
Tepat jam enam pagi, pesawat pribadi milik Austin telah mendarat di Bali. Nampak di ruang tunggu, George dan stif telah menunggu kedatangan mereka.
" Wellcome back" timpal George sembari menatap seorang perempuan cantik di samping Austin.
Saat melihat genggaman Austin dijemari gadis cantik tersebut, George pun mengerti siapa sosok gadis tersebut disamping sahabatnya.
Mobil mewah Rubicon milik Austin membelah jalanan kota Bali yang terlihat mulai ramai dengan turis yang mulai berlalu lalang di sepanjang jalan kota bali.
Tak berselang berapa lama, mobil mewah tersebut memasuki halaman parkiran stewards hospital.
Yupp, keputusan membawa tuan Robert Anderson di rumah sakit milik keluarga Stewards adalah keputusan yang tepat.
Blandina,Austin Luke dan stif memasuki rumah sakit dengan langkah yang cepat. Terutama blandina yang dari raut wajahnya terlihat cemas bercampur rasa takut.
Austin merasakan ketakutan tersebut.
Sejenak blandina menatap Austin dengan wajah yang cemas.
" Tenanglah, tuan Anderson pasti baik-baik saja " timpal Austin pelan.
Blandina menatap Austin kembali dengan mata berkaca-kaca.
Sesampainya didepan ruangan VIP , ternyata nyonya Celine dan arabele ada Disana.
Blandina menatap mereka berdua dengan tatapan yang dingin.
Berbeda dengan arabele, saat melihat kedatangan Austin, dia malah memperbaiki dandanannya dan senyam-senyum tak jelas.
" Dia pasti sepupunya, jasmine" runtuh Luke saat melihat kedua orang tersebut.
Blandina mendekati nyonya Celine ,dan menatapnya sebentar.
" Berdoalah nyonya Celine ,semoga sakitnya Daddy tidak ada hubungannya dengan kalian " ucap blandina sakras.
Nyonya Celine menelan salivanya kasar
" Apa maksudmu blandina ?? Kamu pikir saya akan mencelakai suami saya sendiri ? Begitukah ?? " Timpal nyonya Celine cepat.
Stop it..., Berhenti memanggilnya dengan sebutan suamiku. Aku rasa anda lupa satu hal bahwa untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan, kamu rela menjatuhkan diri anda sendiri dan bergelinding dari atas tangga lantai dua" jelas blandina penuh penekanan.
" Deg !!! Jantung nyonya Celine bergemuruh dengan hebatnya saat blandina melontarkan ucapanya.
Blandina melihat kegugupan Dimata Celine maupun arabele.
Blandina tersenyum misterius kearah nyonya Celine dan arabele
" Dan aku rasa Aku tidak mengatakan kalau anda ingin mencelakai Daddy aku, nyonya Celine !!" Balas blandina dan kembali ke samping Austin.
Nyonya Celine maupun arabele, nampak canggung dengan kedatangan blandina dan Austin. Kedatangan mereka bagaikan ancaman untuk mereka berdua.
Blandina bisa merasakan hal tersebut. Dia menekan kedua tangannya,hingga buku jarinya memutih. Austin menatap jemari jemari panjang milik blandina yang memutih. Diapun segera menggenggam jemari tersebut, seakan memberikan semangat untuk blandina.
Pada saat bersamaan, dokter Samuel datang menemui Austin dan yang lainnya.
" Selamat datang,tuan Stewards. " Sapa dokter samuel sopan
" Bagaimana keadaan Daddy saya,dok!!" Sela blandina tak sabaran.
" Tenanglah, tuan Anderson berada di tangan yang tepat " kata Austin sembari menatap blandina iba.
Dokter Samuel tersenyum simpul.
" Baiklah, nona Anderson. Anda boleh ikut keruangan saya. Saya akan menjelaskan secara detail disana." Jelas dokter Samuel.
" Bolehkah saya ikut kedalam ??" Tanya nyonya Celine dengan wajah memohon.
" Saya rasa tidak perlu,nyonya Celine Van Bruer " ucap blandina dingin sembari meninggalkan tempat itu
Sepeninggalnya blandina dan yang lainnya, nyonya Celine mengeram penuh Amarah melihat perlakuan blandina terhadapnya.
" Dasar anak sialan " rutuknya penuh emosi.
__ADS_1
" Tenang mom!!" Ucap arabele menenangkan.
" Kita harus memikirkan langkah selanjutnya , perempuan itu dilindungi tuan austin.kita tidak boleh salah mengambil keputusan " terang arabele dengan perasaan khawatir.
Nyonya Celine dan arabele memutuskan kembali kerumah.
