PART OF MY HEART in EDINBURGH

PART OF MY HEART in EDINBURGH
31.kembali ke inggris


__ADS_3

Besoknya Austin akan kembali ke Inggris.


Dan blandina akan memulai studinya di Heriot-watt university pekan depan.


" Beritahukan apapun yang terjadi kepadaku 1x24jam. Aku mungkin tidak akan tenang berjauhan Seperti ini " timpal Austin saat mendekap blandina.


" Apalagi Jeffrey ada disini !!!" Cicitnya sambil menarik napas pelan.


Blandina melepas pelukan Austin dan menatapnya dengan tatapan yang menghunus.


" Kenapa siy selalu Jeffrey saja yang dibahas " ucapnya terdengar kesal.


" Karena dia mantan terindah kamu !! Tentu saja aku merasa tidak aman dengan kehadiran pria sinting seperti dia " jawab Austin asal.


" Ck,....kamu terlalu berlebihan !! Ucapnya sambil memutar bola matanya malas.


" Kalaupun ada keinginan aku seperti itu, aku mungkin sudah menerima Jeffrey kembali " ucapnya sambil menggoda sang jealousman tersebut.


" Jangan pernah berfikir untuk menerima pria itu. Karena aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi !!" Ucapnya dengan tatapan intimidasi.


Sontak blandina gugup melihat wajah Austin yang bagaikan pedang bermata dua.


" Jangan melihatku seperti itu!!! " Seru blandina sambil bergidik ngeri


" Kau membuatku takut " ucapnya dengan kesal


" Berjanjilah kepadaku. Selama aku tidak berada di sisimu, jangan pernah menemui pria keparat itu !!" Ucapnya penuh penekanan.


Blandina lama menatap Austin. Austin benar-benar tidak menyukai Jeffrey.


" Baiklah, aku janji !!!" Jawab blandina mantap.


Malam indah dan dingin, dihabiskan Austin dan Blandina diranjang.


Semalam suntuk Austin menghajar blandina sampai membuat blandina kelelahan.


Tepat pukul tiga subuh, Austin baru dapat tertidur.


Dia membawa blandina dalam pelukannya, dan mendekap erat tubuh polos tersebut.


Wajah blandina benar-benar teduh bak malaikat.


Dirinya benar-benar beruntung memiliki blandina seutuhnya.


" Aku berharap ada kehidupan yang tumbuh disini " gumannya sambil mengelus perut rata milik blandina.


Austin tersenyum sendiri, saat membayangkan ada Austin junior yang hadir dalam kehidupan mereka. Tentu kebahagiaannya akan bertambah berkali-kali lipat banyaknya.


*


*


Pagi-pagi sekali, blandina telah beranjak dari tempat tidur. Dan melihat sejenak kearah Austin yang masih tertidur pulas.


Diapun menyiapkan kejutan kecil untuk austin saat dia bangun nanti.


Blandina bergegas membersihkan diri dan menemui bibi Eliz di dapur.

__ADS_1


" Good morning bibi Eliz " sapa blandina lembut seperti biasanya.


" Good morning nona ave. Bahan-bahan untuk membuat cake stroberi sudah saya siapkan" jelas bibi Eliz.


" Baiklah, ayo kita mulai membuatnya. Sebentar lagi, Austin akan bersiap kembali ke London" timpal blandina lalu bergegas membuat cake kesukaan Austin.


Waktu telah menunjukkan pukul sembilan lewat.


Austin keluar dari kamarnya dengan penampilan yang casual.


" Bau ini seperti tidak asing" gumannya sambil mengikuti harum bau kue buatan blandina


Austin menuju dapur dan terkejut melihat blandina yang lagi sibuk menata kue berwarna merah muda tersebut.


" Kebetulan kamu sudah bangun sayang " ucapnya sambil membawa kue buatannya.


" Aku tidak yakin apakah akan seenak buatan nyonya Edel " timpal Austin menggodanya.


" Tentu sama dong,sayang. Ini resep aku pelajari langsung dari orangnya " jawab blandina sembari menuju meja.


Austin bergegas mengikuti blandina ke meja makan dan tidak sabar mencicipi kue hasil buatan kekasihnya.


Blandina menatap Austin lekat-lekat. Dari raut wajahnya blandina jelas tau kalo Austin benar-benar menyukai kue buatan tangannya.


" Bagaimana?? Enak bukan ??" Tanya blandina


Austin tidak menjawab, dia malah asyik menikmati kue kesukaannya.


Setelah belasan tahun tidak menikmati kue kesukaannya, hari ini Austin benar-benar tidak ingin melewatkan satu buah kue berwarna merah muda tersebut.


Lama tidak ada suara, ternyata kue yang berada diatas meja tersebut habis dimakan Austin semua.


" Apa masih ada ??" Tanya Austin


" Sure, aku sudah siapkan untuk bekal di jalan nanti " sahut blandina senang


" Benarkah??" Tanya Austin dengan wajah yang sudah seperti anak kecil yang mendapatkan sesuatu.


Blandina bergegas kedapur dan kembali dengan sebuah keranjang kecil berwarna cokelat.


