PART OF MY HEART in EDINBURGH

PART OF MY HEART in EDINBURGH
35.pertengkaran


__ADS_3

Sarah terbangun, namun bukan di kamar blandina


" Ini kamar siapa ya ?? Bukankan semalam aku tidur bersama dengan blandina??? Ucapnya bermonolog sendiri.


Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka.


" Luke ?? " Seru Sarah sembari memperbaiki bajunya.


" Good morning,Mrs poltzman!!" Ucapnya sembari mengecup bibir kekasihnya.


" Morning too !!" Jawab Sarah sembari tersenyum manis kearahnya.


" Siapa yang memindahkan aku kesini ??" Tanya Sarah bingung


" Aku !!" Jawab Luke


" Kamu ?? Tanya Sarah dengan dahi berkerut


" Kamu ingin tidur bersama dengan mereka berdua ?? Tanya Luke dengan wajah masam


" Mereka berdua ?? Bukankan tadi malam hanya aku dan Blandina?? Tanya Sarah semakin bingung


" Semalam saat kamu terlelap, Austin datang dan meminta aku mengangkatmu keluar dari kamarnya !! Timpal Luke


" Apakah blandina tau ?? Tanya Sarah kembali


" Entahlah, ini masih pagi sekali. Kemungkinan blandina masih terlelap!! Ucapnya sembari mengecup bibir Sarah kembali.


" Issh...jorok tau ! Aku belum sikat gigi " ucapnya sambil menghapus jejak ciuman sang kekasih.


" Its, okay...ucapnya tersenyum jahil


" Mandilah, aku akan menunggumu disini" pinta Luke


" Disini ??" Seru Sarah dengan sorot matanya.


" Why ?? Sebentar lagi kamu akan menjadi istriku. Lalu untuk apa harus malu-malu seperti itu !! Ucapnya sembari menggoda Sarah


" Nanti...,bukan sekarang kan. Jadi cepat keluar Mr Graham!! Ucapnya sambil menatap jengkel kearah Luke


" Baiklah, aku akan menunggu mu di luar!! Ucap Luke mengalah lalu keluar meninggalkan Sarah dikamar.


" Ada-ada tingkah si bule itu..ckckckck!! Ucapnya merasa geli dengan tingkah Luke lalu bergegas ke kamar mandi.


Sementara di kamar blandina, austin masih menatap blandina dengan tatapan yang sulit diartikan.


Sesuatu tengah bergejolak dihatinya saat melihat kekasihnya yang masih meringkuk di balik selimut berwarna abu-abu.


Lama menatap blandina, Austin mengecup puncak kepalanya dan kembali menyandarkan tubuhnya di ranjang besar milik blandina.


Hampir setengah jam lamanya Austin menatap blandina penuh cinta.


Setelah beberapa hari berpisah, membuatnya merasa telah berbulan-bulan berpisah dengan sang pemilik hatinya.


Diapun meringsek tubuhnya disamping blandina dan kembali tertidur sambil mendekap blandina penuh cinta.


Waktu telah menunjukan pukul sembilan, blandina tersadar dari mimpi panjangnya.


Dia mencium wangi Citrus kesukaannya.


" Austin ??" Imbuhnya pelan lalu menatap pahatan indah dihadapannya.


Tiba-tiba dirinya teringat kejadian semalam di pesta reuni.


" Bagaimana kalau Austin tahu Jeffrey menciumiku ?? Dia pasti akan sangat marah !! Rintihnya dalam hati


Beban tersebut bagaikan sebuah bongkahan batu besar yang sedang menindih nya.


Dia menarik napas berat.


" Maafkan aku !! Ucapnya pelan.

__ADS_1


Namun tanpa disadarinya, austin mendengar perkataannya.


" Apa yang harus dimaafkan sayang ??" Tanya Austin dengan suara beratnya.


Lalu bangun dan menyandarkan tubuhnya di sisi ranjang.


" Egh..,itu.mmmpppphhh !!! Blandina terbata-bata.


Austin tersenyum lalu mencium mesra blandina.


" Forget it.., ayo kita mandi bersama. Luke dan Sarah mungkin sudah menunggu kita dibawah !! Ucap Austin lalu bangkit dari ranjang tersebut.


" Kamu mandi saja duluan.aku akan menyusulmu !! Ucap blandina dengan perasaan yang mulai tidak tenang.


Mendengar itu, austin berbalik dan menatap blandina bingung.


Tidak seperti biasanya blandina menolak ajakannya.


" Baiklah..,aku akan mandi lebih dulu. Ucap Austin dan berlalu menuju kamar mandi.


Beberapa menit berlalu, terlihat Austin dan Blandina turun dan menghampiri Luke dan Sarah di meja makan .


Blandina mulai tertekan saat melihat Austin. Ada rasa bersalah ,takut dan cemas yang mulai menghampiri pikirannya.


Dia teringat kembali dengan cara Austin saat Jeffrey memegang tangannya.


" Tuhan, aku tidak ingin berpisah dengannya. Aku mohon !! Doanya dalam hati


" Ave, are u okay ?? Tanya Austin saat menyadari gelagat aneh dari kekasihnya.


Blandina terkejut mendengar ucapan Austin.


Luke dan Sarah saling tatap, mereka berdua menyadari perasaan yang menghampiri pikiran sahabat mereka.


" Bagaiman kalau kita makan dulu, bibi Eliz telah menyiapkan sarapan yang enak !! Ucap Sarah mengalihkan perhatian Austin yang sangat detail terhadap blandina.


