Pelangi Asmara

Pelangi Asmara
Nyonya Max 1


__ADS_3

Hampir sejam dokter bekerja didalam sana


Stevan sangat khawatir mengingat Dyandra menjadi sasaran empuk orang-orang yang mau menyakiti Stevan begitu tahu bahwa Dyandra adalah wanita nya kini. Teringat kejadian 3th lalu kecelakaan maut jalan raya juga merenggut nyawa Papi tercinta bersama Paman Sebastian yang dilakukan musuh bisnis Papi, memori itu memenuhi pikiran Stevan hingga airmata lolos keluar dari mata birunya.


Dia harus mencari cara untuk menjaga Dyandra didekatnya agar tidak disakiti oleh siapapun. Saat ini dia tidak berfikir musuh manapun tapi yang namanya didunia bisnis kawan pun bisa menjadi lawan. Dia harus ekstra hati hati dalam bekerjasama dengan siapa pun.


Dan lampu ruangan tindakan sudah menyala dan keluarlah dokter spesialis terbaik menemui Stevan


"Tuan muda sepertinya Nona mengalami syok berat dan sedikit luka sobek di kakinya tetapi secara umum Nona akan cepat pulih Tuan" terang dokter


"Boleh saya menemuinya dok?" tanya Stevan


"Tuan muda bisa menemuinya 10 menit lagi di ruangan VVIP keluarga Max Tuan karena Nona akan segera dipindahkan" jawab dokter yang satu lagi


"Baiklah,tolong selalu dipantau dok dan lakukan yang terbaik yang kalian bisa,paham" perintah Stevan


"Pastinya Tuan Muda" jawab kedua dokter


"Tian..jemput Mami Rita dan Fani dirumah sekalian ada yang ingin aku sampaikan pada Mami" perintah Tian


"Aku akan menghubungi mang Ujang dan memerintahkan dikawal anak buah Kobra mengawal Mami dan Nona Fani" jawab Tian


"Terserahmu" balas Stevan


"Jangan sampai terjadi sesuatu pada Mami dan Fani,jika mereka luka sedikit saja kau bertanggung jawab Tian,aku tidak sanggup melihat para wanita yang kusayangi tersakiti" lanjut Stevan


"Siap bos" balas Tian

__ADS_1


Stevan buru buru naik kelantai 7 rumah sakit keluarganya ini disini adalah ruang VVIP yang hanya ditempati oleh anggota keluarga Max atau keluarga terdekat Max sepersetujuan Stevan atau Uncle Stanley sebagai Direktur Utama rumah sakit


"Sayang..bagaimana keadaanmu?" bisik Stevan ditelinga kekasihnya itu namun tidak ada reaksi dari sang pujaan hati


"Maaf Tuan Muda Nona masih dibawah pengaruh obat bius lebih kurang setengah jam lagi akan sadar Tuan" jawab suster khusus penunggu ruangan Dyandra


"Hhmmm"jawabnya singkat


"Saya permisi Tuan Muda" suster itu pun pamit dan keluar dari ruangan tersebut sambil mengerucutkan bibirnya


"Dingin banget melirik pun tidak raut wajahnya mengerikan" kata suster khusus itu


"Paling tidak aku akan setiap hari melihatnya jadi kesempatanku lebih dekat dengannya akan lebih banyak walaupun harus sabar merawat wanitanya" lanjutnya lagi menampilkan senyum jahat di wajahnya


"Jika kau masih mau bekerja disini jangan berfikir melakukan diluar batas kewajibanmu Nona" sahut Tian yang entah sejak kapan sudah berada dibelakangnya


"Masih banyak yang bersedia menggantikan posisimu,paham!" lanjut Tian dengan wajah sangar


"Hhhmmm..tidak tau diuntung gajinya saja 3x lipat dari suster biasa disini dan dia tau wanita disana adalah milik Stevan masih juga berniat jahat,akan kumonitor dia" batin Tian sambil duduk didepan ruangan Dyandra bersama 2 anak buahnya


"Sayang..bangunlah..maafkan aku yang tidak bisa menjagamu,maafkan aku terlambat memberi perlindungan untukmu" kata Stevan sambil mencium punggung tangan Dyandra


"Kak..bagaimana keadaan Dyandra?"tanya Fani sesaat sampai di ruangan Dyandra


Stevan yang sudah duduk di sofa berdiri menyambut Mami dan Fani


"Pantes aja Fani telfon Hpnya ga diangkat" lanjut Fani

__ADS_1


"Kak..ada yang ingin kamu jelaskan ke Mami soal ini?" tanya Mami


Dia kenal putranya tidak begitu peduli dengan oranglain selain keluarga dan sahabat keluarga Max apalagi perempuan sedangkan Vanessa saja ditolaknya tapi ini wanita lain yang tidak ada hubungan apa apa dengan keluarga Max


"Mami duduk dulu biarkan Fani disana bersama nya" jawab Stevan sambil mwnarik nafas panjang


"Mi..Stevan mencintainya" lanjut Stevan


"Sejak kapan Stevan?.kau saja baru kembali dari Melbourne..kita tidak kenal dia siapa kak" balas Mami


"Apa kak?.Kakak mencintai Dyandra?. Dia akan jadi kakak iparku?. hhhuaaa..Fani senang kak" sahut Fani sambil memeluk kakaknya


"Makasih dukunganmu sayang" balas Stevan


"Mami..kakak yang baru kenal saja sudah jatuh cinta padanya apalagi Fani yang sudah mengenalnya 2th ini..percayalah Mi Dyandra gadis yang manis dan lembut kayak Mami" lanjut Fani


"Hhhmmm..Mami tidak tau" balas Mami Rita


"Stevan tau dia tidak seperti kita mam yang orang biasa tapi cobalah Mami mengenalnya dulu jika Mami kurang berkenan Stevan akan memikirkan apa yang harus Stevan lakukan" balas Stevan


"Hhhmmm..kita lihat saja nanti" balas Mami Rita


"Mi..Stevan sayang mami dihati Stevan tetap ada Mami dan Fani Mi" jawab Stevan


Ini pertama kali Stevan mengungkapkan cinta pada seorang perempuan berbeda saat bersama Vanessa, putranya tidak pernah memberitahukan tentang perasaannya padahal mereka sudah bersama sejak kecil.


Mami Rita sepertinya memiliki saingan untuk cinta sang putra tapi dia tidak bisa egois bahwa kini Stevan sudah jatuh cinta pada seorang wanita walaupun wanita itu dari kalangan biasa biasa saja dan Mami Rita memiliki tugas penting merubah gadis hitam manis ini layak menjadi Nyonya Maxmilian berikutnya.

__ADS_1


"Hhmmm..calon Nyonya Max kuharap kau kuat menemani seorang Stevan Maxmiliano dan mampu menggantikan posisiku kelak serta menjaga nama besar Maxmilian" batin Mami Rita sambil menatap tubuh Dyandra yang masih tertidur


"Aku harus mencari tahu secara detil tentangnya yahh walaupun aku yakin anakku sudah melakukannya" lanjut batin Mami


__ADS_2