar milik Austin.


Sepanjang malam, Austin tidur sambil memeluk blandina seakan tidak ingin melepaskannya.


Semburat kebahagiaan muncul dari wajah keduanya. Seakan memiliki kebahagiaan yang tak lekang oleh waktu .

__ADS_1


Kedua sejoli terlelap diantara beribu mimpi indah mereka.


__ADS_2