PART OF MY HEART in EDINBURGH

PART OF MY HEART in EDINBURGH
37. Harapan yang hilang


__ADS_3

Waktu berjalan cukup cepat, tak terasa jam di dinding menunjukan pukul lima sore.


" Luke, bagaimana kalau kita temui Austin di depan kantornya " usul Sarah


" Kita tanyakan kepada ave " jawab Luke sembari menatap blandina


" Baiklah, ayo berangkat !! Ucap blandina lalu cepat-cepat keluar dan menuju mobil milik Luke.


Perjalanan dari mansion Stewards ke kantor Stewards Corp memakan waktu hampir setengah jam.


Blandina menjadi gelisa saat memasuki parkiran kantor milik Austin.


Mereka bertiga bergegas menuju bagian resepsionis.


" Selamat sore, tuan Austin masih di ruangannya?? Tanya Luke


" Maaf tuan Luke, tuan Austin baru saja meninggalkan kantor ini lima belas menit yang lalu !! Jawab resepsionis tersebut.


" Tumben dia pulang lebih awal ?? Tanya Luke kembali


" Kalau soal itu saya tidak tau,tuan !! Jawab sang resepsionis tersebut


Blandina terlihat sangat kacau. Besar cintanya kepada austin membuatnya ingin mati saja.


" Luke apa yang harus aku lakukan ??? Ucapnya menahan tangis


Luke tak menjawab, dia malah mendekati blandina dan menghapus air matanya yang tumpah.


" Austin di apartemen nya. Ayo kita kesana !!! Ucap Luke lalu bergegas ke tempat parkir.


Sarah mengusap pundak sahabatnya.


" Sabarlah blan, jangan begini terus.. aku malah tambah sedih !! Timpal Sarah dengan raut wajah sedihnya.


Blandina hanya menatap Sarah sebentar lalu memeluk sahabatnya itu.


" Maafkan aku jika merepotkan kalian berdua !! Ucapnya tertahan.


" No..no..., Aku dan Luke tidak merasa direpotkan !! Ucap Sarah sedih.


" Ayo kita berangkat, sebentar lagi dia akan ke Smooth club dengan beberapa kliennya !! Timpal Luke sembari melihat ke arah jam tangan limited edition miliknya.


Merekapun bergegas menuju apartemen austin.


Sepanjang perjalanan blandina hanya diam.


Sarah yang duduk di sampingnya hanya menatapnya sedih.


Sesekali dirinya mengusap pundak blandina pelan. Seakan ingin berbagi beban milik blandina.


Dua puluh menit berselang, mobil milik Luke menuju apartement mewah milik Austin.


" Mobilnya tidak ada !! Apa dia sudah pergi ?? Tanya Luke sambil mencari cari mobil milik Austin.


" Dari pada penasaran, ayo kita ke apartemen miliknya '?" Usul sarah


Mereka bertiga pun bergegas ke apartemen milik Austin.


Beberapa kali Luke menekan bel namun sama sekali tidak ada yang membukakan pintu.


Pada akhirnya, Luke segera menelpon Anthony dan menanyakan keberadaan Austin.


" Hallo, Anthony...apakah kamu bersama dengan Austin ??? Tanya Luke dari seberang sana.


Anthony melirik sejenak kearah dimana Austin dan Vincent Thumbler sedang berbincang -bincang.


" Tuan Austin sedang ada rapat dengan salah satu koleganya dari Swiss!! Timpal Anthony.


" Kalian di smooth club??" Tanya Luke


Anthony meragu, tapi karena Luke sudah menebak keberadaan mereka pada akhirnya Anthony mengiyakan pertanyaan Luke ,sahabat dari bosnya.


Merekapun berbalik arah dan bergegas ke Smooth club.


Hampir satu jam menuju smooth club, blandina terlihat kelelahan.wajah cantiknya memucat. Sarah yang melihatnya memandangi lekat-lekat wajah sahabatnya.


" Blan, are u okay ?? Tanya Sarah sembari melihat wajah pucat milik sahabatnya.


" Wajah kamu pucat...!!! Ucapnya sambil memegang dahi blandina.

__ADS_1


" Tidak apa-apa Sar, mungkin aku kecapean!! Tandasnya dengan mata sendu miliknya


Sarah memeluk blandina kasihan.


" Kamu harus kuat, blan !! Timpal Sarah dengan nada sedih.


" Hey....,am okay !! Ucapnya sembari tersenyum kearahnya Sarah.


Luke hanya melihatnya sekilas lewat kaca depan dan fokus menyetir kembali.


