PART OF MY HEART in EDINBURGH

PART OF MY HEART in EDINBURGH
29. Malam penuh cinta di villa


__ADS_3

Selain Craigmillar Castle adalah salah satu tempat favorit blandina sejak kecil, ada inchcolm Abbey and island tempat yang sering dikunjungi Blandina dan ibunya.




Kedua tempat ini menjadi tempat favorit blandina.


Cukup lama blandina dan Austin memanjakan mata di Craigmillar Castle. Suasana yang teduh menghantarkan blandina teringat sosok sang ibu yang selalu menemani masa-masa kecil saat sang ayah lebih banyak menghabiskan waktunya di luar. Pekerjaan kantor selalu dinomorsatukan sang ayah. Sampai -sampai kondisi ibunya sama sekali tidak diperhatikan oleh sang ayah.


Tiba-tiba air matanya keluar tanpa permisi dari pelupuk mata indah miliknya. Dirinya terisak kecil dan membuat Austin kaget dengan perubahan sikap sang kekasih yang cepat terbawa suasana.


" Heiii, are u okay ??" Tanya Austin sambil menghapus air mata blandina.


Blandina mengangguk sambil tersenyum kearah Austin.


" Do u Miss them ??" Tanya Austin


Blandina mengangguk pelan.


" Miss them so much !!" Jawab blandina pelan, lalu menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Austin.


Waktu terus berlalu, tak terasa waktu telah menunjukkan pukul enam petang.


Austin dan Blandina bergegas menuju villa milik ibunya.


Villa tersebut tak terlalu jauh dari Craigmillar Castle.


" Kita hampir sebentar ke supermarket ya " ucap blandina


" Okay" jawab austin sambil mencium mesra pipi blandina.


Setelah membeli beberapa bahan makanan, blandina dan austin bergegas menuju villa.


*


*


" Siapa yang barusan telpon sayang ??" Tanya austin yang muncul di belakang blandina dengan rambut basah miliknya.


" Aunty Rachel sayang " jawab blandina sambil menyiapkan makanan yang telah selesai dimasak.


" Hmmp..., Sepertinya enak !!" Puji Austin sambil mencicipi kentang dan chicken bowl bumbu lada hitam.


Blandina tersenyum simpul mendengarnya.


" Setidaknya aku harus berusaha menjadi istri masa depan yang handal kan ??" Ucapnya sambil tertawa renyah.


" Of course!!! Aku memang tidak salah memilih istri !! Ucapnya sambil mengunyah makanannya.


" Makanlah, keburu dingin Austin " timpal blandina sambil ikut makan.


Austin makan dengan lahapnya. Austin sudah beberapa kali menambah makanan nya.


" Pelan-pelan sayang " cicit blandina saat melihat Austin makan dengan lahapnya.


" Jadi begini yah rasanya di masakin sama istri " ucapnya disela-sela makannya.


Blandina tertawa geli mendengar ucapan memuji dari Austin dari tadi.


" Mulai sekarang aku akan memasak untukmu " jawab blandina antusias.


" Benarkah ??" Tanya Austin terlihat senang.


Blandina mengangguk cepat.


" Aku akan membuatmu gendut seperti Doraemon " sambungnya diikuti senyum jahilnya.


" sekalipun aku gendut seperti Doraemon, aku masih terlihat tampan ,aku yakin itu " timpal Austin percaya diri.


" Iya sayangku, sekalipun kamu gemuk melebihi Doraemon aku akan selalu mencintaimu" balas blandina sambil tersenyum manis sekali kearahnya.


" Thank you for u love " ucap Austin sungguh-sungguh sambil berdirih dan mencium blandina


Austin kembali ke tempatnya semula dan menghabiskan makanannya.


Setelah makan, Austin dan Blandina menuju gazebo yang berada di samping villa ,yang tepat berhadapan langsung dengan sebuah bukit indah didepannya.


Saling memeluk mesra dan mengucapkan janji suci, Austin sesekali mengecup bibir ranum milik blandina.


" Berjanjilah tetap berada di sisiku, walaupun kamu lelah " timpal Austin.


" Am always be with u, Austin " jawabnya sambil membalas ciuman dari Austin.

__ADS_1


Austin memeluk blandina erat. Rasa bahagia menyelimuti hatinya.


" You are my beautiful blessing for my life " ucap Austin kembali.


Blandina terharu mendengar ucapan Austin. Air mata bahagia keluar dari pelupuk mata indahnya.


Austin mendekap blandina erat, seakan tidak ingin melepasnya barang sedetikpun.


