
Setelah kartu kredit milik nyonya Celine dan putrinya dibekukan, mereka sama sekali tidak terlihat melenggak-lenggok tas belanjaan saat keluar rumah.
Nyonya Celine sempat meradang saat mengetahui kartu miliknya telah disabotase blandina. Dia sempat mengumpat keras terhadap clowy dan Edwin namun semua usahanya sia-sia.
Sempat berdebat hebat dengan blandina,namun mulutnya terbungkam saat blandina menyinggung soal kematian daddy-nya .
Dan hari ini adalah hari dimana sang pewaris Anderson Corp akan diumumkan.
Blandina masuk didampingi paman dan bibinya.
Sementara tuan Edwin Wijaya dan Mrs clowy mengikut mereka dari belakang.
Tuan arka masuk dengan tenang, dan duduk dikursi yang telah disediakan.
Nampak Celine dan putrinya juga tidak ketinggalan hadir diruangan tersebut. Beberapa wartawan telah bersiap di kursi yang telah disiapkan .
Tuan arka mulai membacakan isi wasiat yang telah di tuliskan oleh tuan Robert Anderson.
Blandina maupun Celine dan putrinya mendengarkan dengan seksama setiap ucapan yang diucapkan tuan arka, selaku pengacara dari tuan Anderson.
" Tuan,Anderson memberikan sahan kepada nona blandina avelia Anderson sebagai satu-satunya putri tuan Anderson bersama dengan Edelweis Swan sebesar 65%, 15% untuk Celine Van Bruer sebagai istri keduanya dan 25% milik Austin Stewards selaku investor yang telah lama menjalin kerja sama dengan perusahaan miliknya. Demikian lah surat wasiat ini dibuat tanpa paksaan dan sadar " tutur tuan arka diakhir pembacaan surat wasiat milik Robert Anderson.
Blandina menarik napas pelan, ada raut kecewa saat nama Celine terdaftar sebagai salah satu pemilik saham di perusahaan daddy-nya. Namun dia masih tetap bersyukur karena 65% saham di perusahaan adalah miliknya dan sisa saham dimiliki oleh Austin.
Terlihat raut gembira dari Celine dan arabele karena mendiang suaminya tidak melupakannya. Setidaknya dia masih memiliki sesuatu untuk bertahan hidup bersama putrinya.
Setelah itu, tuan Edwin mengambil ahli mic tersebut .
" Maka dengan ini saya mewakili jajaran petinggi di Anderson company, mengucapkan selamat bergabung kepada nona blandina avelia Anderson sebagai CEO Anderson company yang baru " tutup tuan Edwin diiringi tepuk tangan yang meriah disetia sudut ruangan tersebut.
Sementara dibelahan dunia yang lain tepat pada tengah malam, Austin tengah mengikuti pembacaan warisan dan pengumuman pewaris Anderson Corp yang baru.
Sudut bibirnya terangkat saat melihat blandina memakai stelan panjang denga blouse berwarna hijau toska. Betapa anggun dan dewasanya seorang blandina dimatanya.
" Cantik " satu kata keluar dari mulutnya.
" See u next week sayang" gumannya pelan, sembari menghabiskan koktail di tangannya.
Hari berganti hari, kini tibalah blandina untuk kembali ke Edinburgh.
Tapi sebelum berangkat, dirinya bergegas menuju Anderson Corp untuk bertemu clowy dan tuan Edwin.
" Selamat pagi nona Anderson" sapa clowy seperti biasanya.
" Tolong panggilkan tuan Edwin kesini" pinta blandina sopan
__ADS_1
Beberapa menit lewat, nampak clowy dan tuan Edwin Wijaya masuk diruang Presdir.
" Selamat pagi nona Anderson " sapa tuan Edwin sopan
" Maaf mengganggu pekerjaan anda tuan. Tapi saya ingin memberitahukan satu hal sebelum berangkat ke Edinburgh pagi ini" jelas blandina dengan sorot mata sedikit khawatir .
" Akan saya dengarkan, nona !!" Jawab tuan Edwin Wijaya
Sejenak blandina menarik napasnya berat.
" Begini tuan Edwin, ada satu hal yang tidak sempat disampaikan tuan arka saat pengumuman CEO baru di Anderson corp.karena hal ini harus disampaikan secara personal " jelas blandina panjang.
" Baiklah,nona Anderson. Katakanlah !!" Timpal tuan Edwin.
" Tunggu beberapa menit lagi, tuan arka akan kesini. Dia sudah dilantai bawah " jawab blandina
Clowy hanya menatap mereka berdua tanpa berkedip.
