PART OF MY HEART in EDINBURGH

PART OF MY HEART in EDINBURGH
44. Prince ditemukan


__ADS_3

Seharian ini, Austin benar-benar hilang kendali. Putranya belum ditemukan dan seluruh orang-orangnya diperintahkan untuk menemukan putra yang sama sekali belum pernah dia peluk tanpa beristirahat barang sejenak pun.


Blandina benar-benar terpuruk dengan hilangnya separuh kehidupannya.


Austin mendekati blandina dan menatapnya penuh cinta.


" Aku berjanji akan menemukan prince, dan tidak akan memberi ampun kepada penculik itu " timpal Austin berjanji.


Blandina menangis tersedu-sedu. Dia benar-benar takut penculik tersebut akan berbuat nekat terhadap putranya.


Austin menelpon seluruh koleganya yang berhubungan langsung dengan orang-orang yang bekerja di dunia hitam, mafia dan semacamnya.


Sementara Luke dan Vincent pun tidak tinggal diam, mereka berdua dari tadi menelpon kolega mereka yang siap membantu mereka.


Tiba-tiba sebuah pesan notifikasi muncul di layar handphone milik blandina.


Blandina segera membaca isi pesan Tersebut.


" Datanglah ke pelabuhan Como, dan pergi ke taman dekat pelabuhan tersebut. Orang suruhan saya akan menjemputmu menemui putra kesayangan mu . JANGAN MENCOBA MENGHUBUNGI POLISI, ATAU MEMBERITAHUI AUSTIN ATAU YANG LAINNYA. jika ingin putramu selamat, ikuti perintahku !!!!!!!!!


Demikianlah isi pesan tersebut.


Blandina bimbang, siapa yang tega menculik anak kecil.


Tidak ingin mengulur waktu, blandina pamit kembali ke kamarnya, dengan alasan ingin istirahat. Austinpun segera mengantarkan blandina ke kamarnya.


" Aku janji akan menemukan prince dan mengembalikan dia kepadamu " ucap Austin dengan sorot mata meyakinkan.


Tidak ada respon apapun kecuali manik mata yang ingin menjelaskan sesuatu kepada Austin.


Blandina segera menutup pintu dan duduk di ranjangnya.


" Bagaimana keluar dari hotel ini ??" Rintihnya sambil menatap nanar langit -langit kamar.


" Vincent dan Luke pasti masih di ruangan kontrol " imbuhnya putus asa.


Tiba-tiba terbesit ide di kepalanya.


Segera dia berganti pakaian dan keluar dari kamarnya.


Blandina keluar lewat tangga darurat dan bergegas ke tempat yang diberikan si pemberi pesan.


Dalam perjalanan ke pelabuhan Como , perasaan cemas menghantui pikirannya.


Sesampainya disana, tiba-tiba sebuah pesan masuk di handphone nya.


" Duduklah di bangku yang ada di depanmu. Seseorang akan datang menjemputmu"


Blandina benar-benar takut, namun dia berusaha menepis perasaan tersebut. Keselamatan prince lebih penting dari apapun.


Dia meremas kedua tangannya sambil berharap ada seseorang yang akan datang menolongnya nanti.

__ADS_1


Tiba-tiba seseorang yang sangat familiar datang berdirih di hadapannya.


" Surprise" seru perempuan cantik yang sangat dia kenal


" Arabelle ??" Ucapnya kaget


Blandina berdirih dari bangku tempatnya duduk dan menatap kaget saudari tirinya.


" Kaget ???" Tanya arabelle sambil berlipat tangan di dadanya.


" Apa yang kamu lakukan disini, arabelle ??" Tanya blandina bingung.


" Yang aku lakukan disini ?? Tentu saja berlibur dan....." Katanya menggantung


Blandina menelisik wajah arabelle yang tiba-tiba berubah menjadi kesal


" Dan melihatmu sengsara mencari putra kesayangan kamu dan Austin Stewards tentunya !!!" Timpalnya sambil tertawa mengejek kepada blandina


" APA ?????? timpal blandina shock


Arabelle menatap blandina penuh kemenangan.


" Aku bahagia sekali bisa membuatmu menderita seperti ini " tukasnya dengan wajah mengejek.