Sementara itu di ruangan dokter samuel.nampak blandina masih dengan wajah penuh kekhawatiran mendengar penjelasan dokter.
" Nona blandina, saya dokter Samuel. Dokter khusus jantung. Saya akan menerangkan sedikit tentang penyakit yang diderita tuan Anderson" jelas dokter Samuel hati-hati.
" Katakanlah dok, !! Jawab blandina tak sabar.
" Jadi begini nona blandina, tuan Anderson mengalami serangan jantung tiba-tiba. Penyebab penyakit ini dapat berasal dari penyakit jantung koroner hingga kardiomiopati, atau biasa disebut kelainan otot jantung serta arrythymogenic right ventricular cardiomiopathy (ARVC) itu merupakan penyebab salah satu serangan jantung mendadak pada orang dewasa, bahkan yang tampak sehat sekalipun !! Jelas dokter Samuel panjang lebar.
Sementara blandina dia berusaha kuat agar dapat mendengarkan penjelasan dokter Samuel sampai selesai.
" Salah satu penyebanya karena tuan Anderson mungkin mengkonsumsi daging merah secara berlebihan dalam jangka waktu yang cukup lama, mungkin sebulan ini nona. Dan juga terlalu banyak mengkonsumsi makanan Dengan kadar lemak jenuh yang tinggi. Jelas dokter Samuel
" No..,setahu aku Daddy gak pernah mengkonsumsi daging merah atau makanan yang mengandung lemak jenuh " ucap blandina kurang yakin saat mendengar pernyataan dokter Samuel barusan.
Dokter Samuel menatap Austin kembali.
" Aku tahu jelas, dari dulu Daddy selalu menjaga pola makan yang sehat " imbuhnya kembali.
Dokter Samuel menarik napas panjang.
" Apa mungkin ada seseorang yang mempunyai cara licik membunuh seperti itu ?? Tanya Austin tiba-tiba.
Sontak mata blandina melebar.
" Dasar perempuan licik" Rintihnya dalam hati
" Bisa saja tuan Austin, kita akan melakukan beberapa tes untuk membuktikan kebenaran tersebut. Namun dengan rasa penuh sesal, saya harus mengatakan yang sebenarnya. Sekarang ini kondisi tuan Anderson dalam pantauan siaga kami, karena beliau sudah termasuk pasien jantung STEMI " Kilah dokter Samuel kembali.
Austin maupun blandina mengerut tak mengerti.
" Jadi begini tuan Austin,dan nona blandina. STEMI adalah tingkat serangan parah, karena terjadi pembekuan darah yang menyebabkan arteri tersumbat dan membuat otot jantung lemah dan berhenti karena tidak mendapatkan suplai darah yang cukup, sehingga dapat menyebabkan kematian. Penyebabnya tadi telah saya katakan !! Jelas dokter penuh kewaspadaan tapi lebih baik jujur dari pada harus menerima kemarahan dari seorang Austin Stewards.
" Apa sudah separah itu dokter ?? Tanya blandina dengan mata berembun.
" Tenanglah, dokter Samuel akan melakukan segala cara agar tuan Anderson cepat sadar dari koma-nya !! Hibur Austin sembari membawa blandina dalam dekapannya.
" Maafkan saya nona blandina, tapi saya berjanji akan membantu tuan Anderson semampu saya " timpal dokter Samuel.
" Sayang, apakah kamu tidak ingin menemui Daddy mu ??" Tanya Austin sembari menatap blandina.
" Aku akan melihatnya,Austin !! Ucapnya sembari keluar dari ruangan dokter Samuel.
Kini tinggal-lah dokter Sam dan Austin.
Dokter Sam merasakan ruangan tersebut menjadi lebih dingin setelah kepergian blandina. Menyadari kesalahannya karena telah berterus terang tentang kondisi tuan anderson, seketika wajahnya terlihat mulai memucat . Apalagi dengan tatapan membunuh Austin yang duduk tepat didepannya.
" Apa kamu harus sejujur itu dokter Sam ??? Tanya Austin dengan rahang mengetat sempurna.
" Maafkan saya tuan, tapi lebih baik saya berbicara sesuai dengan apa yang terjadi " timpal dokter Samuel jujur.
" Baiklah kalau begitu, tapi apakah tuan Anderson dapat diselamatkan ??" Tanya Austin dengan sorot mata tajamnya.
Dokter Samuel menghempaskan nafasnya kasar.
" Secara medis, tuan Anderson mungkin tidak ada harapan untuk hidup. Tapi kita serahkan kepada yang kuasa. Keajaiban bisa saja terjadi !! Ucap dokter Samuel.
