
Empat tahun telah berlalu, semenjak masalah reuni tersebut di villa Anderson, Austin tenggelam dalam hidupnya sendiri.
Dia sangat fokus dengan pekerjaan nya yang sering membawanya bepergian ke luar negeri.
Walaupun hampir setiap malam harus menghadapi mimpi buruk dengan kenangannya bersama blandina.namun karena ego yang terlalu tinggi membuatnya sama sekali tidak menemui blandina di Edinburgh. Dia sama sekali tidak mencari blandina.
Austin juga hanya beberapa kali bertemu dengan Luke, namun mereka berdua sama sekali tidak bertegur sapa.
Luke pun demikian, dia sama sekali belum berbicara dengan Austin semenjak kejadian empat tahun yang lalu.
Hingga suatu hari, saat Austin tengah melakukan kunjungan tahunan diperusahaan nya, Dia bertemu dengan bibi Rachel di salah satu restoran di Edinburgh.
Austin mendekati bibi Rachel dengan suaminya dan duduk satu meja dengan mereka.
" Bagaimana kabar bibi Rachel dan paman Thomas??? Tanya Austin sopan
" Kabar kami berdua baik, nak. Bagaimana denganmu ??" Tanya uncle Thomas
" Aku sangat baik...," Jawabnya menggantung seperti ingin mengatakan sesuatu.
Bibi Rachel masih tidak merespon obrolan suaminya dan Austin.
Dia masih kecewa dengan cara Austin terhadap blandina.
Austin menoleh sebentar ke arah bibi Rachel dan mengobrol kembali dengan uncle Tom. Austin sadar dengan cara bibi Rachel menatapnya tadi.
Saat Austin dan paman tom sedang mengobrol. Tiba-tiba handphone milik bibi Rachel berdering.
Setelah membaca nama si penelpon, bibi Rachel terlihat tegang namun berusaha ditutupi olehnya.
Diapun meminta izin kebelakang dan cepat-cepat menerima panggilan video tersebut.
" Hai sayang, apa kabar ???" Tanya bibi Rachel dengan wajah cerianya.
Ternyata yang menelponnya adalah blandina.
" Aku baik, aunty . Bagaimana dengan kalian ???" Tanya blandina dengan senyum lebarnya.
" Kami semua baik sayang. Dimana prince tampan bibi ???" Tanya bibi Rachel antusias
Terlihat kamera milik blandina berpindah kearah sampingnya.
Nampak seorang bocah tampan berumur tiga tahun tengah duduk manis sambil menikmati biskuit ditangannya.
Bibi Rachel terlihat bahagia melihat bocah tampan tersebut.
" Hallo prince,mmmphh....kamu lagi makan apa sayang ???" Tanya bibi Rachel gemas.
Terlihat bocah tersebut hanya menatapnya sebentar lalu menikmati biskuitnya kembali.
__ADS_1
" Kamu cuekin oma ??? Awas aja prince Edinburgh, Oma akan menggigitmu saat kita bertemu nanti!!!" Ucap bibi Rachel semakin gemas melihat tingkah bocah tersebut yang seakan cuek dengan kedaaan disekelilingnya.
Kamera beralih ke arah wajah blandina.
" Maafkan edin aunty, dia memang seperti itu. Dingin tiada bertara !!" Ucap blandina asal diikuti tawa kecilnya.
" Tidak apa-apa Ave, Tante bahagia sekali melihat anakmu. Dia sangat tampan, apalagi matanya yang berwarna hijau terang " timpal bibi Rachel sambil tersenyum senang.
" Aunty Rachel dimana sekarang ??" Tanya blandina saat menyadari keberadaan aunty nya yang bukan berada dirumah.
" Aunty dan uncle Tom sedang di la pizza resto" jawab bibi Rachel
" Dimana paman tom ??" Tanya blandina saat tidak melihat pamannya.
" Pamanmu sedang mengobrol dengan salah satu koleganya di dalam " jawab aunty Rachel tanpa memberitahukan keberadaan Austin.
Terlihat blandina ber-O ria saat mendengar jawaban bibi Rachel.
"Minggu depan aku akan ke Milan menemani Vincent disana.dia akan bertemu dengan beberapa koleganya disana, sekaligus merayakan ulang tahun perusahaan salah satu rekan kerjanya disana " jelas blandina panjang lebar.
" Titip salam untuk Vincent, jika ada waktu luang bibi dan pamanmu akan mengunjungi kalian Disana " timpal bibi Rachel diikuti senyum khasnya.