Selagi tidak ada pembicaraan keuangan perusahaan, clowy merasa dia tidak perlu mengeluarkan pendapat.
Tok....tok...tok....
Terdengar suara pintu diketuk.
" Masuklah,tuan arka !!" Titah blandina dari balik pintu.
" Silahkan duduk tuan arka !!"
Tuan arka pun duduk di sofa tepat di depan blandina dan clowy.
Blandina mengisyaratkan dengan anggukan kepalanya, untuk mempersilahkan tuan arka menjelaskan maksud yang telah lebih dulu disampaikan oleh sang CEO baru, blandina Anderson.
" Jadi begini tuan Edwin.., almarhum pernah berpesan kepada saya sebelum meninggal. Bahwa perusahaan bisa dipindah-tangankan kepada orang lain sesuai dengan permintaan sang pewaris tanpa harus menunggu persetujuan dari para petinggi Anderson Corp yang lain" tuturnya hati-hati.
" Maka dari itu, saya tanpa ragu akan menyerahkan saham ini kepada Stewards corporation " sela blandina penuh keyakinan.
Tuan Edwin dan clowy cukup terkejut mendengar ucapan nona muda pewaris Anderson Corp.
" Aku yakin, saat Austin memegang perusahaan ini dengan tangan dinginnya, perusahaan daddy akan berkembang kembali " ucap blandina mencoba meyakinkan kedua orang tersebut.
" Kami akan mengikuti apa yang menurut nona blandina terbaik" jawab Edwin Wijaya dan clowy.
" Terimah kasih tuan Edwin, kalau begitu saya pamit .sampai jumpa di lain kesempatan, saya akan kesini lagi saat mempunyai waktu luang"
Jelas blandina dengan wajah yang penuh keyakinan.
__ADS_1
" Tolong sembunyikan ini semua, hingga tiba waktunya. Biarkan lah Celine dan putrinya mengetahui jika aku adalah satu-satunya pewaris di Anderson Corp" tutupnya sembari pamit meninggalkan ruangan tersebut.
" blandina segera meninggalkan ruangan tersebut dengan mata berembun.
dirinya telah berjanji akan mempertahankan apapun yang telah diperjuangkan kedua orangtuanya,terutama sang ibu.
sejenak dirinya menatap gedung berlantai lima belas tersebut dengan tatapan sayu.
tergambar jelas bagaimana dia akan menutu kenangan pahit ditempat ini dan memulai dengan kenangan yang manis bersama orang yang dicintainya.
taxi yang dipesanpun datang. blandina bergegas ke airport. paman dan Tante Rachel telah menunggunya.
sepanjang jalan , blandina masih terngiang dengan obrolan Celine dan arabele tadi malam saat dia hendak ke dapur mengambil air minum.
" jangan harap seluruh rencana busukmu akan menjadi kenyataan, perempuan iblis." Rintihnya menahan amarah.
"Celine dan arabele belum saatnya kalian mendekam dipenjara. suatu saat nanti aku akan membuat kalian membayar apa yang telah kalian lakukan "
taxi memasuki halaman parkiran bandara ,Bali.
blandina bergegas keruang tunggu keberangkatan.
" back to Inggris,right ?? timpal suara seseorang di samping pintu masuk ruang tunggu
blandina menengok asal suara bariton tersebut.
ternya George, Sahabat Austin.
" hai.." sapa blandina kikuk. maklum dia belum pernah saling sapa dengan pria tersebut.
George tertawa kecil mendengar nada aneh dari gadis yang telah membuat sahabatnya gila setengah mati.
" back to Inggris ??" tanya George kembali.
" yeah...,tapi actually tujuan aku ke Skotlandia. tapi aku harus mampir ke Inggris sebentar " jelas blandina masih terlihat gugup.
" sosoknya yang mendominasi hampir mirip dengan Austin " Rintihnya dalam hati
" ouh begitu kah ?? safe flight,right !!" ucap George diakhir pembicaraan singkat mereka berdua.
blandina segera ruang tunggu, sebentar lagi mereka akan berangkat.
" hai sayang!!" ucap bibi Rachel sembari memeluk ponakan tercintanya.
" are you ready ??" tanya bibi Rachel lembut.
__ADS_1
" yes....like you see !!" ucapnya dengan wajah bahagia.
" maaf agak lama, soalnya sebelum ke kantor Daddy, aku tuh mampir dulu ke pemakaman Daddy dan momi sebentar " jelas blandina minta maaf karena dia telah membuat kedua orangtua tersebut menunggu.