
Malamnya tepat pukul tujuh waktu Italia, nampak telah berkumpul sejumlah pengusaha sukses dunia diantaranya sosok Austin Stewards terlihat sangat mendominasi dari sekian banyak pengusaha sukses muda di dunia.
Balutan jas berwarna hitam pekat dan kemeja putih serta dasi kupu-kupu miliknya sangat sempurna melekat di tubuh atletisnya.
The Palazzo Parigi Hotel adalah tempat perayaan ulang tahun perusahaan dari Mr.Thumbler.
Hotel mewah tersebut telah dipenuhi oleh sejumlah pengusaha dan kolega dari Mr.Thumbler.
Sosok yang cukup berpengaruh di dunia bisnis tersebut, mengundang seluruh sahabat dan koleganya dari berbagai negara.
" Selamat malam, Mr Stewards. Terimah kasih sudah menyempatkan waktu untuk mengikuti perayaan ulang tahun perusahaan saya " timpal Mr.thumbler merendah.
" Sama-sama Mr.Thumbler. sebuah penghormatan bagiku ikut merayakan ulang tahun perusahaan anda " jawab Austin sambil mengajak Mr.thumbler untuk saling cheers anggur di tangan masing-masing.
Pada saat bersamaan, Mr.Thumbler memanggil seseorang untuk diajak bergabung bersama dengan mereka.
Seorang pria dengan tuxedo hitam yang pas di badannya datang bergabung dengan Austin dan pemilik acara tersebut.
" Good evening,
Mr Hogwarts. terimah kasih sudah meluangkan waktu untuk datang meramaikan pesta ulang tahun perusahaan saya " ucap Mr. Thumbler menyapa pria tampan tersebut.
" Sama-sama Mr.Thumbler. suatu kehormata bagi saya hadir memeriahkan acara perusahaan anda " ucapnya sopan
" Perkenalkan Mr.stewards. ini Tuan Vincent Hogwarts, salah satu pengusaha sukses dari Swiss. Beliau sangat lihai membangun sebuah perusahaan yang bergerak di bidang elektronik. Perusahaan saya tengah bekerja sama dengan beliau " jelas Mr.Thumbler panjang.
Austin dan Vincent saling berjabat tangan.
Vincent menatap lekat-lekat pria didepannya. Tiba-tiba sebuah senyuman aneh terbit di bibir tipisnya.
" Dimana Mrs.hogwarts ???" Tanya Mr.Thumbler
" Istri saya sedang ke kamar mandi, anak saya menumpahkan jus di gaunnya. Sebentar lagi dia akan ikut bergabung !!" Ucap Vincent sembari menatap lekat ke arah Austin.
Austin menatap aneh , kearah pria yang baru saja dikenalnya.
" Istri tuan Hogwarts sangat cantik. Selain itu, beliau sangat pintar membuat kue strawberry" papar Mr.Thumbler memuji.
Deggggg !!!!!
Jantung Austin berdetak kencang saat mendengar Mr.Thumbler menyebut kue strawberry. Dia teringat blandina, cinta masa kecilnya.
" Terimah kasih atas pujiannya,Mr.Thumbler. istri saya memang wanita yang sangat berbakat. Saya benar-benar beruntung memilikinya " ucap Vincent dengan senyum yang mengembang.
Pada saat bersamaan seorang bocah berumur tiga tahun masuk dan memeluk kaki Vincent.
__ADS_1
Austin terkejut melihat bocah tampan tersebut.
" Wajahnya...-" Rintihnya takjub, dirinya seperti melihat miniatur wajahnya.
" Hey prince..,dimana momi ??" Tanya Vincent sambil menggendong bocah lelaki tersebut
" Itu momi, Daddy " tunjuk bocah tampan tersebut kearah pintu samping hotel.
Austin mengikuti telunjuk kecil bocah tersebut.
Dirinya benar-benar terkejut melihat sosok yang sangat dikenalinya.
" Ave" Rintihnya saat melihat wajah yang hampir seminggu ini terus mengganggunya.
Dia mengerjap beberapa kali, sambil melihat Ave dan bocah dipelukan Vincent bergantian.
Sementara blandina, dia masih belum sadar dengan apa yang sedang menunggunya di depan.
Dia masih asyik mengibaskan gaunnya yang terkena jus prince.
" Momi " seru bocah tampan tersebut.
Blandina hanya melempar senyum manisnya kepada bocah tersebut dan langsung menghampiri Vincent dan putranya, tanpa melihat pria yang sedang menatapnya intens di sampingnya.
" Selamat malam Mrs.Hogwarts. senang bisa berjumpa dengan anda kembali" sapa sang pemilik acara
" Sure...,terimah kasih untuk undangnya" jawab blandina,tanpa menyadari sosok yang berdirih di sampingnya.