" Dimana prince, arabelle??" Tanya blandina dengan napas memburu


" Easy sister, kamu akan bertemu dengan putra kesayanganmu. Kebetulan dari pagi, kami belum memberinya makan..ckckckc , kasihan sekali ya blandina "


Arabelle mengangguk cepat


" Ikutlahh denganku, kamu pasti akan terkejut melihat mereka " ucap arabelle lalu menuntun blandina ketempat yang cukup dekat dengan taman tersebut.


Blandina merasakan panas dimatanya. Mengingat prince tidak diberi makan oleh arabelle dan antek-anteknya.


Sementara di hotel, tampak Austin Vincent dan Luke beserta Sarah sedang menunggu blandina di suatu ruangan yang telah disiapkan Mr Thumbler untuk mereka.


" Dimana Mrs Hogwarts, dari tadi saya belum melihatnya. " Tanya Mr Thumbler


Jangan tanya bagaimana wajah Austin saat mendengar pertanyaan Mr Thumbler barusan.


Luke dan Vincent menatap Austin bersamaan.


" Dia sedang beristirahat dikamarnya " ucap Sarah tiba-tiba saat melihat wajah ketiga pria tampan di hadapannya sambil geleng-geleng kepala.


" Saya akan membantu menemukan putra tuan Hogwarts, saya berharap mereka bisa menemukan putra anda secepatnya" timpal Mr Thumbler tanpa menyadari wajah Austin yang telah memerah karena menahan emosi.


Setelah Mr Thumbler meninggalkan ruangan tersebut, Austin pun bergegas keluar namun sebelum tangannya menarik handle pintu, terdengar suara Luke yang menghentikan langkahnya.


" Kamu harus belajar menekan egomu, Austin. Aku pikir setelah bertahun-tahun tidak bertemu kamu akan berubah, ternyata tidak " ucap Luke sarkas.


Austin menatap Luke sejenak dan berbalik hendak membukakan pintu , namun handphonenya berdering.

__ADS_1


" Ada Anthony??" Tanya Austin datar.


" Tuan, tolong di cek ponsel anda di kotak masuk. Seperti itu nona ave, beliau di temani saudari tirinya arabelle menuju gedung tua di pelabuhan Como " ucap Anthony dari seberang sana


" WHAT " Pekik Austin kaget mendengar ucapan Anthoni.


Buru-buru dia menuju kamar blandina.


Ternyata kosong, diapun segera berlari keruangan yang tadi.


" Ave tidak ada dikamarnya. Menurut orang-orangku dia bersama arabelle di pelabuhan Como" timpal Austin panik


Sontak Luke ,Vincent dan Sarah terkejut mendengar ucapan Austin.


Merekapun berlari mengikuti Austin keluar.


" Kembalilah ke kamar dan jaga Arthur baik-baik , dua bodyguard akan berjaga-jaga di depan kamar kita " ucap Luke lalu pamit mengejar Austin dan Vincent ke parkiran hotel.


Sepanjang perjalanan, Austin terlihat gelisah. Bagimana tidak, blandina keluar hotel dan mencari putranya sendiri tanpa bantuan apapun.


" Siap " umpat Austin sambil memukul kemudi mobil miliknya.


Sementara Luke dan Vincent hanya saling tatap melihat emosi Austin yang tiba-tiba.


Sementara itu, blandina yang dibawa arabelle ke sebuah gudang tua mendengar suara tangisan prince.


" Prince !!!" Teriak blandina menggema


" Kau membuat telingaku sakit " ucap arabelle kesal


Arabelle kesal lalu menyeret blandina


" tunggu disini, aku akan membawa putramu " timpal arabelle


Blandina terlihat ketakutan ditinggalkan sendirian di dalam ruangan pengap tersebut.


Beberapa menit kemudian, prince diapit Jasmine dan ibu tirinya serta beberapa pria dengan tubuh besar masuk dan menghampiri blandina.


" Prince " seru blandina senang saat melihat keadaan prince yang baik-baik saja.


" Prince anakku " teriak blandina hendak memeluknya namun tubuhnya di tahan oleh dua pria yang bertubuh kekar.


" Apa yang kalian inginkan ??" Tanya blandina dengan mata sembabnya


Celine dan Jasmine tersenyum mengejek kearah blandina.


" Wellcome to the heal " ucap Jasmine


Blandina bergidik ketakutan, membayangkan aksi nekat Jasmine saat menembaknya.


Blandina khawatir Jasmine akan berbuat nekat kepada prince , putranya.

__ADS_1


__ADS_2