" Iya..benar juga. Ayo kita mulai sarapannya. Aku sudah lapar !! Sambung Luke kikuk.


Dia lalu melepaskan sendok dan garpunya dan melipat tangannya di dada, lalu menatap satu-persatu diantara mereka. Terutama blandina, Austin malah menatapnya lekat-lekat.


" Apa ada hal yang telah aku lewatkan ??" Tanya Austin dengan bersedekap tangan didadanya.


Luke dan Sarah saling pandang kembali.


Kerongkongannya serasa tercekat di dalam sana.


Terutam blandina yang dari tadi hanya terdiam tanpa melihat kearah Austin.


" Ave, look at me !! Titah Austin


Lama blandina menunduk lalu, menatap Austin takut.


Saat mata mereka beradu, Austin melah menghapus jarak antara mereka dan menatap mata indah kekasihnya.


' be honestly !!! Ucapnya dengan suara beratnya.


Dia yakin sekali ada sesuatu yang terlewatkan saat acara reuni tadi malam yang tidak sempat diketahui orang-orang suruhannya.


Blandina menatap Austin takut.


" Maafkan aku !! Ucapnya dengan bibir bergetar.


Matanya mulai ber-embun. Dia lalu menunduk kembali takut menatap Austin terlalu lama.


Karena tidak mendapatkan penjelasan yang jelas, Austin mengalihkan pandangannya kearah Luke dan Sarah secara bergantian.


" Apa ada hal lain yang tidak aku dengarkan ?? Tanya Austin dengan perasaan yang mulai tidak tenang.


Sarah maupun Luke tidak tahu harus menjelaskan bagaimana kepada Austin.


Luke paham betul dengan sikap Austin yang terkenal dingin dan arogan terhadap sesuatu yang menyakiti hatinya.

__ADS_1


" Apakah kalian tidak punya mulut untuk menjawab pertanyaan aku ??" Tanya Austin dengan suara beratnya


Ketika lagi menunggu penjelasan dari Blandina ,Luke dan Sarah. Tiba-tiba benda pipih di sakunya bergetar. Sebuah pesan video masuk ke kotak pesannya.


Saat melihat video tersebut yang dikirim oleh seseorang, rahang austin mengetat. Dia hampir meremukan benda pipih tersebut.


Matanya mulai memerah menahan amarah.


Luke menyadari betul,kalau Austin sudah mengetahui kejadian semalam.


" Austin, tenanglah !! Blandina bis- !!


" Aku tidak butuh penjelasan dari kalian berdua !! Potong Austin dengan nada yang terdengar dingin dan tak bersahabat.


Blandina meremas kedua jemarinya ketakutan.


Austin menahan emosinya yang meluap-luap.


" Kalian berdua tinggalkan aku dan Ave !! Ucapnya dingin


Blandina gemetar. Rasa takut dan cemas menghantui pikirannya.


Dia lalu menatap Austin dengan perasaan menyesal.


" Bicaralah baik-baik. Aku harap kamu tidak mengambil keputusan yang membuatmu menyesal nantinya " ucap Luke lalu mengajak Sarah meninggalkan Austin dan Blandina di meja makan.


Setelah Luke dan Sarah meninggalkan meja makan, Austin menatap blandina dengan perasaan kecewa bercampur amarah.


" Maafkan aku, Austin !!! Timpal blandina dengan mata berkaca-kaca.


" Jeffrey menciummu dan kamu tidak melawannya??" Tanya Austin dingin


" Itu terjadi begitu cepat,Austin. Percayalah !!! Timpal blandina meyakinkan


" Terlalu cepat kamu bilang?? Ck...lalu ini apa ?? Balas Austin sembari memperlihatkan video yang diterimanya beberapa saat yang lalu.


" Bukankah kamu menikmatinya ?? Ucap Austin berdecih.


Mata blandina membulat sempurna saat Austin memperlihatkan video tersebut.


" Aku mohon, percayalah austin.aku benar-benar tidak tahu sama sekali. Jeffrey datang tiba-tiba lalu menciumku !! Ucapnya dengan tangis yang tertahan


" Bulshit !!! Umpatnya sambil melemparkan sebuah gelas di lantai


" Prangggg" terdengar kaca pecah


Blandina terkejut mendengarnya


" Aku minta maaf, Austin . Aku mohon percayalah !!! Mohon blandina sambil terisak.


" Kamu benar-benar telah mengecewakan aku, Ave !! Ucap Austin dengan nada kecewa


Tangisan blandina pecah.


" Aku mohon, maafkan aku !! Ucapnya sambil memegang tangan Austin namun austin menarik tangannya.


Blandina menatap tangan Austin tersebut Dengan perasaan kecewa.


Hatinya bagaikan tersayat pisau yang tajam.


Rasa sakit benar-benar dirasakannya.


Austin benar-benar kecewa.


Jeffrey telah menghancurkan cintanya.


Blandina terisak sejadi-jadinya.


Sementara di ruang sebelah, Sarah mendengarnya ingin menghampiri blandina dan Austin, agar dia dapat menjelaskan kejadian semalam. Namun Luke menariknya cepat.


" Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka berdua " timpal Luke sambil menggeleng pelan

__ADS_1


" Temanmu benar-benar tidak punya hati !! Awas saja kalau dia sampai menyakiti sahabatku !! Ucapnya jengkel sembari meninggalkan Luke dan bergegas ke ruangan yang lain.


__ADS_2