
Waktu terus berganti, sudah sebulan lebih Austin melewati waktu dengan segudang penyesalan yang tak ada ujungnya.
Pertemuan dengan cinta masa kecilnya dan kehadiran prince semakin membuatnya menyesal dengan perbuatannya dulu terhadap blandina. Seandainya dia bisa memutarkan waktu kembali, dia pasti akan memahami hal tersebut dan memilih mempercayai blandina.
Setelah menghancurkan Jeffrey, dirinya sama sekali tidak mendapatkan ketenangan sesuai yang diharapkan. Sebaliknya dirinya semakin geram saat melihat video yang dikirimkan Samantha waktu itu.
Emosi yang menguasai pikirannya sehingga dia sama sekali tidak memahami apa yang terjadi.
" Stiff, aku akan kembali ke rumah. Tolong kamu handle perusahaan sebentar. Aku benar-benar lelah !!" Ucapnya saat seharian penuh mengikuti rapat dengan beberapa perusahaan yang berada dibawah pengawasan perusahaan Stewards corporation.
" Baiklah, beristirahatlah dengan baik. Aku akan menjaga perusahaan ini dengan segenap jiwa dan ragaku " ucap stif berlebihan.
Austin hanya geleng-geleng kepala mendengarnya.
" Menikahlah, stiff. Sudah saatnya kamu membangun sebuah keluarga !!" Ucap Austin sebelum keluar dari ruangannya.
" Apa maksudnya, menyuruh ku segera menikah ?? Apa dia ingin memecatku " ucap stif bermonolog sendiri.
Terdengar pintu ditutup, stiff terkejut dan hendak mengejar sang bos untuk menjelaskan maksud ucapannya barusan. Namun saat teringat wajah kelelahan sang bos sekaligus sahabatnya stiff mengurungkan niatnya untuk mengejar Austin.
Diapun kembali ke ruangannya, dan memeriksa beberapa berkas yang akan ditandatangani Austin besok hari.
Austin menyetir mobilnya agak kencang dan kembali ke kediaman Stewards.
Gerbang besar dan kokoh milik bangunan mewah tersebut,terbuka secara otomatis dan mobil mewah milik Austin memasuki pelataran indah hunian bergaya eropa tersebut.
Sesampainya di dalam, Austin bergegas menuju kamarnya.
Setelah membersihkan tubuhnya dari kelelahan yang panjang, diapun berbaring diranjang besarnya dengan sejuta kekalutan yang dirasakannya.
Tiba-tiba pintu diketuk pelan.
Masuklah nyonya Alice dengan membawa sebuah album putih dengan corak emasnya bertuliskan prince Edinburgh.
Austin mengerutkan dahinya bingung saat melihat album foto tersebut.
" Bukankah nama itu milik putranya " fikirnya kebingungan.
Nyonya Alice tersenyum seakan memahami betul kebingungan putranya.
" Bukalah, darl. Itu milik anakmu, prince " ucap sang ibu yang seakan mengetahui ucapannya
Austin menatap sang ibu tak percaya
" How did u know about it, mom ?? Tanya Austin terperanjat kaget mendengar ucapan sang ibu.
" Ibu sudah tahu masalah kalian berdua semenjak blandina menyusul kamu setelah acara reuni blandina dulu. Kakek Russel, memerintahkan orang-orang nya untuk mencari tahu penyebab retaknya hubungan kalian. Dan mulai saat itu dia mengawasi blandina dan menyuruh orang-orang nya untuk menjaga blandina " jelas nyonya Alice panjang lebar.
Austin sama sekali tidak percaya ,kalau selama ini ibunya dan sang kakek ikut menyembunyikan keberadaan blandina darinya.
" Kenapa kalian menyembunyikan hal sebesar ini kepadaku,mom " ucapnya frustasi.
Nyonya Alice menarik napas pelan
" Karena kamu lebih memilih berdiam diri dan tidak mengejar blandina pada waktu. Kamu tidak menemui Ave,Austin. Remember??? Ucap nyonya Alice mengingatkan.
__ADS_1
Austin memegang rambutnya frustasi dan tertunduk menahan kepedihan dihatinya.
Nyonya Alice memeluk Austin. Baru kali ini dia melihat Austin sesedih ini. Bahkan saat kehilangan ayahnya dulu, Austin sama sekali tidak seperti ini.
" Hey...., Apakah kamu tidak ingin melihat prince waktu lahir ??" Timpal nyonya Alice sambil mengangkat wajah putranya.
" Lihatlah...,dia sangat manis. Persis seperti mu saat baru lahir. Ucapnya sambil tersenyum kearah putranya.
Austin segera mengambil album foto berwarna putih lalu membuka satu persatu foto dalam album tersebut.
Wajahnya terlihat bahagia saat melihat foto foto kelahiran putranya.
Matanya berembun saat melihat blandina memeluk putranya sambil menciumnya.
Austin terbelalak kaget melihat sang ibu yang tengah memeluk prince dan juga sang kakek yang memegang kepala prince.
" Kenapa tidak memberitahu aku kalau kalian juga ada disana saat Ave melahirkan prince ??" Tanya Austin
" Waktu itu kamu sedang berada di Norwegia,dan saat itu kamipun dikejutkan dengan kabar tersebut secara tiba-tiba.Kakek Russel dan momi langsung berangkat ke Swiss saat itu " jelas sang ibu panjang lebar.
Austin merasa tak berguna saat mendengar satu persatu cerita sang ibu, sampai cerita pernikahan palsu blandina dan vincet sepupunya agar blandina dan putranya aman di publik Swiss.
