PART OF MY HEART in EDINBURGH

PART OF MY HEART in EDINBURGH
23. Austin kembali ke inggris


__ADS_3

Malamnya, Austin ditemani Luke dan stif mengunjungi blandina.


Kedatangan mereka disambut hangat oleh aunty Rachel.


" Tunggu sebentar, saya akan panggilkan blandin kesini" ucap aunty Rachel lembut.


" Bi Lasti, tolong buatkan minum untuk tuan stif dan temannya yah !!" Saat bertemu bi Lasti di depan anak tangga.


Tok...tok...tok...


Terdengar pintu diketuk


" Masuk " sahut blandina dari dalam.


Aunty Rachel,bergegas masuk setelah diijinkan masuk.


" Oh aunty " sapa blandina kaget,ternyata aunty Rachel yang mengetuk pintu kamarnya.


" Ada tuan Austin dan temannya dibawah" timpal aunty Rachel lembut seperti biasanya.


" Oh..,tumben dia gak ngabarin mau kesini " guman blandina pelan.


" Yah udah Tante kebawa dulu yah, hari ini uncle di undang makan malam sama pengacara Daddy kamu, jadi aunty mau nyiapin baju uncle Thomas. Aunty turun duluan yaa " pamit aunty Rachel lalu berlalu dari kamar blandina.


Tanpa menunggu lama, diapun turun menemui Austin dan lainnya di ruang tamu.


" Hai, how do you feeling ??" Tanya Austin


" Feel better " jawab blandina sembari duduk disampingnya.


" malam ini aku dan Luke akan kembali ke inggris. Ada masalah diperusahaan yang tidak bisa dihandle Anthony sendirian. Momi dan kakek Russel masih di Amerika, dan Anthony kelimpungan menghadapi masalah diperusahaan sendirian " ucap Austin.


Blandina tersenyum pilu. Dia tidak ingin perasaan ego menguasai pikirannya dengan menahan Austin lebih lama di Indonesia.


Dia hanya mengangguk pasrah.


" Baiklah, cepatlah selesaikan masalah itu.dan carilah waktu untuk refreshing sejenak " timpal blandina menyentil kembali ucapannya beberapa malam yang lalu.


Austin kembali merasa tertampar dengan ucapan kekasihnya barusan.


Luke dan stif hanya duduk diam mendengarkan dua sejoli yang secara tidak langsung tengah berperang dingin.


Tiba-tiba arabele muncul dengan membawa tiga buah paper bag yang besar.


Dirinya terkejut melihat ada tiga pria tampan diruang tamu. Sejenak dirinya segera memperbaiki dandanannya.


Luke merasa mual dengan perilaku saudari tiri blandina.


Austin hanya berwajah datar melihat arabele.


Karena merasa tidak dianggap, arabele menghentankan kakinya kesal dan berlalu menuju kamar ibunya.


" Hei...,apa kamu ingin merusak pintu kamar ibu " protes Celine kesal saat melihat arabele menutup pintu kamarnya dengan kasar.


Dia mendekati putrinya yang duduk sambil menyilangkan tangan di dadanya.


" Aku benci melihat blandina, mom " ucap arabele emosi.


" Memangnya, dia melakukan apa kepadamu hingga membuat mood kamu jelek seperti ini ??" Tanya Celine kepada putrinya.


" Dia tidak melakukan apa-apa mom !!" Jawabnya kesal


" Lantas, kenapa perasaan kamu kacau begini..? Bukankah kamu baru habis belanja barang mewah. Seharusnya kamu senang sayang !!" Timpal Celine sembari menghibur putri kesayangannya.

__ADS_1


" Aku benci ketika semua orang lebih memilih dia dibanding aku,mom !! Ucapnya dengan emosi yang meledak-ledak.


" Hmmpp, ibu sedang memikirkan jalan keluarnya. Besok pagi kita akan menemui pengacara arka, dan membujuknya agar memberitahukan lebih dulu kepada kita siapa ahli waris yang dipercayakan si tua Anderson itu !!" Ucap nyonya Celine menggebu-gebu.



" Memangnya si siput botak itu mau membocorkan isi surat wasiat itu kepada kita ??" Tanya arabele ragu.


.


" Kita coba saja dulu. Siapa tahu setelah melihat uang yang kita berikan kepadanya sebagai imbalan, hatinya akan melunak " ucap Celine penuh keyakinan.


" Jangan lupa mom, tuan arka bukan tipekal orang yang bisa dibujuk pakai uang !" Ucap arabele mengingatkan.


" Apa salahnya mencoba ,arabele !!" Protes Celine terhadapnya.


Arabele mengangkat kedua bahunya pasrah.


" Whatever mom , aku kekamar dulu.pengen istrahat " ucapnya masih dengan perasaan kesal dan bergegas ke kamarnya.


Sementara diruang tamu, blandina masih asyik mengobrol dengan ketiga tamunya.


Uncle Thomas pamit saat melewati ke-empatnya yang lagi asyik bercerita.


Setelah cukup lama mengobrol, Luke dan stif pamit duluan untuk mempersiapkan segala sesuatu. Sedangkan Austin, memilih menemani blandina sampai jam keberangkatan mereka nanti.


" Aku akan secepatnya menjemputmu " ucap Austin saat membawa blandina kepelukannya.


" Aku akan menunggunya,sayang. Ingatlah jam istirahat anda Tuan Stewards!!" Ucap blandina mengingatkan kembali.


" Siap nyonya Stewards" jawab austin mantap.


Blandina menyipitkan mata indahnya saat mendengar Austin menyebutnya dengan nama belakang miliknya.