" Ini untuk bekal diperjalanan nanti " ucapnya sembari menyodorkan keranjang kecil tersebut.


Austin langsung mengambil keranjang tersebut dan tersenyum penuh cinta kepada blandina.


" You are one and only in my heart " ucapnya dan mendekati blandina penuh cinta.


Blandina mengulum senyum terbaiknya dan langsung memeluk Austin erat.


" Terimah kasih Austin, sudah menungguku sampai saat ini " ucapnya tulus.


" Aku sudah menunggumu sangat lama, bahkan terlalu lama sampai aku lupa bagaimana cara melepaskan mu !!" Timpal Austin dengan nada penuh cinta.


Blandina merasakan sesuatu yang bergetar hebat dalam hatinya. Bagaikan sejuta kupu-kupu yang sedang mengelilingi hatinya.


Lama mereka berpelukan sampai-sampai mereka sama sekali tidak menyadari kehadiran bibi eliz ditempat itu.


" Ehemm...!!! Ucap bibi Eliz berdehem pelan

__ADS_1


Sontak blandina dan Austin terkejut dan mencari asal suara tersebut.


" Maaf mengganggu tuan dan nona ave. Didepan tuan Anthony sudah menunggu tuan Austin !! Jelas bibi eliz yang merasa menyesal telah mengganggu kemesraan kedua sejoli yang tengah bermesraan.


" Baiklah, saya akan menemuinya " jawab Austin di ikuti anggukan kecil dari bibi Eliz.


Setelah kepergian bibi Eliz, Austin cepat-cepat ******* mesra bibir yang sudah menjadi candu untuknya dan memperdalam ciuman perpisahan sementara untuknya.


setelah puas berciuman, Austin segera melepas bibirnya, dan menatap blandina penuh cinta.


Saat menyadari tatapan kesal dari sang kekasih karena berhasil membuat bibirnya membengkak,Austin kemudian memeluk blandina dan membisikan KK om sesuatu ditelinganya.


" Anggap saja ini sebagai bekal saat kita tidak bisa bertemu" ucapannya terdengar sedang menggoda blandina.


Blandina masih terlihat kesal. Dia memegang bibirnya yang membengkak akibat ulah kekasihnya.


Austin dan Blandina bergegas kedepan menemui Anthony.


" Kita harus berangkat karena nanti malam anda harus bertemu tuan Fernandes dari Meksiko " jelas Anthony


Austin hanya mengangguk dan berbalik menatap blandina.


Ada rasa sedih dimatanya karena harus meninggalkan sang pujaan hati sendirian.


Apalagi ada Jeffrey yang sewaktu-waktu bisa mengganggu blandina saat dirinya tidak ada disampingnya.


Austin mendengus kesal. Blandina memahami kekesalan yang tengah berkecamuk di dalam hatinya.


" Pergilah, aku akan baik-baik disini. Lagipula ada bibi Eliz dan suaminya yang akan menjagaku disini. Dan juga uncle Thomas dan aunty Rachel juga,kita masih satu kota Austin. Jangan berlebihan!!" Ucap blandina meyakinkan austin yang posesif nya melebihi 360 derajat Celcius 😁😁


Austin menghempaskan nafasnya ragu. Namun apa daya, dia tidak bisa meyakinkan dirinya sendiri.


" Kenapa tidak berkuliah di London saja, sayang. Disana banyak universitas terbaik " ucapnya masih dengan perasaan kesal.


Blandina mendekatinya dan memutar tubuh Austin membelakanginya.


" Pergilah, jangan membuat Anthony menunggu mu !! Timpal blandina sambil tertawa geli melihat tingkah ajaib sang kekasih dengan kadar keposesifan tingkat dewa.


" Jangan lupa menghubungi ku setiap satu jam sekali !" Ucapnya sambil masuk kedalam mobil.


Bibi Eliz dan paman Teddy hanya tersenyum melihat cara sang pewaris Stewards Corp kepada nona ave.


Setelah kehilangan kedua orangtuanya, Austin datang dengan penuh kasih mencintai blandina.


" Dia benar-benar pria yang baik dan tampan " bisik bibi Eliz terhadap suaminya.


Terlihat lambaian tangan dari dalam mobil mewah dengan edisi terbatas.


Wajah Austin terlihat sangat sedih harus meninggalkan kekasihnya di Edinburgh. Namun mau bagimana lagi, pekerjaan yang mengharuskan dirinya meninggalkan blandina sendirian.


Hingga mobil tersebut menghilang menuruni bukit kecil di depan villa tersebut, blandina baru beranjak dari tempatnya dan masuk kedalam.


" Rasanya agak aneh tanpa si tuan posesif " gumannya tertahan.


Diapun berbaring di ranjang empuk dan melepaskan kegundahan yang bersarang dalam hatinya.


Kepergian Austin membuatnya terasa sunyi. Tapi mau bagaimana lagi, Austin adalah satu-satunya pria yang bertanggung jawab atas perusahaan keluarganya.

__ADS_1


Akhirnya blandina tertidur lelap setelah memikirkan banyak hal yang telah dilewati olehnya.


__ADS_2