PART OF MY HEART in EDINBURGH

PART OF MY HEART in EDINBURGH
43. Menghilangnya Prince


__ADS_3

Ave kembali ke kamarnya dengan mata memerah.


Vincent dan Luke yang kebetulan telah kembali, terkejut melihat keadaan blandina.


" Hey...,are u okay ??" Tanya Luke khawatir.


Blandina tidak menjawab malah langsung menuju tempat tidur prince lalu memeluknya dan menangis.


Sarah yang melihatnya langsung mendekati blandina dan mengusap punggungnya.


" Kamu akan membangunkan prince,blan !!" Timpal Sarah sembari mengusap punggung blandina


Blandina melepaskan dekapannya dan berbalik kearah Sarah.


" Apa yang harus aku lakukan Sar,aku sama sekali tidak bisa memarahi Austin " ucapnya pilu.


Luke dan Vincent terkejut mendengar ucapan blandina.


" Jadi kamu baru saja menemui Austin ???" Tanya Luke dengan sorot matanya yang tajam


" Sayang, mereka berdua harus menyelesaikan masalah mereka. Vincent tidak selamanya harus menjadi suami pura-pura blandina kan ?? Kita harus memikirkan Jessika juga sayang !!" Ucap Sarah mencoba menjelaskan apa yang terjadi.


" Ini baru awal sayang...apa kamu lupa apa yang terjadi dengan Ave saat di Swiss ?? Austin harus merasakan apa yang dirasakan Ave " ucap Luke tegas sembari menatap blandina tajam.


" Tapi sayang, kita harus memikirkan prince juga. Dia harus tahu siapa ayah kandungnya !!" Balas Sarah tak mau kalah


" Masalah prince bisa diatasi. Austin tidak akan segampang itu kembali kepada ave dan prince, benar bukan Vincent ??!!!" Sambil menoleh kearah laki-laki tampan di sampingnya.


" Kita lanjutkan drama ini, lagipula publik di Swiss Juga tahu kalau Ave adalah istriku. Kecuali keluarga besar kita Dan jessika yang tahu kebenarannya!!" Tandasnya sambil menghela nafas berat.


Blandina hanya duduk sambil menutup kedua matanya.


Luka yang telah sembuh mulai terbuka kembali saat bertemu kembali dengan Austin.


Dadanya terasa sesak, memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya.


Terutama dengan prince, dia pasti bingung saat tahu kalau Vincent bukan ayahnya.


" Istrhatlah, besok kita akan berlibur sejenak membawa anak-anak ke pulau Capri. Temanku menawarkan kapal pesiarnya " ucap Luke .


Sarah tidak ingin berdebat lagi dengan suaminya, akhirnya diapun memutuskan kembali kekamar diikuti Luke yang menggendong Arthur.


Sementara Vincent, dia akan menemui Jessika di hotel yang sama namun berbeda lantai.


Austin yang kalah itu hendak kembali ke kamarnya setelah cukup lama menenangkan pikirannya setelah adu argumen dengan blandina di taman kota, terkejut saat melihat Vincent yang sedang bercumbu dengan seorang wanita lalu masuk ke kamar yang satu lantai dengan dirinya.


" Dasar bajingan " umpatnya kesal


Namun beberapa saat, seuntai senyum terbit dari bibirnya . Entah apa yang dipikirkan pria tampan tersebut. Dirinya bergegas masuk ke kamarnya yang hanya berbeda empat kamar dari kamar yang dimasuki Vincent dan perempuan tersebut, lalu menelpon Anthony dan stiff agar ke kamarnya.


Beberapa saat kemudian, stiff dan Anthony masuk dengan wajah yang ditekuk bak anak bayi yang sedang protes karena mengantuk.


" Melihat wajah kalian berdua membuatku ingin memotong gaji kalian berdua, namun karena mood aku sedang bagus aku tidak akan melakukannya" ucapnya sambil mengulum senyum yang terlihat aneh bagi Anthony dan stiff.


Anthony dan stiff kembali ke mode on.