" Baiklah bi, kabari Ave jika kalian akan datang !!" Ucapnya diakhir obrolan mereka.
Setelah mengobrol dengan blandina, bibi Rachel segera bergabung dengan suaminya dan Austin yang ternyata masih duduk di meja tersebut.
Bibi Rachel menatap Austin sekilas, lalu menikmati minumannya.
" Prince Edinburgh dan mominya " jawab bibi Rachel sambil melirik kearah Austin
Paman Thomas menelan salivanya kasar.
" Apa yang dilakukan wanita ini " Rintihnya kesal dalam hati.
" O-oh, be-benarkah?? Lalu apa yang dia katakan??" Tanya paman Thomas gugup.
" Mereka akan ke Milan dengan suaminya,Minggu depan !!! Ucap bibi Rachel menekan kata suami sambil menatap Austin dengan senyuman.
Austin merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya, saat mendengar nama prince Edinburgh.
Dia hanya menatap sebentar kearah aunty Rachel lalu tersenyum hangat.
Mendengar nama prince Edinburgh membuat hatinya mendesir aneh.
Setelah cukup lama menyapa, Austin pamit meninggalkan suami istri tersebut.
" Apa yang sudah kamu lakukan, Rachel ??? " Tanya paman Thomas kesal
" Memangnya apa yang sudah aku lakukan, tom ?? Jawab aunty Rachel dengan wajah tak bersalah.
__ADS_1
" Austin bisa saja curiga saat mendengar nama anak Ave " timpal uncle Tom masih kesal.
" Biarkanlah, lagipula aku masih sakit hati dengannya tom. Pria itu benar-benar menyebalkan " ucapnya dengan nada kesal, lalu menikmati makanannya.
" Padahal ini sudah empat tahun berlalu, sayang. Kita lupakan saja masalah Ave dan tuan Austin. Ave sudah hidup bahagia bersama dengan keluarga kecilnya. Kita doakan yang terbaik untuk mereka !!" Timpal paman Thomas.
Tanpa diketahui oleh mereka berdua, ternyata Austin telah mendengar obrolan mereka barusan, melalui salah satu orang kepercayaannya yang duduk di samping mereka berdua.
Austin mengepal kuat tangannya,hingga bukuh- bukuh jarinya memutih.
Rahangnya ikut mengeras, dia benar-benar marah mendengar blandina sudah menikah.
" Jadi yang tadi menelpon bibi Rachel adalah Ave ??" Gumannya dengan emosi yang tertahan.
" Dan prince Edinburgh, adalah anaknya" imbuhnya dengan wajah memerah.
" Kita ke London sore ini, Anthony!!" Titah Austin dingin.
Panggilan terhubung. Rupanya Austin tengah menghubungi Erik, salah satu orang kepercayaannya yang sudah empat tahun mencari tahu keberadaan Ave, atas suruhan Kakek Russel.
" Temui aku di London besok !!" Ucapn Austin lalu memutuskan panggilannya sepihak.
Austin terlihat gusar, saat mengetahui fakta yang sebenarnya.
" Ternyata kamu sepengecut itu, Ave. Cepat sekali kamu melupakan kisah cinta ini " rutuknya dalam hati.
Selama empat tahun ini , dirinya sama sekali tidak mencari blandina. Dia terkejut saat Anthony mengatakan blandina sudah tidak berada di Edinburgh sejak empat tahun yang lalu.
Austin pun kembali ke hotel dan bersiap siap kembali ke London.
sesampainya di hotel,Austin segera memanggil Anthony dan menanyakan keberadaan blandina selama ini.
" seperti nona ave dibantu oleh seseorang, tuan Austin !!" timpal Anthony
" seseorang ?? siapa ???" tanya Austin sambil melonggarkan dasinya.
" saya sudah menyelidikinya ,tapi saya belum menemukan siapa yang telah menyembunyikan nona ave, tuan !!" jelas Anthony hati-hati
" begitukah???" timpal Austin sambil menaikan alisnya.
" Luke...,iya pasti Luke orangnya!!" ucapnya pelan.
setelah Anthony keluar dari kamarnya..,Austin berlalu menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
bayangnya tentang blandina menari-nari di benaknya.
ada rasa penyesalan yang menghampiri pikirannya.
diapun berendam di bathtub untuk melepaskan kepenatan sekaligus rasa sesal dipikiran nya.
__ADS_1