PART OF MY HEART in EDINBURGH

PART OF MY HEART in EDINBURGH
42. Sebuah penyesalan


__ADS_3

Acara perayaan ulang tahun perusahaan Thumbler Corp baru saja dimulai.


Pemandu acara mempersilahkan Tuan Thumbler untuk maju kedepan.


Dia segera mengucapkan sepatah dua kata untuk menyambut para sahabat dan koleganya.


Saat dia menyebutkan nama Austin Stewards untuk mengucapkan terimah kasih, Austin terlihat tak bergeming. Dia masih dengan pandangannya terhadap blandina. Sorot matanya sama sekali tidak berpindah ke tempat lain.


Blandina yang ditatap seperti itu malah terlihat risih. Diapun bergegas meninggalkan tempat tersebut, dan kembali ke kamarnya untuk melihat prince. Ternyata Sarah telah membantu menidurkan prince dan Arthur ditempat yang sama.


Sementara di ballroom, Luke yang dari tadi sedang membaca gerak-gerik sahabatnya hanya memandang Austin tanpa berkedip.


" Dasar bodoh , apa dia sama sekali ingin membuat kekacauan???" Gumannya sambil meneguk Winehouse 3 subuh 8 , yang berada ditangannya.


" Dia akan menikmati penyesalannya Luke. Ayo kita buat dia sama 6


" Berbaurlah dengan tamu yang lain. Sebentar lagi tuan Thumbler akan mempersilahkan dirimu untuk menyampaikan beberapa kata untuk kerja sama kalian " timpal Luke dengan seringai misteriusnya.


" Aku akan mempermainkan peran ku dengan baik. Untung Jessica bisa menerima keadaan ini, kalau tidak publik di Swiss akan terus menyerang keluarga Hogwarts!!" Gumannya sembari berjalan ketengah-tengah tamu undangan.


Setelah tuan Thumbler mempersilahkan Vincent maju kedepan, wajah Austin terlihat tanpa ekspresi. Dia malah sama sekali tidak melihat kearah Vincent. Vincent yang menyadari ekspresi Austin, hanya tersenyum kecil diikuti tawa dalam hatinya.


" Sangat angkuh sekali, saudara iparku ini." Rintihnya dalam hati


" Sebentar lagi kamu pasti terkejut mendengar kabar ini " lanjutnya dalam hati.


" Selamat malam para tamu undangan yang saya hormati, terutama Tuan Thumbler yang secara pribadi telah mengundangku ke acara perayaan ulang tahun perusahaan miliknya " Vincent membuka suara


" Sebagai salah satu sahabat baik tuan Thumbler,sekaligus salah satu pemilik saham diperusahaan ini saya secara pribadi ingin mengucapkan terimah kasih buat para karyawan yang selalu giat bekerja dalam membangun perusahaan ini menjadi satu-satunya perusahaan terbesar di Italia. Lanjutnya panjang lebar.


Sementara Austin terlihat berdecih mendengar pidato panjang dari pria yang sekarang ini mulai menjadi rivalnya, karena menikah dengan cinta masa kecilnya.


Diakhir pidato Vincent, Austin dibuat terkejut kembali saat Vincent mengumumkan istrinya sedang mengandung anak keduanya. Padahal itu semua hanya rekayasa Luke dan Vincent,agar membuat Austin kesal.


Sementara Austin tengah menahan emosinya di depan, Luke tertawa melihat wajah Austin yang berusaha menyembunyikan emosinya.


" Menyenangkan sekali bisa membuat manusia arogan itu kesal!!" Gumannya sambil tertawa penuh kemenangan.


Austin segera pamit dan keluar dari ruangan pesta tersebut.


Dia menarik dasinya kesal lalu duduk di taman hotel tersebut.


Dirinya benar-benar kesal bercampur amarah yang hebat.


Dia hampir saja mengambil blandina kembali dengan cara membawa prince ke inggris. Namun niatnya terbantahkan dengan kabar yang disampaikan Vincent tadi.


Blandina hamil anak kedua, namun kali ini dengan pria yang tadi. Pria yang sama sekali tidak ada apa-apanya dibandingkan dirinya.


Dia mengusap pipinya frustasi.


Pada saat bersamaan, Anthony dan stiff muncul.


" Sudah temukan dimana nona ave menginap, stiff ?? Ucapnya dengan nafas memburu.


" Nona ave menginap dihotel yang sama dengan tempat perayaan ulang tahun Thumbler Corp " jawab stiff cepat


" Benarkah ??" Tanya Austin yang terlihat bodoh


" Benar tuan, kamar nona ave berada di lantai delapan hotel ini" jawab Anthony yang telah menghacker CCTV hotel tersebut.

__ADS_1


Tanpa berpikir panjang, Austin yang mulai emosi langsung menuju kamar milik blandina.


Blandina yang belum mengetahui apa yang terjadi di tempat pesta perayaan, terlihat masih mengobrol dengan Sarah tentang pertemuannya bersama austin.


Ketika lagi mengobrol, pintu kamar miliknya dibuka dengan kasar.


Sarah dan Blandina terkejut melihat sosok yang berdirih di hadapan mereka.


" Austin ??" Seru Sarah dan Blandina bersamaan.


