PART OF MY HEART in EDINBURGH

PART OF MY HEART in EDINBURGH
40. Bertemu luke


__ADS_3

Sesampainya di London, Austin langsung menuju apartemen Luke.


" Ada apa ??" Tanya Luke dingin, saat melihat kehadiran sahabat yang sudah empat tahun ini tidak pernah bertegur sapa.


Austin menatap Luke sejenak.


" Apa kamu tidak mempersilakan aku masuk ??" Austin balik tanya


" Masuklah" ucap Luke dan berbalik kedalam.


Mereka berdua duduk sambil berhadapan -hadapan.


" Katakanlah tuan Stewards, ada perlu apa anda mengunjungi saya ??" Tanya Luke tanpa ekspresi.


Austin menarik napas berat.


" Aku terlihat seperti orang asing bagimu " ucapnya dengan nada sarkas


" Seharusnya begitu kan, Austin Stewards " balas Luke dengan sorot matanya yang tajam.


" Baiklah, aku tidak ingin berdebat denganmu Luke. Aku kesini untuk menanyakan dimana Ave berada !!" Ucapnya to the point.


Mendengar pertanyaan Austin barusan membuatnya ingin melempar Austin keluar dari apartemennya.


" Kemana saja kamu selama ini tuan Stewards yang terhormat !!!? Setelah empat tahun berlalu kamu baru mengingat cinta masa kecilmu !!" Ucapnya sambil tertawa mengejek.


" Kami pulang " seru seorang wanita dengan menggandeng seorang bocah tampan di sampingnya.


Austin menengok perempuan yang baru saja masuk dengan seorang bocah berumur sekitar tiga tahun.


" Daddy !! Seru bocah tersebut sambil berlari memeluk Luke yang sedikit terkejut dengan kedatangan istrinya, Sarah.


Sementara Sarah terlihat sedikit kikuk melihat kehadiran pria yang telah menyakiti sahabatnya.


" Ternyata kalian sudah menikah ??" Tanya Austin masih ditingkat keterjutannya.


Sambil melihat seorang bocah yang sedang di pangku luke.


" Hallo tuan Austin, lama tidak bertemu !!" Sapa Sarah sopan


" Bagaimana kabarmu, Sarah ??" Tanya Austin


" Kabar saya baik tuan Austin !!" Masih dengan mode sopannya.


Sementara Luke terlihat kurang senang saat melihat cara istrinya yang masih sangat menghargai sahabatnya tersebut.


" Daddy, barusan Edinburgh menelpon Arthur. Dia akan mengajak kita ke Milan !!" Sergah bocah tersebut yang bernama Arthur.


Lagi-lagi Austin dibuat terkejut dengan nama tersebut.


Luke menyadari hal tersebut dan menatap Sarah dan Luke bergantian.


" Sayang, bawa Arthur kedalam. Dan satu lagi, tidak perlu membuat kopi untuk tuan Stewards karena sebentar lagi tuan Austin akan pergi !! " Timpal Luke sembari tersenyum hangat kepada Sarah ,istrinya.


Sementara Sarah, ingin sekali dia menoyor kepala suaminya karena perkataan nya barusan.


Pada saat bersamaan, stif masuk menjemput Austin.


Pandangan matanya beradu dengan mata indah milik Sarah.


Luke menyadari hal tersebut dan berdehem lembut.


Sarahpun bergegas menuju kamar Arthur.


" Jika tidak ada yang ingin disampaikan , saya rasa anda boleh pergi tuan Austin. Karena saya masih ada beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan. " Timpal Luke


Stif menatap arogan kearah Luke.


" Dan kamu juga, tuan Thompson. Saya harap lain kali ketika bertemu dengan istri saya, tidak perlu menatapnya seperti tadi. " Ucapnya sembari tersenyum mengejek kearah stif asisten austin.


🪷🪷

__ADS_1


( Prahara cinta segitiga Luke, stif dan sarah ada dalam novel " DI PENGHUJUNG RINDU " tapi belum aku post ya. Nanti kalau novel CEO WATSON dan PART OF MY HEART IN EDINBURGH selesai dulu yaa 😁😁)


Austin pun meninggalkan kediaman Luke diikuti stiff, sang asisten.


" Sudah kamu temukan keberadaan Ave , stiff??" Tanya Austin tajam


" Belum Austin, sepertinya hilangnya keberadaan nona ave ada campur tangan dari kakek Russel" jawab stiff sambil menyetir


" Pantas saja, aku susah sekali mendapatkan informasi soal Ave " rutuk Austin kesal.


" Kembali ke mansion " titah Austin


Merekapun kembali ke mansion


" Dimana kakek, mom ??" Tanya Austin sembari mencium nyonya Alice.


" Kakek Russel di taman belakang, darll. Ada apa ??" Tanya nyonya Alice dengan kening berkerut.


" Nothing !! Aku hanya ingin menyapanya!!" Bohong Austin


Diapun segera menemui kakek Russel diikuti sang asisten tampan, stiff.


" Aku tidak pernah menyangka kalau kakek sangat peduli dengan tanaman ini ??" Ucap austin sembari mendekati tempat dimana sang kakek tengah menyiram bunga-bunga milik Ave yang masih di jaganya dengan baik.


Kakek Russel tersenyum seakan menyadari maksud kedatangan Austin menemui dirinya.


Diapun berbalik dan menatap sang cucu.


." Ada apa Austin ??" Tanya Kakek Russel


Austin menyeringai aneh.


" Jadi selama ini kakek tahu keberadaan Ave !!" Ucapnya sambil menyentuh bunga milik Ave yang terawat baik.


" Apa pedulimu Austin. Bukankah kamu sudah tidak memiliki rasa kepadanya ??" Tanya kakek Russel dengan manik mata hijau yang persis dengan mata milik Austin.


