PART OF MY HEART in EDINBURGH

PART OF MY HEART in EDINBURGH
49. Back home


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, saat embun pagi masih terlihat Megah dipepohonan yang indah dan kabut yang masih menyelimuti kota indah tersebut. Blandina malah terlihat tengah menyiapkan beberapa menu untuk dijadikan sarapan.


Stiff yang tidur di kamar tamu terlihat menampakan wajahnya di dapur.


" Good morning,stiff " sambut blandina ceria.


" Morning too, Ave " jawab stiff sembari duduk di meja makan yang berbentuk bulat.


" Kamu bangun pagi sekali, apa tidurnya terganggu ??" Tanya blandina sambil memeras beberapa orange untuk dibuat jus.


Stiff menggeleng pelan.


" Sama sekali tidak, Ave. I just confuse, about thats girl !!" Ucap stiff dengan dahi berkerut.


" A girl?? Who ??"Tanya blandina sambil menuangkan jus yang sudah jadi.


" Elma !!! Dia sangat aneh !! Setiap melihatku dia seperti ingin menangis ' ucapnya pelan sambil menerawang keluar jendela menatap dahan pohon Cemara diluar.


Blandina melihat wajah stiff yang sangat serius.


" Are you serious??" Tanya blandina sambil berhenti memeras jus orange buatannya.


Stiff mengangguk pelan.


" Semenjak kedatangan aku dan Austin, dia Memang terlihat aneh saat melihatku " jawab stifff masih dengan mode seriusnya.


Blandina mengambil tempat duduk dihadapannya.


" Elma Memang tidak pernah terbuka dengan kehidupan pribadinya, tapi setelah mengenalnya satu tahun ini, aku yakin dia gadis yang baik. Mungkin dia mempunyai sebuah pengalaman yang membuatnya melarikan diri dari amerika !!" Jelas blandina panjang lebar.


" Melarikan diri ??" Tanya stifff kaget


Blandina mengangguk pelan.


Malam itu, kota Zurich dilanda hujan salju. Dan aku baru pulang dari perusahaan Vincent karena ada acara di perusahaannya. Dan sebagai istri pura2nya , aku harus siap sedia bersama vincet.


Aku bertemu dengan Elma di salah satu cafe yang pada saat itu terbilang sangat ramai, dan dia belum menemukan tempat duduknya. Tubuhnya menggigil kedinginan, wajahnya terlihat memucat karena udara dimalam itu sangat dingin " ungkap blandina dengan mimik wajahnya yang teduh.


" Melihat wajahnya, aku tahu persis kalau dia bukan berasal dari Eropa. Aku menemuinya dan mengajaknya duduk dikursi yang telah direservasi oleh Vincent beberap jam sebelum aku sampai di caffe tersebut.


Awalnya dia takut, namun aku meyakinkannya kalau aku bukan orang jahat. Aku juga mengatakan kepadanya kalau aku juga berasal dari Indonesia. Jelas blandina sambil menatap stiff.


" Mulai saat itu, dia tinggal bersamaku di Bern. Dia membantuku mengurus prince dan mengelolah butik " tutup blandina dengan sorot mata yang berbinar.


" Do you like her ??" Tanya blandina sambil menatapnya lekat


Stiff terdiam sejenak


" Kalau aku bilang, aku menyukainya sejak awal melihatnya apakah kamu ingi!n membantuku untuk membuatnya tidak pergi saat melihatku ??" Tanya stiff harap harap cemas.


" Let's try !!" Jawab blandina sambil tersenyum hangat kearahnya.


" Thanks Ave " balas stiff


" Jam berapa kita akan berangkat,stiff ??" Tanya blandina sambil mengafuk-aduk salad sayur buatannya.

__ADS_1


" Satu jam lagi, Ave !!" Jawab stiff sambil melirik blandina


"Yes, baiklah ... Kita masih punya satu jam untuk berangkat. Aku akan bangunkan Austin, kamu tunggu disini saja !!" Timpal blandina lalu meninggalkan stiff sendirian diruang makan.


Beberapa menit setelah penuh perjuangan membangunkan Austin, karena Austin memilih memeluk blandina diatas tempat tidur daripada bangun, akhirnya dua orang yang kembali menikmati kebersamaan terlihat diruang makan.


" Maaf stiff, telah membuatmu menunggu di meja makan. Sahabatmu berubah menjadi bayi besar dan aku kesulitan membangunkannya " ucap blandina ketus.


Austin malah terkekeh mendengar ucapan blandina.


" Dimana adikmu ??" Sela Austin kemudian


Pada saat bersamaan, Elma muncul sambil duduk hati-hati disamping blandina. Blandina tersenyum kearah Elma dan duduk mempersiapkan makanan untuk Austin, layaknya seorang istri.


" Baiklah, karena waktu kita tinggal setengah jam lagi, let's breakfast!!" Ucapnya sambil tersenyum manis memperlihatkan deretan giginya yang putih.


