PART OF MY HEART in EDINBURGH

PART OF MY HEART in EDINBURGH
9. Kisah yang terlewatkan


__ADS_3

Flash back


Edinburgh, fringe festival musim semi setahun yang lalu


Setiap musim semi di Edinburgh, kota yang penuh dengan sejuta pesona selalu mengadakan fringe festival yang dihadiri banyak penyanyi terkenal, dan akan ada banyak pertunjukan seni di sepanjang jalan princess street.


Banyak turis akan berdatangan di kota tersebut.


Luke Graham, seorang model papan atas Inggris di undang untuk meramaikan festival tersebut.


Selesai mengisi disalah satu acara fringe festival, diapun ditemani sang asisten Cleo dan memutuskan untuk jalan-jalan mengelilingi Edinburgh.


Di tengah perjalanan, Luke menangkap sosok perempuan yang tak asing dimatanya.


" Ave ???! Gumanya tak percaya.


Dia lalu mendekati seorang perempuan berambut cokelat terang di salah satu stand caffe.


" Ave !! " Seru Luke dengan mata berbinar.


Yang di panggil langsung menoleh kebelakang mencari suara yang memanggilnya.


Setelah melihat dengan jelas sosok tersebut. Luke tidak dapat menahan gejolak bahagia yang ada dalam hatinya.


Diapun langsung memeluk blandina erat.


" Finally, we meet again " imbuhnya dengan bersemangat.


Blandina masih kebingungan melihat sosok laki-laki tampan yang samar-samar dia ingat kalau itu Luke Graham, sahabat masa kecilnya.


Tanpa disadari buliran bening keluar tanpa permisi dari pelupuk mata indahnya.


" Bagaimana kabarmu,Ave ??" Tanya Luke masih dengan rasa tak percaya.


" Like you see " jawab blandina diikuti senyum kecilnya sembari menghapus air matanya.


" Akhirnya aku bisa melihatmu kembali" ucap Luke jujur.


Blandina hanya merespon dengan senyum khasnya.


" Bagaimana kabar nyonya Edel??" Tanya Luke kembali.


Saat Luke menyebutkan nama ibunya, wajah blandina sontak berubah sedih.


Tiba-tiba seorang perempuan berambut hitam dengan wajah khas Melayu mendekati meja yang diduduki mereka,sambil membawa beberapa makanan serta camilan dan minuman soda.


" Ah...,tampaknya kita kedatangan model tampan " ucap Meidi, yang ternyata adalah dokter psikiater blandina dari Indonesia.


" Kamu mengenalku ? " Tanya Luke terkejut mendengar ucapan wanita cantik berambut hitam itu.


Meidi mengangguk pelan sambil tersenyum hangat kearahnya.


" Sure,,wajahmu ada disepanjang jalan ini" jawabnya sambil menyesap minuman sodanya.

__ADS_1


Luke menahan tawanya saat menyadari wajahnya terpampang di papan iklan sepanjang princess street.


" Saya Meidi, dokter khusus blandina" ucapnya sambil bersalaman dengan Luke.


" Dokter khusus ?? " Ucapnya masih belum mengerti.


" Kita makan dulu, sebentar lagi makanan nya dingin " timpal Meidi, menyadari tingkat keceplosan nya yang akut.


Luke merasa tidak tenang saat mendengar ucapan wanita didepannya yang mengaku sebagai dokter khusus blandina.


Sesekali dia melirik kearah blandina yang nampak sedikit pucat. Bukan sedikit pucat, tapi memang wajahnya pucat dengan lingkar hitam dibawah matanya.


Mata indahnya terlihat sayu dan menggambarkan dengan jelas ada kesedihan disana.


Setelah menghabiskan makanan ringan mereka,dokter Meidi mengajak cloe untuk melihat aksi akrobat yang tak jauh dari tempat duduk mereka.


" Ceritakanlah apa yang ingin kamu ceritakan. Itu akan membuat mu lebih baik " ucap dokter Meidi setengah berbisik.lalu pamit bersama dengan asisten cloe.


Setelah kepergian mereka berdua, tinggallah Luke dan Blandina.


" Aku kecanduan obat terlarang, dan sekarang dalam masa rehabilitasi " ucap blandina tanpa ragu-ragu.


" What the hell....- " ucapannya tertahan.


" Iya, Luke.....apa yang barusan kamu dengar betul adanya !! " Timpal blandina meyakinkan.


" How ?? " Ucap Luke meminta penjelasan.


" Momi aku meninggal dengan membawa sejuta sakit hatinya terhadap Daddyku " jelas blandina dengan nada yang terdengar pilu.