Mereka berdua saling pandang. Mencoba mencerna apa yang diinginkan bos dinginnya.


" Ini masih pukul 3.00 dini hari ,tuan. Apa tidak bisa besok pagi saja ???" Tanya stiff mencoba meredam rasa kesalnya terhadap sang bos.


" Ck...,kalian belum tahu pekerjaan seperti apa yang ingin saya perintahkan, tapi kalian sudah mengeluh. Bilang saja kalau kalian sudah bosan menjadi asisten aku " ucapnya berdetak kesal


" Hmmp, bukan begitu tuan. Kita berdua hanya bingung apa yang ingin anda perintahkan sepagi ini " timpal Anthony gugup.

__ADS_1


" Cari tahu siapa perempuan yang bersama Vincent di kamar nomor 407 " timpal Austin dengan smirk misterius


" Perempuan ??" Seru stiff dan Anthony bersamaan


" Maksud anda, tuan Vincent berselingkuh dari nona ave ??" Tanya stiff masih dengan ekspresi terkejut


Austin mengangguk pelan


" Aku tidak akan melepaskan Ave setelah ini. Pria itu akan membawa pengaruh buruk buat putraku " jelasnya sambil mengepalkan kedua jarinya.


" Baiklah, akan kami cari tahu. Tapi biarkanlah kami beristirahat malam ini " ucap stiff dengan sorot mata kelelahan.


" Baiklah, tapi besok aku harus mendengar dengan lengkap siapa gadis selingkuhan Vincent Hogwarts " ucapnya penuh tekanan.


' sure " ucap stiff dan Anthony bersamaan.


Setelah itu, stiff dan Anthony kembali ke kamar masing-masing. Dan Austin bergegas menuju ranjang nya dan beristirahat setelah malam panjang yang dilaluinya.


**


Pagi hari , rombongan Luke tampak telah bersiap-siap di lobi. Sebentar lagi mereka akan dijemput orang-orang Luke dan mereka akan berlibur sejenak di pulau Capri.


" Dimana Ave " tanya Luke kepada sarah , istrinya.


" Barusan dia disini , mungkin ke kamarnya. Prince lupa membawa robot Thor miliknya dan Ave menyusulnya.


Hampir setengah jam menunggu, tiba-tiba ave muncul dengan wajah cemasnya.


" Dimana prince ??" Tanya Vincent saat melihat Ave kembali sendirian.


" Pri-prince...tidak ada dikamar !! Ucapnya terbata-bata.


" Tolong, bantu aku mencarinya " ucapnya dengan mata berembun.


Tubuhnya bergetar.di menangis dalam pelukan sarah.


Luke dan Vincent segera berlari ke kamar milik blandina dan mencoba mencari prince.


Merekapun bergegas menuju staff hotel yang berada di bagian control room. Atas bantuan tuan Thumbler, mereka berdua dengan mudahnya mendapatkan akses di ruangan tersebut.


Setelah lama memandangi beberapa puluh layar yang terpampang di depan mereka, Luke maupun Vincent sama sekali tidak mendapatkan keanehan dari layar tersebut.


Terakhir kali, prince masuk ke dalam kamar dan tidak keluar dari kamarnya lagi.


" Apa kamu melihat ada yang aneh, Vin ??" Tanya Luke sambil bersedekap tangan didadanya.


" Ada yang telah menyabotase video tersebut " jawab Vincent


" Apa jangan-jangan ini ulah Austin ??" Ucapnya curiga


" Bisa jadi !!" Jawab Vincent


" Ayo temui Austin'' " ajak Luke dan bergegas keluar dari ruangan tersebut.


Mereka berdua mendobrak pintu kamar milik Austin,lalu dengan sigap, Luke segera menarik Austin yang masih tertidur lelap diranjangnya.


" Bangun brengsek !!" Timpal Luke geram


Austin yang belum sadar dari tidur hanya tersenyum khas orang yangasih setengah sadar.


" Dimana prince ??" Tanya Luke sambil menatap nyalang kearahnya.


