
Tepat pukul delapan pagi waktu Edinburgh, Austin telah standby di depan pintu keluarga Anderson.
Dengan jas navi dan rambut yang disisir rapi menampilkan ketampanan seorang Austin yang sangat sempurna.
Blandina keluar sambil mengenakan dress moca sebatas lutut , sepatu boots warna putih dan blazer warna senada dengan boots putihnya.
Rambut cokelat terang miliknya menampilkan kecantikan yang tiada bertara. Sungguh setiap mata yang memandang pasangan tersebut pasti akan merasa kurang percaya diri.
" Ready ??" Tanya Austin sambil tersenyum mesra kepadanya.
Blandina mengangguk pelan sambil tersenyum manis sekali kearahnya.
Austin tidak tahan dan langsung mengecup bibir blandina.
" Jangan sekali-kali tersenyum seperti itu kepada pria lain diluar sana. Karena aku pastikan ,kedua mata mereka akan berpindah dari wajah mereka " timpal Austin
" Ck...,kamu sudah seperti psikopat ,Austin " cicit blandina sambil bergidik ngeri.
Austin tertawa kecil mendengar ucapan blandina barusan.
Merekapun bergegas menuju kampus baru blandina.
Heriot-watt university adalah lima universitas terbaik di Skotlandia dan masuk dalam 35 universitas terbaik di Inggris.
Selain itu, Heriot-watt university memiliki kampus internasional di Dubai dan Malaysia.
Kampus tersebut lebih fokus dalam bidang studi ilmu bisnis, teknik desain, fisika,ilmu sosial dan ilmu hayati.
Demi melanjutkan bisnis milik ayahnya, blandina memilih ilmu bisnis untuk mengasah kemampuannya.
Austin menyetujui keputusan blandina. Setelah mengurus segala sesuatu di kampus tersebut, Austin dan Blandina bergegas meninggalkan kampus tersebut dan mencari makanan karena cacing-cacing diperut mereka mulai berdemo ria.
Waktu menunjukan pukul 01.00 siang waktu Edinburgh.
Blandina dan Austin memilih makan di restoran yang tak jauh dari kampus tersebut.
Pada saat bersamaan, Jeffrey dan Samantha pun berada di tempat yang sama.
Austin terkejut melihat Samantha yang sama sekali tidak terlihat Seperti orang yang sedang sakit.
" Sam " Rintihnya tertahan
Blandina mengikuti arah pandangan Austin. Tepat di samping jendela , dua sosok yang saling bercengkrama sambil tertawa kecil seakan-akan sedang memamerkan kemesraan mereka.
Austin segera mendekati Samantha dan Jeffrey.
__ADS_1
" Sam " panggil Austin masih dengan wajah terkejut.
" Aus....," Timpal Samantha dengan wajah terkejutnya.
Austin menatap Jeffry dengan mata elangnya.
Lalu menatap Samantha kembali.
" Syukurlah kalau kamu sudah sembuh. Aku ikut senang melihatnya " timpal Austin dengan ekspresi yang sulit ditebak.
" Ayo sayang, kita cari restoran yang lain " ujarnya sambil menggandeng blandina keluar dari restoran tersebut.
Samantha merasa seperti ditampar berulang kali. Tiba-tiba air matanya keluar tanpa permisi dari matanya.
Jeffry mengusap pundak Samantha dan memeluknya.
" Tenanglah....,aku akan selalu disisimu" ujarnya sambil mendekap Samantha yang tengah terisak-isak.
" Aku sudah membuat Austin kecewa, Jeff. Dia satu-satunya keluargaku yang selalu menganggap aku dan ibuk ada " ucapnya sambil terisak.
" Calm down,Sam. Austin seperti itu karena mungkin dia tidak menyukai aku yang kembali bersamamu. Bukan karena kamu !!! " Seru Jeffrey mencoba menenangkan Samantha.
" Hmmmp, thanks Jeffrey!!" Balas Samantha sembari memeluk Jeffrey.
Sementara di seafood resto, Austin terlihat hanya diam sambil menyesap minumannya.
Austin menghempaskan nafasnya kasar.
" Aku tidak habis pikir dengan cara berfikir Samantha. Dengan gampangnya dia kembali ke pelukan Jeffrey" jawab austin sambil menyesap minumannya kembali.
" Aku ingin memberitahukan satu hal tentang Samantha yang mungkin belum kamu ketahui " cicit blandina hati-hati.