" Nyonya Edelweis sudah meninggal ??" Ucapnya tak percaya


Blandin mengangguk pelan. Ada kesedihan yang mendalam di wajanya


" Selama dua tahun terakhir, momi menyembunyikan penyakit kanker darahnya agar tidak membuatku bersedih " ucap blandina mulai bercerita.


Blandina menghempaskan nafasnya kasar.


" Dia mengetahui perselingkuhan Daddy denga wanita itu..., Yah wanita yang sekarang menjadi istrinya " ucapnya dengan emosi tertahan.


Luke melihat dengan jelas dari sorot mata indahnya, menggambarkan kepedihan yang amat sangat mendalam.


Luke menatap iba ke arahnya.....


" Sebulan sebelum momi pergi, aku menemukan sebuah surat dari laboratorium Salah satu Rumah sakit di Washington. Itu milik momi, dia sempat memikirkan untuk transplantasi sel, namun rasa semangat dan berjuang untuk sembuh hilang saat menyadari perselingkuhan Daddy dan wanita itu " timpalnya panjang lebar dengan bibir bergetar.


Setelah momi pergi, aku down dan marah terhadap takdir ini. Aku sempat marah pada Tuhan dan menyalakan Nya. Hingga duniaku yang kelam berakhir di dunia sabu. Aku jadi pamake berat barang haram itu. Dan aku hampir mati gara-gara barang sialann itu " jelasnya pedih


Luke melongo mendengar cerita blandina.


Luke bergeser ke sampingnya dan memeluk blandina.


Blandina menangis dalam diam.. setelah beberapa saat menangis diapun berhenti dan tersenyum kearahnya. Seakan-akan bebannya menghilang setelah menangis.

__ADS_1


" Feel better, right now...?? Tanya Luke


Blandina mengangguk pelan


" Sudah sangat lama yah, Luke!! Sambil menerawang jauh keatas langit biru


" Bagaimana kabar Jasmine dan Austin ?? "


" Mereka berdua baik- baik saja...,Jasmine sudah menjadi wanita karir dan Austin, kamu juga pasti tahu dia anak satu-satunya dikeluarga Stewards. Seluruh tanggung jawab perusahaan,telah diserahkan kepadanya. Jelas Luke panjang.


Blandina tersenyum kecut, saat Luke menceritakan kehidupan Austin.


" Sejak umur delapan belas tahun, Austin tidak lagi datang menemuiku.., kadang susah juga jika aku menemuinya, dia begitu sibuk dengan pekerjaannya"


" Benarkah ?? " Tanya blandina terkejut mendengar cerita Luke


Luke mengangguk pelan.


" Kadang kalo bertemu, itupun nggak sengaja. Aku beberapa kali bertemu dengannya saat ada acara amal. Kita mengobrolpun hanya beberapa menit, setelah itu dia dijemput asistennya dan pergi " lanjut Luke kembali.


" Apakah dia ada di Edinburgh, sekarang ??" Tanya blandina berharap


" Dia sekarang ada di Milan, aku akan memberikan nomor telponnya. Aku harap kamu akan menghubungi nya nanti " ucap Luke penuh harap


" Aku tidak bisa menemuinya,Luke " jawab blandina


" Meaning ??? " Tanya Luke bingung


" Aku tahu kamu menyukai Austin dari dulu. Austin tahu tentang perasaanmu. Dia menguping pembicaraan mu dengan nyonya Edel"


Sontak mata blandina membulat sempurna.


" Benarkah ??? "


Luke mengangguk cepat.


" Dia juga menyukai mu , Ave " timpalnya mantap.


Blandina hampir tidak percaya dengan apa yang Luke katakan barusan.


" Dia mendengar ucapan ku ??" Tanya blandina kembali.


" Iya, Ave. Makanya kalo kamu ada waktu dan sudah sembuh total. Ajaklah bertemu dengannya. Dia pasti senang bertemu denganmu " tandasnya bersemangat


" Tapi untuk sekarang, sepertinya tidak mungkin Luke "


" Why ??" Ucapnya dengan wajah berkerut.


" Aku sudah terlanjur berjanji untuk memberikan kesempatan kepada sahabat kecil ku. Dia juga menyukai Austin dan sekarang terpuruk dengan penyakitnya " ucap Blandina bersedih


Luke menjadi bingung dengan ucapan blandina barusan.


" Sahabat kecil ??" Tanya Luke mengulang ucapan blandina tadi

__ADS_1


Suasana kembali hening.


Blandina masih terdiam.


__ADS_2