PART OF MY HEART in EDINBURGH

PART OF MY HEART in EDINBURGH
38. Pergi


__ADS_3

London, pukul 6.45 pagi hari


" Apa sebaiknya kita berpamitan dengan nyonya Alice dan kakek Russel??" Tanya Sarah terhadap Luke dan Blandina


" Dengan keadaan Ave yang seperti ini, apakah mungkin dia harus bertatap muka dengan Austin kembali ??" Tanya Luke dengan raut wajah kesalnya


Blandina tersenyum kecil, lalu mendekati Sarah dan Luke.


" Aku tidak apa-apa,Luke. Lihatlah, apakah diwajahku masih ada kesedihan ??? Biarkanlah semua mengalir apa adanya!! Toh, sekarang Austin juga sudah tidak ingin melanjutkan hubungan ini. Jadi untuk apa aku harus bersedih terus. Ada perusahaan Daddy dan momi aku yang harus aku lanjutkan. Aku harus kuat kan ??!!!" Imbuhnya panjang lebar.


Senyum manis terbit dari wajah teduhnya.


Mereka bertigapun bergegas ke mansion Stewards untuk pamit.


" Sayang, kamu semalam tidur dimana??? Kenapa tidak balik kesini ??? Cecar nyonya Alice saat menyambut kedatangan mereka bertiga.


" Maafkan aku,mom. Tadi malam aku mengajak Sarah jalan-jalan mengelilingi kota London. Karena kecapean, kita berdua akhirnya menginap di apartemen nya Luke !! Jelasnya panjang lebar.


Nyonya Alice hanya ber-O ria. Diapun mengajak mereka bertiga untuk sarapan bersama, namun blandina menolak dengan halus dengan alasan Sarah sore ini akan kembali ke Indonesia jadi mereka harus bergegas kembali ke Edinburgh.


" Ouh..., Padahal momi ingin sekali mengajak kalian berdua ke salon !! Ucap nyonya Alice bersedih.


" Lain waktu, Ave pasti akan menemani momi ke salon !! Jawab blandina cepat


" Baiklah, sebelum pergi apakah kamu tidak ingin bertemu dengan kekasih hatimu?? Dia baru sampai dari Milan tadi malam !!! Sepertinya dia masih di kamarnya !! Timpal nyonya Alice yang belum tahu-menahu keretakan hubungan mereka berdua.


Blandina menelan salivanya kasar. Dia menatap Luke dan Sarah sejenak.


Lalu melangkahkan kakinya kekamar Austin.


Tanpa terasa, dia sudah sampai di depan pintu kamar Austin.


" Apa yang harus aku lakukan ?? Austin tidak ingin bertemu denganku !! Rintihnya sambil menggigit bibirnya.


Diapun berbalik dan turun menemui Luke dan yang lainnya. Ternyata dibawa, kakek Russel pun telah bergabung bersama yang lainnya.


" Apakah sepagi ini kalian harus kembali ke Edinburgh?? Bukannya hari ini weekend?? Timpal kakek Russel sembari menatap blandina intens.


Merasa dicurigai, Luke langsung mengambil ahli sebelum kakek Russel lebih jauh mencurigai.


" Begini kek, sore nanti Sarah harus kembali ke Indonesia bersama dengan teman-temannya yang lain. Jadi sore ini juga dia dan Ave harus berada di Edinburgh. Bukankah kamu sudah pamitan sama Austin ??? Tanya Luke terhadap blandina.


" sepertinya dia masih tidur kek. Tidak enak harus membangunkan austin.dia pasti masih lelah karena perjalanan dari Milan !! Jawab blandina berharap kakek Russel percaya dengan ucapannya.


Kakek Russel menyadari, ada hal yang tidak biasa dalam hubungan mereka berdua.


" Baiklah kalau begitu hati-hati di jalan. Sesampainya disana, tolong beri kabar . Kakek ke kebun belakang, sepertinya bunga yang kamu tanam sudah bermekaran!! Ucapnya sembari berlalu ke taman belakang.


Blandina sedih saat mendengar bunga-bunga yang ditanam olehnya sudah bermekaran. Bunga-bunga tersebut adalah pemberian Austin.


Setelah beberapa saat mengobrol dengan nyonya Alice, kakek Russel tampak tidak muncul sampai tiba dimana blandina dan yang lainnya bergegas kembali ke Edinburgh.


Ada perasaan yang sangat menyakitkan yang dirasakan blandina namun berusaha ditahannya.

__ADS_1


Dia tidak ingin membebani Luke dan Sarah . Sudah cukup mereka berdua menemani dirinya memperjuangkan cintanya untuk Austin.


Edinburgh, 14.00 siang !!!


" Aku pasti akan merindukanmu, blandina!!" Ucap Sarah sedih. Matanya mulai berkaca-kaca melihat sosok sahabatnya yang rapuh.


" Kembalilah ke Indonesia jika setiap kenangan ditempat ini menyakiti mu !! Ucap Sarah kembali.


Blandina tersenyum dan memeluk sahabatnya.


" Edinburgh adalah tempat pertama aku mengenal cinta.dan akan aku jadikan setiap kenangan ditempat ini sebagai alarm sepanjang hidup aku. Ucapnya ambigu


Luke menatap Sarah lalu memeluknya.


" Aku akan membawamu kembali kesini.tunggu aku !!! Timpal Luke lalu mencium mesra kekasihnya.


Dari arah depan terlihat Jeffrey datang mendekati tempat dimana merek bertiga sedang berdirih.


" Maafkan aku, blan. Aku tidak bermaksud membuat mu seperti ini !!! Ucap Jeffrey dengan wajah lesu.


