Pelangi Asmara

Pelangi Asmara
Sabun mandi


__ADS_3

Dyandra bergegas menuju ruangan khusus karyawan untuk menenangkan dirinya akibat perbuatan hampir melecehkan dari pria tersebut,untung saja ada nampan besi yang bisa dijadikan senjata pamungkasnya kala itu.


Stevan segera menuju rumah tunangannya Vanessa Putri Argawijaya yang merupakan anak pejabat tinggi di kota Jakarta. Mereka sudah berpadu kasih selama 3th dan baru tunangan 6 bulan lalu dengan rencana 2 minggu lagi seharusnya mereka akan menikah


Sampailah Stevan di rumah yang sangat mewah milik Tuan Danny Argawijaya,gerbang utama dijaga 2 Satpam sangar dengan pakaian lengkap maju kedepan menyambut siapa tamu tuan rumahnya malam ini. Stevan pun menurunkan kaca mobilnya dan tersenyum,satpam disana sudah hafal bahwa tamunya kali ini adalah tamu spesial Nona Muda mereka


"Selamat datang Tuan Stevan" sahut Satpam 1


"Hai sayangggg" panggil Vanessa manja sambil mengalunkan tangannya di leher Stevan. Rupanya Vanessa sudah menunggu depan pintu utama diluar saat dijalan Stevan mengabari bahwa dia sudah dekat.


"Cuuppp "


Vanessa mengecup bibir Stevan namun disambut Stevan dengan menuntut lebih dari sekedar mengecup.


Akhirnya b*bir mereka saling menyambut satu sama lain begitu dalam mengalirkan rasa rindu yang selama 3bulan ini tidak bertemu sejak pertunangan itu mereka baru bertemu sekali saat Vanessa liburan ke Melbourne menyusul Stevan namun karena sibuk Stevan tidak bisa menemani liburannya mereka bertemu hanya untuk makan malam romantis kala itu


"eekhemm..ehemmm.." bariton Tuan Danny Argawijaya mengagetkan sepasang muda mudi tersebut dan Stevan dengan cepat melepas pagutan bibir mereka


"****" spontan Stevan mengumpat


"Maaf Om " sambil jalan dan mencium punggung tangan calon mertuanya


"Masuk" sahut Tuan Danny dengan dingin


Stevan dan Vanessa pun duduk ditaman berhadapan dengan kolam renang disamping rumah Vanessa. Dengan nafas berat Vanessa mulai angkat bicara "Sayang,bolehkah aku meminta izin untuk sesuatu?" suara manja Vanessa menyambut lamunan Stevan

__ADS_1


"Ada apa sayang,mau minta apa?" sambut Stevan


"Castingku yang bulan lalu masih ingat kan?.aku berhasil mendapatkannya sayang jadi aku diikat kontrak 1th tidak boleh menikah" suara manja merayunya


"Maksudmu apa Van" Stevan mulai ga nyaman


"Kita tunda dulu ya sampai taun depan pernikahannya" suara Vanessa memelas


"Ga bisa Van,kita sudah membatalkannya taun lalu dan sekarang tinggal 2 minggu lagi Van..semua keluargaku sudah tau terutama Nenek dan Kakekku di Melbourne akan datang minggu depan buat persiapan" suara tegas Stevan


"Sayangg kumohon,peran ini sangat menentukan karierku..aku sudah lama menginginkan Film ini,aku sebagai bintang utama sayang" sahutnya sambil isak tangis memulai drama


"Tak bisakah kau tinggalkan duniamu itu Van,aku sanggup menghidupimu lebih dari itu Van" Stevan mulai jengah dengan alasan dunia selebritas milik tunangannya itu


Stevan melepas pelukan Vanessa dan berniat berlalu disana,dia lelah dengan drama Vanessa


" Istirahatlah Van,besok kita bicarakan yang jelas pernikahan tidak dapat dibatalkan"


"Aku tidak bisa Stevan Maxmiliano,tolonglah mengerti aku"


"Kau yang tidak mengerti posisiku,kita sudah bersama 3th dan orangtuaku juga mengharapkan aku menikah Van"


"Aku akan menjelaskan sama Mami Rita besok dirumah"


"Hhhmmm..aku pergi"

__ADS_1


Stevan meluncurkan mobil Mercedes Benz baru nya menuju Bar Lovely tempat para sahabatnya berharap mereka masih disana


Sesampainya disana dia disambut luar biasa dengan tubuh tertunduk dari para karyawan Bar elite itu,Stevan sempat bertemu mata dengan Andra yang sedang melayani seorang pria tampan dan sepertinya mereka saling kenal. Ada amplop yang diberikan pria tersebut pada Andra dan menimbulkan senyuman sinis dari Stevan


"Sok nolak tapi dari pria lain diambil,Cciihhh.."


Stevan yang sedang kalut masuk ke ruangan VVIP NO 1 namun para sahabatnya sudah tidak ada akhirnya dia memesan minuman alkohol termahal dan terbaik serta minta diantarkan oleh Andra..Entah kenapa pesona gadis itu merasuki jiwa kalutnya


tokk..tok..tok..


"Permisi Tuan,ini minumannya" sapa Andra


Pandangan mereka pun saling mengunci satu sama lain entah bagaimana tiba-tiba tangan Stevan menarik tangan Andra dan membuat Andra jatuh di pangkuan Stevan


"****" umpat Stevan,tiba-tiba sesuatu sudah mengeras disana padahal tadi dengan Vanessa tidak seperti ini


"Jangan kurang ajar Tuan" Andra dengan kekuatan super melepaskan diri dari pangkuan Stevan dan


Plaakkkk


Tamparan keras di pipi Stevan melengkapi penderitaan pria itu hari ini


"Oohhh sabun mandi..aku padamu..ooohhh..****" Stevan memukul keras bantalan kursi


Dan disinilah Stevan main solo dengan gumpalan sabun mandi untuk memuaskannya

__ADS_1


__ADS_2