PART OF MY HEART in EDINBURGH

PART OF MY HEART in EDINBURGH
45. Ancaman


__ADS_3

Lepaskan prince, Jasmine. Dia sama sekali tidak tahu apa-apa tentang masalah kita " timpal blandina lirih


" Putramu memang tidak tahu apa-apa tentang kita, tapi kehadiran anak ini semakin membuatku jengkel terhadap kamu dan Austin !!" Ucapnya dengan sorot mata menakutkan


" Lepaskan prince, Jasmine.. kamu bisa melakukan apapun kepadaku !!!" Ucapnya dengan tangisan


" Cukup sudah drama kalian berdua, sekarang tanda tangan berkas ini " ucap nyonya Celine sambil melemparkan sebuah map berwarna biru dihadapan blandina.


" Apa ini ???" Tanya blandina bingung sambil membaca satu persatu isi map tersebut.


Selang beberapa menit, blandina membanting map yang berisi penyerahan hak ahli waris seluruh aset milik Daddy dan momi-nya kepada Celine dan arabelle.


" Apa-apaan ini ?? Apa kalian sudah gila ??" Teriak blandina tidak terimah dengan isi surat tersebut.


Nyonya Celine tersenyum tenang, lalu mendekati blandina dengan wajah yang sulit ditebak.


" Arabelle, kamu tahu kan apa yang harus kamu lakukan " ucap Celine sambil menatap blandina dengan sorot mata penuh kebencian.


Arabelle mendekati prince yang sedang menangis di pelukan Jasmine .


" Hallo prince,mau jalan-jalan dengan aunty ke hutan ??" Ucapnya sambil menatap blandina


" Apa yang kamu lakukan??" Teriak blandina histeris saat melihat jasmine meremas kuat pundak putranya.


" Hiiiksss, sakit momi " bocah tampan tersebut meringis kesakitan.


" Jasmine aku mohon, jangan sakiti anakku !!" Seru blandina sambil menangis tersedu-sedu.


Blandina tidak bisa melakukan perlawanan karena kekuatannya berbeda jauh dengan kedua pria berotot di sampingnya.


" Lepaskan aku, tolong jangan sakiti anaku " teriak blandina frustasi.


Jasmine maju kedepan lalu menampar blandina.


" Kamu bukan sahabat yang setia kawan,Ave. Aku sangat muak melihatmu !! Timpal Jasmine sambil meremas kedua pipi blandina.


" Tolong jangan sakiti anakku Jasmine...pliss !!" Mohon blandina dengan wajah memelas. Air matanya membasahi wajah cantik miliknya.


" Momi sakit !!" Teriak prince saat arabelle menarik rambutnya kebelakang.


" Arabelle, tolong jangan sakiti anakku.tolong !!! Aku akan menandatangani surat itu !! Ucap blandina sambil mengangkat map yang sempat dibuangnya barusan.


Nyonya Celine tertawa penuh kemenangan. Dia segera merampas berkas tersebut, lalu berjalan keluar .


Blandina segera berlari memeluk prince dan mencium putranya.


" Maafkan momi, sayang. Maafkan momi tidak bisa menjagamu dengan baik !!! Tangis blandina sambil memeluk putranya erat-erat.

__ADS_1


" Maafin prince,mom !!" Ucap prince dengan nada menyesal.


" No..,prince tidak salah. " Ucap blandina lirih melihat ketakutan di wajah putranya.


Pintu digudang tertutup, hanya Jasmine yang tengah berdirih di depan pintu yang ditutup.


Blandina merasakan ada sesuatu yang akan dilakukan Jasmine. Diapun segera membawa prince berdirih tepat dibelakangnya.


" Apa yang kamu inginkan jas ???" Tanya blandina diliputi rasa cemas akan putranya.


" Aunty Celine dan arabelle telah mendapatkan apa yang mereka inginkan, sekarang giliranku untuk mendapatkan apa yang aku inginkan!!" Tukasnya dengan sorot mata penuh kebencian.


Mata blandina berkabut, dia benar-benar sangat mengkhawatirkan keselamatan putranya.


" Apapun akan aku lakukan, tapi tolong jangan sakiti prince...,hikss... Tolong !!!" Ucap blandina terisak .


Dia benar-benar sangat mengkhawatirkan putranya.


Sesekali matanya memperhatikan gerakan tangan Jasmine yang berada di balik saku celananya.


Jasmine bisa melakukan apapun yang dia inginkan.