Smooth club,London


Pukul 20.34 malam


Mata indah milik blandina menyisir ruangan yang mulai terlihat ramai dengan pengunjung.


Namun kehadiran Austin belum terlihat.


" Ayo masuk,Ave. Ada apa berdirih disini ???" Tanya Luke sambil menuntun Ave dan Sarah menuju sebuah ruangan dengan tulisan VIP


Jantung blandina berdetak kencang


Luke langsung membuka pintu tersebut, dan tampaklah sosok jangkung tersebut yang sedang duduk berhadapan dengan koleganya.


Austin menatap satu-satu wajah yang sedang berdirih dihadapannya.


" Maafkan saya,Mr Tumbler. Saya permisi sebentar!! Ucap Austin dengan sopan


Tatapannya berubah intens saat melihat wajah teduh dihadapannya.


" Luke, kalian berdua pergilah. Aku ingin bicara dengan Ave !! Ucapnya dingin


Luke dan Sarah segera meninggalkan tempat itu dan membiarkan Austin dan Blandina menyelesaikan permasalah mereka berdua.


Ruangan ditempat itu sangat dingin bagi blandina.tidak ada kehangatan yang biasanya dirasakan olehnya saat bersama dengan Austin.


" Apa yang kamu lakukan ditempat ini, Mrs Anderson??? Tanya Austin datar


Degg!!!


Dada blandina terasa sakit mendengar ucapannya barusan


Austin menarik napas pelan


" Hubungan kita sudah berakhir. Aku tidak ingin melanjutkan hubungan ini !! Tandasnya


" Kenapa tidak ingin mendengarkan penjelasan aku dulu ?? Ucapnya dengan mata berkaca-kaca


" Apa yang perlu aku dengarkan?? Aku sudah memperingatkan kepadamu sebelumnya. Jangan menghadiri pesta sialan itu !! Tapi apa yang terjadi ?? Ucap Austin datar namun terasa ngilu di telinganya.


"Kamu tidak mendengar apa yang aku katakan. Kamu malah menghadirj pesta sialan itu, dan bertemu laki-laki bajingan itu lalu bercumbu dengannya!!! " Ucapnya dengan nada dingin .


" Itu tidak seperti yang kamu pikirkan,Austin !! Ucapnya mencoba menjelaskan.


" Kejadian itu terjadi sangat cepat, dia datang dan tiba-tiba mencium- "


" Pergilah, aku masih ada urusan kantor yang harus diselesaikan!!! Potongnya cepat lalu bergegas keluar dari tempat itu.


" Tunggu !!" Seru blandina dengan mata yang berembun.


Austin berbalik kebelakang dan menatap kearah blandina yang masih duduk ditempatnya.


" Maafkan aku jika aku telah menyakitimu, tapi biarkanlah aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya. Aku janji tidak akan lagi mengganggu mu,Austin !!! Ucapnya dengan bibir bergetar.


Bukanya mengiyakan permintaan blandina, Austin malah menarik gagang pintu dan meninggalkan blandina dengan perasaan yang hancur.


Blandina menangis sejadinya -jadinya.


Rasa sakit benar-benar dirasakannya.


Terlihat Sarah masuk,dan tak lama kemudian Luke juga ikut masuk setelah berbicara dengan Austin.


Sarah ikut menangis saat melihat keadaan blandina yang sungguh sangat menyakitkan.


Luke hanya menatap iba melihat sahabat kecilnya yang telah dianggap adik olehnya yang sedang menangis pilu di pelukan sarah, kekasihnya.


" Aku berjanji akan membuatmu menyesal Austin Stewards!! Rintihnya dalam hati.


Mereka bertigapun kembali, namun bukan kembali ke mansion Stewards tapi ke apartemen Luke yang tak jauh dari tempat itu.

__ADS_1


Blandina memutuskan ke apartemen Luke karena menyadari matanya yang membengkak karena menangis terlalu lama.


Dia takut momi dan kakek Russel akan curiga saat melihat keadaannya.


Akhirnya dia ikut Luke dan Sarah ke apartemen Luke.


Sesampainya di apartemen Luke,terlihat layar handphone milik Sarah berdering.


" Momi telvon,pasti Jeffrey yang mengatakan aku tidak bersamanya di Edinburgh!! Timpal Sarah kesal


" Dia ingin cari tahu keadaan Ave, sebenarnya!!! Balas Luke seakan mengerti jalan pikiran Jeffrey Disana


"Angkatlah sebelum ibumu merasa khawatir Disana !! Sambungnya.