Austin terlihat bahagia. Bagaimanapun juga, kembali bersama blandina adalah suatu keajaiban yang luar biasa. Saat pertemuan pertama kali di Italia, Austin sempat down karena blandina sama sekali tidak ingin kembali bersamanya. Namun sekarang, blandina kembali dalam pelukannya, dan dirinya benar-benar siap mengarungi bahtera rumah tangga bersama blandina cinta masa kecilnya.


Berapa saat berlalu , Austin dan yang lainnya telah berada di dalam pesawat pribadinya.


Elma pun ikut bersama dengan blandina ke inggris. Dirinya Memang sudah merindukan bocah bermata hijau yang beberapa hari ini tidak terlihat di matanya.


" are u okay , el ??? Tanya blandina sambil duduk di samping Elma yang kelihatannya kurang nyaman dengan keadaan di dalam pesawat. Apalagi dia harus duduk berhadapan dengan stif yang terlihat tampan rupawan dengan kaca mata hitamnya.


Elma mengangguk pelan.


" enjoy ur flight, dear !!" Bisik blandina dan kembali ke tempat duduknya.


Elma menatap stiff sebentar, lalu mengalihkan pandangannya keluar jendela pesawat.


Stiff masih dengan leluasa menatap wajah manis perempuan di hadapannya.


Nafas Elma berhenti sejenak saat stiff berpindah tempat duduk disampingnya.


Air matanya mulai terbendung.


Dia berencana untuk meninggalkan tempat duduknya, namun gerakannya kalah cepat dari insting seorang stiff.


Elma terkejut saat melihat stiff memegang tangannya erat.


" aku mohon jangan pergi " ucap stiff putus asa.


Elma menatap stiff sejenak.


Dirinya berangsur duduk kembali ditempatnya.


Elma menelan ludah kasar.


Wajahnya menegang, saat melihat sosok yang beberapa hari mengganggu pikirannya.


Stiff menatap senduh wajah ayu didepannya.


Elma menahan sesak di dadanya.


Rasa sesak itu terlalu besar, dia ingin mati saja.

__ADS_1


" ada yang salah dengan diriku ?? Atau aku pernah berbuat salah kepadamu ??" Tanya stiff pada akhirnya.


Elma menatap sedih wajah stiff.


" maafkan aku " ucap Elma tiba-tiba


Air matanya lolos seketika.


Stiff menjadi serba salah.


" hey....don't cry, please !!" Pinta stiff sembari menghapus air mata wanita cantik dihadapannya.


Lama tak ada suara, stiff memberikan waktu sejenak. Pandangan nya sama sekali tak berpindah. Dia hanya menatap wajah ayu dihadapannya.


" tolong katakan Elma, kenapa kamu selalu menghindar saat bertemu denganku ??" Tanya stiff kembali.


Elma lalu memberanikan diri menatap stiff.


Rasa hampa kembali dia rasakan.


Dia lalu mengambil tas kecil dan mengeluarkan sebuah foto yang terlihat rapi di dompetnya.


Wajah stiff membeku saat melihat sosok yang sedang tersenyum sambil memeluk Elma, gadis ayu dihadapannya.


" d-dia....dia mirip sekali denganku ??" Timpal stiff dengan wajah kakunya.


Air mata Elma lolos yang kesekian kalinya.


" itulah alasan aku selalu menghindar darinya " ucap Elma dalam isakan tangisnya.


Stiff menatap Elma kembali.


Seakan mengerti kebingungan stiff, Elma lalu menceritakan Harry sosok yang sama persis dengan stiff.


Elma bercerita banyak tentang sosok mantannya yang bernama Harry yang meninggal karena kanker otak .


Dia telah bersama dengan Harry semenjak sepuluh tahun yang lalu, saat dirinya masih sekolah dasar pada tahun ke enam , Harry datang kesekolahnya sebagai murid pindahan dari Australia. Hingga saat dirinya hendak berangkat ke Amerika untuk mengejar impiannya, kabar yang mengejutkan datang kepadanya. Harry sakit, dan dia mulai drop beberapa hari yang lalu sebelum kabar bahagia itu datang kepadanya.


Hingga beberapa bulan menjaga dan menunggu kabar baik kesembuhan Harry, ternyata semesta berkehendak lain.


Harry telah menjadi bintang hatinya yang akan selalu bersinar dihatinya.


Sementara stiff, hanya mampu mendengar cerita cinta Elma tanpa bisa berkata apa-apa.


sosok Harry benar-benar mirip dengan dirinya.


Pantasan saat pertama kali Elma bertemu dengan dirinya, wajah Elma benar benar terkejut. Dia lalu berlari dan mengurung diri di kamarnya.


" maafkan aku karena telah berpikir yang macam-macam tentangmu. Aku paham dengan sikapmu beberapa hari ini, Harry memang mirip sekali denganku " ucapnya dengan nada penyesalan.


Elma hanya menggigit bibir bawahnya.


Hatinya terasa lega setelah menceritakan perihal Harry.


Mereka berdua terkejut, saat Austin menghampiri mereka berdua.

__ADS_1


" beberapa menit lagi kita akan mendarat di bandara Heathrow. Persiapkan barang-barang nona Elma dan blandina " timpalnya sembari meninggalkan stiff dan Elma.


__ADS_2