" Apa yang harus aku lakukan, mom ???" Tanya Austin dengan wajah sedihnya.
" Pergi temui ave dan bawa mereka berdua pulang ke rumah,sayang. Sudah saat nya Ave dan cucu momi kembali kerumah ini, terserah dengan cara bagaimana Austin. Tapi saran momi, bawa mereka dengan cara yang lembut, buang ego seorang CEO dari dirimu!!!" Timpal nyonya Alice sambil mengusap lengan putranya lembut.
" Baiklah mom, sekarang juga Austin akan berangkat menemui ave ,dan membawa mereka kembali !!" Ucap Austin dengan penuh keyakinan.
Nyonya Alice tersenyum puas melihat wajah Austin yang mulai tersenyum kembali.
Burung besi berukiran emas dengan tulisan Stewards, tertulis dengan mewahnya di badan pesawat tersebut.
Berbeda dengan stiff yang terlihat kelelahan karena dia sebenarnya baru saja menyelesaikan beberapa pekerjaan yang ditinggalkan Austin.
Dan belum sempat beristirahat sejenak, Austinpun menelpon stiff dan menyuruh nya untuk menyiapkan jet pribadinya.
" Hufffffttttt, gimana menikahnya kalau aku tidak diberikan kesempatan mencari pasanganku " ucapnya stif dengan wajah masamnya.
Tanpa berlarut-larut merasakan kepedihan karena menjomblo, akhirnya dirinya memutuskan untuk beristirahat sejenak sebelum sang bos sekaligus sahabatnya memberikan sejuta pekerjaan yang tidak pernah ada habisnya.
Setelah beberapa jam mengudara, akhirnya pesawat pribadi miliknya mendarat di bandara Swiss.
Angin dingin menyeruak memasuki pori-pori dua pria tampan turun dari pesawat pribadi tersebut.
" Lakukan apapun juga untuk membuat Ave dan putramu pulang kerumah, dude !!" Timpal stiff sambil menepuk pundak sahabatnya.
Austin berhenti sejenak dan menatap sahabatnya.
" Thanks dude !!" Ucapnya bersungguh-sungguh.
Stiff tersenyum dan mengajak Austin menuju mobil yang telah disiapkan olehnya.
Mobil menuju kota Bern. Dari bandara menuju kota Bern cukup jauh.
Namun demi Ave dan putranya, Austin rela meninggalkan pekerjaannya yang menumpuk dan disinilah dirinya berada.
__ADS_1
Bern merupakan salah satu kota yang indah dari beberapa kota di Swiss.
setelah beberap jam perjalanan, akhirnya stiff dan Austin tiba didepan rumah yang lumayan besar dan dipenuhi beberapa jenis bunga yang indah.
hati Austin terenyuh saat melihat kebun bunga milik Ave.
matanya mulai ber-embun saat melihat sosok yang sangat dirindukannya tepat di dekat jendela rumah berwarna cream tersebut.
Sesaat kemudian, pandangan mereka berdua saling beradu selaksa ada sebuah kerinduan yang terlihat dari kedua insan tersebut.
Blandina masih dengan mode terkejut nya saat melihat sosok tersebut didepan rumahnya.
diapun berlari dari dalam rumahnya dan langsung mendekati Austin yang sedari tadi hanya berdirih memandangi dirinya.
" maafkan aku, Austin " bisiknya lirih dengan air mata yang mulai membasahi wajahnya yang manis.
antar belum yakin dan merasa telah salah mendengar , Austin segera melepaskan pelukan blandina dan menatap tak percaya kepadanya.
Mata Austin memerah , terharu dan emosional saat melihat blandina memeluknya sangat erat.
saat melihat wajah blandina, Austin seakan tak percaya dengan hal yang baru saja terjadi.
Blandina memeluknya dan meminta maaf.
tak ingin membuang buang waktu, Austin segera memeluk blandina dengan sejuta kebahagiaan yang tidak dapat dia lukiskan.
" kenapa meminta maaf, sayang. Seharusnya aku yang harus meminta maaf kepadamu, dan prince " ucapnya bergetar.
'' aku kesini untuk meminta hukumanku karena telah meninggalkanmu dan lebih memilih mengikuti egoku " ucapnya dengan nada penuh penyesalan.
" jangan meminta maaf,sayangku. Aku sakit mendengarnya" imbuhnya pelan.
stiff yang dari tadi hanya hanya diam, tak percaya dua sejoli itu kembali bersama. Dia tersenyum lebar melihat kehangatan tersebut.
Ave segera mengajak mereka berdua masuk ke dalam rumahnya.
" dimana prince????? tanya Austin saat tak melihat sosok pangeran kecilnya.
" dia sudah ke inggris dua hari yang lalu !!!" jawab blandina sembari menyiapkan minuman untuk Austin dan stiff.
" ke inggris ??" tanya Austin
Stiff dan Austin saling pandang dengan wajah kebingungan.
🤩🤩
Hai..hai..hai read lovers kesayangan akyuuuu 👋👋
Maaf akhir akhir ini aku kurang update yaa 🙏🙏🙏
Pekerjaan aku banyak banget jadi up nya kadang lama banget ..
Tapi aku selalu berharap, kalian tetap setia menunggu part by part dari novel ini 😘😘
penasaran gak, siapa yang membawa prince ke inggris.
__ADS_1
Yukk....ditunggu part selanjutnya yaa 😍😍
Big hug dari author yaa geizzzzzxx🤗🤗