Mendengar nama prince disebut, Austin terkejut dan sadar sepenuhnya.

__ADS_1


" Prince ??? Memangnya prince dimana ?? Bukankah dia bersama dengan ibunya ??" Tanya Austin sambil mengucek matanya .


" Prince hilang, dan cctv hotel disabotase oleh seseorang. Aku berharap kamu jangan bermain-main terlalu jauh Austin " ucapnya dengan sorot mata tajamnya.


Austin terperanjat dari tempat duduknya saat, pikirannya sudah mulai sadar penuh.


" Prince hilang dan kalian pikir aku yang mengambilnya ??" Ucap Austin tersulut emosi.


Matanya mengarah ke arah Vincent. Tatapannya setajam pedang.


Tiba-tiba telpon Luke berdering, setelah mengangkat diapun mengajak Vincent kembali ke lobi hotel.


Ternya blandina pingsan.


Austinpun segera memanggil stiff dan Anthony agar segera mencari tahu hilangnya prince di kamar hotelnya.


Austin segera memakai kemejanya dan menyusul Luke dan Vincent .


Dilobi, austin melihat Vincent yang tengah menggendong blandina menuju mobil. Namun sigap, dia langsung mengambil paksa blandina dari gendongan Vincent dan segera membawa blandina ke kamarnya.


Luke dan Sarah hanya saling pandang. Sungguh pemandangan yang indah bagi setiap mata yang menatap.


Luke pun tidak dapat berkata-kata lebih, saat melihat Austin mengambil paksa blandina dari gendongan Vincent.


Beberapa jam berlalu, dari pihak Austin maupun Luke tidak mendapatkan informasi dari orang-orang mereka.


Sampai blandina kembali sadar dan menatap sekelilingnya, namun sosok prince sama sekali tidak ada bersama mereka.


Mata blandina berhenti tepat saat matanya beradu dengan mata milik Austin. Diapun bangkit dan mendekati Austin dengan seribu macam prasangka.


" Apa yang kamu inginkan, Austin ??" Apa belum cukup kamu menyiksaku dan sekarang kamu mengambil prince dari hidupku ??" Tanya blandina dengan mata merahnya.


' hey..., Aku sebenarnya tidak tahu apa-apa. Bukan aku yang menculik prince, Ave !!" Ucapnya keluh.


Blandina kembali duduk di ranjangnya dan memeluk robot thor milik prince.


Diapun menunduk dan menangis sejadi-jadinya.


Austin dan orang-orang yang berada di ruangan tersebut sedih melihat blandina yang terus menerus menangis karena kehilangan prince.


Tiba-tiba stiff masuk.


Maaf mengganggu, tuan. Aku mendapatkan kabar dari salah satu anak buah kita kalau yang menculik tuan muda prince adalah dua orang perempuan yang sama sekali belum jelas identitasnya " lapor stiff panjang lebar.


" Perempuan ???" Seru Luke dan Austin bersamaan.


Saat mendengar penjelasan stiff, blandina bergegas menuju ketempat dimana stiff sedang berdirih.


" Tolong bantu aku, stiff. Temukan anak aku " ucapnya terdengar pilu.


" Aku akan menemukan prince, aku janji !!" Timpal Austin yang sudah berdirih di belakang blandina.


Blandina berbalik dan menatap Austin sebentar.


" Tolong temukan anak kita " ucap blandina dengan bibir bergetar


Austin terdiam. Ada rasa senang yang menyeruak dari dalam dirinya saat blandina dengan terang-terangan menyebut anak kita.


Austin ingin sekali memeluk blandina saat itu juga, namun dia butuh penjelasan tentang semua hal yang terjadi.


Namun hal itu ditahannya karena sekarang, dia harus mencari keberadaan prince.


Austin keluar diikuti stiff dan Anthony .

__ADS_1


Merekapun bergegas meninggalkan hotel tersebut dan menemui salah satu anak buahnya untuk menanyakan keberadaan prince.


__ADS_2