" Bu-bukan begitu, aku pikir menyandang nama belakangmu saat ini apakah tidak terlalu cepat ,Austin ??!!" Ucap blandina kaku.


" Terserah aku, darl..." Jawab Austin asal sambil merapikan anak rambut di belakang telinga blandina.


" Hmmmp, aku pasti akan merindukanmu " ucap Austin sambil menatap manik cokelat terang milik kekasihnya.


" Apalagi aku,Austin. Aku pasti akan merindukanmu. Untuk itu, cepat selesaikan urusan perusahaan mu dan menjemputku " ucap blandina dengan wajah sedihnya.


" Sure, baby. Aku akan segera menyelesaikan masalah di perusahaan utama, dan kembali menjemputmu disini !!" Jawab Austin , lalu mengecup bibir ranum milik blandina.


" Oh iya, bagaimana kabar Sam ?? " Tanya blandina penasaran. Apakah jawaban Austin sesuai dengan perkataan Luke tempo hari.


" Keadaannya membaik setelah kunjungan kita tempo hari " jawab Austin.


Blandina pun percaya dengan perkataan Luke tempo hari. Kalau Samantha sebenarnya sudah sembuh. Dan saat kunjungan dirinya dan Luke kesana , dipergunakan samantha untuk menyempurnakan dramanya untuk menarik simpati dari Jeffrey.


" Ada apa ?? Kok melamun ?? " Tanya Austin saat menyadari blandina tengah melamun.


Blandina menggeleng. " Nothing" jawab blandina diikuti senyum simpulnya.


" Nanti berangkat jam berapa, Austin ??" Tanya blandina mengalihkan pembicaraan.


" Setengah jam lagi,Love ! Makanya aku ingin memelukmu, sampai stiff menjemputku kemari. Aku seperti tidak bertenaga saat harus berpisah denganmu " ucapnya sembari mengeratkan pelukannya.


Blandina berdecih pelan


" Sudah berapa banyak wanita yang kamu rayu, Tuan Stewards ?? Tanya blandina sambil menatapnya tajam.


" Only u " sambil menatap penuh cinta kearah blandina

__ADS_1


" Ck...,lier "


" I swear,love. Just u..!!" Ucap Austin sembari mengacak rambut blandina saat mendapatkan pertanyaan dari Blandina.


" Awas saja, kalau ada wanita lain saat aku tidak ada bersamamu " ucapnya setengah mengancam


" Ha..ha..ha.., kalau kamu seperti ini aku senang !!"


Blandina mengerutkan keningnya bingung.


" Kok suka siy ??" Tanya blandina dengan wajah anehnya.


" Iya, itu tandanya kamu benar-benar sayang dan cinta sama aku " ucap Austin sembari menggodanya.


" Ck..,jadi sekarang selain menjadi pengusaha sukses, kamu juga menjadi seorang penyair cinta??"


Austin tertawa renyah saat ditodong dengan pertanyaan yang terdengar lucu ditelinga nya.


" Kamu ada-ada aja, love '' ucapnya sambil menyentil hidung mancungnya.


Di tepis cepat oleh blandina, sembari memegang ujung hidungnya yang agak memerah karena dari tadi dijadikan tempat terbaik Austin saat merasa gemas dengan tingkah kekasihnya.


Tiba-tiba sebuah pesan muncul di layar handphonenya.


Ternyata dari Luke, yang memberitahukan pesawat akan lepas landas sebentar lagi.


Dengan berat hati, Austin berdiri dari kursinya. Dan masih dengan tangan yang melingkar di pinggang wanita tercinta. Wanita yang telah membuatnya jatuh cinta saat masih kecil.wanita yang setelah hampir sebelas tahun tidak bertemu dan hadir kembali dengan sejuta pesona yang tidak dapat dilukiskan dengan apapun.


" Its time..." Ucap Austin sembari memeluk blandina erat.


" Jangan melakukan hal bodoh disaat ada masalah. tolong hubungi aku jika kamu merasa ada beban yang tidak mampu kamu tanggung sendiri " ucapnya memberikan wejangan.


Blandina mengangguk paham dengan perkataan Austin.


Austin menatap lekat-lekat wajah teduh dengan manik mata cokelat terang tersebut.


Austin mencium lama blandina sambil menyesap lama. Seakan itu adalah bekalnya saat menghadapi permasalahan yang mungkin akan menguras banyak tenaga dan pikiran.


Setelah mencium dan memeluk blandina, terdengar klakson mobil didepan rumah blandina.


" Stiff is here,love " ucap Austin kembali.


" Pergilah...aku akan menunggumu kembali " jawab blandina diikuti senyum manisnya.


Blandina mengantarkan Austin sampai depan rumah.


Ternyata stiff telah standby didepan rumah blandina.


" Stiff akan menjagamu dan beberapa penjaga yang sudah aku atur. Kalau ada apa-apa, berjanjilah untuk langsung mengabari aku, love !!" Timpal Austin kembali.


" Iya sayang. Aku janji !! Jawab blandina cepat.


Austin mencium kembali blandina dan melepasnya. Dan puncak kepalanya menjadi ciuman penutup 😁.


Mobil Rubicon meninggalkan halaman rumah blandina.


Hatinya mencelos saat mobil Austin menghilang digerbang rumahnya.


Dia merasa ada yang hampa saat kepergian Austin .


Sambil menarik napas panjang, dirinya bergegas naik keatas kamarnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang empuk miliknya.


" Mom, dad... i Miss u both!! Gumannya dengan air mata yang mulai lolos dari pelupuk mata indahnya.

__ADS_1


__ADS_2