" Mr.stewards, kenalkan istri dari tuan Hogwarts!! Ucapnya sembari mengenalkan sosok cantik dengan balutan Gaun merah menyala dengan belahan dada rendahnya.
Blandina terkejut melihat sosok yang sudah empat tahun ini dirindukannya.
Tenggorokan nya terasa di cekat.
Begitu juga dengan Austin, saat mata indah milik blandina beradu dengan matanya, ada getaran aneh yang mulai menyelimuti hatinya. Ada perasaan marah bercampur bahagia saat kembali melihat wajah teduh tersebut.
Vincent yang tahu bakal terjadi seperti itu langsung pura-pura mengajak prince bergegas mencari beberapa cokelat di meja tempat makanan.
" Sayang,aku akan menemani prince mengambil cokelat untuknya. Kamu tunggu disini sebentar" pamit Vincent diikuti Mr Thumbler yang harus menyapa tamu yang Lain.
Setelah Vincent pergi, blandina segera melangkahkan kakinya menuju sebuah meja yang dikhususkan untuk menaruh berbagai macam minuman.
Austin yang masih belum percaya bisa bertemu dengan blandina ditempat ini, langsung mengikuti blandina lalu menyeret wanita yang sangat dirindukannya ke suatu ruangan di hotel tersebut lalu mengunci ruangan tersebut.
Blandina yang ditarik secara tiba-tiba, tidak dapat berbuat apa-apa. Dia kaget saat telah berdua dengan austin disitu ruangan kosong.
__ADS_1
Dia mendorong tubuh mungil tersebut ke tembok lalu mengunci pergerakan wanita tersebut.
" Lepaskan aku, tuan Austin Stewards yang terhormat !!" Ucapnya dengan penuh tekanan.
Mendengar blandina menyebut namanya secara formal, membuatnya menjadi emosi. Lalu dengan cepat, dia menyambar bibir merekah milik blandina lalu ******* dengan penuh gairah.
Blandina berusaha merontak, namun kekuatannya dengan Austin sangat berbeda jauh.
" Beraninya kamu menikah dengan pria lain, Ave " ucapnya ditengah nafasnya yang memburu
" Tidak penting aku menikah dengan siapa ,Austin !!" Ucapnya dengan mata yang mulai ber-embun.
Blandina segera memalingkan wajahnya cepat, agar Austin tidak bisa melihat matanya yang memerah karena menahan emosi.
" Look at me, Ave " ucap Austin sambil memegang wajah blandina.
" Lepaskan aku ,Austin. Kita sudah tidak ada hubungan apa-apa. Aku harus pergi, prince akan mencariku !!" Timpal blandina setengah memohon.
" Dia anakku kan ??" Ucap Austin penuh keyakinan.
Mendengar itu, blandina langsung menatap Austin lekat-lekat.
" Aku tidak pernah hamil anak darimu.!!!!" Ucapnya dengan emosi yang meluap-luap.
Rasa sakit masih dirasakannya saat mengingat penolakan austin dulu karena salah paham.
" Tuan Vincent mempunyai warna mata abu-abu, begitu juga milikmu. Sedangkan prince Edinburgh mempunyai mata yang mirip denganku , apalagi wajahnya. Kamu tidak perlu menyembunyikan fakta tersebut !!" Ucapnya pelan namun terdengar tegas ditelinga blandina.
Sontak tubuh blandina bergetar, saat Austin menyebutkan nama lengkap prince. di saat yang bersamaan pula , rasa takut mulai menyelimuti pikirannya.
" Aku tidak ingin melakukan tes DNA karena aku sangat menghargaimu, ave. Tapi jika kamu memaksa aku untuk melakukannya, maka jangan salahkan aku jika prince terbukti anakku, pewaris Stewards Corp. Maka aku dengan mudahnya akan mengambil prince darimu. Dan Vincent..," ucapnya tertahan
Matanya menggambarkan sesuatu yang membuat blandina merinding.
Jelas prince Edinburgh adalah putranya. Tanpa tes DNA pun, orang-orang akan percaya kalau prince adalah puteranya Austin, bukan Vincent.
Blandina menelan salivanya kasar.
" Jangan membuatku melakukan tindakan yang berlebihan, Ave. Karena aku bisa melakukan apa yang ingin aku lakukan. aku bisa melenyapkan Vincent dengan satu kedipan mata saja !!!Setelah acara ini temui aku di caffe yang tidak jauh dari tempat ini. Jangan membuatku menunggu !!" Ucapnya penuh penekanan, lalu meninggalkan Ave di ruangan tersebut.
Setelah Austin pergi, Ave menangis mengingat perkataan Austin tadi.
**
Setelah cukup lama menghilang, avepun cepat-cepat memperbaiki riasannya lalu keluar mencari Vincent dan puteranya.
__ADS_1