Pelangi Asmara

Pelangi Asmara
Kumohon


__ADS_3

"Sayang..kita cari makan yok,aku laper" rengek Vanessa yang dibuat buat dengan suara lembut sambil bergelayut manja di lengan Stevan


Mata jengah Andra malas melihat pemandangan didepan,dia heran bagaimana pria yang sudah tunangan bisa seenaknya melecehkan perempuan lain dengan mendudukkan dirinya di pahanya waktu itu bahkan merangkulnya,walau saat itu Andra tidak munafik mendamba tapi dia tau diri posisinya dimana dan siapa.


"Fan,gue balik dulu ya mau istirahat buat ntar malem" pamit Andra sambil membelakangi pasangan itu dengan wajah sinis.


"EHhhmm..pasti cewe ga bener ni" nilai Vanessa


"Eh gue anter sekalian maen ke kostan lu dan kita cerita cerita lagi,plisss" rayu Fani


Dyandra mengangguk pelan padahal tadi udah rasanya ngantuk banget lagi berharap dapat tidur sejenak sebelum ke Bar


"Kak, Fani duluan ya" menghadap Stevan sambil mencium punggung tangannya


"Kan Vanessa Fani duluan" sambil berlalu mengejar Andra yang sudah cukup jauh


"Sayang,yok cari makan ada yang mau aku omongin" rayu Vanessa


"Ok" jawab Stevan singkat namun matanya tetap ke arah hilangnya Stephani dan Dyandra, entah kenapa dia menjadi marah saat Andra membelakanginya tadi


"Kumohon jangan cuekin aku Ndra,kumohon berbalik lah" pinta Stevan dalam hati

__ADS_1


Dannn..Andra pun berbalik sehingga mata mereka bertemu sepersekian detik,walau mendapati wajah Andra yang jutek namun sangat berharga buat Stevan


"Thanks Ndra" dalam hati Stevan sambil menyunggingkan senyum tipis,dia sadar ada Vanessa disana yang memperhatikannya.


Vanessa memperhatikan gelagat aneh dari Stevan setelah bertemu Andra tadi.


Vanessa dan Stevan sudah saling mengenal sejak mereka satu SMA,Vanessa yang kala itu masih menjadi pacar Anto sahabat Stevan begitu mengagumi Stevan tapi hanya diam saja.


Hingga saat lulus SMA, Vanessa tidak melanjutkan kuliah karena dia sudah sangat sibuk dengan jadwal pemotretan model remaja,iklan dan film pendek bergenre remaja. Itulah kenapa hubungan Anto dan Vanessa putus, Anto tidak sanggup dengan jadwal Vanessa yang keterlaluan menyita waktu sehingga hubungan mereka terabaikan.


Saat Papi Stanford mulai sakit sakitan Vanessa mulai pendekatan karena peduli dengan keadaan Stevan,kala itu Stevan harus bolak balik Melbourne-Jakarta untuk Papinya. Disanalah Stevan mulai merasakan perhatian Vanessa untuknya dan menyambut baik tapi awalnya adalah biasa seperti sahabat namun Vanessa menganggap lebih sehingga semakin lama Stevan bingung dengan dirinya sendiri saat bersama Vanessa


Ya Tuhan adil memberikan kelebihan dan kekurangan pada setiap orang. Definisi cantik bukan hanya soal kulit putih,bening,licin rambut lurus saja tapi juga definisi cantik bisa dimiliki oleh perempuan berkulit gelap,manis,mata bulat coklat nan teduh serta lesung pipi yang menambah kadar gula dalam diri seseorang.


"Yang..sayang..kok jadi melamun sih,makan yok" rengek Vanessa


"Oohh..ayo sayang" sambil berjalan mendahului Vanessa


"Iisshhhh..kok ditinggalin sih" rengeknya lagi


Di kost Dyandra yang tidak begitu luas ada kamar mandi didalam,lemari baju dan meja belajar dan ada AC sehingga cukup membuat nyaman berada didalam sana dan lihatlah sekarang mereka berdua sudah tertidur lelap disana dengan posisi yang sudah tidak jelas arah kakinya

__ADS_1


dddrttttttttttt


Alarm Andra berbunyi untuk yang kesekian kalinya memekakkan telinga membuat 2 sahabat itu sampai terkejut bukan kepalang


"Oohhh No hampir pukul 7 mampus gue kena damprat Marta" teriak Andra


"Apaan sih ndra teriak teriak ihhhh" rengek Fani


"Bangun Fan,anterin sekarang gue telat nih mampus gue berurusan sama Marta Fan" jawab Andra


Dyandra langsung buru buru membersihkan diri ke kamar mandi dan cuma memoles lipstik pink ditambah lipglos glossy agar terlihat segar


"Cantik Ndra,andai lu yang jadi calon kakak ipar gue bukan Vanessa,hhhhuufftttt" kesal Fani


"Apaan sih buruan yok" sambut Andra


Mereka pun sekarang didalam mobil mewah Fani dimana mang Ujang masih setia menemani nona muda nya beserta sahabatnya dari kampus,mall sampai ke kost Andra


"Mang ngebut deh ini teman saya sudah telat" pinta Fani tetap dengan nada sopan


"Baik Non" sigap mang Ujang

__ADS_1


__ADS_2