Pelangi Asmara

Pelangi Asmara
Sesakku


__ADS_3

Bandara


Pesawat pribadi Tuan besar Maxmilian telah tiba,dengan penjagaan ketat dari pengawal pribadi Stevan yang sudah disiapkan Tian serta Asisten Pribadi Tuan Besar keadaan bandara terlihat tegang. Walau bisa dengan jet pribadi namun Tuan dan Nyonya besar lebih senang naik pesawat dan melewati bandara seperti orang normal lainnya


"Hhhhhmmmm..segar sekali udara Indonesia mi amor" kata Tuan besar pada wanita cantik yang dalam dekapannya. Walau sudah berumur 70th Nyonya Besar Sophia Maxmilian masih segar dan bugar


"Kau yang tidak mau tinggal disini sayang" jawab Nyonya Sophia


"Ma,Pa,selamat datang kembali " sapa Mami Rita sambil mencium punggung tangan kedua mertuanya


"Ma,gaun yang indah sekali" puji Mami Rita sambil memeluk Nyonya Besar Max yang kala itu memakai dress selutut warna peach ditambah akses mutiara di bagian leher menambah anggun dan elegan Sophia Maxmilian


"Kau bisa saja Rita,mana princessku?" cari Nyonya Sophia


"Apa kabar Rita?. Kau tampak lelah Rita.." sapa Tuan Besar Max


"Begitulah Pa kan Stevan baru mengambil alih jadi selama ini aku dan Stanley mengurus disini pa" jawab Mami


"Terimakasih Rita, kau tetap bisa fokus pada perusahaan dan anak anak" jawab Tuan Scott sambil tersenyum


"Stephani ada kelas pagi Ma jadi nanti langsung pulang kerumah saja" jawab Mami pada Nyonya


"Mana anak nakal itu?" Tuan Besar mencari Stevan yang ternyata sedang menerima telfon mendadak


"Maaf Kek aku disini. tadi ada telfon penting dari kantor kek" jawab Stevan sambil memeluk Tuan Besar dan Nyonya Sophia


" Hai kek,nek..selamat datang kembali" sapa Vanessa sambil mencium punggung tangan Tuan dan Nyonya besar


Vanessa memeluk Nyonya Sophia dengan erat. Nyonya Sophia tidak terlalu menyukai Vanessa dan tidak begitu peduli dengan pernikahan Stevan dan Vanessa karena dia sedikit liar dalam kehidupan selebritisnya


"Andai ada plihan lain buat Stevan mungkin aku ada alasan menolakmu Vanessa" batin Nyonya besar Max


"Sudah mari kita ke Mansion. Papa dan mama butuh istirahat dari perjalanan panjang ini" kata Mami Rita

__ADS_1


"Maaf Tuan,baru saja Tuan Alfian meminta waktu bertemu untuk makan siang" Asisten Pribadi Tuan Scott menyela


"Ok" jawab Tuan besar Max


Dan semua sedang dalam perjalanan didalam mobil. Stevan bersama Vanessa didalam mobil Stevan dan Mami Rita didalam limosiune putih bersama mertuanya diiringi 2 mobil pengawal dari Tuan besar Scott Max dan Stevan Max


"Sayang..apakah kau marah padaku" tanya Vanessa


"Tidak" jawabnya singkat


Dari tadi Vanessa berusaha merayu dan memancing mencium bibir Stevan hal yang sudah lama tidak mereka lakukan padahal dulu dia sangat mudah memancing Stevan menciumnya


"Cukup Vanessa" bentak Stevan sambil menurunkan tangan Vanessa dari dadanya


"Sayang,kita cuma menunda setaun sampai Filmku rampung dan kita menikah yang" bujuk Vanessa


"Van,sejujurnya aku bingung dengan sikapmu. 3bulan lalu saat di Melbourne kau begitu mendesak dan kita sudah sepakat menikah dengan pesta meriah di Jakarta dan Melbourne bahkan undangan seharusnya sudah diberikan minggu ini. Untuk semua urusan sudah diatur oleh Mami dan WO pilihan Mami Kita bahkan tidak melakukan apapun terima beres Van" emosi Stevan memuncak menjelaskan pada Vanessa dengan nada tinggi


"Aku minta maaf sayang tapi kontrak ini penting untuk karirku yang sudah lama aku menantikan peran utama" rengek Vanessa yang sudah menangis terisak.