Tiba-tiba bibi Eliz datang menemui dua sejoli yang sedang bermesraan di gazebo.


" Maaf mengganggu nona ave. Didalam ada tamu yang sedang menunggu anda " jelas bibi eliz sopan.


Austin menatap blandina, lalu melirik arloji mahal sekali.


" Sudah hampir pukul sepuluh malam, siapa yang datang mencarimu malam-malam begini ??" Tanya Austin dengan tatapan menyelidik.


Blandina mengangkat kedua bahunya.


" Baiklah,bi. Bilang saja tunggu di ruang tamu. Saya akan segera kedalam " jawab blandina sopan.


" Sayang, kamu mau menunggu disini apa ikut aja kedalam ??" Tanya blandina


" Aku tunggu disini. Cepatlah kembali, dan suruh tamu tidak penting itu pulang. Tidak sopan datang bertamu di jam-jam begini " Jawa Austin terdengar ketus di telinga blandina.


Blandina terkekeh bercampur rasa geli mendengarnya.


Diapun menyusul bibi Eliz masuk ke dalam.


" Eh..bi, tidak usah bikin minum ya. Biar tamunya cepat pulang. Tuh lihat wajah tuan Stewards sudah seperti banteng marah " ucap blandina kepada bini Eliz.


Bibi Eliz tertawa lebar mendengar permintaan sang nona.


" Eh..,tapi orangnya tampan sekali nona " seru bibi Eliz.


Blandina memutar bola matanya malas.


" Austin is my best couple on the world..,he is so handsome and so kind" jawab blandina sambil tersenyum memperlihatkan gigi kelincinya.


" Bibi percaya " Jawab bibi eliz sambil memeluk nona kesayangannya.


Blandina bergegas keruang tamu dan menemui sang tamu.


Dirinya benar-benar terkejut melihat sosok jangkung di hadapannya.


" Hai bland..maaf mengganggu mu malam-malam begini " ucapnya terdengar ramah.


Blandina tidak menjawab dan hanya berdirih di depannya.


" Ada perlu apa Jeff ?? Aku rasa ini bukan waktu yang tepat untuk datang bertamu kan ??" Ucap blandina sarkas.


Jeffrey berdehem pelan. Ucapan blandina barusan membuatnya susah menelan salivanya.


" Kamu benar-benar berubah , blan." Jawabnya dengan tampang sedihnya.


" Maafkan aku,Jeff, tapi aku tidak ingin Austin salah paham " balas blandina tegas


" Maukah kamu datang di acara reuni nanti ??" Tanya Jeffrey dengan wajah hoppeles nya.


" Aku tidak bisa janji, Jeff. Maafkan aku " jawab blandina masih dengan nada tegasnya.


Jeffrey tersenyum pahit.


" Datanglah !! Austin tidak bisa membatasi apa yang masih menjadi hak kamu" ucap Jeffrey kembali.


" Lihat saja nanti. Sekarang aku harus kembali menemui Austin. Dia sedang menungguku " jawab blandina dan berbalik hendak keluar namun tangan nya dicekal kuat oleh Jeffrey.


" Apakah kamu harus seperti ini terhadapku ??" Tanya Jeffrey dengan tatapan mendominasi.


" Tolong Jeffrey, lepaskan tanganku" ucap blandina memelas


Tiba-tiba, Austin masuk dan melihat yang semestinya tidak harus dilihatnya.


Bugh..bugh !!!


" Stop, Austin !! Pekik blandina kaget.


Darah segar keluar dari sudut bibir milik Jeffrey.


" Aku rasa , aku sudah pernah memperingatkan untuk tidak mengganggu blandina lagi. Tapi sepltsypertinya, kamu bukan tipe pria yang yypsyps PP PP desa Gil sedzyyeyyyrkedar diingatkan, tapi harus di befrrrrrrrzrrrfrrrrr " ucap Austin penuh emosi.


Jeffrey tersenyum mengejek sambil membersihkan darah yang menetes di sudut bibirnya.


"' blandina bukan tipe perempuan yang suka dibatasi. Bersikaplah gentleman, Mr.stewards. jangan memutuskan apa yang menjadi kemauanmu " jawab Jeffrey dengan pandangan mengejeknya.

__ADS_1


Austin tersulut emosi dan hendak memukul Jeffrey kembali, tapi cepat ditahan blandina.


" Pergilah sebelum aku benar-benar membunuh mu !!" Ucap Austin dingin.


Blandina merinding mendengar ucapan Austin.