" Baiklah, tapi tolong rahasiakan hal ini terhadap blandina. Dia cukup menderita saat ini. Dan aku tidak ingin berita ini lebih membuatnya tambah menderita. Dan satu lagi, berusahalah semaksimal mungkin,dokter Samuel !! Jelasnya dengan penuh penekanan lalu meninggalkan dokter Samuel diruangannya.
" Waktu hampir pukul 02 siang waktu Bali. Blandina masih setia menemani ayahnya sambil memakai baju khusus.
Tiba-tiba pintu dibuka secara perlahan. Ternyata Austin ikut masuk melihat keadaan tuan anderson dan Blandina.
" Apakah aku mengganggumu ??" Tanya austin
__ADS_1
Blandina menggeleng pelan.
Nampak mata indahnya terlihat bengkak.
Austin merasakan pedih dihatinya saat melihat mata blandina yang membengkak.
" Hey..., Mata-mu kenapa sampai sebengkak ini sayang !!? Tanya Austin sembari mencium mata blandina.
" Apakah kamu menangis berjam-jam disini ??" Tanya Austin terlihat kesal bercampur rasa sedih
" Tuan Anderson pasti akan sedih melihat keadaanmu sekarang !!" Timpal austin sedikit kesal melihat wajah blandina, apalagi kedua matanya yang membengkak.
Pada saat bersamaan, alat diruangan tersebut berbunyi tidak seperti biasanya.
Layar yang awalnya terlihat bergelombang naik-turun malah mulai terlihat lurus,...
" Ada apa ini Austin ??" Tanya blandina shock.
" Tenanglah " timpal Austin sambil menekan sebuah tombol di dekat brankar milik tuan Anderson.
Tidak menunggu lama dokter Samuel datang ditemani seorang dokter lainnya dan seorang perawat.
" Bolehkah anda keluar nona blandina, tuan Austin ?? Pinta dokter Samuel dengan wajah cemas.
" No ...aku ingin disini menemani Daddy !! Timpal blandina sembari terisak.
Austin segera menahan tubuh blandina yang hampir oleng.
" Tolong, tuan Stewards !! Pinta dokter Samuel kembali .
Dengan sedikit memaksa, austin membawa blandina keluar dari ruangan tersebut.
Hampir stengah jam dokter Samuel tidak keluar dari ruangan tuan Anderson, malah membuat blandina menangis.
" Austin, Daddy aku baik-baik saja kan ??" Tanya blandina dengan Isak tangis yang semakin kencang.
Luke merasa kasihan melihat keadaan blandina.
Berbeda dengan Austin yang memang sudah lebih dulu mengetahui keadaan tuan anderson.
Dia tidak dapat berkata apa-apa selain mendekap blandina erat.
Tangisan blandina meredup, saat dokter Samuel dan yang lainnya keluar dari ruangan tersebut.
" Maafkan kami nona blandina, ayah anda telah berpulang kepada sang kuasa " tutur dokter Samuel tak tega.
Mendengar ucapan dokter Sam, kedua kaki blandina serasa tidak bertenaga. Pandangannya tiba-tiba buram dan diapun jatuh pingsan.
Austin kaget dan dengan sigap membawa blandina dalam pelukannya.
Dokter Sam mengarahkan Austin menuju salah satu kamar pasien yang berada di dekat kamar tuan Anderson.
Kekalutan menghinggapi perasaannya.
Luke menepuk pundak sahabatnya dan memberikan support untuknya.
Langit diatas kota Bali seakan ikut merasakan kesedihan yang dialami blandina.
Beberapa saat kemudian, stiff orang kepercayaan Austin selai Anthony masuk menemui Austin.
" Maaf tuan, sesuai dengan perintah anda saya telah mendapatkan informasi mengenai aktivitas tuan Anderson dalam sebulan terakhir " ucap stif yang muncul tiba-tiba.
Bersamaan dengan bibi Lasti dan Sarah yang nampak baru datang setelah mendengar kabar meninggalnya tuan Anderson dari stif.
" Persiapkanlah segala sesuatu mengenai pemakaman tuan Anderson " perintah Austin
" Dan satu hal lagi, jangan ijinkan dua perempuan ular itu mendekati blandina atau datang melihat jenazah tuan Anderson tanpa ijin dari Blandina " ucap Austin kembali.
" Baik tua " jawab stif dan berlalu dari hadapan Austin.
Sarah dan BI Lasti segera mendekat kearah brankar yang ditempati blandina.
__ADS_1
" Tolong temani blandina sebentar, aku akan segera kembali " ucap Austin dan segera berlalu dari hadapan mereka.
" Luke tolong kabari aku kalau Ave sudah sadar " ucap Austin sembari meninggalkan rumah sakit tersebut