" Kita harus bicara!!" Ucapnya dengan wajah yang menahan emosi


" Aku rasa, tidak ada hal penting yang harus kita bicarakan Austin !!" Ucap blandina hati-hati


" Bagimu tidak ada, tapi bagiku kita masih ada hal penting yang harus di selesaikan!!" Ucapnya penuh penekanan.


Austin mengarahkan pandangannya kearah tempat tidur. Price sudah tertidur pulas.


" Pergilah, aku akan menjaga prince blan !!" Ucap sarah,


" Ini saatnya untuk mengeluarkan isi hatimu, rasa sakit yang menghantuimu selama empat tahun. Pergilah !!" Bisik Sarah pelan


Dengan napas berat, blandina keluar dari kamar hotelnya dan mengikuti Austin keluar.


Mereka berdua menuju taman kota. Hari sudah sangat sunyi, waktu telah menunjukan pukul 23.00 waktu Italia.


Stiff dan Anthony menunggu di mobil yang jaraknya hanya lima puluh meter dari taman tersebut.


Lama tidak ada suara, baik dari Austin maupun blandina.


Austin hanya menatap lampu-lampu jalan.


Lama tidak ada jawaban.hanya terdengar nafas berat milik blandina.


" Baiklah, aku maafkan. Tolong biarkan aku pergi, austin !!! Ucapnya pelan.


" Apa tidak ada hal penting yang ingin kamu sampaikan??" Tanya Austin saat melihat respon blandina


" Apalagi Austin ???!!! Sudah tidak ada hal penting yang harus aku katakan !!!" Ucapnya dengan mata yang mulai terasa panas.


" Bagaimana dengan price ??? Dia anakku kan ???! " Tanya austin dengan perasaan yang menggebu-gebu


" Aku tidak pernah hamil anakmu !!" Ucapnya tegas sambil memalingkan wajahnya.


Austin tersenyum kecil.


" Mengapa tidak menatapku saat mengatakan hal tersebut ???!! Tanya Austin sembari berdirih dari tempat duduknya lalu menatap blandina.


Blandina terlihat gugup, dia berusaha menyembunyikan kegugupannya.


" Prince adalah nama yang aku siapkan untuk anak masa depan kita berdua. Namanya prince Edinburgh kan ???" Ucap Austin mantap


Blandina memberanikan diri menatap Austin.


" Aku harus pergi Austin. Aku tidak ingin mempunyai hubungan lagi dengan dirimu. Tolong hargai keputusan aku !!" Timpal blandina terdengar lirih.


Austin menarik napas berat.


" Apa sudah tidak ada lagi namaku dihatimu ??" Tanya Austin sambil menatap blandina lekat-lekat.

__ADS_1


Hati blandina menciut mendengar pertanyaan Austin.


" Aku harus pergi " timpal blandina bergegas meninggalkan tempat itu ,namun Austin dengan sigap menangkap tubuh mungil tersebut lalu membawanya kedalam pelukannya.


Blandina berusaha melepaskan dirinya dari dekapan Austin, namun tenaganya berbeda jauh dengan Austin.


Percuma dirinya merontak namun Austin sama sekali melepaskan pelukannya.


Diapun menangis dan memeluk dada bidang milik Austin.


" Jangan membuatku terluka kembali Austin, aku mohon !!!!" Ucapnya sambil menangis.


" Aku mohon Austin " ucapnya kembali


Mendengar ucapannya, Austin langsung melonggarkan dekapannya.


Dia tidak menyangka, blandina sesakit itu saat dirinya memutuskan hubungan secara sepihak.


Tangisan blandina terdengar menyakitkan ditelinganya.


Dia menatap wajah sendu milik blandina yang terlihat menyedihkan karena paksaannya.


" Maafkan aku Ave, maaf !!" Bisiknya lirih.


Blandina langsung berlari menuju hotel.


Sementara Austin , nafasnya terasa mencekat. Dia langsung tertunduk lemas di bangku taman tersebut.


Air matanya menetes.


Rasa penyesalan membuatnya terasa sesak didadanya.


Dari jauh stiff dan Anthony melihat pemandangan langkah tersebut.


Mereka berdua hanya saling tatap tidak percaya.


Bos yang terkenal dingin dan arogan tersebut, sedang menangis.


Langit malam kota Milan seakan ikut bersedih melihat kesedihan seorang Austin Stewards.


Angin mulai menghampiri suasana malam yang mencekam di kota Milan.


***


Hai..hai..hai, para readlovers kesayangan aku πŸ‘‹


Terimah kasih untuk kesetiaannya membaca novel aku sampai Bab iniπŸ™πŸ™


Aku berharap kalian tetap setia menunggu setiap part yang aku up πŸ€—


Maafkuen kalo aku sering telat up, karena kerjaan aku cukup menumpuk 😁😁


Aku sangat berharap kalian tetap mendukung karya-karya aku ya 😘😘


Apapun masukan atau kritikan dari kalian aku anggap sebagai big support untuk menyelesaikan setiap karya-karya aku..


Sampai jumpa di part selanjutnya yaa 😌😌


God bless u πŸ˜‡

__ADS_1


__ADS_2