" Aku pergi ,bland. Jaga dirimu !!" Ucap Jeffrey sambil bergegas meninggalkan tempat itu.


Austin duduk di sofa yang berada diruangan itu dengan perasaan yang menjengkelkan.


" Mau aku ambilkan air ??' tanya blandina hati-hati.


" Ayo ke kamar. Aku benar-benar bad mood dengan kehadiran manusia itu " ucap Austin sambil membawa blandina ke kamar.


" Austin bisa pelan-pelan jalannya ??" Tanya blandina dengan raut wajah khawatir.


Austin sama sekali tidak menggubris ucapan blandina.


Sesampainya dikamar, Austin segera membawa blandina ke kamar mandi.


" Honey.., apa yang kita lakukan di sini ??" Tanya blandina heran.


Austin menduduki blandina di atas closet. Lalu membasuh tangan blandina,, yang tadi di pegang oleh Jeffrey berulang ulang kali hingga pergelangan tangan blandina memerah.


" Auoo.., sayang itu sakit !!!" Ucap blandina sambil meringis kesakitan.


Austin sama sekali tidak menggubris ucapan blandina. Dia malah menggosok dengan kasar di pergelang blandina.


" Austin..stop it !! Kamu menyakiti ku " pekik blandina sambil mendorong Austin menjauh.


" Am so sorry darl !! Maafkan aku " ucap Austin menyesal sembari mencium pergelangan tangan blandina yang berubah seperti baru habis kena pukul.


Austin menatap blandina dengan wajah memelas nya.


" Maafkan aku, aku cemburu ave !! Aku tidak suka ada laki-laki lain yang menyentuh mu !!" Timpal Austin dengan mata memerah ingin menangis karena telah menyakiti wanitanya.


" Iya aku tahu. Tapi bukan begini, Austin. Lihat tangan aku !! Timpal blandina sambil memperlihatkan pergelangan tangannya yang memerah akibat digosok terlalu kuat oleh Austin.


" Aku takut sekali ,jika sewaktu-waktu kamu meninggalkan aku dan memilih kembali kepadanya " timpal Austin frustasi.


" No...,itu tidak mungkin. Kita sebentar lagi akan menikah sayang !!" Ucap blandina lembut sembari memegang wajah tampannya.


Wajah Austin terlihat lebih tenang..


Dia mendekati blandina dan mencium bibir blandina.


Lama sekali mereka melakukan adegan tersebut, sehingga blandina kehilangan pasokan oksigen di paru-parunya. Rongga paru-parunya terasa sesak.


Melihat blandina yang mulai kesusahan bernapas, Austin segera melepaskan bibirnya dari bibir blandina.


" Sayang, aku tidak bisa lagi menunggu hingga kita menikah " ucap Austin dengan wajah memerah menahan gejolak asmara yang besar.


" Maksud kamu apa,sayang ??" Tanya blandina kurang memahami maksud Austin.


" Aku ingin memiliki dirimu seutuhnya. Maafkan aku jika ini terdengar memaksa, tapi aku tidak ingin Jeffrey kembali dan menggoyahkan pikiranmu " ucap Austin tidak percaya diri.


" Kamu sudah memiliki hatiku sepenuhnya, sayang.jauh sebelum aku mengenal Jeffrey" tandasnya sambil menatap penuh cinta kepadanya.


" Did u trust me ??" Tanya Austin kembali.


Blandina terdiam sejenak. Ada rasa bahagia bercampur rasa gugup yang menghinggapi hatinya.


Tapi lebih banyak rasa gugupnya.


Pada akhirnya dia akan memberikan kehormatan nya untuk Austin. Seberapa kuatnya dia bertahan, cepat atau lambat kehormatan yang selama ini dijaganya akan dia berikan untuk satu-satunya pria yang akan mendampingi hidupnya sampai tua nanti.


" Lakukanlah, Austin. Aku mencintaimu " ucapnya mantap.


Austin mencium kembali blandina namun kali ini terlihat lebih lembut.


Adegan ciuman cukup lama berlangsung, banyak sekali tanda kepemilikan yang diberikan Austin kepada blandina.


Adegan panas itu berakhir tepat jam tiga subuh.


Austin menghajar blandina berulang-ulang kali hingga kelelahan.


Austin mencium puncak kepalanya dan mendekap blandina posesif.


Tanda merah di sprei putih itu menandakan dirinya adalah yang pertama untuk blandina.


Dia memeluk blandina penuh cinta.


Austinpun tertidur lelap tanpa melepaskan pelukannya di tubuh blandina....

__ADS_1


__ADS_2