Austin mengernyitkan keningnya dengan raut wajah terkejut.
" Apa yang tidak aku ketahui,darl " imbuhnya.
" Actually, Samantha sudah sembuh total enam bulan yang lalu. Namun saat mendengar Jeffrey kembali ke Inggris, dia kembali ke tempat rehabilitasi untuk menarik perhatian Jeffrey" jelas blandina sambil menatap Austin.
Austin terkejut mendengar penjelasan blandina.
Dia hampir tidak percaya mendengarnya.
" Aku tahu hal ini dari Luke. Waktu dia ke Dublin, dia sempat melihat Samantha di salah satu club'disana. Dan saat mengetahui Jeffrey sedang berada di Inggris, diapun bergegas kembali ke tempat rehabilitasi agar supaya Jeffrey bisa menemuinya " cecarnya panjang lebar.
Austin tertawa miris mendengar penjelasan blandina.
__ADS_1
" Aku hampir tidak percaya ,sayang. Ternyata Samantha sudah mempermainkan aku. Padahal aku sudah berusaha payah agar supaya momi dan grandmom Sheryl bisa menerima Samantha dan ibunya kembali ke keluarga besar " ujarnya sambil menertawakan kebodohannya.
" So...,lanjutkan makananmu, habis dari sini aku ingin berkunjung ke Craigmillar Castle. Habis itu aku ingin bermalam ke villa, kalau kamu tidak keberatan " timpal blandina sambil memperlihatkan gigi kelinci miliknya.
" Kamu sudah mulai genit yah sekarang " timpal Austin sambil menatap tajam blandina
" Tenang saja, ini hanya aku perlihatkan kepadamu " jawab blandina sambil memotong kembali steak milik Austin lalu diberikan kembali kepada Austin.
Mereka kembali menikmati makan siang tanpa ada obrolan kembali.
Austin sesekali menatap blandina sejenak lalu menyantap steak yang telah dipotong-potong Blandina.
" Aku tidak sabar untuk menunggumu di altar, darl " ucap Austin sembari mengunyah makanannya.
" Dan aku juga tidak sabar menyandang status Nyonya Stewards" ucap blandina sambil menggoda Austin.
Austin memicingkan mata elangnya dan berhenti mengunyah makanannya.
" Ck.., bukankah gelar nyonya Stewards sudah aku berikan waktu di villa . Apakah kamu melupakan nya,sayang " ucapnya dengan wajah kesal.
" Aku tidak melupakannya sama sekali. Maksud aku, aku ingin menyandang gelar tersebut saat menikah nanti " jawab blandina tanpa merasa bersalah.
" Jadi maksud kamu, saat ini kamu belum mau menyandang nona Stewards???" Tanya Austin terlihat kesal.
Tiba-tiba tawa merdu keluar dari mulut balndina.
" Nona Stewards,bagi aku belum terdengar sah secara hukum. Itu hanya kamu sendiri yang menyebut nya" jawab blandina enteng.
Austin mulai terlihat dongkol mendengar ucapan blandina.
Sambil melipat tangan di dada bidangnya, Austin menatap blandina dengan tatapan intimidasi.
Blandina malah tidak merespon wajah cemberut Austin.
Dia malah asyik mengunyah makanannya.
" Wajah mu kalau lama-lama ditekuk seperti itu, aku yakin wajah tampan mu akan berubah seperti kakek -kakek " ucap blandina tanpa rasa bersalah.
Austin menghempaskan nafasnya kasar' dan kembali menikmati makanannya.
Drama di meja makan berakhir dengan khidmat.austin dan Blandina meninggalkan restoran tersebut dan melanjutkan perjalanan ke Craigmillar Castle.
di sepanjang jalan menuju Craigmillar Castle, Austin memeluk blandina erat seakan tidak ingin melepaskan barang sejenak.
blandina adalah gadis pertama yang telah mengisi hatinya sejak dulu.
__ADS_1
semenjak kepergian blandina ke Indonesia, Austin menutup rapat hatinya untuk perempuan lain. banyak sekali perempuan - perempuan yang rela melemparkan diri untuk Austin tapi ditolaknya mentai-mentah. malah ada seorang model yang nekat menjebak Austin tapi untungnya, Anthony cepat mengetahui hal tersebut. jangan tanya nasib perempuan tersebut yang bekerja sebagai model di salah satu agensi inggris.
blandina adalah cinta pertamanya sekaligus cinta terakhirnya.