"Aku tidak tau bagaimana tanggapan kakek nanti,jika kakek mengatakan harus maka aku tidak dapat berbuat apa apa Van" jawab Stevan


"Andra..andaikan aku mengenalmu lebih dulu,kaulah yang saat ini disampingku" batin Stevan


"Ada apa denganmu Stevan,kau berubah sejak kembali..aku seperti tidak mengenalimu" batin Vanessa


Karena selama 3th bersama Stevan, dia tidak pernah membentak atau menaikkan volume suaranya pada Vanessa namun kini dia mendengar Stevan berkata dengan nada tinggi padanya. Dia curiga telah terjadi seauatu pada tunangannya ini


"Do you love me Steve?" tanya Vanessa


Stevan menoleh pada Vanessa,nama itu jarang didengarnya lagi hanya Papi Stanford yang memakai nama itu untuk Stevan kecil dulu


"Honestly I dont know Vanessa,maybe we're not meant to be" jawab Stevan

__ADS_1


(Sejujurnya aku tidak tau Vanessa,mungkin kita tidak ditakdirkan untuk bersama)


"Dont leave me Stevan. I love you Jangan tinggalkan aku Stevan,aku mencintaimu)" balas Vanessa sambil menyenderkan kepalanya didada Stevan namun Stevan tidak menolak hal tersebut


Dia menarik dan membuang nafas panjang tidak tega rasanya dia menyakiti Vanessa. Saat saat berduka Papi meninggal dia lah yang menguatkannya dan ada buat nya tidak ada perempuan yang berani mendekatinya selain Vanessa tetapi dia tidak pernah merasakan apa yang dia rasakan dengan Andra pada Vanessa selama 3th ini. Rasa pada Andra berbeda dengan pada Vanesaa,itu kenapa Stevan masih bisa mengontrol dirinya didepan Vanessa tapi tidak saat bersama Andra.


Mansion Max


Semua telah tiba di Mansion dan barang barang sedang diturunkan oleh para pelayan dan sopir keluarga Max


"Hai kek,hai nek..selamat datang kembali" sapa Fani yang telah tiba di Mansion


"Hello my princess,miss you so bad dear" sahut Nyonya Sophia


Dia langsung memeluk erat sang nenek yang sangat dirindukannya san mencium kedua pipi Nyonya Sophia, saat matanya menuju Kakek dia langsung menunduk dan memasang wajah kecut pada sang kakek


"Halo Stephani sayang" sahut Tuan Scotf Max


Stephani langsung memeluk Tuan Besar Max dia sangat rindu pada kakeknya ini walau Tuan besar tidak setuju dengan pilihan jurusan kala itu tapi dia masih berharap Stephani mau membantu kakaknya Stevan mengurus MaxGrup terutama yang di Melbourne


"Kenalkan sahabatku Dyandra mam,kek, nek" kata Fani mengenalkan gadis hitam manis dengan lesung pipi itu


"Selamat siang Nyonya..Selamat datang Tuan dan Nyonya besar,saya Dyandra Karenina" sapa Dyandra sambil tersenyum dan menunduk hormat pada Mami Rita,Tuan dan Nyonya Besar Max


"Manis sekali gadis ini dan dia sangat sopan" Nyonya Sophia melirik dengan senyumnya


Tak lama mobil yang berisi Stevan dan Vanessa tiba, tadi Stevan sempat mampir ke toko kue besar dulu membeli kue kesukaan Nenek Sophia Max


Mereka rurun dari mobil dan menghampiri rombongan Mami dan kedua mata biru dan coklat itu bertemu,persekian detik mereka saling mengunci tatapan mata. Andra lebih dulu membuang muka dan ikut mengambil barang ditangan pelayan agar dia membawa kedalam Mansion Max


Ada rasa sesak didada Dyandra melihat tangan Vanessa selalu bergelayut manja dilengan Stevan dan Stevan pun reflek melepas lengan Vanessa begitu menyadari ada gadis manis itu dirumahnya


"Aku tidak suka dengan rasa sesak ini,kau sudah bertunangan dan aku bukan wanita yang pantas untukmu" batin Dyandra

__ADS_1


"Ada rasa sesak didadaku melihat mata coklatmu Andra" batin Stevan


Mami Rita dan Nenek Sophia menangkap tatapan tak biasa Stevan pada gadis manis tadi, mereka tidak bodoh menilai bahwa Stevan menyukai gadis tadi dan Nenek Sophia menyukai hal tersebut.


__ADS_2