" Sarah lalu menjawab panggilan video dari ibunya.


Terlihat wajah khawatir milik ibunya dari layar handphonenya


" Kamu dimana,sayang?? Kata Jeffrey kamu tidak bersamanya?? Timpal ibunya khawatir.


" Aku bersama blandina di apartemen nya !!!" Bohong Sarah lalu memperlihatkan sosok tersebut tanpa menyoroti kehadiran makhluk tampan disamping nya agar tidak membuat sang ibu khawatir.


" Baiklah kalau begitu, besok pagi pergilah ke apartemen Jeffrey. Dia akan kembali ke Indonesia!! Timpal ibunya tanpa mengetahui kalau Sarah bukan di Edinburgh tapi di Inggris.


" Baiklah mom, aku akan ke tempatnya Jeffrey. Aku ingin istirahat, disini sudah mulai larut!! Timpal Sarah takut dicurigai ibunya.


" Baiklah sayang, jaga dirimu baik-baik. Ibu sangat mengkhawatirkan kamu. Ibu tidak tenang sebelum kamu kembali ke Indonesia!!! Ucapnya terdengar sangat cemas ditelinga Luke.


" Iya, mom.see u !!! Timpal Sarah lalu mematikan panggilan tersebut.


" Beristirahat lah, Ave. Kamu terlihat lelah !!! Timpal Luke lalu mempersilahkan blandina kembali ke kamar duluan.


" Terima kasih untuk semuanya Luke !! Ucapnya dengan senyum yang dipaksakan.


" Sarah, aku duluan ke kamar !!! Ucapnya lalu bergegas ke kamarnya.


" Oh iya, aku sudah pesankan beberapa menu makanan. Jika lapar, makanannya sudah siap di meja makan!!! Timpal Luke saat blandina hendak masuk ke kamarnya.


" Aku akan makan jika aku lapar.thank you Luke !! Ucapnya dengan tatapan nanar lalu segera masuk ke kamarnya.


Sarah dan Luke hanya saling tatap dengan perasaa iba.


" Mandilah, setelah itu temani aku makan !!! Ucap Luke mempersilahkan kekasihnya untuk pergi mandi terlebih dahulu.


" Terima kasih banyak Luke !! Ucap Sarah tulus lalu mencium kekasihnya.


" Hey...for what ???" Tanya Luke dengan dahi mengerut.


" Untuk sahabat aku, blandina!! Jawab Sarah dengan sorot mata cantiknya.


" Aku sudah bersahabat dengannya jauh sebelum kamu bersahabat dengan Ave. Tentu saja aku tidak mungkin meninggalkan dirinya yang sedang terpuruk !! Ucapnya panjang lebar.


Sarah tersenyum lalu mencium kembali kekasihnya itu.diapun bergegas masuk ke kamar Luke untuk mandi dan kembali menemani Luke makan malam.


Sementara di kamar sebelahnya, blandina masih membenamkan tubuh nya di dalam bathtub.hati dan pikirannya benar-benar lelah.


" Aku harus pergi jauh dari tempat ini maupun Edinburgh" imbuhnya dalam hati.


" Di Edinburgh terlalu banyak kenangan manis yang terjadi " lanjutnya sambil mencoba menjernihkan pikirannya .


Hatinya benar-benar kalut. Austin adalah tempat terakhirnya untuk menyandarkan bahunya yang lelah. Namun sekarang, segalanya menghilang.


Diapun menenggelamkan seluruh tubuhnya beberapa detik lalu kembali menghirup udara di permukaan bathtub.


Langit di luar semakin dingin, blandina segera membersihkan dirinya dan keluar bergabung makan dengan Luke dan Sarah.


" Ayo kembali ke Edinburgh, aku ingin melanjutkan kehidupan aku dengan lembaran hidup yang baru" ucapnya yang tiba-tiba datang menghampiri Luke dan Sarah di meja makan.


Sementara Luke dan Sarah hanya saling tatap melihat Perubahan yang tiba-tiba di wajah sahabatnya.


Merekapun makan tanpa ada obrolan yang harus dibahas.


Luke maupun Sarah tidak ingin membahas apapun yang berkaitan dengan hubungan mereka berdua.


Melihat keadaan blandina sekarang,lebih membuat mereka berdua sedikit tenang.


Setidaknya blandina tidak menangis lagi seperti dua hari belakangan ini.


Dia sekarang lebih tenang!!!

__ADS_1


__ADS_2