" Hanya satu yang aku inginkan ave,


Tembak putramu sendiri atau aku yang akan menembak putramu sendiri !!" Ucap Jasmine dengan tatapan tajamnya.


" Kamu manusia biadap " teriak blandina murka.


" Dimana hati dan perasaanmu ??" Ucapnya dengan mata yang memanas menahan amarah.


" Ha..ha...ha.., hati dan perasaan ??" Ucapnya mengejek kearah blandina.


" Bukankah kamu tidak pernah memikirkan hati dan perasaanku saat kamu lebih memilih untuk menjadi egois, Ave ??" Ucapnya sambil duduk disebuah kursi di ruangan itu.


" Tapi anakku tidak tau apa-apa tentang hal itu, jas !!" Ucapnya tegas. Dia tidak pantas menerima semua ini !!" Ucapnya sarkas.


" DIAM !!!!!! teriak blandina tersulut emosinya. Dia mengarahkan sebuah pistol tepat dihadapan blandina dan prince. Prince berteriak ketakutan sambil memeluk ibunya.


" Prince, takut mom !!!" Ucapnya sambil memeluk erat ibunya dari samping.


Blandina secara perlahan membawa prince untuk berlindung tepat dibelakangnya.


" Tenanglah sayang , jangan takut. Momi akan melindungi mu !!" Bisik blandina menghibur putranya.


Tiba-tiba pintu di dobrak kuat dari luar. Austin, Luke dan Vincent masuk diikuti anak buahnya yang langsung membekuk Jasmine.


" Lepaskan, aku harus membunuh mereka berdua !!!" Teriak Jasmine frustasi karena gagal membunuh blandina kembali.

__ADS_1


Austin mendekati Jasmine dan menatapnya dengan tatapan membunuh.


" Aku sudah mengingatkan kamu sebelumnya jas, tapi kamu sama sekali tidak mau mendengarkannya. Jadi jangan salahkan aku, jika aku akan membuatmu menderita !!! Bisik Austin dengan nada mengancam.


" Dasar pengecut !!" Ucap Jasmine sambil menatap Austin dingin.


" Anthony, bawa Jasmine ke tempat biasa. Aku harus membuatnya jera sebelum membawanya ke kantor polisi !!" Timpal Austin lalu menghampiri blandina yang telah bersama-sama dengan Vincent dan Luke.


Mata mereka saling beradu. Austin menatap blandina penuh dengan penyesalan.


Setelah merasa dia harus menyelesaikan masalah ini dengan Austin, blandina segera meninggalkan prince dengan Vincent dan mendekati Austin.


" Ada yang ingin aku sampaikan, Austin " ucap blandina dengan penuh keyakinan.


Vincent membawa prince dan mengajak Luke meninggalkan tempat itu.


" Mereka butuh ruang untuk menyelesaikan masalah mereka. Ayo kita pergi !!!" Timpal Vincent.


Blandina menarik napas dalam-dalam, lalu menghempaskan pelan.


Merasanya dirinya telah siap untuk berhadapan dengan Austin, diapun segera berbicara.


" Kamu ingin aku memaafkan mu ??" Tanya blandina


Austin mengangguk pelan.


" Pergilah dari kehidupan aku dan prince " timpal blandina tegas


Raut wajah Austin berubah...


Sungguh, mendengar ini membuatnya serasa kehilangan hidupnya.


Harapan untuk memulai hidup baru dengan keluarga kecilnya sirna sudah.


" Tolong, Austin. Jangan membuat hidupku dan prince menderita !!" Ucap blandina kembali.


Mendengar setiap ucapan blandina ditelinganya, bagaikan seribu jarum beracun yang menusuk jantungnya. Di tidak membayangkan , jika prince akan terus memanggil Vincent sebagai Daddy nya. Padahal sudah jelas baginya kalau Vincent adalah sepupu blandina.


" Baiklah, dengan satu syarat jika aku tidak bisa mendekati prince sebagai ayah tolong ijinkan momi untuk hadir sebagai grandmom untuk prince.tolong !!! Ucap Austin setengah memohon.


.


Raut wajah blandina berubah drastis.


Dia menelan salivanya pahit.


Austin malah menatapnya tanpa berkedip.

__ADS_1


" Kalau kamu tidak mengiyakan permintaan aku, maka aku pun tidak akan mengikuti kemauanmu, titik!!! Ucap Austin, sembari meninggalkan blandina sendirian lalu menyusul yang lainnya di parkiran tempat tersebut.


__ADS_2