Austin tersenyum merekah. Apa yang di curigai ternyata betul.


" Dia sudah sangat bahagia, Austin. Bahkan sekarang dia sudah menikah !!" Tandasnya tanpa menoleh kearah Austin.


" Dia memang sudah mempunyai seorang anak laki-laki yang sangat tampan" potong kakek Russel sembari menghentikan aktivitas menyiram bunga milik Ave.


Austin tertegun sejenak.


" Aku kesini bukan mendengar penjelasan kakek tentang rumah tangga,Ave. Aku kesini untuk menanyakan keberadaan dia " ucapnya dengan emosi yang ditekannya.


" Nak, berusahalah menemukannya. Dan minta maaf. Setidaknya sudah tidak ada dendam antara kalian berdua" jelas kakek Russel lalu meninggalkan Austin yang masih mematung di kebun bunga milik Ave.


Dia memandangi satu persatu bunga yang seakan tengah memandang dirinya.


" Kembali ke apartemen, lalu hubungi Anthony katakan besok aku akan pergi ke Milan. Dua hari lagi akan diadakan ulang tahun tuan Tumbler. Dia mengundangku untuk menghadiri acara tersebut !!!" Ucapnya sembari menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.


Stif sangat memahami betul apa yang dirasakan Austin.


" Akan saya siapkan " jawab stiff lalu bergegas kembali ke apartemennya.


Sementara di ruang keluarga , terlihat kakek Russel menghampiri nyonya Alice yang sedang menikmati beberapa buah yang telah dibersihkan salah satu maid dirumah tersebut.


" Apakah berhasil, dad ??" Tanya nyonya Alice.


" Sudah empat tahun berlalu, namun egonya belum hilang sama sekali " ucap kakek Russel tenang.


Nyonya Alice menawarkan kue kepada kakek Russel.


**


Waktu berlalu sangat cepat, austintelah berada di Milan. Sekaligus mengunjungi perusahaannya yang sementara ini dikelola oleh Anthony.


Stif terlihat sangat gusar semenjak dari bandara hingga di apartemen Austin.


" Ada masalah ,bro ?? Tanya Austin.

__ADS_1


" Sepertinya tadi aku melihat nona ave di bandara tadi " timpal stiff


Austi terkejut mendengar penuturan stiff, asisten sekaligus sahabat kuliahnya.


"Mungkin mirip. Sebaiknya anda bersiap siap, karena sebentar lagi kita akan berangkat ke perusahaan " jelas stiff sembari membaca jadwal Austin selama di Milan


Austin pun mengikuti saran stiff dan bergegas ke kamar mandi membersihkan tubuhnya.


dirinya benar-benar kelelahan.pekerjaannya seakan tidak pernah ada habis-habisnya.


baik perusahaan di London, Swiss, Belgia dan Italia.


bagi seorang Austin, pekerjaan yang sudah dipercayakan oleh kakek dan daddynya, adalah suatu kewajiban yang harus dijalankan olehnya.


Austin berendam sejenak di dalam bathtub. dirinya teringat dengan sebuah nama yang beberapa hari belakangan sangat menggangunya.


flash back


" jika kita mempunyai seorang anak laki-laki, aku ingin memberi nama prince Edinburgh Stewards " ucap Austin saat bersama dengan blandina di villa milik keluarga blandina


" apakah mempunyai arti tersendiri??" tanya blandina saat berada di pelukan Austin


" nama prince Edinburgh, akan menjadi nama yang akan mengabadikan kenangan kita dari saat kita kecil hingga saat ini " jelas Austin sembari mencium puncak kepala blandina.


" aku setuju " jawab blandina bahagia


" bagaimana kalau dia perempuan??" tanya blandina kembali


" jika dia perempuan, akan aku namakan edelweiss Grace Stewards " jawab Austin


" wah...,aku terharu sayang !!" ucap blandina sembari mencium bibir Austin.


flash on


Austin terbangun dari lamunannya, saat mendengar panggilan stiff dari luar.


diapun bergegas dari bathtub dan menuju ruang ganti.


dia memilih stelan jass berwarna navy.


hari ini dia merasakan sesuatu yang mungkin akan membuatnya sedikit terkejut.


entah apa sebenarnya yang akan terjadi.


Austin dan stiff segera menuju perusahaan milik Austin di Milan.


mereka memakai mobil mewah menuju ke perusahaan miliknya.


selama di jalan, bayangna blandina selalu hadir mengganggu pikirannya.


" aku harus mencarinya....Shittt !!!" ucapnya kesal


stiff yang menyadari hal tersebut, menepikan mobilnya sejenak.


" ada apa ,Austin ??" tanya stiff bingung


" aku harus menemukan Ave. dia benar-benar telah membuatku segila ini akhir-akhir ini " ucapnya dengan rahang mengeras.


" apa karena dia sudah menikah ??" tanya stiff


tidak ada jawaban. Austin hanya menatap kearah stiff. tatapannya benar -benar terlihat kelelahan bercampur kesedihan.


" setelah ini, ayo kita cari Ave dan membawanya menemui mu !!" timpal stiff


Austin menghempaskan nafasnya kasar.


diapun merebahkan tubuhnya disandaran mobil dan menutup matanya sejenak.


perkataan Luke dan kakek Russel membuat kepalanya hampir pecah.


" apa jangan-jangan mereka berdua yang menyembunyikan keberadaan, Ave ??!" Rintihnya kesal

__ADS_1


mobil miliknya melesat cepat menuju perusahaannya.


akan ada meeting penting hari ini, sementara hati dan pikirannya sementara kacau balau, semenjak mengetahui kenyataan yang sebenarnya tentang cinta masa kecilnya. perempuang yang sangat dicintainya!!!


__ADS_2