Sepertinya dia sudah mengetahui kepergian blandina ke inggris menyusul Austin.


" Luke, aku akan kembali ke villa duluan. Kamu temani Sarah sampai naik pesawat !! Timpal blandina tanpa menghiraukan ucapan Jeffrey barusan.


Luke terlihat tenang walaupun emosi yang mulai menguasai dirinya.


"Kembalilah ke ruang tunggu Jeffrey. Aku akan segera masuk!! Ucap Sarah lalu melirik blandina yang mulai bersiap-siap meninggalkan tempat itu.


Sarah dan Jeffrey meninggalkan Edinburgh dan kembali ke Indonesia tanpa ada percakapan yang seperti biasanya.


Setelah pesawat tujuan Indonesia lepas landas, Luke bergegas menyusul blandina ke villa.


Villa Anderson, pukul 16.00,waktu Edinburgh!!


Saat masuk ke kamar blandina, Luke dibuat kebingungan melihat koper yang telah diisi dengan baju-baju milik blandina.


" Hey...,where are u going ???" Tanya Luke sambil duduk berlipat tangan didadanya.


" Aku akan ke Swiss, luke.tolong sembunyikan hal ini dari Austin. Aku ingin menenangkan pikiran aku !! Ucapnya sendu.


" Tanpa kau suruh pun, aku tidak akan memberitahukan keberadaan mu !!


Jawab Luke


" Aku hamil, Luke !!! Tutur blandina dengan wajah sedihnya. Sedih bukan karena dia hamil anaknya Austin, namun keadaan sekarang yang tidak memungkinkan Austin untuk menerimanya kembali.


" Whattttt ???" Ucap Luke kaget. Dia berdirih dari tempat duduknya dan menghampiri blandina masih tidak percaya.


" Aku harus memberitahukan , Austin!!! Dia harus tahu hal ini !!! " Timpal Luke lalu hendak menelpon Austin.


" Dia sedang bersama Jasmine di restoran " timpal blandina sambil memperlihatkan foto yang terlihat mesra yang baru saja dikirimkan Jasmine saat dia kembali dari airport.


" Siapa yang mengirimkan foto tersebut??" Tanya Luke masih dengan tampang tak percaya.

__ADS_1


" Samantha!!" Jawab blandina dengan wajah sedihnya.


" Lupakanlah,luke.aku hanya ingin mencari ketenangan!! Ucapnya sambil menghempaskan nafasnya yang berat.


" Aku akan membantumu keluar dari tempat ini tanpa meninggalkan jejak !!! Timpal Luke dengan emosi yang tertahan.


" Gunakanlah pesawat pribadi milik aku. Berangkatlah nanti subuh, aku yang akan mengaturnya. Aku pastikan , Austin tidak akan menemukanmu !!! Cicit Luke dengan seringai jahatnya.


Blandina memicingkan mata indahnya.


" Kamu persis penjahat dengan ekspresi seperti itu !! Ucapnya sambil tertawa kecil.


" Demi kebaikan mu dan calon ponakan aku !! Ucapnya sambil melirik perut blandina yang masih rata


" By the way, sejak kapan dia berada di sana ?? Tanya Luke sambil melihat perut rata milik blandina


" Sudah seminggu lebih dia berada disini !!" Cicit blandina dengan senyum penuh arti sambil mengusap perutnya pelan.


Luke menarik napas pelan


" Memangnya , kalian akan menuju negara mana ??? Tanya Luke penasaran.


" Aku akan ke Swiss, disana ada Vincent, kakak sepupu aku. Dia anak dari sodara momi !! Jawab blandina sambil tersenyum kecil


" Setelah membaik, aku akan kembali. Tolong jaga rahasia ini baik-baik!!" Sambungnya dengan mata berembun.


Luke tidak menjawab, dia malah mendekat dan memeluk blandina


" Jaga diri kalian baik-baik. Tolong hubungi aku jika kamu perlu bantuan dari aku, Ave. Aku sudah menganggap kamu seperti adik aku sendiri !! Timpal Luke dengan nada berat


" Terimah kasih, Luke. Aku bersyukur memilikimu disaat seperti ini !!" Ucapnya sambil membalas pelukan Luke.


" Jaga calon ponakan aku dengan baik !! Timpalnya


Dan tepat pukul empat waktu Skotlandia, pesawat pribadi milik Austin lepas landas menuju negara Swiss.


Sementara blandina yang sedang mengincar kehidupan barunya bersama dengan calon anaknya, berbeda dengan Austin yang belum bisa memejamkan mata tepat waktu keberangkatan blandina ke Swiss.


Hatinya serasa kehilangan sesuatu, dia memaksakan memejamkan matanya, namun ketika berusaha berkali-kali. Matanya malah tidak bisa diajak bekerja sama.


Diapun bangun dan kembali memeriksa beberapa berkas yang masih tergeletak di atas meja kerjanya.


Semangat di kamar kakek Russel, setelah mengetahui hubungan blandina dan cucu kesayangannya, kakek Russel malah merutuki kebodohan cucu tersayangnya.


" Kali ini aku tidak akan membantumu. Kamu benar-benar anak bodoh !!! Gumannya lalu kembali ketempat tidurnya, setelah salah satu anak buahnya melaporkan hal tersebut kepada kakek Russel.


Hari semakin dingin, cuaca di London memang lagi dingin -dinginnya.


Tepat pukul lima pagi, Austin baru bisa memejamkan matanya.


Dirinya benar-benar kelelahan.


Lelah melawan rasa bersalahnya terhadap blandina. Namun karena rasa sakit dan cemburu yang lebih mendominasi, akhirnya Austin lebih memilih egonya dibanding perasaan cintanya.

__ADS_1


__ADS_2